Tulisanmu Seperti Air…

Maret 31, 2018

Mengalir Sampai Tujuan…

Air mengalir dari ketinggian, ke tempat bawah.

Tidak bisa dihalangi, oleh apapun.

Air kan terus mengalir dan mencari jalannya…

Sampai ketemu ujung perjalanan.

Itulah ujung…tujuanmu.

Jangan TAKUT menulis demi maslahat Ummat.

Tulisan seperti air mengalir…

 

(Wisdom).

Iklan

Agar Pejuang Suriah Dimenangkan oleh Allah…

Maret 31, 2018

SEPERTI kita sadari… Dalam dua tahun terakhir, pihak Mujahidin Suriah mengalami tekanan luar biasa. Kemenangan-kemenangan yang semula tercapai, kita banyak terlepas. Konon kabarnya, pihak Al-Assad semakin mendominasi kekuasaan wilayah-wilayah di Suriah.

Segi mirisnya, kalau Al-Assad terus menang, koalisi komunis-Syiah terus menang, khawatir pembantaian terhadap warga sipil akan dilanjutkan oleh Rezim (terlaknat) Al-Assad. Nas’alullah al ‘afiyah.

ENAM LANGKAH agar para pejuang memenangkan pertarungan di Suriah saat ini:

(1). Para Mujahidin dan keluarganya HARUS BANYAK ISTIGHFAR DAN TAUBAT. Ngerti tidak ngerti, salah atau benar, mereka harus banyak bertaubat. Karena Allah menjanjikan “tubuu ilallohi aiyuhal mukminun la’allakum tuflihun” (bertaubatlah kepada Allah wahai Mukminin, agar kalian dimenangkan).

Langkah Menuju Kemenangan

(2). Para Mujahidin hendaknya banyak membaca dan menghafal Al-Qur’an dan menyandarkan diri kepada Kitab Allah itu. Al-Qur’an inilah yang telah menjadi rahasia kekuatan gerakan Hamas di Jalur Ghaza ketika diblokade total oleh Zionis internasional.

(3). Para Mujahidin hendaknya banyak mengamalkan Sunnah Rosul. Itulah jalan yang dalam Surat Ali Imron 31 disebutkan, akan membuat manusia dicintai oleh Allah dan diampuni dosa-dosanya. Amalkanlah amal-amal Sunnah, wahai para pejuang.

(4). Para Mujahidin hendaknya banyak-banyak memohon maaf kepada ayah-bunda. Menangislah kepadanya, memohonkan keridhoan, memohonkan kemaafan, dan doa mereka. Lakukan wahai para pejuang. (Jika orangtuamu sudah wafat, banyak banyak doakan mereka). Ingat ridho Allah ada bersama ridho orangtua.

(5). Para Mujahidin hendaknya banyak-banyak mendoakan kaum Muslimin yang tidak ikut berjuang bersama mereka. Doakan, doakan, doakan Ummat ini, dengan setulus doamu. Karena, jika engkau mendoakan Ummat, para Malaikat akan mendoakanmu.

(6). Para Mujahidin hendaknya memulangkan segala musibah yang menimpa mereka kepada Allah. Jangan menyalahkan ini itu, dan sebagainya. Tetapi sabar hadapi musibah. Anggaplah semua musibah itu dari Allah jua untuk menguji kesabaranmu. Jangan selalu menyalahkan ini itu, tetapi pulangkan kepada Allah. Anggaplah setiap kesulitan adalah TARBIYAH dari Allah Ta’ala untuk mengangkat derajatmu dan memaafkan kesalahanmu. Dengarkan sabda-Nya: “Innallaha ma’as shobirin”.

Lupakanlah dukungan negara ini, itu, dan lainnya. Tapi bersandarlah kepada Allah. Wa man nashru illa min indillah (tidaklah kemenangan itu melainkan dari sisi Allah).

Semoga Allah Ta’ala memenangkanmu dan orang-orang Mukmin, amin ya Kariim.

(Fast Moving).


Suriah Nasibmu Kini…

Maret 31, 2018

Negara Suriah kini adalah negara yang hancur lebur. Bashar Al-Assad adalah manusia terkejam era modern yang TEGA menghajar rakyatnya sendiri, menghancurkan kota-kotanya, serta merusak negaranya serusak-rusaknya.

Alasan Bashar hanya satu. Dia adalah manusia dari etnis NON ARAB, yaitu kaum Syiah Nushairiyah, yang merasa berbeda dari rata-rata bangsa Arab. Rezim Assad telah menyiksa, membunuh, membantai banyak Muslim Ahlus Sunnah pribumi di Suriah. Sebagai kaum minoritas, Rezim Assad takut dibalas oleh kaum Sunni Suriah. Maka dia pun menerapkan strategi “Tiji Tibeh” (mati siji mati kabeh; mati satu, mati semua). Inilah alasan kekejaman makhluk “dajjal” satu ini.

Assad Lebih Buas dari Ini…

Apapun cara akan dilakukan kaum Assadis untuk menghindari pembalasan dendam dari rakyat Suriah. Kalau meminta bantuan Iran, Libanon, Irak, Rusia, China dianggap kurang. Bashar akan minta bantuan Amerika, Jerman, Inggris, Perancis, dan seterusnya. Kalau masih kurang juga, dia akan meminta bantuan Timor Leste, Zimbabwe, Papua Nugini, Fiji, Gambia, Namibia, atau mana saja yang bisa dimintai bantuan. Kalau semua itu juga tidak memuaskan, dia akan meminta bantuan “the real dajjal”.

Maka manusia-manusia yang terus mendukung “dajjal” ini pada dasarnya telah menghalalkan pembantaian, kezhaliman, agressi barbar terhadap umat manusia, khususnya Ahlus Sunnah. Pembela Bashar tak lebih dari pembela “dajjal” juga. Hanya mereka berpura-pura sebagai “pahlawan”.

Bashar adalah MONSTER dalam sejarah manusia. Lebih biadab dari Hitler, Stalin, Lenin, Pol Pot, dan seterusnya. Pahitnya, yang jadi korban adalah kaum Ahlus Sunnah.

Nas’alullah al ‘afiyah.

(Zain Hayat).


Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah…

Maret 31, 2018

Langkah Hamba yang Dhoif…

Dzikir ini sering disebut sebagai “Hauqallah”. Merupakan singkatan dari “Haula Quwwata Allah”.

Inilah dzikir yang hebat. Sangat hebat.

Sedikit yang engkau investasikan dalam dzikir ini, JIKA IKHLAS, dampaknya akan menakjubkan.

  • Kata Rasulullah Saw, dzikir ini merupakan perbendaharaan surga. Maksudnya, jika kita banyak mengucapkannya, ia bisa menjadi simpanan untuk meraih kenikmatan surga.
  • Dzikir ini juga merupakan kunci ISTI-GHO-TSAH (memohon pertolongan Allah). Jika dalam kesulitan kesulitan bacalah dzikir ini, sampai Allah mengeluarkanmu dari kesusahan.
  • Dzikir ini juga merupakan MAKNA TAUHID. Mengapa? Ya karena maknanya itu. Renungkan saja maknanya, kira-kira pesan penting apa di balik lantunan dzikir ini.

Shahabat mulia…

Serasa kangen sekali dengan BLOG ini. Blog sederhana, tetapi tetap engkau percayai. Rasanya berdosa, terlalu lama meninggalkan blog ini.

Mohon maafkan… diri yang dhoif ini.

Semoga sapaan lewat dzikir “laa haula wa laa quwwata illa billah” ini cukup untuk meneteskan maaf atas “keterasingan” dari blog sederhana ini.

Ya Rabb, hidup ini amanat darimu. Manusia sering lupa, lalai, khilaf. Contohnya adalah diriku.

Melangkahku terasa gontai…

Mundurku menjadi kesalahan…

Diamku mengundang tanya dan keraguan…

Ampunkan diri nan lemah ini.

 

(Ayahe Syakir).