Selamat Pagi, Pak! (dialog fiktif)

Wartawan: “Selamat pagi, Pak Kombes,”

Polis: “Selamat pagi,”

Wartawan: “Kami mendapat informasi, polisi menangkap Mr. X dengan tuduhan makar. Benarkah demikian?”

Polis: “Memang benar demikian. Kami menangkap Mr. X setelah mendapat cukup bukti bahwa X diduga hendak makar dan berniat menggulingkan pemerintahan yang sah, lalu mendirikan negara ISIS di sini.”

Alat Makar Berbahaya

Wartawan: “Bukti-bukti apa yang bapak dapat?”

Polis: “Kami menemukan uang tunai sebesar 18 juta, beberapa lembar slip pengambilan uang dari bank, serta stroke belanja Carref**r di dalam kantong celana tersanga,”

Wartawan: “Luar biasa! Bagaimana bapak bisa mengambil kesimpulan bahwa tersangka hendak makar dengan barang-barang bukti tersebut?”

Polis: “Pertama, di struk belanja, kami temukan pembelian 2 buah panci. Ini kan aneh sekali. Untuk apa seorang laki-laki berbelanja begitu banyak panci?”

Wartawan: “Lalu uang tunai 18 juta. Kami menduga bahwa uang tersebut adalah sebagian uang revolusi yang berhasil dikumpulkan. Uang tunai, lalu panci! Tidak perlu orang cerdas untuk menyimpulkan ada niat makar dari dua temuan barang bukti tersebut. Cukup kami-kami saja,”

Polis: “Kami memperkirakan, tersangka butuh setidaknya 3 miliar untuk menggulingkan pemerintahan yang sah,”

Wartawan: “3 miliar? Luar biasa! Dalam US Dolar atau Euro, Pak?”

Polis: “Rupiah dong. Kita sedang bicara rupiah,”

Wartawan: “Hah? 3 miliar rupiah? Uang segitu buat kampanye jadi bupati saja kurang Pak. Apa mungkin cukup untuk menggulingkan pemerintahan sebuah negara? Bapak yakin 3 miliar rupiah?”

Polis: “Anda meragukan keterangan saya?”

Wartawan: “Saya tidak berani Pak. Oh iya, apa yang mereka rencanakan dengan dana sebesar itu?”

Polis: “Mereka sepertinya akan bergerilya. Masuk ke DPR melalui gorong-gorong, lalu menguasai dan mengambil alih gedung DPR/MPR. Setelah menguasai dewan, mereka kemudian bergerak ke Istana Negara juga melalui gorong-gorong, masuk melalui septictank, tembus ke toilet Istana, kemudian mandi sebentar untuk bersiap-siap menggulingkan pemerintahan yang sah. Untunglah sebelum terlaksana, aksi mereka berhasil kami gagalkan,”

Wartawan: “Dengan dana 3 miliar rupiah, kita-kira senjata apa yang akan mereka gunakan dalam menghadapi pasukan negara dan kepolisian?”

Polis: “Selain bom panci, kami menduga mereka juga menggunakan senjata rakitan dan bambu runcing. Untuk sementara, kami baru menemukan dua panci, dan 18 juta uang tunai. Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti lainnya,”

Wartawan: “Luar biasa kinerja kepolisian. Terimakasih Pak Kombes untuk wawancaranya. Selamat siang Pak!”

.

.

Sumber: Ibnu Hari Wibowo, efbi.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: