Saat Obama Menangis…

Desember 19, 2012

Baru-baru ini terjadi TRAGEDI BRUTALISME dahsyat di Amerika. Ia adalah produk nyata dari kehidupan liberal-sekuler yang menafikan peran Tuhan dalam kehidupan. Seorang pemuda bernama Adam Lanza memberondong anak-anak SD Sandy Hook di Connecticut, dan menembak orang-orang di sekitarnya dengan senapan mesin. Total korban 20 anak-anak tewas, 7 orang dewasa tewas, termasuk diri Adam sendiri.

Peristiwa yang terjadi pada 14 Desember 2012 ini seketika mengguncangkan dunia, khususnya bangsa Amerika sendiri. Ini lebih heboh dari gossip “Hari Kiamat” yang disebut-sebut berdasarkan ramalan Suku Maya itu.

Barack Obama secara resmi merespon tragedi itu dalam pidatonya. “Kita telah mengalami terlalu banyak tragedi dalam beberapa tahun terakhir, dan setiap kali saya membaca berita, saya bereaksi bukan sebagai presiden, tetapi sebagai orang lain, sebagai orangtua. Saya tahu tidak ada orang tua di Amerika yang tidak merasakan kesedihan luar biasa yang sama seperti yang saya rasakan,” kata Obama.

Media-media dunia langsung menyebut Obama menitikkan air mata; menangis haru karena tak kuasa melihat tragedi memilukan itu. Media-media di dunia semua sepakat menyebut Obama “menitikkan air mata”.

Katanya Menangis, Tapi Air Mata Kering. Bener Nih Menangis?

Katanya Menangis, Tapi Air Mata Kering. Bener Nih Menangis?

 

Tapi kalau dilihat foto dan video pidatonya, Obama sama sekali tidak menangis. Menitikkan air mata juga tidak. Dia cuma memasang muka sedih, sebagaimana seorang pemain film/sinetron bisa memasang muka sesuai kebutuhan. Tidak ada air-mata disana, tidak ada menangis. Yang ada, Obama berusaha mengelap sudut matanya dengan ujung jari, padahal ujung jari itu tetap kering, karena tak ada air mata disana.

Intinya, Obama tidak bisa menangis; dia berpura-pura menangis, supaya tidak tampak buruk di mata rakyat dan dunia. Maklum, negerinya baru dihantam tragedi kemanusiaan yang memilukan, akibat penembakan di SD Sandy Hook, Connecticut itu.

Ada cara efektif untuk mudah menangis, misalnya dengan mengiris bawang merah, mengoleskan balsem di pipi, dengan dicubit keras, dengan diancam oleh atasan, dengan mengenang cerita dalam novel Ayat Ayat Cinta, dengan mengingati beban hutang, dan lain-lain cara. Obama bisa mempertimbangan salah satu dari cara itu. Okeh Mister?

Mine.

Iklan

Miris Membaca Artikel Ini…

Juni 6, 2011

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Belum lama lalu, eramuslim.com memuat sebuah tulisan yang sangat penting, tentang kondisi Masjidil Haram saat ini dan kawasan sekitarnya. Artikel itu adalah sebagai berikut: Tanda-tanda Kiamat di Masjidil Haram. Artikel ini ditulis oleh Al Akh Nuruddin Al Aldunisiy, ditulis di Riyadh Saudi.

Karena pentingnya artikel ini, ia saya ulas sedikit di blog ini. Alangkah baik kalau para pembaca sudi mengkopi tulisan di atas, lalu disimpan di rumah masing-masing. Bisa dibaca di tengah keluarga, seraya mohonkan pertolongan kepada Allah Ta’ala, agar Dia berkenan menyelamatkan dan menyucikan Masjidil Haram Asy Syarif dari tangan-tangan kotor, dari pikiran-pikiran kotor, serta dari kezhaliman-kezhaliman yang terus merajalela. Allahumma amin.

IRONIS: Mengubah Ibadah Menjadi Sekedar Wisata Ruhani.

Duhai ya Rabbi… Masjidil Haram, Masjid An Nabawi, adalah simbol agama-Mu, simbol keagungan risalah-Mu, simbol kesatuan dan kesucian Islam. Namun kini, Tanah Suci dan Masjid Suci ditenggelamkan di balik hawa nafsu manusia yang ingin mengeruk kekayaan sebesar-besarnya dari “wisata Haji-Umrah”.

Ibadah yang suci, Manasik Ibrahim As yang suci, hendak ditenggelamkan oleh ambisi membangun hotel, membangun gedung Abraj Al Bait yang meniru konsep gedung Big Ben di Inggris itu; Masjidil Haram hendak dibuang nuansa ruhaninya, lalu diganti nuansa wisata dan pelesir.

Allahumma ya Rabbi, lindungilah Tanah Suci, lindungilah Masjidil Haram, lindungilah Ibadah Haji-Umrah, lindungilah simbol Islam, lindungilah kehidupan kaum Muslimin di Saudi, Indonesia, dan seluruh dunia. Amin Allahumma amin.

Ya Allah, hanya kepada-Mu kami memohon, berlindung, serta mengadukan duka nestapa. Dulu Abdul Muthalib pernah menyerahkan Ka’bah kepada-Mu, maka kini pun kami memasrahkan Ka’bah dan Masjidil Haram kepada-Mu ya Allah ya ‘Aziz. Ya Allah, patahkan tangan-tangan zhalim yang hendak merusak simbol Islam dan Manasik Hajji dan Umrah. Allahumma amin ya Rabbal ‘alamiin.

AMW.


Mengapa Kita Mendukung Invasi NATO ke Libya?

Maret 22, 2011

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahumma inna nas’alukal ‘afiyah fid dunya wal akhirah. Amin ya Rahiim.

Sangat sulit dipahami, bagaimana mungkin banyak Muslim hari ini mendukung INVASI Amerika Cs ke Libya. Baik itu ulama, ustadz, pengamat, pemerhati, jurnalis, dan sebagainya. Bagaimana mungkin akal kita bisa membenarkan invasi ke Libya itu? Sesempit itukah wawasan kita? Sependek itukah nalar sejarah kita? Tidakkah kita mau belajar dari penderitaan bangsa Irak dan Afghanistan, pasca invasi Amerika Cs tahun 2003 dan 2001 lalu?

Alasan yang dipakai para AGRESSOR untuk menghujani Libya dengan rudal-rudal adalah: “Demi menyelamatkan warga Benghazi yang anti Qaddafi dari serangan brutalnya yang telah menewaskan manusia sampai 6000 orang lebih. Dengan alasan ini lalu kita membenarkan serangan udara negara-negara syaitan seperti Amerika, Inggris, Perancis, Italia, Kanada, dll.

Apakah Kalian Mendukung Mereka Menghisap Darah Kaum Muslimin???

Mula-mula harus diklarifikasi dulu, benarkah korban yang jatuh dari pihak demonstran anti Qaddafi sampai 6000 jiwa lebih? Laporan ini berdasarkan pantauan TV Aljazeera, lembaga HAM Libya, dan lembaga HAM internasional. Sedangkan, korban menurut versi Pemerintah Libya sendiri tidak pernah dilihat. Setidaknya, kita harus melihat laporan kalangan Islam independen, yang tidak terlibat dalam pertikaian politik di Libya.  Kalau Aljazeera kan jelas-jelas sudah terlibat dalam revolusi dunia Arab saat ini, malah TV ini merupakan PROVOKATOR paling sengit.

Cobalah berpikir logis. Selama terjadi bentrok di Libya, pernahkah kita melihat mayat-mayat bergelimpangan dalam jumlah besar? Pernahkah kita lihat ke rumah-rumah sakit, disana ada ribuan korban jiwa? Pernahkah kita lihat ada pekuburan-pekuburan massal untuk mengubur jenazah yang ribuan orang itu? Pernahkah kita lihat ada gambar-gambar mayat bertumpuk-tumpuk di Libya saat ini? Kalau ada semua itu, saya yakin rakyat Libya yang semula pro Qaddafi, mereka akan berbalik menyerang Qaddafi. Sebab fitrahnya manusia, tidak suka melihat kekejaman.

Bukannya kita mendukung kekejaman Qaddafi. Tidak sama sekali. Tetapi jangan sampai kita zhalim dengan menuduhkan sesuatu yang memang tidak ada realitasnya. Kekejaman Qaddafi kepada demonstran ya jelas harus dihentikan. Bukan seperti itu cara yang seharusnya dilakukan. Baik Qaddafi maupun pasukan NATO, haram berbuat kezhaliman.

Sekarang masalahnya, bagaimana bisa kita menolak kekejaman Qaddafi, sementara kita membenarkan kekejaman serangan NATO terhadap target-target sasaran sipil di Libya? Apakah kalau yang menyerang itu Qaddafi, ia dilarang; tetapi kalau NATO, ia dibenarkan? Itukah yang namanya keadilan?

Seandainya NATO benar-benar adil –sedangkan syaitan tak ada yang bersikap adil– seharusnya mereka segera menghajar Israel dengan serangan ribuan ton rudal. Karena kita tahu betapa kejamnya Israel saat menyerang warga Ghaza pada 2008 lalu. Begitu pula betapa kejinya bangsa itu saat merampok kapal Mavi Marmara dan membunuhi puluhan manusia di dalamnya. Mengapa kita tidak meminta NATO menghajar Israel dengan segala kekejiannya itu?

Apakah seorang Muslim pantas meminta orang kafir membunuhi sesama Muslim (warga Libya), sementara dia tidak pernah meminta orang kafir itu membalas kekejaman Yahudi Israel? Siapapun yang merestui pembunuhan kaum Muslimin di Libya saat ini, dengan meminta bantuan tangan-tangan keji kaum kuffar, mereka bisa jatuh dalam kekufuran. Berhati-hatilah wahai kaum Muslimin.

Mungkin Anda akan membantah, “Tapi kan Qaddafi sudah kejam, sudah biadab, sudah membunuhi ribuan orang Muslim? Dia harus dihentikan bagaimanapun caranya, berapapun harganya?”

Demi Allah, kekejaman Qaddafi –jika benar demikian adanya– tidak bisa dibenarkan dalam Syariat Islam. Dalam menyikapi pertikaian politik antar sesama Muslim (Pemerintah Qaddafi dan demonstran anti Qaddafi) seharusnya ditempuh jalan damai, jalan perundingan, dan kompromi. Bukan saling membunuh. Nabi Saw mengatakan, kalau dua orang Muslim berhadapan, keduanya sama-sama menghunus pedang, lalu salah satu darinya mati; maka keduanya masuk neraka. Yang terbunuh pun masuk neraka, sebab dia sudah ada niat membunuh kawannya.

Cara terbaik mengatasi pertikaian antar sesama Muslim adalah JALAN DAMAI, bukan saling serang dan membunuh. Dan lebih keji lagi, kalau untuk urusan saling membunuh itu, kaum Muslimin meminta bantuan orang kafir –laknat Allah atas mereka–. Wong, saling serang antar Muslim saja haram, apalagi meminta bantun kuffar untuk menyerang Ummat Islam lainnya. Ini adalah perbuatan terkutuk yang bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam.

Andaikan Qaddafi telah berbuat kejam dengan membunuhi ribuan Muslim. Tetap saja solusinya bukan dengan mendatangkan kekuatan kuffar untuk menghancurkan seluruh negara Libya dan rakyatnya. Jangan sampai, hanya demi mengusir tikus yang masuk rumah, kita menyewa meriam milik orang kuffar. Nanti, bukan hanya tikus itu yang terbakar, tetapi seluruh rumah akan menjadi hancur berkeping-keping.

Cobalah ingat bagaimana latar-belakang perang Afghanistan dan perang Irak! Alasan perang Afghan, adalah untuk menghajar Usamah bin Ladin dan Al Qa’idah. Tetapi yang dihancurkan oleh NATO adalah seluruh negara Afghan dan rakyatnya, sementara Al Qa’idah sampai sekarang masih terus eksis. Alasan perang Irak, adalah untuk menghajar Saddam yang memiliki senjata pemusnah massal. Ternyata kemudian terbukti, alasan itu bohong belaka. Tetapi bangsa Irak sudah remuk-redam dihajar ribuan ton rudal NATO. Bahkan kini Irak lebih didominasi oleh sekte Syi’ah Rafidhah. Wal ‘iyadzubillah.

Kalau masalah kekejaman, Qaddafi bukan satu-satunya penguasa kejam. Coba hitung berapa ribu manusia yang telah tewas di Afghanistan dan Irak! Sebagian menyebut sudah jutaan. Lalu hitung berapa korban Muslim di Palestina akibat kekejaman Israel! Lalu hitung kekejaman di Somalia, di Rwanda, di Chechnya, di Bosnia, bahkan di Ambon, Maluku, Sampit, Sambas, dan lainnya. Ada berapa ribu manusia yang “disate” di tempat-tempat itu? Lalu apakah NATO segera bergerak cepat untuk menghancurkan pihak-pihak pembantai di tempat-tempat itu?

Kita masih ingat bagaimana kekejaman regim militer di Aljazair ketika merampas kemenangan FIS pada tahun 1991-1992 lalu. Ketika itu regim militer tersebut membunuh 50.000 lebih aktivis Islam, atas dukungan negara syaitan Perancis. Apa kita lupa dengan fakta sejarah itu? Lalu dimana pembelaan NATO terhadap FIS? Padahal FIS memenangkan pemilu secara demokratis? Mengapa penguasa militer Aljazair tidak dihajar oleh NATO dan negara sampah seperti Amerika, Inggris, Kanada, dan sejenisnya? Dimana pembelaan mereka terhadap nasib 50.000 aktivis Islam di Aljazair?

Dan yang paling konyol lagi, ialah alasan: “Menciptakan demokrasi di Libya.” Ini adalah alasan yang paling TOLOL yang bisa dikemukakan. Demi melaksanakan demokrasi, kita menghalalkan invasi negara-negara kuffar –semoga Allah mengutuk mereka dan menghancurkan ekonomi mereka–.

Bagaimana mungkin negara-negara itu ingin memaksakan demokrasi dengan bahasa “rudal dan bom”? Ini adalah KEMUNAFIKAN yang sangat telanjang. Mungkinkah bisa terjadi demokrasi dengan bahasa rudal? Sangat sulit dimengerti. Apakah artinya demokrasi jika menghalalkan agressi, invasi, dan serangan rudal-rudal? Disebut demokrasi karena disana tidak digunakan cara-cara kekerasan. Kalau memakai cara kekerasan, yang terjadi bukan demokrasi, tetapi demokrasi berdarah. Lihatlah di Afghanistan, disana Amerika berusaha mendemokrasikan bangsa Afghan tetapi dengan memakai rudal. Akibatnya, rakyat Afghan merespon ajakan Amerika itu dengan serangan-serangan bom manusia, sampai saat ini. Demokrasi darah, ya hasilnya akan dibayar dengan darah pula.

Satu hal yang harus disadari. Andaikan nanti Qaddafi berhasil dihancurkan oleh pasukan NATO, lalu diganti tokoh lain yang lebih demokratis. Pertanyaannya, apakah setelah itu NATO akan pulang ke rumah masing-masing secara damai dan penuh ikhlas? Jangan bodoh kawan! Mereka sudah keluar uang banyak untuk menjatuhkan Qaddafi. Mereka pasti akan meminta BAYARAN atas uang yang sudah mereka keluarkan untuk aksi militer itu. Sebagai catatan, harga 1 unit rudal Tomahawk saja bisa mencapai Rp. 5 miliar sampai Rp. 9 miliar.

Semua biaya-biaya itu pasti akan dimintakan agar diganti oleh negara Libya. Kalau bukan dibayar secara cash, bisa dikonversi dalam bentuk hutang negara. Atau dialihkan dalam bentuk penguasaan ladang-ladang minyak di Libya. Mana ada perang yang cuma-cuma, kawan? Jangan bodoh dan terlalu lugu. Negara-negara agressor seringkali memanfaatkan perang semacam itu untuk mendapat penghasilan ekonomi besar. Itulah yang disebut sebagai “jualan amunisi berkuah darah“.

Sehebat apapun konflik di tengah kaum Muslimin, solusinya bukan dengan meminta bantuan pasukan kuffar yang terkenal haus darah dan zhalim itu. Konflik di antara kaum Muslimin seharusnya diselesaikan dengan ISHLAH. Al Qur’an mengajarkan agar kita menempuh jalan damai ketika menyelesaikan sengketa suami-isteri. Bila konflik sudah serius, kita bisa mengambil, “Hakaman min ahlihi wa hakaman min ahliha” (seorang penengah dari pihak suami, dan penengah dari pihak isteri). Cara demikian diutamakan, karena Islam menganut prinsip, “Was shulhu khair” (perdamaian atau ishlah itu lebih baik).

Kalau untuk konflik rumah-tangga diutamakan cara ishlah, apalagi konflik yang menyangkut darah, nyawa, harta, dan kehidupan kaum Muslimin dalam skala luas? Lalu dimana akal kita ketika kini menyetujui invasi Amerika Cs ke Libya? Itukah cara Islami yang diajarkan oleh Kitabullah dan As Sunnah? Sangat jauh, sangat jauh; seperti jauhnya langit dan bumi, serta jauhnya Barat dan Timur.

Cukuplah ayat berikut sebagai peringatan bagi kita semua:

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).” (Terjemah Ali Imran: 28).

Cimahi, 22 Maret 2011.

(Abinya Syakir).


Fatwa Al Qaradhawi dan Invasi ke Libya

Maret 20, 2011

Hari Sabtu, 19 Maret 2011 dini hari, pasukan koalisi Amerika, Inggris, Perancis melancarkan serangan rudal ke Tripoli, Libya. Ini adalah serangan SUPER CEPAT yang dilakukan negara-negara agressor tersebut; hanya 4 hari setelah DK PBB memutuskan resolusi tentang zona larangan terbang di Libya. Libya tidak boleh memakai pesawat terbangnya, sementara pasukan syaitan dari Perancis, boleh menyerang Libya dengan pesawat tempur.

Kalau melihat resolusi-resolusi PBB yang akhirnya menghalalkan serangan atas target negara-negara Muslim, biasanya membutuhkan waktu lama. Tarik-ulurnya lama. Tetapi ini sangat lain. Amerika, Inggris, dan Perancis –tiga negara syaitan– sangat terburu-buru ingin melenyapkan Qaddafi. Begitu nafsunya, mereka sudah tak sabar untuk menghajar Libya.

Dengan Kapal Semacam Ini, Amerika Bebas Mengobrak-abrik Kedaulatan Bangsa-bangsa

Apakah Amerika, Inggris, dan Perancis –tiga negara syaitan– sudah sangat kehausan dengan minyak, sehingga begitu nafsu ingin melumat rambut Muamar Qaddafi yang mulai rontok itu? Atau mereka sudah gemas ingin segera bagi-bagi jatah jarahan minyak dari bumi Libya? Atau apakah kondisi ekonomi mereka masing-masing sudah nyaris hancur, sehingga membutuhkan “darah segar” berupa kucuran minyak Libya yang dioplos dengan darah Qaddafi?

Amerika, Inggris, dan Perancis saat ini bisa dikatakan sebagai sebrengsek-brengseknya negara, semunafik-munafiknya otak, sedegil-degilnya ambisi syahwat. Laa haula wa laa quwwata illa billah. Ketiga negara itu hari ini serupa dengan IMPERIUM FIR’AUN di masa lalu. Bahkan lebih biadab dari Fir’aun. Tidak berlebihan jika ketiga negara itu layak disebut sebagai “negara syaitan” (minus orang-orang waras yang ada di dalamnya).

Di mata negara syaitan, yaitu Amerika, Inggris, dan Perancis; demokrasi dianggap lebih utama daripada kedaulatan sebuah negara. Demi alasan demokrasi, mereka bebas menyerang, menjarah, merampok negara mana saja. Bahkan yang disebut demokrasi di mata mereka bukanlah KEJUJURAN & SPORTIFITAS. Melainkan, sikap regim pemerintahan yang tunduk kepada kepentingan mereka. Demokrasi dimanapun, kalau merugikan nasfsu kolonialis mereka, pasti akan dibubarkan.

Begitulah otak, selera, dan perbuatan negara-negara syaitan; yang tidak tahan untuk mewarnai bumi ini dengan segala dosa, kezhaliman, dan kedurhakaan; semata-mata demi memuaskan birahi mereka. Sangat menyedihkan. Hidup semata mengabdi urusan BIRAHI. Huuh…

Dalam kondisi demikian, sangat disesalkan keluarnya Fatwa Syaikh Al Qaradhawi yang memfatwakan Muamar Qaddafi halal darahnya, dan boleh dibunuh oleh siapa yang bisa membunuhnya. Fatwa ini seperti anti klimaks dari kiprah Al Qaradhawi lebih dari 50 tahunan di dunia ilmiah Islam.

Saya meyakini, fatwa itu ada hubungannya dengan serangan tiga negara syaitan (Amerika, Inggris, Perancis) ke Libya saat ini. Sisi hubungannya adalah sebagai berikut:

[o] Melalui fatwa itu nama baik Qaddafi dihancurkan di mata bangsa Arab. Hal ini membuat Qaddafi semakin marah dan bersikap keras kepada para demonstran yang menentang dirinya. (Di sisi lain, meskipun sama-sama kejam, Al Qaradhawi tidak pernah mengeluarkan “fatwa bunuh” kepada pemimpin Israel, Amerika, Serbia, dan lainnya. Padahal mereka juga berlumuran darah kaum Muslimin).

[o] Fatwa itu membuka jalan lebar kepada Amerika, Inggris, dan Perancis –tiga negara syaitan– untuk menyerang Libya. Seakan, fatwa itu semakin memudahkan langkah ketiga negara syaitan itu untuk menyerang Libya. Mereka menyimpulkan, bahwa Muamar Qaddafi sudah habis, karena difatwakan boleh dibunuh. Nah, negara-negara syaitan itu pun ingin partisipasi mengamalkan fatwa itu, dengan upaya membunuh Qaddafi.

Seperti sudah kita katakan sebelumnya. Muamar Qaddafi punya track record yang tidak sedap kepada gerakan-gerakan Islam di Libya. Banyak orang mengklaim kezhaliman dan kekejamannya. Tidak masalah Qaddafi diganti oleh pemimpin lain, jika benar-benar lebih baik (dan lebih Islami).

Tetapi jangan karena upaya mengganti Qaddafi itu, lalu kita mempersilakan negara-negara penjarah seperti Amerika, Inggris, Perancis, dan kawan-kawan merajalela di bumi Libya. Tidak bisa. Itu haram. Tidak bisa sama sekali.

Yang kita inginkan bagi rakyat Libya, rakyat Mesir, Tunisia, dan rakyat Timur Tengah lainnya, adalah KEBAIKAN untuk mereka. Jika demokrasi bisa menjamin kebaikan hidup mereka, OK. Silakan tempuh demokrasi! Jika pergantian kepemimpinan menjamin kebaikan hidup mereka, silakan diganti pemimpin-pemimpin diktator itu!

Tetapi, pertanyaannya: Adakah harapan kebaikan dengan cara membuka pintu selebar-lebarnya bagi penjarahan, penjajahan, dan perampokan oleh negara-negara agressor seperti Amerika, Inggris, dan Perancis???

Dalam kondisi seperti ini, fatwa Al Qaradhawi sangat dinantikan, untuk menggelorakan JIHAD FI SABILILLAH melawan negara-negara agressor, Amerika, Inggris, Perancis! Bisa jadi, dengan fatwa semacam itu Al Qaradhawi akan memiliki kesempatan untuk menebus kesalahan sebelumnya.

Semoga saja. Amin ya Karim!

 

AM. Waskito.


Berhati-hatilah, Pak Jusuf Kalla!!!

Oktober 19, 2010

(Revised edition).

 

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Kita bergembira ketika beberapa waktu lalu tersiar berita, bahwa Pak Jusuf Kalla (mantan Wakil Presiden RI) ingin ikut menjadi penengah perdamaian antara Palestina-Israel. Bisa jadi, dari pengalaman menjadi mediator perdamaian Malino I dan II, lalu perjanjian antara RI-GAM di Aceh, Pak Jusuf Kalla memiliki track record untuk maju ke level konflik Palestina-Israel. Meskipun kita tahu, level konflik di internal bangsa Indonesia sangat berbeda dengan konflik abadi antara kaum Muslimin versus Zionisme internasional itu. Tetapi tidak apalah, semangat Pak Kalla layak dihargai.

Tetapi kita sangat prihatin ketika MER-C melansir pernyataan yang intinya menghimbau agar PMI (lembaga yang kini dipimpin oleh Jusuf Kalla) agar membatalkan kerjasama dengan Israel. Kita kaget, ada apa dengan PMI? Ada apa dengan manuver Jusuf Kalla? Apakah mereka ingin membuka kerjasama dengan MDA -palang merahnya Yahudi terlaknat itu-?

Tidaklah seorang Yahudi menjabat tangan kita dengan hangat; melainkan di hatinya, dia ingin membunuh kita.

Selengkapnya rilis dari MER-C bisa dibaca disini: MER-C Minta PMI Batalkan Kerjasama dengan Israel. Kalau membaca pernyataan MER-C ini kita amat sangat prihatin. Bagaimana Bapak Jusuf Kalla sampai melakukan kunjungan atas nama PMI ke Israel? Bagaimana beliau bisa berjalan-jalan mengunjungi instalasi-instalasi kesehatan di Israel? Bagaimana beliau  kagum dengan kehandalan teknologi Israel, lalu berniat membuka jalan kerjasama antara PMI dengan MDA (palang merahnya Israel)? Sangat menakjubkan, bagaimana semua itu bisa terjadi?

Kita sangat amat prihatin. Bagaimana Pak Jusuf Kalla sampai mengeluarkan statement, “Untuk urusan kemanusiaan dan sistem manajemen transfusi darah mereka, kita akan saling tukar pengalaman.” Seolah, dalam urusan politik, militer, ekonomi, dll. kita tidak usah kerjasama dengan Israel. Tetapi dalam masalah kemanusiaan, kita boleh sharing dengan mereka.

Allahu Akbar, mengapa Pak Jusuf Kalla tidak ingat dengan kejahatan Isreal terhadap armada Mavi Marmara? Padahal Mavi Marmara adalah kafilah pelayaran yang membawa missi kemanusiaan ke Ghaza. Apakah sulit untuk mengingati kejadian yang baru terjadi beberapa bulan lalu? Dimana empati kemanusiaan kita ketika Israel memblokade jalur Ghaza sehingga disana ada jutaan manusia menderita, kelaparan, terserang penyakit, kekurangan gizi, obat, dan air? Apakah itu yang kita sebut sebagai kerjasama kemanusiaan? Jelas sangat mengherankan.

Wajib bagi Ummat Islam untuk memerangi Yahudi Israel secara totalitas, secara menyeluruh, dari arah manapun mereka berada di muka bumi ini; dan dalam waktu kapanpun, sampai Hari Kiamat. Ini adalah kewajiban universal ummat manusia, khususnya kaum Muslimin untuk memerangi Yahudi secara komprehensif.

Mengapa harus demikian?

Sebab Zionisme Internasional telah merusak manusia dan kemanusiaan, secara sistematik, secara menyeluruh, secara massif di berbagai sisi kehidupan insan. Yahudi telah benar-benar menghancurkan peradaban manusia melalui sistem ekonomi ribawi, kapitalisme, kebohongan media, penghancuran budaya melalui film-film, musik, fashion, gaya hidup. Yahudi telah merusak kesehatan melalui berbagai konspirasi virus, obat berbahaya, makanan beracun, air terpolusi, udara kotor, dll. Yahudi telah merusak lingkungan, merusak mentalitas, merusak keturunan. Yahudi telah merusak sistem pertahanan, merusak tradisi militer, merusak birokrasi, lembaga sosial, lembaga keagamaan, lembaga bisnis, termasuk di dalamnya lembaga kemanusiaan. Yahudi telah merusak kehidupan melalui organisasi rahasia, agen, penyusupan, makar, dll. Singkat kata, Yahudi Israel inilah entitas yang diperingatkan dengan keras dalam Al Qur’an, “Wa laa ta’tsau fil ardhi mufsidin” (janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan berbuat kerusakan).

Memerangi Yahudi secara komprehensif dan totalitas, sama dengan menyelematkan manusia dari bahaya kekejian mereka. Itu adalah kontribusi kemanusiaan tertinggi. Jauh lebih mulia dan berarti daripada sekedar urusan teknik transfusi darah.

Dr. Siti Fadilah Supari, Mantan Menkes, juga pernah mengingatkan bahaya Zionisme di dunia kesehatan dunia. Bahkan kita masih ingat, orang-orang Israel kerap mencuri jenazah anak-anak Palestina yang terbunuh dalam konflik, lalu diambil organ dalamnya, untuk kebutuhan transplantasi di negerinya. Dengan berkedok missi kemanusiaan, mereka mencuri organ. Masya Allah, semoga Allah melaknati manusia-manusia keji itu.

Nabi Saw sudah berkali-kali mengingatkan kelicikan kaum Yahudi ini. Beliau ingatkan kaum Muslimin agar berhati-hati terhadap makar Yahudi. Kita masih ingat, bagaimana kabilah-kabailah Yahudi di Madinah harus diusir dari Madinah karena segala pengkhianatan mereka. Pengkhianatan terbesar ialah oleh Bani Quraidhah yang membangun sekutu (Al Ahzab) dalam rangka menghabisi peradaban Islam.

Jangankan Anda, wahai Pak Kalla, Nabi Muhammad Saw pun dikhianati oleh Yahudi-Yahudi keji itu. Bahkan Nabi Musa As terus-menerus disakiti hatinya oleh makhluk terkutuk dari kalangan Yahudi itu; bahkan Nabi Harun As nyaris dibubuh oleh mereka dalam kasus penyembahan sapi betina. Nabi kaum Yahudi sendiri dimusuhi oleh mereka, apalagi seorang Jusuf Kalla? Tentu Anda tidak akan dipandang oleh mereka, kecuali bila posisi Anda bisa dimanfaatkan oleh mereka untuk ditipu, dikhianati, ditunggangi, dll.

Pak Kalla, kami mengingatkan Anda agar bersikap lurus! Isilah akhir-akhir hidup Anda dengan kebajikan! Jangan diisi dengan kontroversi-kontroversi. Semua itu akan meletihkan diri Anda sendiri, akan membuyarkan angan-angan baik Anda; bahkan bisa menghempaskan usaha-usaha bisnis keluarga Anda!

Semoga Bapak Jusuf Kalla menyesali kepergiannya ke negeri Yahudi yang telah dilaknat oleh Allah, makhluk di bumi dan di langit itu. Pergi kesana, selalu membawa ekor masalah yang panjang, sebab pergi kesana seperti mendatangi tempat yang penuh laknat.

Semoga Pak Jusuf Kalla juga tidak ada niatan untuk meneruskan kerjasama antara PMI dan MDA Israel.  Demi Allah, Pak Kalla. Andaikan Anda terus meneruskan rencana kerjasama dengan palang merah Israel, kami akan menyerukan kaum Muslimin agar memboikot PMI, menolak donor darah ke PMI, menolak menyumbang PMI, dan seterusnya.

Akhir kalam, semoga Anda Pak Jusuf Kalla bisa memahami harapan baik ini. Allahumma amin. “Siapa yang berbuat baik, sebenarnya dia berbuat untuk kebaikan dirinya sendiri.”

 

Bandung, 19 Oktober 2010.

Abu Muhammad Al Nusantari.



Air Mata Dunia untuk “King Jacko”

Juli 9, 2009

Jacko, kutulis sebuah surat kenangan untukmu…

Kalau kamu bisa membaca, surat ini kutulis setelah aku mengambil singkong di kebun. Jaman sekarang apa-apa mahal. Tanam singkon sendiri, lumayan untuk pengganti ongkos jajan. Singkong seperti ini bagus untuk bisnis. Tekstrurnya lembut, kulit lunak, rasanya juga lunak. Di pasaran harganya sudah lumayan. …lho, kok jadi ngomong bisnis ya? Padahal ini kan dalam rangka “in memoriam”. Ehm, mohon maaf, jadi keterusan membahas singkong.

Kembali ke laptop… (sambil tiga jari diarahkan ke monitor komputer).

Jacko, aku sedih mendengar kematianmu….

Bukan karena aku suka kamu, atau jadi fans kamu. Tapi sedih ngeliat orang-orang jadi pada nangis, setelah kamu mati. Mereka biasanya jarang nangis. Bahkan saat Nyak Babe-nye meninggal, mereka tidak menangis. Cuma pura-pura menangis, biar tidak malu amat sama tetangga-tetangga. Tapi begitu kamu mati, wahai Jacko, mendadak mereka menangis. Mereka mengatakan, “Forever love to you, Jacko! God bless you, God love you, all of the world love you!” Doa macam itu tak pernah mereka panjatkan saat Nyak Babe-nya wafat, tapi dipanjatkan saat kamu mati. Jacko, aku menangis sedih memikirkan kenyataan ini. Nyak Babe-nya yang sejak kecil nyuapin, nyebokin, ngasih uang saku, nyuciin pakaian, beliin jaket, sarung, kaos, sepeda, dan lain-lain. Tapi mereka pelit air mata. Giliran kamu, King Jacko, yang tak pernah berbuat apa-apa buat mereka, ditangisi sampai kering air mata.

Jacko, aku sedih mendengar kematianmu…

Kamu bener-bener “superstar” sejati. Kamu tidak cuma ngetop saat manggung, saat nyanyi, saat dancing dengan gerakan patah-patah. Bahkan kamu jadi bintang saat mati. Kematianmu jadi tontonan berharga mahal. TV, radio, majalah, koran, situs internet, gossip selebritis, dan lain-lain rasanya “berhari raya” saat kamu mati. Mereka berharap., andai kematianmu bisa diulang sampai 10 kali. Ya, biar pundi-pundi untung mereka semakin tebal, gitu loch!

Jacko, kamu hebat banget. Sampai kematianmu pun menjadi produk entertainment berharga mahal. Lebih dari seminggu mayatmu tidak segera dikubur, biar industri hiburan internasional meraup untung lebih banyak. Kalau mayatmu ditunda dikubur sampai tahun depan, mungkin industri musik dunia akan ambruk, semua bintang musik dunia kalah sama kamu. Bahkan, sampai saat kamu mau dikubur, otakmu diambil dulu, untuk penyelidikan. Ya Allah, kenapa tangan dan kakimu tidak diambil juga ya, buat kenang-kenangan di museum? Inilah manusia jaman modern. Makin bertingkah, makin kayak orang “gak genah”.

Hasil "metamormofis" bertahun-tahun.

Hasil "metamormofis" bertahun-tahun.

Jacko, jujur saja aku sedih mendengar kematianmu…

Sejak kamu mati, banyak orang memburu kaset dan CD kamu. Meskipun produk lawas, mereka borong juga. Mereka mau bayar mahal kaset-kaset kamu, atau CD-CD kamu. Tapi tenanglah… Untuk stock di Indonesia dijamin aman. Ya, tahu sendirilah, Indonesia ini kan negara “bajak laut”. Eh maaf, maksudnya terkenal dengan pembajakan. Jadi, hanya dalam hitungan beberapa jam, soal stock musik-musik kamu akan teratasi. Di Amerika sendiri, setelah kamu mati, CD kamu terjual laris manis, meningkat sampai 4000 % (40 kali lipat).

Jacko, kalau tahu akan begini, mungkin produser CD kamu akan menyesali diri, “Mengapa tidak mati sejak dulu saja ya, biar dagangan ini laris manis.” Di era Amerika sedang bangkrut seperti sekarang, kematianmu Jacko, bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Amerika, mungkin 1,2 %. (Dari mana Mas ngitungnya? Ya, akal-akalan sajalah. Asal ada persen dan komanya).

Kalau melihat para artis Indonesia, mereka kan suka ikut-ikutan. Mereka tidak mandiri, tidak memilihi kehidupan sendiri. Mereka hidup di atas format orang lain. Mereka sangat takjub dengan segala yang berbau Amrik. Kalau melihat kematianmu ini, wahai Jacko, mungkin pra artis itu juga ingin ikut-ikutan terkenal, setelah mati. Aku bayangkan, mereka akan segera membuat hutang sebanyak-banyaknya. Lalu mereka tinggal di sebuah villa, menyendiri. Sambil mempersiapkan “konser terakhir”, mereka akan membuat kematiannya penuh misteri.

Baca entri selengkapnya »


Moralitas Negeri Jiran Malaysia

Juni 5, 2009

Isu seputar Malaysia tidak hanya menyangkut Manohara. Saat ini kita juga sedang terus mengikuti perkembangan di Pulau Ambalat, perbatasan Indonesia-Malaysia. Sebagaimana sudah banyak diberitakan, berkali-kali kapal laut Malaysia memasuki perairan Ambalat yang selama ini masuk yuridiksi wilayah Indonesia. Begitu gemasnya pihak militer melihat provokasi kapal Malaysia, sampai terlontar ucapan “perang” dari salah seorang perwira AL.

Ternyata, Malaysia bukan hanya bermasalah dengan Indonesia, tetapi juga bermasalah dengan negara-negara tetangganya, seperti Singapura, Filipina, Jepang, juga China. Dapat disimpulkan, negara satu ini memang sedang over acting; merasa jumawa dengan kekuatannya, lalu memandang remeh bangsa lain.

Belum hilang dari ingatan kita ketika Indonesia kehilangan Pulau Siapadan dan Ligitan. Dua pulau itu akhirnya menjadi milik Malaysia, setelah mereka memenangkan perkaranya di Mahkamah Internasional. Bisa jadi, dengan cara yang sama mereka akan mengklaim Pulau Ambalat. Kalau masalah itu dibawa ke Mahkamah Internasional, sangat mungkin Indonesia akan kalah lagi. Malaysia memiliki hubungan baik dengan blok persemakmuran Inggris (Commonwealth). Dengan akses politiknya, Malaysia bisa mengambil Ambalat dari Indonesia.

Di suatu saat nanti, kalau Ambalat sudah terpegang, Malaysia akan mengincar pulau-pulau lainnya. Bisa jadi, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Ambon, Maluku, dan lainnya nanti akan diklaim oleh Malaysia. Caranya gampang! Pertama, mereka akan membuat peta terbaru versi mereka sendiri; Kedua, mereka akan melakukan provokasi dengan memasuki wilayah Indonesia tanpa ijin, dan hal itu dilakukan berkali-kali; Ketiga, mereka akan terus melakukan aksi sampai masalah itu diangkat ke Mahkamah Internasional di Denhag Belanda; dan keempat mereka akan memanfaatkan posisi politiknya untuk memenangkan perkara.

Malaysia berani bersikap seperti itu sebab di Indonesia memang tidak ada yang berwibawa. Tidak ada yang mereka takuti. Orang Indonesia dianggap bodho-bodho, gampang diapusi. Bahkan mereka percaya bahwa para pejabat dan politisi Indonesia itu sangat mudah dibeli. Dengan diberi sejumlah imbalan tertentu, dijamin semua urusan akan beres. Dan kebetulan, yang ngiler dengan uang ringgit Malaysia dari kalangan bangsa Indonesia sendiri banyak. (Ya maklumlah, di negeri ini sejak lama berlaku prinsip: “Keuangan yang maha kuasa!”).

Baca entri selengkapnya »