VIDEO DUA WANITA BERCADAR

November 20, 2015

Sempat heboh beberapa lama. Tapi sekarang sudah “agak mereda”. Spt bisnis batu akik. Sudah meredup.
.
Seorang wanita bikin VIDEO I tentang testimoni penderitaan. Dia merasa jadi wanita paling sengsara di dunia & alam raya, gara-gara suaminya nikah lagi dengan cara MAKSA.
.
VIDEO II masih dari wanita bercadar. Berusaha membuat bantahan. Salah satu kata video ini: “KALAU POLIGAMI MENJAMIN SURGA, BERARTI SI WANITA SUDAH DITIPU”. Bikin bantahan, kok malah BLUNDER. Parah.
.
VIDEO I. Kelemahan pada sang suami. Baru nikah 5 tahun sudah bicara poligami. Anak-anaknya masih kecil lagi. Mbok yao jangan buru-buru begitu. Cobalah pikirkan cara-cara yang elegan.
.
Kelemahan lain, si wanita yang dipoligami ingin menghukumi PLGM dengan perasaan dia sendiri. Jelas tidak proporsional. FAKTA: Saat ini ada ribuan atau ratusan ribu wanita JANDA MUDA, yang hidupnya gak jelas. Moral juga gak jelas. Sebutannya JAMUR (janda di bawah umur). Mereka ini CERAI MUDA setelah nikah beberapa tahun. Umumnya nikah MONOGAMI. Coba saja cek ke KUA, siapa yang terbanyak bercerai, poligami atau monogami? Wong pelaku nikah monogami jauh lebih banyak.
.
VIDEO II. Setahu kami, PLGM bisa membawa ke surga, dengan syarat:
* Si wanita melakukan ikhlas karena Allah.
* Meniatkan diri mengikuti jejak Nabi Saw dan isteri-isterinya Ra; mengikuti jejak para Shahabat Ra; mengikuti jejak Nabi Ibrahim, Ya’qub, Musa, Dawud, Sulaiman, dll.
* Selama berumah-tangga konsisten mengikuti JALAN TAUHID & SYARIAT ISLAM. Dengan kata lain: BERTAQWA KEPADA ALLAH SWT.
.
Dengan cara begitu, niat PLGM bisa membawa ke surga. Kata Nabi Saw: “Wa li kulli imri’in maa nawa” (bagi setiap orang akan mendapat sesuai niatnya).
.
INGAT: PLGM itu metode nikah yang diwariskan para SALAFUS SHALIH. Anda mau menyangkal bagaimana lagi?
.
ALHAMDULILLAHI RABBIL ‘ALAMIIN.

(TheMan).


Surga yang Kami Rindukan…

Agustus 10, 2015
Cinta Tak Sebatas Ego Diri

Cinta Tak Sebatas Ego Diri

Berikut adalah beberapa tipe cinta kaum wanita. Mari kita simak…

CINTA AMATIR maknanya hanya MEMILIKI.
==> “Dia adalah milikku selamanya. Hanya aku dan untukku semata.”

CINTA MEDIUM maknanya BERBAGI.
==> “Aku ingin bahagia, dan dia juga mau bahagia.”

CINTA ADVANCE maknanya MENDAMBA SURGA UNTUK SEMUA.
==> “Aku siap mendukungmu meraih surga. Namun bila ada yang mau membantu perjuangan ini, tentu lebih baik.”

Surgamu, tergantung kualitas cintamu….

Simple ya. Moga menginspirasi…

(Mine).


Rahasia Jodohmu…

Juni 4, 2015

Bismillah walhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa alihi wa ashabih.

Tahukah engkau tanda-tanda saat jodohmu sudah dekat? Mari renungkan.

<1>. SAAT keinginan menikah begitu kuat memenuhi dadamu. Bisa jadi ini dirasakan dalam waktu lama. Dalil: bagaimana jodoh akan datang, kalau impian saja tidak ada?

Menata Hati Menjemput Jodoh

Menata Hati Menjemput Jodoh

<2>. SAAT engkau memiliki ALASAN BAIK di hadapan Tuhanmu tentang pernikahan itu. Pernikahan bukan cuma urusan tidur sekasur, jalan-jalan bareng, bikin foto-foto selfie. Tapi engkau harus cari PEGANGAN KUAT di hadapan Rabb-mu.

Misalnya: “Aku mau menikah untuk punya keturunan saleh salehah; untuk menjaga diri dari dosa; agar hidup tenang, tidak terkena fitnah; agar bisa ibadah dg baik; agar bisa panen pahala, dll.”

Pegangan itu harus sangat kuat, sampai engkau kan menangis dalam doamu karena sangat mendambakan kebaikan itu.

Dalil: setiap amal tergantung niatnya. Maka itu luruskan niatmu.

< 3>. SAAT engkau sangat DEWASA dalam memandang pernikahan. Maksudnya, engkau sadar penuh bahwa menikah TIDAK CUMA ENAK-ENAK saja. Di sana ada lautan kesabaran, ketabahan, komitmen, kerja keras, pengorbanan.

Yang membuat jodoh begitu sulit karena kedewasaan ini belum tumbuh. Bukan Allah tidak memberi, tapi khawatir engkau tidak mampu kalau hanya berpikir ENAK MELULU. Dalil: Allah tidak membebani di luar kesanggupan insan.

<4>. SAAT engkau merasa siap berkorban, siap hadapi apapun kenyataan, dalam pernikahan. Saat hatimu PLONG, dadamu luas. Tiada gelisah apapun saat kau membayangkan dunia keluarga. Engkau siap, engkau kuat, engkau tabah.

Bila masih ada keraguan, walau setitik jua, jodohmu kan tertunda. Nanti kau akan lihat, jodoh tercepat adalah siapa yang paling siap berkorban; meski wajah biasa, lulus SMA, tidak kaya. Dalil: siapa yg bersyukur kepada Allah, akan Dia tambah nikmat-Nya.

<5>. SAAT hatimu lebih yakin kepada Allah daripada kepada calon suami/istrimu. Nah ini sumber kekuatan hebat.

Biasanya, sebelum menikah, orang sering bersandar pada KRITERIA CALON. Seolah baik buruknya kehidupan tergantung di PUNDAK si calon. Ini salah. Dalil: Allahus Shomad, Dia tempat kita bergantung.

Katakan: Ya Allah, aku yakin dengan pertolongan-Mu. Calon istri/suamiku hanya perantara datangnya kebaikan. Calonku bukan segala-galanya. Engkaulah ya Allah segala-galanya bagiku.

MAKSUDNYA, bila calonmu kurang sempurna rupa dan penampilan, jangan berpikir dia tak ada kebaikan. Siapa tahu di balik sederhananya ada sejuta kebaikan yang tak kau lihat. Bersandarlah kepada Allah wahai Saudara-Saudari!

WAL AKHIR, perbaikilah yang perlu diperbaiki. Masih ada waktu. Yakinlah, jodohmu telah lama menunggu.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(WaterFlow).


Wanita Cantiq Tapi Lost…

Mei 10, 2015

>> Kata Nabi Saw: “Wa maa taraktu ba’di asyadda fitnatan lir rijaali minan nisaa’i” (tidaklah aku tinggalkan sesudahku, seberat-berat cobaan bagi laki-laki, selain dari perkara wanita).

>> ERA MODERN wanita pada cantik-cantik, narsis, dan berani pula. Allahu Akbar. Sudah begitu TEKNOLOGI sangat dahsyat.

>> Di zaman dulu, wanita “penjual cinta” rata-rata emak-emak, dandan menor, cari pelanggan di kolong-kolong jembatan. LHA sekarang, kayak artis-artis. 200 ribuan mau. Dandanan, pakaian, aksesoris…kereeen. Nas’alullah al ‘afiyah.

>> Mereka CANTIQ, kenapa kok murahan begitu? Harusnya modal kecantikan bisa jadi SATU BEKAL menuju sukses, bahagia, hidup mulia.

>> Inilah wanita yang MODAL CANTIQ, tapi kurang DZIKIR & DOA. Mereka kira, dengan CANTIQ, telah bisa menaklukkan kehidupan.

>> Saat mereka CANTIQ TAPI TANPA DZIKIR/DOA… segera saja kumpulan laki-laki penjahat menghampirinya. Mau apa lagi kalau bukan “mereguk madu” sang bunga yang CANTIQ.

>> Setelah dirayu-rayu, dipuji-puji, digombali sejuta jurus oleh BAJINGAN TENGIK, akhirnya sang wanita CANTIQ kehilangan kehormatannya. Setelah itu, dia ditinggalkan oleh si Bajingan.

 >> Setelah benteng moral runtuh, si wanita CANTIQ tak mau menyerah. Dia bertekad “balas dendam” ke semua lelaki, terutama ke laki-laki yang “sok suci & munafik”. Padahal bukan mereka pelakunya, tapi jadi sasaran juga. Si wanita itu sudah ternoda, lalu ingin “berbagi” noda duka lara. 

>> KARENA cuma mengandalkan CANTIQ, tidak menjaga pergaulan, dan minim DZIKIR/DOA, terjadilah kondisi seperti itu. Dan mereka itu lalu jadi “sumber godaan universal” bagi kaum laki-laki “munafik”.  

>> Andai mereka tahu, bahwa dengan BERDZIKIR (salah satunya menjaga Shalat), hal itu merupakan perlindungan universal bagi kehidupan seorang insan. “Fadzkuruni adzkurkum wasykuru liy wa laa takfurun” (ingat-ingatilah Aku, maka Aku akan mengingatimu; bersyukurlah kepada-Ku, jangan ingkar nikmat). Surat Al Baqarah. 

>> Hidup tidak sekedar modal cantiq atau ganteng, tapi juga DZIKRULLAH. Itulah perlindungan asasi yang dibutuhkan setiap insan. Demikian, semoga bermanfaat. Amin. 

 (Admin). 


Pahami Cinta Kaum Wanita…

Maret 3, 2015

Bismillahirrahmaanirrahiim.

= Memahami karakter cinta kaum wanita, bisa mendatangkan kedamaian. Bila Anda (laki-laki) paham, tidak akan terus dilanda gelisah, insya Allah.

= Karakter cinta laki-laki sifatnya UMUM. Maksudnya, di mana dia melihat, mendengar, atau mengetahui ada wanita (terutama yang cantik-seksi); seketika itu GAIRAHnya meluap. Intinya: “Di mana ada godaan, di sana timbul kegairahan.”

Cinta Spesialis Kaum Wanita

Cinta Spesialis Kaum Wanita

= Inilah yang dikatakan dalam Kitab: “Zuiyina lin naasi hubbus syahawati minan nisaa’i” (dihiaskan dalam diri manusia -laki-laki- kecintaan syahwat pada wanita). Surat Ali Imran: 14. Ayat ini memakai kata an-Naas (manusia) sebab yg dicintai di sana banyak hal; tapi ketika bicara syahwat pada wanita, pasti yg dituju adalah laki-laki. Di sana tampak indahnya bahasa QUR’ANI.

= SEBALIKNYA, cinta kaum wanita itu bersifat KHUSUS atau SPESIAL. Ketika wanita melihat, mendengar, mengetahui sumber godaan (misalnya laki-laki gagah ganteng); tidak otomatis dia akan jatuh cinta.

= Cinta wanita akan tertambat pada PASANGAN HIDUP yang sudah dijodohkan baginya oleh Allah. Dalilnya adalah kalimat ini: “An khalaqa lakum min anfusikum azwajan” (Dia telah menjadikan bagi kalian pasangan-pasangan hidup). Surat Ar Ruum 21. Di sini, kaum wanita sejatinya diciptakan untuk menjadi pasangan hidup laki-laki. Maka cintanya akan tertambat kepada laki-laki pasangannya; bukan UMUM ke smua laki-laki.

= Bagaimana kalau wanita menyukai siapa saja yang ganteng? Itu fitrah juga. Seperti kejadian wanita-wanita Mesir yang terpesona kepada Yusuf, lalu tanpa sadar melukai tangannya sendiri. Tapi itu hanya sebatas SUKA saja, tidak sampai cinta sejati. Cinta sejatinya ke pasangan hidup dia.

= Kadang seorang wanita punya pasangan hidup “tak berkelas”, tapi dia betah. Karena itulah pasangan hidupnya.

= Bagaimana dengan wanita yang mau menjalin cinta dengan siapa saja, asal ganteng? Itu pertanda, FITHRAHnya telah rusak.

= Bagaimana dg wanita yang pada saat yang sama punya beberapa kekasih? Itu pertanda, dia telah MENGANIAYA diri sendiri.

Demikian beberapa ulasan, semoga bermanfaat. Amin.

(WeAre).


Rahasia Wanita Salihah

September 8, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim

Kumulai dg sbuah pertanyaan: “Apa sejatinya yang paling disukai oleh kaum laki-laki dari diri wanita?”

Orang pun menjawab:

CANTIK WAJAH-nya, SEKSI TUBUH-nya, TINGGI POSTUR-nya, PANJANG RAMBUT-nya, MENGGODA SUARA-nya, TERBUKA AURAT-nya, GANAS SIKAP-nya, RAME MAKE-UP nya, MODIS PAKAIAN-nya, BRANDED AKSESORIS-nya. Dan lain-lain.

Dalam Dirinya Tersembunyi Barokah Melimpah

Dalam Dirinya Tersembunyi Barokah Melimpah


Pertanyaan berikutnya: “Setelah ada hal-hal itu, apa yang bisa didapat kaum laki-laki dari wanita tersebut?”

Orang pun menjawab:

* Ya sedap dipandang. Kita jadi nafsu kalau melihat wanita begitu.

* Kita merasa ada gengsi, bangga, keren, karena wanita kita dipuji-puji banyak laki-laki (yg mata keranjang).

* Kalau brcinta dg wanita begitu, dijamin puas, puas, dan terus puas.

* Wanita begitu tidak bosenin, tampak seger, mata kita jernih terus. Dan lain-lain.

JIKA demikian jawabannya, berarti TIDAK ADA TEMPAT dong bagi wanita-wanita salihah yang menutup aurat, santun, menjaga kehormatan, menjaga penampilan, dan menjauhi EKSPOSE DIRI di hadapan publik?

Benarkah bahwa wanita seksi-seksi, cantik, bahenol, pamer aurat, binal bisa MEMBAWA BAHAGIA CINTA bagi laki-laki?

Saya tidak percaya itu. NONSENSE. Yang bisa diberikan oleh wanita-wanita itu hanyalah NIKMAT INSTAN. Laki-laki bisa seneng-seneng dg mereka 10-15 menit; lalu “say good bye“.

Ya sensasi apa yg akan didapat dari birahi fisik doang ini? Tak ubahnya spt makhluk lain berkembang biak. Ada fisik-fisikan, kmudian sirna. Tak lebih.

FAKTA… Angelina Jolie dan Brad Pitt brtahun-tahun jadi pasangan kekasih. Baru kemarin mereka menikah. Apa yang kurang dari pasangan pesohor itu? Kalau mereka bahagia, mengapa baru kemarin menikah? Sebegitu takutnya mereka sampai begitu lama menunda pernikahan.

Adakah di antara Anda, laki-laki atau wanita, yang merasa lebih hebat dari pasangan itu? Secantik apa Anda dibandingkan Jolie?

Di sinilah saudaraku, kami ceritakan RAHASIA para wanita Salihah.

Mereka itu diberi cinta yang banyak. Diberi kasih yang luas. Diberi rasa malu, kehormatan, kesyukuran di hati. Mereka diberi barokah besar di balik jilbab, hijab, dan akhlaqnya.

Jilbabnya, tampak usang. Gayanya, tampak kuno. Perilakunya, spt orang kampung. Kesopanannya membuat org tidak sabar. Harga dirinya, terkesan berlebihan.

TAPI di balik smua itu, mereka punya segunung cinta, punya lautan kesetiaan, punya kehangatan asli, punya akhlak terpuji, punya semangat maju; punya kecerdasan pilihan.

Lho, kok bisa begitu? Ini benar atau cuma ngibul?

Ini benar saudaraku. Sungguh benar. Tiada dusta.

Alasannya adalah ayat ini: “Bi yadikal khair, innaka ‘ala kulli syai’in qodiir” (di Tangan-MU -ya Allah- sgala hakikat kebaikan, karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas sgala sesuatu).

Kmudian ayat ini: “Wallahu laa yahdil qaumal fasiqin” (dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik).

Jadi yg menentukan HEBAT-TIDAKNYA wanita, bukanlah penampilan, keseksian, ketelanjangan, kebinalan mereka; tapi sejauhmana wanita-wanita itu BAIK di Mata Allah Ta’ala? Kalau baik, Allah akan limpahkan lautan nikmat kepadanya. Kalau tidak baik, Allah akan menahan banyak karunia baginya.

Wanita-wanita SALIHAH di matamu seperti kampungan, ndeso, mati gaya. Padahal di diri mereka terdapat BAROKAH yang melimpah.

Sdangkan wanita-wanita CANTIK-SEKSI-MODIS yang banyak ditemui di mana-mana…mereka hanya sebatas PAJANGAN belaka. Tak banyak kebaikan yg bisa diharapkan di sana.

Smoga tulisan kecil ini brmanfaat. Maaf kalau terlalu brterus terang. Maaf kalau menyinggung perasaan. Terima kasih.

<<< Jangan Kau Takut Kehilangan Pesona di Mata Manusia! Takutlah Jika Dirimu Kehilangan BAROKAH Melimpah! >>>


Hijaber Tapi Hedon…

Februari 10, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Selama ini kami mendengar info-info miring seputar komunitas Hijabers. Mereka sering kongkow-kongkow di cafe, ngobrol rame, cekikikan, larut dalam party-party, gadget mania, dan seterusnya. Seakan hidupnya tak beda jauh dengan kaum hedonis perkotaan; hanya bedanya, mereka memakai kain menutupi rambut dan leher. Disebut “memakai kain” karena yang mereka kenakan itu memang bukan JILBAB atau HIJAB yang disyariatkan dalam Islam. Nama “hijab” cuma merek saja.

Seorang teman mengatakan, “Mereka itu brutal!” Ya, aku tidak sekeras dia dalam menilai. Tapi memang di sini ada yang aneh. Bawaannya kalau bicara tentang komunitas “hijabers” ini cenderung negatif.

Tapi kemarin waktu ada acara walimah seorang kenalan, di sebauh gedung, kami benar-benar menyaksikan CORAK GAYA sebagian anak-anak hijaber ini. Sedih melihatnya. Tapi ya gimana lagi, itulah kenyataannya. Mereka itu menurutku seperti wanita-wanita yang kehilangan arah… mau jadi salehah, gak bisa; mau meninggalkan dunia hedon, tak mampu; menjadi orang serba tanggung, iya. Mungkin nanti di Akhirat, setengah badan mendapat surga, setengah sisanya mendapat neraka. Ya itu sekedar intermezzo-nya. Nas’alullah al ‘afiyah.

Kami datang terlambat ke acara walimah, ketika MC sudah mau menutup acara. Panitia dan shahibul walimah tampak sibuk menyambut acara penutupan. Sebagai persembahan terakhir, dimainkan musik berirama jazz, sebagai penutup. Aku pikir itu hanya menyanyi biasa. Ternyata, disana anak-anak muda berjoget-joget mengikuti irama jazz itu. Mereka ini tentu bukan pengantin, tapi semacam teman-teman pengantin, atau komunitasnya.

"Hijab Rasa Hedon"

“Hijab Rasa Hedon”

Paling parah, yang membuat hati sedih… sepasang anak muda, laki-laki dan wanita, mereka berjoget ria seperti orang-orang Barat itu. Dua orang itu berpasangan, yang laki-laki bergerak dinamis, sambil memutar-mutar badannya si cewek. Mereka berjoget ala Amerika Latin disaksikan banyak orang di gedung. Parahnya…si cewek itu memakai jilbab. Itu yang sangat parah.

Ya Ilahi…zaman sekarang parah banget. Masak ada wanita berjilbab berjoget ria semacam itu? Parah banget. Orang-orang beginian mending tidak usah memakai jilbab. Mereka buka saja jilbabnya. Itu lebih adil, agar kelakuan mereka tidak mengotori nama baik Islam.

Jadi kalau dipikir, untuk apa mereka berjilbab? Apa beda kain jilbab mereka dengan lap meja, atau lap lantai? Tak ada bedanya kan…sekedar selembar kain belaka. Jilbab mereka tak ngaruh terhadap kelakuan dan tindak-tanduknya.

Ya Allah ya Rahmaan, kami memohon kepada-Mu setulus hati agar kaum wanita kami, anak-anak kami benar-benar komitmen dengan JILBAB dan HIJAB…bukan berkelakuan aneh seperti orang-orang itu. Amin Allahumma amin.

Di antara tokoh komunitas Hijabers itu ada yang membuat pemakluman: “Tidak setiap wanita berhijab memang salehah, tetapi wanita salehah pasti berhijab.” Kata-kata begini dianut seperti ayat Suci Al Qur’an, sehingga dengan dalil kata-kata ini mereka seolah bebas berkelakuan seperti apapun juga.

Harusnya Mbak, kata-kata begitu diganti begini: “Memang memakai hijab tidak menjamin seseorang sudah salehah, tapi kami akan terus berusaha untuk lebih baik dari waktu ke waktu.” Kata-kata begini lebih baik, sebab ada keinginan untuk berubah lebih baik; bukannya MENCARI PEMBENARAN.

Oke deh…sampai di sini dulu. Semoga bermanfaat ya. Kalau ada salah-salah kata, mohon maaf. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Abah).


Beginikah Cara Kita Memperlakukan Wanita?

Mei 23, 2013

Bismillahirrahmanirrahiim.

Bila kita mengarahkan pandangan sejenak tuk mencerna berita-berita beredar, seputar korupsi, kerja KPK, eksistensi partai tertentu di panggung politik; rasanya tak berlebihan jika kita lebih sering mengelus dada, tertunduk lesu, membaca istighfar, dan aneka bentuk sikap kepasrahan.

Banyak sisi dari ruang-ruang media, opini, atau kesadaran publik yang bisa dicerna disini. Lihatlah bagaimana simbol-simbol politik Islam remuk redam, dihempas berita-berita seputar amoralitas. Lihatlah nama ustadz atau tokoh dai semacam menjadi bahan percandaan, olok-olokan. Lihatlah perkara uang negara, yang merupakan amanat rakyat, begitu mudah dimasukkan dalam hitungan-hitungan syahwat kelompok. Termasuk kita juga melihat adanya suatu kesengajaan kerja media untuk memukul satu sasaran, dengan tujuan banyak sasaran (Muslim) bisa terkena pantulan pukulannya.

WANITA: Mestinya Dijaga, Bukan Dieksploitasi

WANITA: Mestinya Dijaga, Bukan Dieksploitasi

Tapi ada satu sisi penting Saudaraku yang mesti kita bicarakan disini. Ia berkaitan dengan kehormatan ibu-ibu kita, kehormatan isteri kita, kehormatan putri-putri kita. Ya, kita perlu bicara tentang cara manusia masa kini dalam memperlakukan kaum wanita.

Bila diperhatikan dengan teliti dan lebih cermat, engkau akan saksikan betapa kejamnya dunia zaman kini; betapa sadisnya manusia tatkala mengukur nilai wanita; betapa “titik nazhir”-nya kesadaran moral saat berhadapan dengan wanita. Betapa ayat-ayat, dalil-dalil, legitimasi agama dijadikan semacam “kartu domino” untuk mempertaruhkan kehormatan wanita di meja-meja perjudian kehidupan.

Lunglai rasanya hatiku manakala menyaksikan laki-laki kaya, seorang makelar proyek, begitu mudah membagi-bagikan kekayaan kepada wanita cantik; sambil tentu saja dia memungut kenikmatan-kenikmatan syahwati, sebagai buah pengorbanan hartanya. Apa yang tergambar di benaknya tentang sosok wanita? Mungkin -bila dia diberi lisan kejujuran tuk menjawab- dia kan berkata: “Bullshit soal wanita! Mereka tuh pemuas kemaluan doang. Kasih aja dia sekeranjang uang, pasti diam!”

Segitukah engkau menghargai wanita-wanitamu, wahai si kaya? Engkau dilahirkan dari rahim seorang wanita dan menurunkan keturunan wanita juga. Sudikah engkau arahkan hina kata-katamu kepada keluargamu sendiri, wahai si kaya?

Betapa syukurnya wahai laki-laki yang miskin, biasa-biasa saja, tak berharta banyak, sekedar cukup untuk operasional hidup. Bersyukurlah kalian karena dirimu dijauhkan dari godaan besar ini; supaya pada akhirnya engkau tak akan mengutuk wanita-wanitamu.

Betapa perih hati manakala mendengar, seorang berilmu, tokoh besar, semena-mena kepada wanitanya. Tak puas dengan satu dua isteri, dia memperbanyak kesempatan menikmati; termasuk dengan anak-anak yang masih remaja.

Bukan tak boleh demikian, selagi engkau memang perlu dan kuasa melakukan. Tapi ingatlah, masih banyak amanat perjuangan yang mesti engkau emban, untuk membela umatmu; jika engkau masih ingat. Engkau sebarkan kekayaan dimana-mana, demi urusan kesenangan diri ini. Bahkan wajah dan badanmu telah menjadi saksi penyimpangan jalanmu; tapi engkau tak sadarkan diri juga.

Wahai insan, wahai tokoh, wahai yang dipanggil “ustadz besar”. Andai kau sudi, carilah wanita-wanita berumur, yang kesepian, yang menantikan rahmat dan perlindunganmu. Cukuplah kau nikmati jamuan cinta dari yang Allah telah berikan, lalu jadikan kuasa dan dayamu sebagai manfaat atau barakah untuk membantu wanita-wanita itu. Jangan kau mencari anak-anak kecil, sekedar untuk memuaskan nafsu yang membara. Punyailah rasa malu, termasuk malu pada anak-anak itu.

Banyaklah segi-segi perilaku orang zaman kini yang membuat hati bersedih, merasa miris, dan tak kuasa memikirkan, tak daya tuk membayangkan. Entahlah konsep jiwa macam apa yang menjadi acuan, sehingga menjadikan wanita-wanita bak pemuas belaka.

Wanita memang punya kelemaan-kelemahan, punya kekurangan dari sisi karakter, kecepatan berpikir, atau kegesikan fisiknya (meskipun hal ini juga berlaku pengecualian pada kasus-kasus tertentu). Di samping mereka memiliki sejumlah keindahan dan daya tarik alamiah, atau hasil usaha manusiawi.

Di atas semua itu, engkau harus memuliakan kaum wanita, sekalipun itu bukan keluargamu sendiri. Allah memuliakan wanita, hingga kita mengenal surat An Nisaa’. Rasulullah juga memuliakan wanita, lewat teladan-teladannya. Begitu pun orang-orang mulia, selalu memuliakan wanita. “Di balik setiap laki-laki besar, selalu ada wanita yang berjasa.” Bukankah demikian yang kita pahami?

Muliakanlah wanita, hormatilah dia, maafkan kelemahan-kelemahannya, dengarkan keluh-kesahnya. Para ksatria tak pernah melecehkan wanita, mengekspoitasi, atau menjadikannya sejenis playmate. Tidak demikian. Sudah jadi kesepakatan sejarah, manusia mulia selalu menghormati kaum wanita. Nabi Saw bersabda: “Khiyarukum khiyarukum lin nisaa’ihim” (sebaik-baik kalian ialah yang paling baik kepada wanita-wanitanya).

Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Abu Aisyah wa Fathimah wa Khadijah).


Wanita Dermawan Itu Wafat dalam Damai

April 26, 2013

Hari Selasa, tanggal 23 April 2013, saat menjelang Shubuh, wafat salah seorang hamba Allah yang dermawan. Dia adalah Ibu Jamilah Haidarah, atau sering dipanggil Ummi. Beliau menghabiskan sisa umurnya di Kota Bandung, tepatnya di kawasan Jl. Ahmad Yani.

Wanita ini bukan sosok public figure yang namanya disebut dimana-mana. Sosoknya tak pernah menghiasi layar TV. Beliau juga bukan seorang da’iyah yang banyak menasehati Ummat lewat ceramah-ceramah. Namun beliau memiliki banyak keutamaan.

Amal-amalnya tersebar bagaikan angin, bertiup tanpa suara kemana-mana, cepat dirasakan manfaatnya. Kebaikan-kebaikannya mengalir bagaikan air, memenuhi tempat-tempat yang rendah, bisa direguk siapapun yang kehausan. Ia memancar kebaikan, tak putus-putusnya, sampai akhir hayat.

Ummi Jamilah Haidarah mengelola toko meubel di Jl. Ahmad Yani Bandung. Usahanya laris manis, mendatangkan keuntungan berlipat ganda. Dari usaha itu beliau banyak membelanjakan harta untuk membantu kaum Muslimin yang membutuhkan. Keutamaan-keutamaan amalnya sungguh mengagumkan. Disini kami sebutkan sedikit yang bisa diceritakan.

Ummi Jamilah rahimahallah semasa hidupnya sering berkunjung kesana kemari, menjenguk orang sakit, melihat orang yang kesusahan, takziyah kepada yang meninggal, shilaturahim kepada sanak-kerabat, dan sebagainya. Setiap berkunjung, kepada orang yang dikenal atau tidak dikenal, beliau selalu membawa uang atau makanan untuk disedekahkan. Jika mendengar ada orang sakit, dirawat di rumah sakit, meskipun bukan keluarga sendiri, beliau membantu dari sisi biaya atau mengirim makanan bagi pasien dan orang-orang yang menjenguk.

Beliau menyantuni warga sekitar, terutama fakir-miskin dan orang menderita. Bahkan dirinya membantu preman-preman di sekitar Jl. Ahmad Yani, mengasihi mereka, membina mereka, mengajak mereka kembali menjadi orang yang baik-baik. Banyak orang merasa kehilangan saat dia wafat.

Beliau memiliki rumah besar di Cirebon yang sengaja disediakan untuk para tamu dan orang-orang yang membutuhkan. Rumah itu bisa menampung 20 hingga 30-an orang. Siapa saja yang membutuhkan dipersilakan memakai tempat tersebut. Disana sudah disediakan ruang tamu, tempat tidur, dan aneka fasilitas. Orang yang memakai ruang itu tak dipungut biaya. Berkali-kali rumah itu ditawar oleh pebisnis, tapi tak diberikan, karena memang didedikasikan untuk kebaikan.

Beliau bersikap murah hati kepada para karyawan yang bekerja padanya. Selain mendapatkan upah, mereka juga diberi tempat tinggal dan mendapat tunjangan kebutuhan. Bagi Ibu Jamilah Haidarah, tidak ada kata merugi dalam bersedekah, beliau terus membantu kaum Muslimin melalui titipan harta yang sampai padanya. Seakan harta-harta itu hanya “lewat” di tangannya, lalu diterima oleh orang lain dalam bentuk manfaat dan pemenuhan kebutuhan.

Sebelum wafat, beliau telah mengalami sakit. Beberapa hari sebelum meninggal, beliau tampak sehat kembali. Kesempatan itu beliau gunakan untuk berkunjung ke Cirebon. Sepulang dari Cirebon, kondisinya semakin lemah.

Malam hari sebelum wafat, beliau sempat membangunkan pembantunya untuk menjalankan shalat malam bersama. Setelah shalat malam, beliau istirahat kembali. Tampaknya, itulah istirahat terakhir beliau di dunia ini. Ketika saat Shubuh, beliau telah wafat. Inna lillahi wa inna ilaihi ra’jiuun. Beliau berpulang menghadap Rabb-nya dalam damai dan tenang.

Wahai jiwa yang tenang, kembalilah engkau kepada Rabb-mu dalam keadaan ridha dan diridhai, masuklah engkau ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam jannah-Ku.” (Surat Al Fajr: 27-30).

Sekeping doa terhatur dari kami:

Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’fu ‘anha, wa akrim nuzulaha wa wassi’ mudkhalaha waghsilha bil maa’i wats tsalji wal barad, wa naqqihi minal khathaya kama naqqaitats tsaubal abyadhu minaddanas, wa abdilha daaran khairan min daariha wa ahlan khairan min ahliha wa zaujan khairan min zaujiha, wa adkilhal jannah wa a’idzha min adzabil qabri au min ‘adzabin naari.”

(Ya Allah, ampunilah dia, kasihilah dia, berikan keselamatan kepadanya, maafkan kesalahannya. Muliakan tempat tinggalnya, luaskan tempat masuknya –ke alam barzakh-, mandikan dia dengan air, salju, dan air dingin. Bersihkan dia dari kesalahan seperti Engkau membersihkan kain putih dari kotoran. Gantikan baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya –di dunia-, keluarga yang lebih baik dari keluarganya –di dunia-, pasangan hidup yang lebih baik dari pasangannya –di dunia-. Masukkan dia ke dalam surge, jauhkan dia dari adzab kubur atau adzab neraka). HR. Muslim, dari ‘Auf bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu.

Saat pemakaman, manusia membludak menghantarkannya. Kendaraan dan jalan macet karena begitu banyaknya manusia yang partisipasi. Kata Nabi Shallallah ‘Alaihi wa Sallam, kalau seorang insan disaksikan BAIK oleh manusia di sekitarnya, dia pun menjadi BAIK di sisi Allah. Amin ya Rahiim.

Pada akhirnya, dunia ini harus diisi dengan kebaikan-kebaikan yang tulus. Bila ada yang wafat, maka silsilah kebaikan harus diteruskan oleh generasi berikutnya. Demikian seterusnya, hingga Allah Ta’ala senantiasa menjaga pijar keutamaan agama-Nya lewat hamba-hamba yang saleh.

Semoga sedikit tadzkirah ini bermanfaat sebagai peringatan dan nasehat, bagi kami, Anda, dan kita semua. Setiap insan pasti akan wafat, hanya soal momentumnya. Ya Allah kami memohon husnul khatimah kepada-Mu dan jauhkan kami dari su’ul khatimah. Amin Allahumma amin.

(Abinya Syakir).


[19]. Beratnya Godaan Wanita Modern

April 20, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda: “Maa taraktu ba’diy fitnatan adharra ‘alar rijal minan nisaa’” (tidaklah aku tinggalkan sesudahku fitnah/godaan yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki, selain godaan wanita.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Secara potensial kaum wanita merupakan godaan bagi kaum laki-laki. Ia merupakan salah satu unsur dari “tiga ta” (harta, tahta, dan wanita). Namun di zaman modern godaan wanita jauh lebih berat lagi.

Bagaimana bentuk godaan wanita di era sekarang?

"Aduh Mbak, Coba Kasihani Kaum Laki-laki Gitu."

“Aduh Mbak, Coba Kasihani Kaum Laki-laki Gitu.”

[1]. Wanita modern terus-terang cantik-cantik. Mereka lebih cantik dari wanita-wanita zaman sebelumnya. Era sekarang sarana-sarana kecantikan melimpah-ruah. Salon, make up, sarana kebugaran (fitness), gaya hidup modis, media-media, hingga operasi plastik untuk mengubah penampilan lebih cantik. Dengan modal uang dan informasi, wanita sekarang bisa tampil cantik.

[2]. Pakaian wanita modern umumnya seksi-seksi. Bentuknya bisa pakaian ketat (pas badan), rok mini, celana pendek, dan seterusnya. Mereka bukan malu memperlihatkan keseksian, justru bangga.

[3]. Sikap wanita sekarang banyak yang berani atau agressif. Kalau dulu wanita identik dengan menunggu, tetapi sekarang mereka “aktif menyerang”. Kalau bukan laki-laki yang mendatangi mereka, mereka yang akan mendatangi laki-laki.

[4]. Banyak wanita sekarang mencari income dengan modal penampilan. Mereka benar-benar sadar bahwa kecantikan dan tampilan seksi itu menghasilkan uang. Mereka menjadi model, SPG, bintang iklan, dan seterusnya. Modal ilmu atau kecerdasan tak mesti harus ada, asalkan bisa tampil cantik, seksi, dan menggoda.

[5]. Wanita modern banyak yang galaw. Nah, ini masalah serius. Fitrah wanita kan tidak bisa hidup sendiri, mereka selalu membutuhkan pasangan hidup (suami). Sementara untuk mendapatkan pasangan itu perlu perjuangan ekstra, sehingga ada persaingan antar sesama wanita dalam kecantikan, penampilan, dan kenekadan.

Semua ini merupakan cobaan-cobaan berat yang dihadapi kaum laki-laki zaman sekarang, di segala umur, selain anak-anak kecil. Para suami, anak muda, mahasiswa, pelajar, bapak-bapak, hingga kakek-kakek, mendapati semua cobaan itu.

Ada baiknya kita selalu berdoa: Nas’alulloh al ‘afiyah fid dini wad dunya wal akhiroh (ya Allah kami meminta kepadamu keselamatan dalam urusan agama, urusan dunia, dan urusan Akhirat).

Atau baca doa yang terkenal dalam Al Qur’an: Robbana laa tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wa hablana min ladunka rohmah innaka antal wahhab (ya Rabbana, janganlah Engkau gelincirkan kami -ke dalam kesesatan- setelah Engkau berikan kami petunjuk, anugerahkan dari sisi-Mu berupa rahmat, sesungguhnya Engkau sebaik-baik pemberi karunia).

Baca doa-doa ini dalam kehidupan sehari-hari, ketika setelah shalat, atau ketika dihimpit godaan besar. Semoga Allah selalu melindungi kami, Anda, dan kaum Muslimin semuanya. Amin ya Arhama Rohimiin.

Mine.