INI MASALAH TAUHID YANG PENTING…

April 5, 2017

***Khusus bagi para pemerhati. Yang belum paham, tak usah memaksakan diri***

Allah Menciptakan alam semesta

Bismillah. Intinya begini, Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan bahwa orang-orang musyrikin Makkah sejatinya “juga bertauhid”, yaitu Tauhid Rubbubiyah. Dalilnya, ayat-ayat dalam Al Quran, ketika kaum musyrikin ditanya: siapa pencipta langit bumi, siapa pemilik alam, siapa pemberi rezeki, dan lain lain? Mereka jawab, ALLAH. Nah, berarti bertauhid kan?

PEMBANTAH Ibnu Taimiyah berkata, orang-orang musyrik itu bohong, cuma ngaku-ngaku, atau sekedar verbalitas (di mulut) saja. Jadi, mereka tetap musyrik, kafir, karena menyembah berhala. Mereka tidak bertauhid sama sekali. Kata mereka begitu.

COBA Anda cek Al Qur’an pada ayat ayat berikut ini:
– Yunus 31.
– Al Mukminun 84-89.
– Al Ankabut 61 dan 63.
– Luqman 25.
– Az Zumar 38.
– Az Zukhruf 87.

DALAM ayat-ayat itu menegaskan pendapat Ibnu Taimiyah; tapi juga ada unsur menafikan pengakuan kaum musyrikin.

METODE IBNU TAIMIYAH: Orang-orang musyrikin Makkah, mereka bertauhid Rubbubiyah, tapi berbuat syirik dalam ibadah (Uluhiyah).

FAKTA SEJARAH: Kaum musyrikin Makkah tahu dan kenal Allah; sesuai paham dan keyakinan mereka. Mereka mendirikan Ka’bah dengan harta bersih. Abdul Muthalib menamakan putranya ABDULLAH (hamba Allah). Tapi di sekitar Ka’bah ada ratusan berhala yang disembah. Percaya kepada Allah, iya; menyembah berhala, iya juga. Nantinya saat Fathu Makkah, semua berhala dibersihkan oleh Nabi dan Shahabat dari Makkah.

JALAN TENGAH: Mungkin yang dimaksud Ibnu Taimiyah dengan “Tauhid Rubbubiyah” pada diri kaum musyrikin Makkah; adalah FITHROH TAUHID yang ada pada setiap manusia. Bukankah manusia diciptakan di atas Fithroh Tauhid? Maksudnya, stiap orang secara fithroh butuh pada Tuhan, mengakui Tuhan, bersandar pada Tuhan. Pemimpin Komunis Soviet pernah “gak sengaja” berkata: “Kalau perjanjian ini tidak terlaksana, kita bisa dihukum oleh Tuhan.” Nah, smua manusia punya rasa keagamaan itu, sekalipun atheis.

Orang Barat menyebutnya sebagai “sense of religion“. Hizbut Tahrir menyebut “Gharizah Tadayun” (insting beragama). Fithroh ini ada di hati stiap insan, trutama saat dalam situasi kritis/emergency.

KITA bisa menerima konsep Ibnu Taimiyah, dengan asumsi keyakinan kaum musyrikin sebatas ungkapan “fithroh manusia” saja. Belum mencukupi SYARAT IMAN seperti yang dikehendaki Syariat.

Di sisi lain, ada perbedaan antara “rasa keagamaan” kaum musyrikin dengan TAUHID RUBBUBIYAH di hati orang-orang beriman. Karena Tauhid Rubbubiyah yang kuat, akan mendekatkan seseorang pada maqom ULUL ALBAB (Ali Imron 190).

Semoga bermanfaat, wallahu a’lam bis shawaab.

(Sam Hikmat).

Iklan

AYAT YANG SANGAT PENTING (BAGI PARA PENCARI REZEKI)

April 5, 2017

Dalam Al Qur’an kita sering membaca ayat yang bunyinya begini: “Allohu yabsuthur rizqo li man yasya’u wa yaqdir.” Ayat demikian diulang di beberapa tempat.

Artinya: “Allah meluaskan rezeki bagi SIAPA yang Dia kehendaki, dan Dia membatasi (rezeki itu bagi SIAPA yang Dia kehendaki).”

MULA-MULA… Kita harus meyakini ayat ini. Bahwa Allah hakikatnya PENGATUR REZEKI kita. Harus diyakini, diimani, dan diridhai. (Konsep YIR: Yakin, Iman, Ridha).

Usaha adalah SARANA bukan HAKIKAT

SETELAH YAKIN… Silakan cari jalan-jalan atau sebab-sebab untuk MENJEMPUT REZEKI tersebut. Kata orang bisnis, cari KIAT-KIAT mendapat income. Tentu kemudian laksanakan.

DALAM MANA…kita mencari jalan/sebab datangnya rezeki itu, lakukan sebaik mungkin (IHSAN). Tapi JANGAN DIYAKINI bahwa datangnya rezeki kita SEMATA dari jalan/sebab itu. Jangan. Tetap kembalikan urusan SUMBER REZEKI ke ayat semula, yaitu: Allah Al Bashith Al Qadiir.

KITA bicara USAHA sebatas bicara sebab-sebab saja, bukan MEMASTIKAN bahwa rezeki kita sepenuhnya ada di sana. Sebab kalau kita seperti itu, sebagai ORANG BERIMAN Anda akan dibuat kelelahan. Nas’alullah al ‘afiyah.

BUKAN berarti TIDAK SERIUS usaha, tidak. Kan tadi sudah disebut, berbuat terbaik (IHSAN). Tapi jangan meyakini bahwa usaha itu sebagai hakikat SUMBER REZEKI kita. Sumber rezeki, tetap Allah Ta’ala.

BETAPA banyak rezeki Allah yang diberikan ke kita, melebihi nilai INCOME bulanan kita. Coba berapa nilai SEHAT Anda kalau dihitung secara nominal? Ingat untuk buang air atau keluar keringat saja, bagi yang tidak bisa melakukan; harus operasi dengan biaya besar.

Baca entri selengkapnya »


Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah

Februari 24, 2017
Mencari Solusi dengan Dzikrullah

Mencari Solusi dengan Dzikrullah

Dikisahkan, selesai sebuah peperangan, ada seorang pemuda tidak pulang bersama rombongan Rasulullah Saw dan para Shahabat. Kedua orangtuanya terus mencari, di mana anak itu? Para Shahabat tidak tahu, berita gugur di medan perang juga tidak ada.

Lalu Nabi Saw mengajarkan agar kedua orangtua tersebut banyak-banyak berdzikir “Laa haula wa laa quwwata illa billah”. Akhirnya, keduanya banyak-banyak mendzikirkan kalimat ini. Terus mereka berdzikir sebanyak-banyaknya. Hingga akhirnya, sang pemuda itu kembali ke rumah dengan selamat.

Ada apa wahai pemuda? Apa yang terjadi padamu, sampai tertinggal dari orang banyak?

Dia bercerita. Pasukan musuh berhasil menawannya, lalu mengikatnya di suatu tempat. Suatu saat, entah dari mana munculnya, datang seseorang tak dikenal melepaskan ikatan yang membelenggu pemuda itu. Dia pun bisa kabur, lari dari tempat musuh.

Ternyata, saat kedua orangtua terus mendawamkan dzikir “laa haula wa laa quwwata illa billah”, saat itu Allah mengutus seorang Malaikat untuk menyelamatkan pemuda itu. Alhamdulillah…

Kata Nabi Saw, dalam kalimat “laa haula wa laa quwwata illa billah” terdapat makna ISTI’ANAH, yaitu memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Demikian sebuah kisah kecil, setelah sekian lama meninggalkan blog ini, sejak sebelum menunaikan Ibadah Haji pada Agustus 2016 lalu. Alhamdulillah atas semua rahmat dan pertolongan Allah.

(Ibnu Sabili).


Kemudahan dalam Mengejar LAILATUL QADAR

Juni 28, 2016

Bismillah walhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa alihi wa ashabih ajma’in.

Di malam LAILATUL QADAR berlaku ketentuan “khairun min alfi syahrin” (lebih baik dari 1000 bulan).

Amal baik apapun yang kita lakukan di saat LAILATUL QADAR akan diberi pahala LEBIH BAIK dari amalan kita selama 1000 bulan di waktu-waktu yang lain.

Ya Allah Anugerahkan Kami Amal Saleh dan Keutamaanya di LAILATUL QADAR Tahun Ini.

Ya Allah Anugerahkan Kami Amal Saleh dan Keutamaanya di LAILATUL QADAR Tahun Ini.

Bila kita membaca Al Qur’an 1 jam saat LAILATUL QADAR, itu lebih baik daripada kita membaca Al Qur’an 1 jam per hari, dalam waktu 1000 bulan. Begitu pun amal-amal lainnya.

DURASI LAILATUL QADAR adalah sejak Maghrib sampai Subuh. Maka yang mengerjakan Shalat Maghrib dan Isya’, apalagi diperkuat dengan shalat-shalat Sunnah lain; dia sudah beramal baik di saat LAILATUL QADAR.

MENGEJAR LAILATUL QADAR ini bisa di mana pun. Bisa di masjid, di rumah, di kantor, di pasar, bahkan di jalan. Asalkan waktu-waktunya dipakai untuk AMAL SALEH. Boleh baca Al Qur’an, dzikir, sedekah, berdoa, taubat, dsb.

Hanya saja, kalau amal di masjid, itu LEBIH AFDHAL. Amal di masjid: sesuai Sunnah Nabi, dapat pahala I’TIKAF, dan selama berada di masjid (dalam keadaan bersuci) terus-menerus mendapat pahala.

KITA beri’tikaf di masjid boleh berapa lama saja, sesuai kemampuan. Boleh semalam penuh dari Maghrib sampai Subuh; boleh beberapa jam, boleh beberapa saat, selama DINIATKAN I’TIKAF.

Amal Saleh di masjid boleh apa jua. Asalkan bukan bercumbu atau hubungan biologis suami istri. Bahkan tidur di masjid (dalam kondisi suci) dihitung pahala oleh Allah.

Apakah “main medsos” di masjid termasuk amal saleh? Ya tergantung. Kalau dalam rangka MENCARI ILMU, TAFAKKUR AYAT-AYAT ALLAH, BERDAKWAH, AMAR MAKRUF NAHI MUNKAR, MEMBELA KAUM MUSLIMIN, dan yang serupa itu; insya Allah dinilai amal saleh. Besar kecilnya pahala, wallahu a’lam.

NAMUN jika kita mengerjakan I’TIKAF SUNNAH seperti Rasulullah Saw dan para Shahabat; penuh di masjid sejak malam 21 sampai malam “Takbiran”, ada beberapa keutamaan. Satu, mendapat pahala I’TIKAF seperti Nabi Saw; Dua, mendapat pahala lebih banyak; Tiga, dapat beramal sepenuh malam di LAILATUL QADAR.

Demikian, semoga bermanfaat. Hayuh semangat semangat! LAILATUL QADAR di depan mata! Barakallah fikum wa ahlikum wa lil Muslimin. Amin ya Karim.

(Sam Hikmat).


POSISI ISA BIN MARYAM DAN KAUM NASRANI…

Juni 1, 2016

Dalam Al Qur’an, Allah Ta’ala bersabda: “Wa yu’allimuhul kitaba wal hikmata wat taurata wal injila, wa rasulan ila bani israila, anni qad ji’tukum bi ayatin min rabbikum.” (Ali Imran: 38-39).
.
TERJEMAH: Dan Dia mengajarkan kepadanya -Isa- Al Kitab dan Hikmah, Taurat dan Injil; dia juga seorang Rasul dari kalangan Bani Israil; dia berkata, sungguh aku telah datang kepada kalian dengan suatu tanda dari Rabb kalian.
.
Ayat ini dan yang serupa menjelaskan, bahwa Isa bin Maryam As adalah SEORANG NABI UNTUK BANI ISRAIL. Ingat dan ingat, beliau diutus ke tengah Bani Israil.
.
Maka sangat aneh ketika banyak manusia NON BANI ISRAIL menjadi kaum Nasrani. Terutama orang Barat (pewaris peradaban Romawi). Apalagi orang Indonesia, China, Korea, dll.
.
Tapi yang jauh lebih aneh, adalah sikap Bani Israil sendiri. Sejak Isa As diutus sampai hari ini, MEREKA TIDAK PERNAH RELA DENGAN NABI ISA DAN AGAMANYA. Padahal kepada merekalah Sang Nabi dibangkitkan oleh Allah Ta’ala.
.
Sampai suatu titik, Bani Israil benar-benar KAFIR kepada Isa dan ajarannya. Yang beriman hanya segelintir orang yang kemudian dikenal sebagai HAWARIYUN (para Shahabat dekat Isa bin Maryam).
.
KETIKA Isa dan pengikutnya ditolak oleh Bani Israil, secara tak terduga, ajaran agama mereka di kemudian hari DIADOPSI (dipungut) oleh peradaban Romawi.
.
Peradaban Barat mengambil ajaran Nasrani, seperti layaknya mereka memungut ANAK TERLANTAR yang sangat memerlukan belas kasih. Konsekuensinya, kaum Romawi memasukkan ajaran paganismenya ke agama ini.
.
TRUS apa yang menarik dari semua ini?
.
Ketika Bani Israil “menceraikan” Kenabian Isa, maka Allah pun menutup PINTU NUBUWWAH dari tengah mereka. Hal itu sekaligus pertanda, Kenabian akan bergeser ke tempat lain. Dan ia adalah bangsa Arab dan Ummat Muslimin.
.
JADI sebelum dibangkitkan Rasulullah Saw, terlebih dulu diperlihatkan sikap PENOLAKAN Bani Israil atas Kenabian dari sisi Allah SWT. Padahal semula kaum Bani Israil identik dengan Kenabian.
.
Wal hasil, agama Nasrani adalah sebuah pertanda berakhirnya Kenabian Bani Israil, dan bangkitnya Kenabian Baru bersama: NABIYULLAH MUHAMMAD Shallallah ‘alaihi wa alihi wa sallam.
.
Jangan lupakan kami dari doa-doa baik Anda. Jazakumullah ahsanal jaza’.

(BlueWater).


KASIH SAYANG ORANG MUKMIN…

November 20, 2015

Allah SWT berkata dalam Kitab-Nya: “Innal ladzina amanuu wa ‘amilus sholihaati sayaj’aluhumur rohmaanu wudda” (sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal saleh, maka Allah akan jadikan atas mereka sifat cinta kasih). MARYAM: 96.

As Sa’diy rahimahullah berkata: “Ini adalah nikmat terhadap hamba-hamba-Nya yang mengumpulkan antara iman dan amal saleh, bahwa akan Dia jadikan atas mereka CINTA; yaitu, cinta dalam hati kekasih-kekasih-Nya, dari penduduk langit dan bumi. Karena itu pula mereka berolah kebaikan, doa, petunjuk, pengabulan, bahkan kepemimpinan. Ketika Allah jadikan atas mereka kasih sayang, karena mereka mencintai-Nya, maka Dia jadikan para kekasih-Nya mencintai mereka.”

Iman Menumbuhkan CINTA

Iman Menumbuhkan CINTA


[1]. Keimanan dan amal saleh, akan menumbuhkan sifat kasih sayang di dada kita.

[2]. Nabi Saw dan para Shahabat Ra adalah bukti yang memiliki sifat ini. “Muhammad Rasul Allah, dan orang-orang yang bersamanya -para Shahabat Ra- sangat tegas kepada orang-orang kufar, dan sangat belas kasih di antara mereka -orang orang Mukmin-.” (AL FATH: 29).

[3]. Sifat ini pula yang tumbuh di antara pengikut Isa As. “Dan Kami iringkan dengan Isa putra Maryam As, dan Kami berikan kepadanya Injil. Dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya sikap santun dan belas kasih.” (AL HADIID: 27).

[4]. Bahkan sifat kasih sayang itu bersifat UNIVERSAL, berlaku di segala zaman kehidupan. “Wahai orang-orang beriman, siapa yang murtad di antara kalian dari agamanya (Tauhid), maka Allah akan datangkan suatu kaum yang Dia mencintai mereka dan mereka mencintai-Nya; mereka berlaku lemah-lembut kepada orang Mukmin dan tegas kepada orang-orang kafir.” (AL MAA’IDAH: 54).

[5]. Bagaimanapun juga, kasih sayang ini adalah bersumber dari RAHMAT (kasih sayang) Allah SWT. “Fa bi maa rohmatin minallohi linta lahum” (maka atas sebab rahmat Allah jua, engkau bersikap lembut kepada mereka). ALI IMRAN: 159.

BEBERAPA FAIDAH PENTING:

* Iman dan amal saleh akan menumbuhkan sikap KASIH SAYANG. Kalau makin berilmu dan beramal, ternyata tambah BERINGAS, KASAR, BURUK ADAB. Nah, berarti ada masalah di sana.
* Orang-orang Khawarij dijauhkan dari nikmat kasih sayang ini. Nas’alullah al ‘afiyah.
* Wajib atas kita MENCINTAI SESAMA MUSLIM, sebagai konsekuensi IMAN. Caranya: Berbaik sangka padanya, menjaga amanatnya, menutupi aib-aibnya, memaafkan yang bersalah, mengutamakan persaudaraan, memenuhi hak-haknya, menjaga lisan, dan lain-lain.

Demikian, semoga bermanfaat. Amin.

Sam Hikmat.


RUQYAH DALAM AL-QUR’AN

November 20, 2015

Allah SWT berkata dalam Kitab-Nya: “Au tarqo fis sama’i wa lan nu’mina li ruqika hatta tunazzala ‘alaina kitaban naqro’uhu. Qul subhana Robbiy, hal kuntu basyaron rosula.” (AL ISRO’: 93).

TERJEMAH: “Atau engkau (Muhammad Saw) naik ke langit, dan skali-kali kami tidak akan percaya dengan kenaikan-mu, sampai engkau mendatangkan suatu kitab yang bisa kami baca.” Katakanlah, “Maha Suci Rabbku, aku ini hanya seorang manusia yang menjadi Rasul.”

Kata “tarqo” dan “ruqika” adalah satu asal usul dengan ROQOY. Bentuk kata bendanya RUQYAH. Memiliki arti “tasha’ada” atau NAIK.

Maksud ayat di atas: Orang kafir ingin melihat keajaiban-keajaiban yang mampu ditunjukkan oleh Nabi Saw. Misalnya, beliau NAIK KE LANGIT, lalu membawa suatu kitab yang dapat mereka baca.

Ulama berkata: “Apa yang kalian katakan adalah kesombongan besar. Subhanallah jika hukum dan ayat-Nya mengikuti hawa nafsu mereka yang rusak dan akal mereka yang sesat.”

HIKMAH. Di sini ruqyah memiliki makna NAIK. Jika Rasul Saw bisa naik ke langit, disebut ber-ruqyah.

Seperti halnya doa dan amal-amal saleh, ia naik ke langit. Doa dipanjakan kepada Allah Ta’ala untuk dikabulkan. Amal-amal saleh naik untuk diberi pahala.

Ruqyah secara umum adalah MANTRA-MANTRA, JAMPI-JAMPI, BABACAAN, atau DOA-DOA.

Sedangkan RUQYAH SYAR’IYAH adalah doa-doa, jampi-jampi, atau mantra yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah; dilakukan dengan cara-cara sesuai Syariat. Doanya tidak mengandung kemusyrikan, begitu juga CARANYA.

Demikian, semoga manfaat. Amin.

Sam Hikmat.