Mengapa Mereka Jadi Hombreng ??

Oktober 11, 2015

TARUHLAH di sini kita tidak sedang marah-marah. Tapi murni mengungkapkan keheranan. Kenapa seseorang bisa menjadi gay atau lesbian ya?

Namanya ktertarikan seksual, PASTINYA KE LAWAN JENIS. Seperti kejadian alam, ada muatan listrik positif ada negatif; ada kutub magnet utara ada kutub selatan; ada angka ganjil dan genap; ada plus ada minus; dan sebagainya.

Kehidupan hewan-hewan menampak situasi berpasangan. Hewan jantan berkawin dengan betina. Begitu juga dalam tumbuhan, serbuk sari membuahi putik. Poros jantan dan betina bertemu, menjadi hasil MASLAHAT. Alhamdulillah…

Inilah aslinya kehidupan. Inilah SUNNATULLAH, mekanisme universal yang berlaku di alam.

Lha kok kemudian laki-laki jadi menyukai laki-lagi; perempuan menyukai perempuan. Apa ini, man??? Bukan sekedar suka, tapi membuat mekanisme seksual aneh. “Sing penting aku senang, meskipun melawan kehendak kodrat,” begitu kata mereka.

Sulit memahami, mengapa mereka suka sesama jenis. Ini selera TIDAK WAJAR. Sangat menyalahi Sunnatullah. Kata ulama: “Jangan melawan Sunnatullah, maka engkau akan terkalahkan.”

DALAM cinta pasti ada ujiannya, yaitu CEMBURU. Bagaimana kalau sesama laki-laki saling cemburu, untuk memperebutkan cinta laki-laki idaman? Apa akibatnya? BINASA…

Hal paling aneh. Ketika laki-laki menyukai laki-laki, saat yang sama dia jadi MEMBENCI WANITA atau antipati. Begitu pula dalam kasus lesbian. Padahal normalnya: “Kalau kita mencintai lawan jenis, tidak perlu sampai membenci sesama jenis.” Iya kan.

MANUSIA normal mencintai lawan jenis dalam formula cinta yang KOMPLEK. Sedangkan cinta kepada sesama jenis hanya dalam level: persahabatan, persaudaraan, setia kawan, dan saling membantu.

SEOLAH dalam diri kaum HOMBRENG & LESBONG, ada kekuatan ghaib yang mengendalikan diri mereka. Hal serupa itu pernah terjadi di era Sodom Gomorah. Itulah uncontroled madness. Bangsa setan menguasai diri mereka, memaksakan seleranya; mengajak mereka melawan SUNNATULLAH. Wal ‘iyadzubillah.

Wa man ya’syu ‘an dzikri ar rahman nuqaiyyudh lahu syaithana fa huwa lahu qarin” (siapa yang berpaling dari mengingati Ar Rahmaan, kami jadikan setan berkuasa atasnya, kemudian setan itu menjadi teman setianya). Az Zukhruf:36.

Sangat mungkin keenggganan dengan wanita, karena jauh dari DZIKRUKLAH itu. Smoga yang sedikit ini bermanfaat. Amin ya Rabbana.

(Sam).


Isi Hidupmu dengan Beberapa Perkara Ini…

Mei 23, 2015

[1]. Memulai perbuatan baik dengan BASMALAH, dan menutupnya dengan HAMDALAH.

[2]. Menunaikan urusan-urusan, sebaik-baiknya, sesuai daya dan kekuatan.

[3]. Senantiasa DZIKIR dan DOA mohon pertolongan Allah SWT.

[4]. Berbagi kebaikan, apa saja, semampunya.

[5]. PASRAH DIRI kepada Allah atas apapun kenyataan yang terjadi.

Smoga hidupmu baik. Smoga barakah, selamat, mencapai husnul khatimah. Amin amin ya Rahmaan. (Khas).

Faith Islam

 


Jadikan Orang-orang Ini Sebagai Temanmu !!!

Mei 23, 2015

[1]. Seseorang yang hormat dan sopan kepada ORANGUA-nya. Dia tak akan menyakitimu.

[2]. Laki-laki yang PEMALU kepada wanita. Dia tak akan menyakiti wanita-wanitamu. Dan dia juga BUKAN seorang homo.

[3]. Seorang pendekar atau jago BELADIRI. Dia akan mengajarimu cara bertahan hidup.

[4]. Laki-laki yang tekun ke MASJID. Insya Allah dia amanat dan punya moralitas.

[5]. Seorang GURU. Jika akhlaknya kurang baik, dia tetap punya ilmu untuk dibagi.

[6]. Orang MISKIN yang sopan. Mereka adalah pendukung setia & tidak khianat.

[7]. Orang yang mau MENDENGAR. Dia bukan orang fanatik, dan mau mendengar kebenaran.

KENALI 7 kelompok itu dan jadikan temanmu. Semoga Allah memimpin jalan kita kepada Ridha-Nya. Amin amin amin. (Khas).

Teman Baik Teman yang Jujur

Teman Baik Teman yang Jujur


RAHASIA PARA PEROKOK…

Oktober 22, 2014

Dalam situs Voa-islam.com dimuat pernyataan dari kalangan pengurus NU, bahwa mereka tak akan mengharamkan rokok selamanya, sampai Hari Kiamat. Jika pun ada sikap, paling menghukumi makruh (tidak disukai).

KOMENTAR KAMI:

Bismillah. Pro-kontra rokok sudah lama, sudah tua. Penemu rokok kretek di negeri kita, katanya para santri zaman Belanda dulu.

Kami tidak akan bicara dari perspektif ANTI ROKOK. Tapi kami akan berusaha melihat dari pihak PRO ROKOK, seperti kyai-kyai NU, dan lain-lain.

Mengapa mereka begitu SENGIT MENOLAK status haramnya rokok?

Sejatinya, pada rokok ada zat addictive yang membuat manusia KECANDUAN.

Intinya begini: Tatkala seseorang menghisap asap rokok; lama-lama partikel-partikel asap itu masuk paru-paru, lalu masuk darah. Ketika partikel ini semakin menumpuk di darah, jadi sumber aneka penyakit.

Tapi secara biologis, partikel-partikel asap rokok memang menimbulkan SAKIT pada diri perokok. Sakitnya seperti kepala pusing, gemetar, berkeringat, bingung, perasaan tak tenang, dll. Nah, smua sakit itu akan SEGERA HILANG, saat seseorang mulai merokok.

Jadi orang merokok itu bukan KARENA SUKA, tapi karena ingin MENGHILANGKAN SAKIT dari dirinya. Ibarat bocah pipis di celana, pasti ingin cepat-cepat ganti celana.

DAPAT DISIMPULKAN, industri rokok itu seperti industri “rasa sakit”. Membuat orang sakit dengan kecanduan; lalu menawarkan solusi penghilang sakit, lewat rokok. Rokok penyebab sakit, sekaligus penawarnya.

Kerja rokok di tubuh seperti kerja NARKOBA. Tapi tidak separah narkoba, dan tidak mematikan dengan cepat. Hal ini sulit dihentikan, kecuali dengan kemauan keras; dan izin Allah.

Ya ini biar kita paham situasi, dari sudut para PEROKOK. Mungkin terapi bekam atau DETOKSIFIKASI bisa membantu mengurangi derita para perokok.

Ada yang menyarankan, untuk mulai berhenti merokok, gantilah dengan makan makanan yang asin-asin. Katanya, makanan asin bisa menjadi “obat” rasa pahit di lidah atau tenggorokan tatkala tidak merokok.

Wallahu a’lam.

Sumber: postingan FB.


Apa Mesti Harus Sensasional ?

September 8, 2014

Seorang pemuda melamar kekasihnya jadi isteri dengan membuat bentuk instalasi “daun waru” merah dari bahan cabe sebanyak 99.999. Ini terjadi di Jepang.

Hebat sih, keren, cool…

Tapi apa dengan cara begitu ada JAMINAN pernikahan akan langgeng, sakinah, awet sampai puluhan tahun; bahkan sampai kakek-nenek? Coba siapa bisa jamin? Gak ada kan…

Bagaimana nanti kalau baru setahun menikah, isteri tiba-tiba gemuk, badan “gak karuan”, semangat cinta memudar; ada godaan dari kanan-kiri; ada skandal, affair, dan seterusnya? Apa mereka masih ingat dengan momen “99.999 cabe” yang pernah dibuat?

Maksudku…

Sensasi kadang perlu. Selebrasi kadang berkesan. Eksebisi kadang bermakna romantik.

Sensasi

Tapi bagi KAUM WANITA sendiri, mereka itu lebih butuh: KESUNGGUHAN, KEJUJURAN, KOMITMEN, dan tentu saja KETULUSAN CINTA dari suaminya.

Sensasi yang heboh hanya sebentar kesannya; setelah selesai, ya selesai juga sensasinya. Tapi tanggung-jawab, ketulusan, kesungguhan di hati akan terus bertahan mengiringi kehidupan; meskipun sang wanita sudah banyak mengalami perubahan dan kemunduran fisik.

Sebuah test sederhana. Beranikah Anda (para suami) mencium kening isteri di hadapan banyak orang? Berani tidak? Kalau berani, jempolan. 

Itu salah satu bukti ketulusan dan keberanian; meskipun tidak semua orang otomatis bisa melakukan hal ini.


Kala Hary Tanoe Dikemplang Vicky…

September 18, 2013

Di-kemplang itu maksudnya seperti orang yang meminjam uang, lalu tidak dibayar sama sekali; malahan si pemberi pinjaman diambili barangnya oleh si peminjam. Jadi benar-benar rugi. Kata orang Betawi, tekor bandar.

Singkat kata, Hary Tanoesoedibjo bersama tim MNC sudah tiga tahunan mempersiapkan acara Miss World di Indonesia. Acara itu pun berhasil dilaksanakan, tetapi hanya dalam lokal Bali saja. Ajuan Hary Tanoe agar acara diadakan di Sentul Bogor, gatot alias gagal total; karena mendapat tekanan besar dari ormas-ormas Islam.

Kegagalan melaksanakan acara Miss World di Jakarta (Bogor) sudah tentu menimbulkan kerugian besar bagi Hary Tanoe dan kawan-kawan, secara itung-itungan bisnis. Apalagi acara ini sudah disiapkan sejak 3 tahunan lalu.

Secara missi dekonstruksi moral, acara itu jelas tidak sukses. Karena kalau diadakan di Bali, semua orang Indonesia (atau dunia) sudah tahu, bahwa di sana memang tidak ngurusi yang berbau moralitas seperti tuntutan Umat Islam selama ini. Ya tahulah kondisi Bali kayak apa…

Tapi ada satu yang lebih menyakitkan bagi Hary Tanoe… Saat acara Miss World dilaksanakan, perhatian masyarakat kurang tentang isu tersebut. Masyarakat tahu ada Miss World, tapi mereka seperti kurang peduli.

Lalu perhatian masyarakat teralihkan kemana?

Justru masyarakat banyak memperhatikan “bahasa Vicky” atau sosok Vicky Prasetyo yang berbicara “intelek maksa”. Vicky yang namanya Hendrianto itu justru kini sangat terkenal seindonesia; malah ibunya juga ikut-ikutan terkenal. Nah, sosok yang “intelek maksa” ini justru lebih heboh dari lenggang-lenggok wanita-wanita peserta Miss World…

Hary Tanoe pasti tahu itu, bahkan mungkin dia terpingkal-pingkal saat melihat omongan Vicky. Siapa tahu nanti Hary Tanoe tertarik menjadikan Vicky sebagai calon legislatif Partai PERINDO… Eh maaf, belum jadi partai ya.

Lucunya, wawancara Vicky itu berasal dari acara Cek and Ricek milik RCTI, yang notabene masih di bawah naungan Hary Tanoe (MNC) juga. Waduh, jadi apes berlipat ganda deh…

Sudah MIss World kurang bergema; persiapan dan keluar biaya sangat banyak; isunya kalah oleh Vicky Prasetyo; wawancara itu sendiri asalnya dari program Cek & Ricek RCTI. Ya begitulah…

Kalau ingat Hary Tanoe sendiri, jadi ingat saat dia keluar dari Nasdem. Sebelum itu Hary Tanoe selalu beriklan di TV. Bicaranya begini: “Biasanya para pengusaha menjauhi politik. Tapi saya tidak. Saya berpolitik untuk memperbaiki… ini itu dan seterusnya.”

Kini iklan Hary Tanoe bisa di-translete ke dalam bahasa Vicky. Kira-kira isinya jadi begini: “Menurut kontroversi hati aqyu… politikisasi bisnis untuk mengkudeta profit sharing, demi happy birthday di Karang Tengah nation independen, untuk melenyapkan konspirasi Miss World dan kudeta apa lagi ya… ”

Begitulah… pastilah Pak Hary Tanoe lebih pintar memahami bahasa Vicky, wong itu bersumber dari acara RCTI. Okelah… selamat menu kemplang mengemplang.

Tapi bagi yang masih inshaf, manusiawi, mencintai keadilan dan kelurusan hidup; ya jangan kemplang-mengemplang; jangan juga jadi korban “kemplangisasi kepentingan”, agar tidak “labil ekonomi”.

Ya hanya sekedar share dan heurey…

Aqyuww… 


Setelah Hedon…Mau Ngapain?

Oktober 14, 2012

Hedonisme: Hidup Hura-hura Selalu! Menghamba Syahwat Doang.

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ini sebuah tulisan unik tentang gaya hidup hedonis, having fun selalu. Intinya, hidup seperti itu bukan model hidup yang selama ini kita jalani; tapi alhamdulillah, kita bisa tahu liku-liku hidup seperti itu. Sekalipun kita tidak pernah kesana, kita bisa tahu apa yang ada disana. Lewat informasi, bahan bacaan, mendengar penuturan, diskusi, ngobrol, dll. akhirnya kita tahu juga. Disini coba kita buat gambaran hidup seorang laki-laki hedon. Penuturan ini fiktif belaka, hanya reka-reka. Gambaran fiktif ini sengaja kita buat, sebagai pelajaran hidup bagi kita semua, terutama anak-anak muda Muslim. Okeh…

===============================================================

Sebutlah nama pemuda itu Andre (maaf kalau ada kesamaan nama ya). Dia seorang eksekutif muda. Usianya sekitar 30 tahun, masih seger-segernya. Dia bekerja sebagai seorang manajer program entertainment sebuah stasiun TV. Dia diberi space khusus untuk mengisi acara TV di jam prime time. Isinya tentu acara entertainment yang mengundang banyak minat pemirsa, bisa acara film box office, acara komedi, acara reality show, acara idol mania, dll. Kebetulan, program yang dia kelola tentang bincang-bincang artis dengan suasana humor dan interaktif.

Andre tinggal di sebuah apartemen mewah yang sudah disediakan oleh stasiun TV. Letaknya tidak jauh dari kantor pusat TV itu. Di apartemen itu sudah ada layanan sempurna untuk laki-laki seperti Andre yang belum menikah itu. Jangan tanya soal ruang tidur, kamar tamu, dapur, dan sejenisnya; di apartemen itu ada kolam renang, fasilitas SPA, home theater (bebas milih film dari jenis apapun, dari yang paling sopan dan melodrama, sampai hardcore berlumuran darah ada), pijat relaksasi (dari jenis pijat kesehatan murni sampai plus-plus dengan terapi mesum), cafe, supermarket, dan seterusnya. Soal menu makan, Andre bisa memilih dan memesan menu makanan apa saja, jenisnya apapun yang dia minta (menu vegetarian, menu organik, sampai daging babi, daging anjing, jantung monyet, sampai empedu ular Cobra bisa dipesan). Di rumah Andre sendiri sudah ada mini bar, berisi koleksi minuman macam apa saja, dari soft drink, “moderate drink”, sampai Tequila dan Vodka, ada semua.

Soal layanan seks, tentu saja. Kalau seminggu tidak main seks, Andre merasa pusing. Untuk main seks, Andre harus nyediain uang minimal 10 juta untuk sekali main. Dia pilih-pilih cewek, harus yang cantik, sehat, tidak terkena penyakit HIV. Budget Andre itu termasuk kecil, sebab kalau mau main sama artis sinetron terkenal, sekali main bisa keluar 500 juta lebih. Lawan main seks Andre macam-macam. Ada mahasiswi yang berprofesi sebagai “ayam kampus”, ada anak SMP/SMA yang masih ingusan, ada cewek-cewek cantik yang nyari kerja ke kantor Andre (lalu disyaratkan kalau mau diterima kerja, harus tidur dulu sama dia), ada teman sekantor Andre sendiri, ada kekasih dia pemain sinetron yang dia janjiin mau dinikahi baik-baik, bahkan ada wanita-wanita yang sudah bersuami (Andre seneng juga main yang berbau selingkuhan begitu).

Andre termasuk tipe laki-laki yang sudah kehilangan keperjakaan sejak SMP. Itu bermula dari kebiasaan nonton BF dengan kawan-kawannya. Pengalaman seks ilegal pertama dia dengan pacarnya; setelah beberapa kali melakukan Andre ketagihan; tentu saja pacar korban pertama dia itu sudah dia campakkan. Kata Andre di masa remajanya: “Hidup ini harus berani mengambil risiko. Berani menikmati yang enak-enak, dan berani menginjak-injak orang lain. Cuma itu kiatnya, supaya kamu bisa hidup menyenangkan.” Dengan prinsip begini, Andre sudah punya banyak bekal untuk masuk ke Dunia Media; dunia dimana dia akan bertemu kawan-kawan yang paling mesum, paling tega hati, paling muak moral.

Andre tidak mau segera menikah. Sudah banyak orang menggodanya supaya cepat menikah. Tapi dia berprinsip, “Kalau gue nikah, ntar kebebasan gue terampas. Gue tidak mau pusing mikirin anak, mikiran bini. Gue pingin seneng-seneng dulu. Ntar kalau sudah tak kuat seneng-seneng lagi, gue bakal menikah. Gue bakal nyari perempuan berjilbab yang baik-baik. Itu juga kalau gue sudah mau tobat.” Seolah, dengan semua dunia having fun itu, Andre bisa mengatur kehidupan ini sesuka hatinya.

Hampir setiap bulan sekali Andre pergi ke luar negeri dengan anak buahnya. Kadang mereka bergantian ikut menemani Andre. Bagi anak buah cewek yang diajak ke luar negeri, dia harus siap-siap melayani badan Andre nanti di luar negeri. Maka itu dia selalu memilih anak buah yang cantik dan seger-seger. “Lumayan, bisa main seks gratis. Hemat anggaran,” kata Andre beralasan sambil cekikikan. Di luar negeri, selain ada urusan kerja, nyari bahan dan inspirasi tayangan entertainment yang dijamin laku dan dapat ratting selangit; Andre tentu tak lupa acara Dugem. Main ke diskotik-diskotik, minum-minum sampai mabuk, makan apa saja (yang tadi kita bilang, berbahan babi dan seterusnya), dan menjajal cewek-cewek luar negeri. Untuk sekali kunjungan ke luar negeri, Andre bisa mengeluarkan duit hingga 100 juta, dari kantong dia sendiri. Biar menghemat anggaran, untuk akomodasi dia numpang ke anggaran kantor. “Gue harus pintar-pintar ngatur duit, biar bisa terus seneng-seneng,” kata Andre jujur.

Baca entri selengkapnya »


Mengapa Orang Zaman Modern Suka Nonton Sepak Bola…

Oktober 13, 2012

Lagi Bisik-bisik Mendiskusikan Masa Depan Sepak Bola…

Mengapa manusia zaman modern, termasuk kita-kita di Indonesia, sangat suka nonton bola?

Silakan Anda jawab dalam ruang komentar. Boleh mau jawab apa saja, asalkan logis dan relevan. Disini saya coba sebutkan jawaban menurut versi saya sendiri. Bisa benar, bisa salah. Tidak mengapa kita share disini.

PERTAMA. Karena setiap pertandingan bola itu dilakukan di atas rumput hijau. Ini bukan becanda lho, tapi serius. Umumnya mata-mata manusia suka dengan pemandangan yang hijau, segar, apalagi jika kelihatan titik-titik air disana. Pandangan hijau itu menyegarkan, membuat rileks, dan tidak melelahkan. Bisa bayangkan, jika permainan bola dilakukan di atas karfet warna merah, kuning, atau oranye, betapa kita akan cepat “lelah mata”.

KEDUA. Karena sejujurnya manusia modern sudah bosan dengan aneka hiburan lain, seperti film, musik, konser, komik, kartun, dan lain-lain. Mereka perlu rileks atau “jeda hiburan” dengan nonton bola. Bola bersifat olah-raga, game sport, atau lomba yang ciri utamanya adu kekuatan, adu kecerdikan, adu kemampuan. Hiburan lomba ini terasa lebih alami dan sportif daripada hiburan bentuk lain yang terlalu banyak rekayasa.

KETIGA. Dalam hiburan bola sebenarnya juga ada sisi bosannya, tidak diragukan lagi. Tapi nilai kebosanan itu seringkali ditutupi serapat mungkin melalui publikasi media dan pencitraan. Pemain-pemain yang handal menjadi selebritis, kehidupan pribadinya dikupas; dibuat aneka acara/even seputar bola; dijual foto, kaos, topi, syal, dan seterusnya; dibuat komunitas-komunitas suporter; dibuat lembaga pengatur plus aturan-aturan di dalamnya; dll.

Misalnya kegiatan “mancing di empang”. Apa sih hebatnya mancing di empang? Bagi kita rasanya, gak ada hebatnya sama sekali. Tapi kalau dibuat even Mancing Empang Super League; dibuat perlombaan mancing empang di tingkat nasional, ASEAN, dan dunia; dibuat Federasi Olahraga Mancing Empang (FOME); acara mancing empang ditayangkan di seluruh stasiun TV secara live, hingga waktu dini hari; dibuat acara “nonton bareng” mancing empang; ditampilkan sosok pemancing empang “klas dunia” misalnya Mas Paijo, Kang Cecep, Pak Herman, dll. lalu dikupas kehidupan pribadi mereka, cewek-cewek simpanannya, mobil-mobil sport koleksinya, dll; lalu dibuat T Shirt khusus, topi, syal, dst; dengan semua langkah ini, dijamin olahraga mancing empang akan menjadi idola.

Singkat kata, ada upaya membangun pencitraan melalui media, bisnis, kebijakan birokrasi, dan kultural. Sebab begini lho, ini sebuah rahasia ya; pada era tahun 80-an, ketika saya masih usia SD-SM, even olahraga dalam OLIMPIADE dan pertandingan TINJU sangat marak di dunia. Seingat saya, tahun 1984 ada Olimpiade di Los Angeles. Ketika itu sepak bola hanya satu pilihan, bukan satu-satunya yang paling populer. Tapi semakin kesini, Olimpiade tergeser, Tinju apalagi. Itu artinya, ada kesengajaan menjadikan sepak bola sebagai idola masyarakat dunia.

Nah, begitu deh. Itu menurutku, bagaimana menurutmu? Teringat sebuah bunyi iklan: “Tidak ada badak? Tidak bagus!” (Kok jadi kesana ya… apa hubungannya lagi).

Mine.


Ciri Kehidupan Manusia Zaman Sekarang…

September 29, 2012

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Berikut ini adalah 3 ciri khas kehidupan manusia modern:

[1]. Hidupnya digunakan untuk mencari uang. Siapa saja pelakunya, dimana saja tempatnya, bagaimana saja caranya, pokoknya cari duit dan cari duit. Slogan yang sering diucapkan: “Time is money.”

[2]. Setelah mendapat uang, hidupnya diisi dengan acara senang-senang melulu, memuaskan hawa nafsu sepuas yang mereka mampu. Istilahnya, having funs. Slogan yang sering mereka ucapkan: “The life is too short, so play more!” (hidup terlalu singkat, maka bermainlah sebanyak-banyaknya).

[3]. Bertahan hidup agar bisa melakukan poin 1 dan 2. Cara bertahan hidup misalnya ikut fitness, jaga kebugaran fisik, rajin kontrol kesehatan, melakukan general check up setiap tahun, konsumsi makanan bergizi, memakai obat natural, ikut terapi ini dan itu. Juga menempelkan sticker “safety driving and riding” karena takut kecelakaan. Kalau ditanya, kenapa sih mesti ikut ini dan itu? Jawabnya: “Biar bisa terus cari duit dan senang-senang.”

Poin 1 dikenal dengan istilah MATERIALISM (hidup untuk cari duit). Poin 2 dikenal sebagai HEDONISM (hidup untuk senang-senang). Poin 3 dikenal sebagai SURVIVALISM (hidup untuk terus hidup).

“Selagi masih bisa….”

Siapa saja yang termasuk kelompok orang-orang ini…

Banyak ya. Para politisi Senayan, para pejabat birokrasi haus kuasa, para pengamat berjiwa selebritis, para elit politik, para komedian politik; para artis, pemain sinetron, gadis-gadis model, pemain boy band, vokalis band (yang kemarin baru keluar penjara itu), para komedian asli, para presenter TV, para model iklan (meat show profile); para bisnisman kapitalis, para eksekutif muda hedonis, para penyuka seks ilegal, para penyuka seks sejenis; para operator korupsi, makelar kasus, makelar proyek (cara-cara hitam), mafia, dan seterusnya; termasuk di dalamnya orang-orang yang menjadikan agama sebagai komoditi, apapun bungkus dan retorikanya.

Sayangnya, orang-orang gituan kini banyak menjadi social model di negeri kita. Masyarakat menjadikan mereka role model, lalu meniru, mengagumi, hingga menangis haru untuk manusia-manusia begituan.

Padahal Al Qur’an sudah berbicara tentang manusia-manusia semodel itu…

7:179

“Dan sungguh Kami akan memenuhi neraka jahannam itu dengan kebanyakan dari manusia dan jin. Mereka memiliki hati-hati, tetapi tidak digunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah); mereka memiliki mata-mata, tetapi tidak digunakan untuk mendengar; mereka memiliki telinga-telinga, tetapi tidak digunakan untuk mendengarkan. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” [Al A’raaf: 179].

Kami ingin memberikan nasehat kepada kaum Muslimin, kepada orang-orang beriman:

“Hendaklah Anda semua selalu istiqamah di jalan Islam ini; jangan lemah, jangan putus asa, jangan gentar hati melihat kelakuan manusia-manusia aneh di sekitar Anda. Mereka telah menempuh jalannya, dan kita pun menempuh jalan kita. Mereka didukung oleh kekuatan sekuler, hedonis, jahiliyah; tetapi kita didukung oleh ALLAH Rabbul ‘Alamiin, Sang Penguasa langit dan bumi. Sulitnya hidup kita di zaman ini adalah ujian keimanan semata. Bersabarlah, bersabarlah, dan bersabarlah melihat kelakuan manusia-manusia yang kelak akan binasa itu. Kesabaranmu akan menjadi hujjah bagi Rabb-mu untuk menasehati manusia-manusia yang lalai itu.”

RAHASIA: Orang-orang yang hidupnya untuk mencari duit dan senang-senang itu, wallahi sungguh mereka tidak pernah mendapatkan bahagia sebenarnya. Apa yang mereka dapat hanya kepalsuan dan kegembiraan artifisial saja. Pada hakikatnya jiwa mereka merana, hati mereka gelisah, nurani mereka meronta. Apa yang mereka klaim sebagai jalan bahagia itu, ternyata hanya kepalsuan belaka. “Wa man yata’adda hududallah faqad zhalama nafsah” (dan siapa yang melanggar batas-batas Allah, sejatinya dia telah menganiaya dirinya sendiri). [At Thalaq: 2]

Demikian, semoga kita bisa mengambil sebaik-baik pelajaran. Amin.

Mine.


Jangan Munafik Deh…

September 13, 2012

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah koran. Koran ini tampak aneh, nama kurang dikenal, cetakan hitam-putih, dengan kertas seadanya. Disana ada sebuah berita tentang ulah seorang selebritis wanita yang sengaja menyebar foto-foto vulgar di internet.

Setelah menyebar foto, si selebritis bukan menyesal, malah merasa bangga. Dia meminta supaya masyarakat tidak mencela dirinyaa, tapi cukup menikmati saja foto-fotonya itu. “Tidak usah munafik deh,” begitu kata selebritis itu.

Bukan Munafik Mbak. Tapi Sudah Fitrah Manusia Begitu.

He he he…lucu juga pernyataan itu. Mbak, Mbak…namanya laki-laki, kalau tertarik atau terangsang oleh foto-foto vulgar, itu bukan munafik; tapi memang normalnya begitu. Secara fitrah, kaum laki-laki memang bangkit syahwatnya kalau melihat foto-foto atau gambar sensual. Kalau tidak tertarik lagi dengan gambar atau model tubuh wanita, berarti sudah impoten atau punya kelainan orientasi seksual.

Maksudnya, jangan memakai kata “tidak usah munafik deh”. Ini penggunaan kalimat yang tidak tepat. Kata munafik tidak tepat dipakai dalam situasi “kecenderungan” alami.

Misalnya seseorang perutnya sangat lapar, karena seharian belum makan; lalu ditawari makan nasi uduk hangat, dengan lauk telur dadar dan gurame goreng, ditambah sambal tomat dan lalapan; pasti orang itu akan sangat menikmati makannya. Atau misalnya, seseorang selesai berjalan jauh berkilo-kilometer, di tengah terik matahari, kerongkongan sangat haus; lalu ditawari minum es teh manis, jelas dia akan sangat senang dan bersyukur. Dalam kondisi seperti ini, orang yang menawari nasi uduk atau es teh, jangan mengatakan “tidak usah munafik deh”.

Nabi Saw sudah memberi makna yang tepat tentang kemunafikan. Kata beliau, tanpa munafik itu ada 3; kalau bicara dusta, kalau berjanji ingkar, kalau dipercaya khianat. Nah, inilah makna kemunafikan hakiki. Jangan ditarik ke wilayah yang bukan porsinya.

Intinya, jangan menuduh munafik bagi setiap laki-laki normal yang terangsang ketika melihat gambar atau media pornografi. Itu sudah wajar dan senormalnya begitu. Meskipun perbuatan seperti itu juga berdosa –menurut Syariat-. Tetapi jangan pula mencela selebritis semacam itu secara berlebihan, sebab hal tersebut bisa membuat dia semakin nekad dalam kevulgarannya.

Ya begitulah wanita… bila pernah menikah dan mendapatkan konsumsi “hubungan” secara wajar, lalu tiba-tiba kebutuhannya terputus; maka dia akan merasa tersiksa. Kecuali, bagi tabiat wanita yang taat dan sabar dalam menetapi ibadah kepada Allah Al Jalil. Mereka dihibur oleh Allah dengan sakinah, manakala wanita “ganjen” tidak mendapatkannya. []