MOMEN BAKAR BENDERA ITU

November 20, 2015

Bismillah. Ini terjadi sekitar tahun 1995-1996. Saya masih dalam dunia kuliahan.

WAKTU itu ada TABLIGH AKBAR bertema “Solidaritas Palestin” di depan Kampus UNPAD Jl. Dipati Ukur Bandung.

Informasi adanya Tabligh Akbar sudah beredar luas. Para aktivis segera dikerahkan untuk meramaikan acara.

Dalam TABLIGH ini tampil beberapa ustadz membakar ruhiyah hadirin. Mereka berorasi penuh semangat. Ada yang membahas aspek Syariat, sejarah, realita. Pekik takbir berulang-ulang terdengar. …para ikhwan “mendidih” seolah sudah siap melompat terjun JIHAD di depan mata.

Setelah orasi-orasi selesai. TIBA-TIBA dari arah belakang hadirin muncul dua pemuda dengan tampilan casual. Celana jins dan memakai jaket. Kalau tidak salah, salah satunya berkacamata.

Dua pemuda itu bergerak cepat, setengah berlari. Wajah tampak tegang. Mereka membawa BENDERA yang sudah diikat pada tongkat bambu. Bendera dibawa ke depan arena Tabligh. Wajah keduanya penuh muak & KEBENCIAN. Itulah dia bendera ISRAEL.

Salah satu pemuda mengangkat bendara, satu lagi mengeluarkan KOREK API. Bendera itu dibakar di hadapan ratusan hadirin.

SEKETIKA itu sahutan takbir membahana, berulang-ulang. Suasana mendadak gaduh. Sebagian ikhwan melompat maju, karena saking bencinya kepada NEGARA TEROR itu.

Ya Allah, betapa gemetar jika ingat momen tersebut. Hati-hati kami seperti dibawa dalam keharuan besar. Subhanallah…

Acara Tabligh ditutup dengan doa. Sang ustadz berdoa berlinang air mata. Hadirin pun sesegukan tak kuasa menahan tangis. Ya Rabb… Mereka menangis dalam iman, penuh mengharap, serta jiwa ukhuwah dengan saudara-saudaranya nun jauh di sana. Alhamdulillah…

INILAH karakter kader-kader dakwah yang di kemudian hari membentuk PARTAI KEADILAN. Partai kenangan yang kan selalu hidup dalam sanubari kami, insya’a Allah..

MASIH teringat jelas, dua pemuda pembakar bendera LAKNAT itu. Mereka berpakaian biasa. Bekerja sangat rapi. Terkendali. Setelah itu, lenyap tanpa bekas. Sampai kini pun, kami tak pernah tahu siapa mereka.

SETELAH peristiwa TABLIGH dan insiden bakar bendera itu, kami dengar pihak Pangdam merasa resah. Katanya, dia tak mau ada peristiwa begitu lagi.

Sekedar memoar. Semoga menginspirasi. Amin ya Rabb. Terimakasih. Alhamdulillah…

(TheShadow).

Iklan

Bertemu Tim SARKUB…

Oktober 11, 2015

Bismillah. Sebenarnya saya belum pernah lho bertemu Tim Sarkub, apalagi sampai terjadi dialog. Belum insya Allah
.
Mungkin, ada di antara anggota Tim Sarkub itu pernah bertemu, berbincang, ngobrol, atau apalah. Lalu pertemuan itu dilaporkan di media. Tapi saya sendiri tidak pernah bertemu dengan siapa pun yang mengenalkan dirinya sebagai Tim Sarkub.
.
Paling yang pernah bertemu, dengan Ustadz Thobari Syadzili, saat terjadi bedah buku “Bersikap Adil Kepada Wahabi” di forum IBF Senayan Jakarta. Beliau menjadi salah satu peserta yang vokal dalam bedah buku tersebut. Kalau ini dianggap “telah bertemu”, jawabnya iya.
.
Ustadz Thobari pernah menelpon saya agak lama, ketika sedang berada di rumah. Mungkin itu terjadi setelah “Dialog Aswaja Salafi” di Batam. Dalam pembicaraan itu beliau mengeluhkan dua orang ustadz Salafi tertentu yang dianggap “ngeyel” dalam pendapatnya. Lalu beliau jelaskan, bahwa amal-amal yang selama ini dijalankan oleh warga Aswaja itu ada dalil-dalilnya. (Hal ini mirip seperti pembelaan Ustadz Idrus Ramli terhadap amal-amal Aswaja).
.
Saya sendiri memandang, kalau orang sudah merasa “berpegang ke dalil”, ya sudah cukup berhenti sampai di sana. Jika mau mengkaji “perbandingan dalil” harus secara jernih, netral, dingin, tanpa emosi. Namun jika hanya untuk konsumsi debat, ya sulit dicapai ujungnya. Biasanya, ketika masing-masing pihak sudah berpegang kepada dalil masing-masing, baru keluarlah kaidah terkenal ini: “Lakum a’malukum wa lana a’maluna” (bagimu amal kamu, bagi kami amal kami).
.
Nah, inilah sekelumit pengalaman sejati yang pernah saya alami dengan tim Sarkub. Kalau ada penjelasan yang melebihi ini, saya tidak tahu dari mana sumbernya. Wallahu a’lam bis shawaab.

(AMW).


Benang Merah Kesamaan Pandang

Oktober 11, 2015

Bismillah. Status ini disusun dalam rangka mencari-cari jalan dan celah untuk menumbuhkan persatuan & persaudaraan Ummat. Amin.
>>>
Sepintas lalu, paham Salafi lebih dekat ke Zhahiri. Pokok acuannya: BERPEGANG KE DALIL SHAHIH, dari madzhab Sunni mana saja.
>>>
Perintis madzhab unik ini adalah Dawud Az Zhahiri. Seorang ulama faqih zaman klasik.
>>>
TAPI sosok besar penyebar madzhab ZHAHIRI yang tak terlupakan adalah IBNU HAZM. Seorang ulama besar dari Andalusia. Beliau penyusun kitab hebat, Al Muhalla.
>>>

Banyak Kesamaan Kita

Banyak Kesamaan Kita


Syaikh Hasan Al Banna dan Syaikh Hasan Al Hudaibi pernah memberikan tekanan (rekomendasi) pada kitab Al Muhalla.
>>>
Bukti besar kecenderungan Al Ikhwan pada madzhab Zhahiri, adalah kitab FIQHUS SUNNAH karya Sayyid Sabiq. Dari aroma judulnya saja, sudah terasa. Edisi pertama kitab ini diberi kata pengantar sang pendiri Al Ikhwan, Syaikh Al Banna.
>>>
Begitu kagumnya ulama Saudi dengan Fiqhus Sunnah, sampai penulisnya diganjar FAISHAL AWARD, hadiah prestisius skala internasional.
>>>
Hadiah FAISHAL AWARD juga diberikan kepada sosok Dr. Yusuf Al Qaradhawi; sosok Syaikh Al Albani; juga sosok Buya Muhammad Natsir dari Indonesia. Sosok terakhir adalah hasil asuhan GURU BESAR Persis, Ustadz A. Hassan.
>>>
Bukan kebetulan kalau Syaikh Al Albani itu mulanya anggota Al Ikhwan. Beliau sangat mencintai dua kitab hebat ulama Ikhwan yaitu: HALAL HARAM FIL ISLAM karya Dr. Al Qaradhawi dan FIQHUS SUNNAH karya Sayyid Sabiq. Kitab pertama beliau jadikan materi “ngaji kitab” dalam majelis ilmunya.
>>>
Ustadz Salafi senior seperti Ust. Yazid Jawwas, Ust. Ja’far Umar Thalib, Ust. Yusuf Utsman Baisa; khabarnya mereka mendaras konsep madzhab ZHAHIRI juga (kitab Al Muhalla). Rujukannya ulama-ulama Pakistan.
>>>
Di Indonesia, organisasi Islam yang getol dengan madzhab Zhahiri adalah PERSIS (Persatuan Islam). Uniknya, rujukan fiqih Persis adalah kitab NAILUL AUTHOR karya Asy Syaukani. Bukan Al Muhalla. (Kenapa ya? Wallahu a’lam).
>>>
Hebatnya, salah satu tempat yang menjadi “kawah candra dimuka” bagi Syaikh Al Albani, sampai jadi seorah ahli hadits, adalah: PERPUSTAKAAN ZHAHIRIYAH. Di Damaskus. Padahal isi perpustakaan itu dominan manuskrip-manuskrip kitab hadits. Siapa dulu yang memberi nama “sindiran” begitu? Entahlah.
>>>
Dibanding corak Ibnu Taimiyah, paham Zhahiri “lebih lugas”. Gak sungkan men-declare: “Kami bebas madzhab. Hanya terikat dalam Al-Qur’an dan Sunnah Shahihah.” Ibnu Taimiyah masih terikat madzhab. Contoh, beliau terima pendapat “kiriman bacaan Al-Qur’an sampai pahalanya ke mayit”. Itu pendapat madzhab.
>>>
ARAH JALAN: “Kalau dipikir-pikir, ada lho BENANG MERAH KESAMAAN PANDANG antara Salafi, Ikhwanul Muslimin, dan Persatuan Islam.” Sebuah peluang besar untuk terjalin pengertian satu sama lain.
>>>
SEMOGA damai, bersaudara, saling memahami. Amin ya Arhama Rahimin.

(IlookU).


Amanat Kehidupan Muslim Sunni

Agustus 10, 2015

Di bawah ini adalah beberapa amanat kehidupan yang mesti dipikul oleh Muslim Sunni, sekuat kemampuannya:

1. MEMPELAJARI dan MEMAHAMI Sunnah (Syariat Islam).
==
2. MENGAMALKAN atau MELAKSANAKAN Sunnah sekuat kemampuan.
==

Jaga Kehidupan Ummat !

Jaga Kehidupan Ummat !

3. MENYEBARKAN atau MENDAKWAHKAN Sunnah dengan hikmah.
==
4. MEMPERKUAT aspek-aspek kehidupan kaum Ahlus Sunnah.
==
5. MENDAMAIKAN atau MENYATUKAN barisan Ahlus Sunnah. Sumber kehancuran adalah PERSELISIHAN.
==
6. MELINDUNGI ajaran Sunnah dan masyarakat Ahlus Sunnah; dari berbagai gangguan lahir batin.
==
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kita taufiq untuk melaksanakan amanat-Nya. Amin.
==
** SUNNAH bukan hanya amal-amal “Sunnat” atau “Hadits” saja; tapi hakikatnya adalah SYARIAT NABI (Syariat Islam), karena selama hidup Nabi Saw melaksanakan semua itu.
** Anda tentu masih ingat ketika Ummul Mukminin Aisyah Ra ditanya tentang Nabi, beliau berkata “khalquhul qur’an”. Jadi Nabi Saw selama hidup laksana “Al Qur’an Berjalan”.

(Mine).


KALAU USTADZ IDRUS ROMLI TIDAK TERPILIH…

Agustus 10, 2015

(Ditulis 3 Agustus 2015).

Kita tahu, Ustadz Idrus terkenal anti Wahabi. Tapi dia juga ANTI SYIAH dan LIBERAL. Dua hal terakhir bagus menurut Syariat Islam.
==
Saat ini beliau masuk bursa pencalonan Ketua PBNU. Bisa terpilih, bisa tidak. Kalau terpilih ITU LEBIH BAIK. Maksudnya, kalangan Wahabi lebih suka figur ANTI SYIAH & LIBERAL. Meskipun dia anti Wahabi. Wahabi sudah “kebal fitnah” sejak ratusan tahun, bi idznillah.
==
TAPI kalau Ustadz Idrus Romli TIDAK TERPILIH, wah konsekuensinya serius. Dia dan para pendukung harus bersiap hadapi gugatan umum.
==
PERTAMA, kalau dia tak terpilih, berarti di tubuh NU banyak tangan-tangan Syiah-Liberal. Merekalah yang diduga telah menghadang Ustadz Idrus. Karena kalau mau menyalahkan Wahabi tidak mungkin. Gak ada Wahabi yang mau masuk NU. Iya gak?
==
KEDUA, Ustadz Idrus dan kawan-kawan harus INTROSPEKSI DIRI. Jangan menyerang Wahabi melulu, sedang urusan dapur NU tidak selamat dari Syiah-Liberal. Lebih baik dia JIHAD bersihkan NU dari Syiah-Liberal.
==
KETIGA, jika Ustadz Idrus tidak terpilih karena diganjal Syiah-Liberal; itu pertanda bahwa dia hanya DIKACANGIN oleh Syiah-Liberal. Dia dipakai jadi “alat pemukul” Wahabi, sementara dia sendiri hendak “to be killed” oleh Syiah-Liberal.
==
KEEMPAT, jika Ustadz Idrus tidak terpilih karena alasan lain, bukan campur tangan Syiah-Liberal; berarti gerakan Kontra Wahabi dia selama ini GAK NGARUH. Atau cuma ramai di internet saja. Jum’iyah NU tidak memandang gerakan dia berharga, maka itu tak didukung.
==
MUKTAMAR NU ini akan jadi ujian besar bagi GERAKAN DAKWAH Ustadz Idrus Romli. Kalau dia gagal, akan banyak air mata berjatuhan. Tentu bukan air mata Wahabi lho.
==
Begitu dech… Selamat berjihad Gus Idrus! Ma’as salamah.

(Hahai).


Dua Kitab Hebat Panduan Ummat…

Juli 15, 2015

>> Anda tahu tidak, dua kitab yang menjadi rujukan besar Ummat? Ia juga menjadi panduan kalangan Salafiyah (baca: Wahabi)?
>> Kedua kitab ditulis oleh ULAMA AHLI HADITS dari kalangan madzhab Syafi’i. Katanya, keduanya berpaham Asy’ariyah. Wallahu a’lam.
>> Dua kitab itu sangat IDENTIK, kalau tidak dikata MENDUKUNG PENUH prinsip-prinsip dakwah Salafiyah (Wahabi).
>> Beberapa tahun lalu, saya pernah usulkan ke pimpinan PENERBIT agar menerbitkan terjemah kitab itu. Tapi jawabannya: “Sudah banyak yang menerbitkan.” Ternyata, sekarang kedua kitab itu AKHIRNYA diterbitkan juga versi terjemahnya. (Kalau tertarik boleh pesan via inbox).
>> Saya menyarankan, agar para dai, penuntut ilmu, santri, aktivis Islam, generasi muda Muslim, facebookers Muslim, jamaah kaum Muslimin; untuk merujuk kedua kitab tersebut.
>> Kalau ada yang “anti Wahabi” atau “pro Syiah”, cari saja penangkal-penangkalnya di kedua kitab itu. Insya Allah cukup & memadai.
>> Ngomong-ngomong, dua kitab itu judulnya apa ya? Kok perasaan dari tadi isinya penjelasan melulu? Apa dong, sudah gak sabar neh?
>> Baik, sebagai penjelasan tambahan… (haduh, penjelasan lagi deh). Okelah kalau gak mau sabar. Segera aku kasih tahu…(marah nhi yeee?).
>> Kedua kitab adalah RIYADHUS SHALIHIN karya Imam Nawawi rahimahullah dan BULUGHUL MAROM karya Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah.
>> SERUAN KAMI: Wahai Ahlus Sunnah di Nusantara, miliki kedua kitab, boleh aslinya atau terjemahnya, karena ia adalah ANUGERAH dari langit buat Ummat Ahlus Sunnah ini. Ia adalah BENTENG akidah Ummat.
>> Pembahasan-pembahasan yang diklaim “gaya Wahabi” TERNYATA banyak terekam dalam kitab tersebut. Andaikan ormas NU merujuk secara konsisten dua kitab itu, kami yakin NKRI akan segera bersyariah.
>> Dua kitab itu sangat monumental. Di zaman modern, yang mirip-mirip keduanya, meskipun tidak sehebat keduanya adalah FIQIH SUNNAH karya Sayyid Sabiq dan MINHAJUL MUSLIM karya Abu Bakar Al Jaza’iri.
>> Smoga bermanfaat. Amin Allahumma amin.

(WeAre).


Tujuan Kita Bersatu…

Juli 15, 2015

* Jika mengharap Ummat ini sepakat dalam SATU PENDAPAT saja, pastilah mustahil. Para ulama sudah berselisih sejak zaman Salaf.
* PRINSIP: Tujuan hidup kita adalah ibadah kepada Allah dengan tidak menyekutukan-Nya. Jika ibadah ini bisa dilakukan DALAM DAMAI, itu lebih baik daripada dilakukan dalam KONFLIK, PERMUSUHAN, PERPECAHAN.
* TUJUAN kaum Muslimin bersatu, antara lain:
= A. BERDAMAI (ishlah). Memperkecil permusuhan dan konflik, saling bersaudara dan menyayangi.
= B. BERSEPAKAT (ittifaq). Atas prinsip-prinsip besar yang menjadi tujuan semua elemen Muslim.
= C. BEKERJASAMA (ta’awun). Dalam mencapai tujuan-tujuan yang disepakati.
= D. MENOLAK KERUSAKAN (dar’ul mafasid). Baik yang bersumber dari dalam maupun luar.
= E. MENCAPAI KEMASLAHATAN (jalbul mashalih). Bersama lebih tangguh daripada sendiri-sendiri.
* Perbedaan KEKHASAN akidah, fiqih, ibadah, itu akan terus terjadi. Sedangkan kerugian yang kita alami akibat hilangnya tujuan-tujuan di atas TIDAK BISA DITOLERANSI. Hal itu menyangkut KESELAMATAN HIDUP UMMAT ini, di dunia dan akhirat.
* Siapa ingin mentoleransi kehancuran hidup Ummatdi dunia, dan kecelakaan di akhirat? Tentu tidak ada.

(YukDamai).