Baca dan Aminkan Para Pembaca…!!!

April 5, 2017

Alhamdulillah was sholatu was salamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa alihi wa ashabihi ajma’in.

Allahummagh-firlana warhamna wahdina wa ‘afina warzuqna. (Ya Allah ampuni kami, sayangi kami, berikan kami petunjuk, selamatkan kami, dan beri kami rezeki).

Robbana laa tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wa hablana min ladunka rohmatan, innaka antal wahhab (Wahai Rabb kami, jangan Engkau gelincirkan hati-hati kami setelah Engkau beri petuntuk, limpahkan kami dari sisi-Mu berupa kasih sayang, sesungguhnya Engkau benar-benar Maha Pemurah).

Allahummaj’al tsa’rona ‘ala man zholamana (Ya Allah jadikan balasan atas orang yang menzhalimi kami)

Wanshurna ‘ala man ‘aadana (tolonglah kami atas siapa yang memusuhi kami)

Wa laa taj’al mushibatana fi dinina (jangan jadikan musibah menimpa agama kami)

Wa laa taj’alid dunya akbaro hammina wa laa mabla-gho ‘ilmina (jangan jadikan DUNIA sebagai impian kami tertinggi dan muara tujuan ilmu kami)

Wa LAA TUSALLITH ‘ALAINA MAN LAA YARHAMUNA (jangan kuasakan kami kepada pemimpin YANG TIDAK MENYAYANGI KAMI). 

Amin amin ya Mujibas sa’ilin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah wa ‘ala alihi wa shahbihi wa man walah.

.

.

***) Bantu dengan Aminkan, Sebarkan, agar Allah memberikan PEMIMPIN MUSLIM untuk DKI Jakarta dalam Pilkada April 2017 ini. Amin amin ya Sami’.

(MotherLand).


Mari Doakan Politisi Muslim Terzhalimi…

Juni 28, 2016
Doakan Saudaraku agar Allah Bebaskan

Doakan Saudaraku agar Allah Bebaskan

Ada beberapa tokoh politisi Muslim yang saat ini DIPENJARA.
Mereka adalah korban KONSPIRASI HUKUM rezim yang lalu, lewat KPK.
.
Mereka adalah:
1. Bapak Suryadarma Ali (mantan Ketua Umum PPP).
2. Ustadz Luthfi Hassan Ishaq (mantan Presiden PKS).
3. Bung Anas Urbaningrum (mantan Ketua Umum Partai Demokrat).
.
MEREKA adalah putra-putra Ummat. Telah berkiprah dalam perjuangan politik KEUMMATAN. Dengan segala kelebihan dan kekurangan.
.
Semoga Allah Ta’ala segera membebaskan mereka.
Semoga Allah Ar Rahim menolong atas kesulitan mereka & keluarganya.
Semoga Allah memberi karunia KEADILAN yang murni, kepada mereka.
Semoga Allah membalas atas orang-orang yang zhalim dengan hukuman berlipat ganda.
Semoga Allah menolong para pejuang di jalan-Nya.
.
Amin amin, Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa alihi wa ashabih.
.
Di bulan MULIA ini, kami teringat orang-orang yang ‪#‎TERZHALIMI‬. Mungkin mereka menantikan doa-doa kita. Mari kita doakan saudaraku.
.
‪#‎MUSLIM_SOLIDARITY‬


Lupakan Dulu Sebagian Kekurangan Muslim

Maret 11, 2016
Pilih Pemimpin MUSLIM

Pilih Pemimpin MUSLIM

Idealnya, orang Muslim itu hebat, keren, pintar, bermoral, tak ada cela. Tapi mencari yang begitu kan susah. Iya gak.
.
SUATU saat, kita harus MEMAKSAKAN DIRI MENUTUP MATA atas kekurangan-kekurangan Muslim, ketika dia sedang BERTARUNG DENGAN KUFAR.
.
Sejelek-jeleknya sosok Muslim; bila berhadapan dengan kufar; dia masih LEBIH BAIK di mata Allah SWT.

(PilihMuslim).


Riwayat Sangat Menakjubkan

Oktober 9, 2015

Kami temukan riwayat ini dalam Riyadhus Shalihin. Begitu membacanya serasa “cerah ceria”. Ada POIN HEBAT yang sesuai dengan kondisi politik di zaman sekarang.
.
Setiap orang mungkin beda rasa dan selera. Namun silakan saja direnungkan sendiri. Kami tak mau mendikte. Monggo…Mas, Mbak, Bapak, Ibu.
.
Dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Tsalatsatun laa yukallimuhullahu yaumal qiyamati wa laa yuzakkihim wa laa yanzhuru ilaihim walahum ‘adzabun alim: Syaikhun zaanin, wa malikun kadz-dzab, wa ‘aa-ilun mustakbir“. (HR. Muslim).
.
Nabi Saw bersabda: “Ada 3 jenis manusia yang Allah tidak akan bicara pada mereka di Hari Kiamat, tidak akan mensucikan mereka, tidak melihat mereka, dan bagi mereka adzab yang perih. Mereka adalah: Orang tua bangka pezina, raja (presiden) pendusta, orang miskin yang sombong.” [HR. Muslim].
.
PEMIMPIN PENDUSTA balasannya: Tidak diajak bicara oleh Allah, tidak disucikan, tidak dipandang-Nya, sudah begitu DIANCAM SIKSA PERIH. Hiih, mengerikan.
.
Demikian, semoga riwayat ini menginspirasi. Amin Allahumma amin.

(Run).


Teruskan Bersikap Kritis…

Agustus 30, 2015

Empowerment

Bismillahirrahmaanirrahiim. Saudara-saudari Muslim yang kami cintai. Mungkin setelah membaca blog ini sejak pasca Pilpres 2014 sampai saat ini, Anda akan mendapati sikap kami seperti berubah. Dengan kata lain, seperti tidak kritis lagi kepada rezim berkuasa.

Sejujurnya kami memang berubah. Tapi maksudnya, kami telah sepakat untuk lebih fokus kepada pemberdayaan internal kaum Muslimin. Pilihan ini kami ambil setelah bertahun-tahun mengelola blog ini, melaksanakan kegiatan-kegiatan di lapangan, membaca secara kritis situasi sosial, dan berdiskusi dengan banyak pihak. Jadi tidak serta merta.

Selama ini kami melihat kekurangan kita dalam usaha pemberdayaan ini. Sedangkan untuk masalah isu media atau debat medsos, kita tidak kurang-kurang. Ya mungkin kata-kata seperti ini klise ya, tapi itulah kenyataan yang ada di depan mata. Coba pikirkan kalimat ini: “Andaikan kaum Muslimin kuat berdaya, mustahil akan selalu kagetan dengan isu-isu baru. Bahkan seharusnya kita bisa memperkirakan akan datangnya masalah-masalah di masa depan.” Coba pikirkan kalimat ini.

Kalau kami dianggap takut, alhamdulillah tidak. Sejak tahun 2008 lalu kami terus mengkritisi pemerintah SBY Cs. Ya itu sebagai alasan, bahwa kami sudah berbuat semampunya.

Kalau kini muncul rezim yang LEBIH PARAH dari SBY Cs tersebut, ya menjadi kewajiban yang lain untuk turun meluruskan. Di balik rezim tersebut berkumpul banyak orang yang memiliki jiwa Islamophobia. Di mata mereka, kaum Muslimin tidak ada benarnya. Bukan sekedar Islamophobia, bahkan ada semangat kolonialisme.

Ya silakan, Anda teruskan amanat Ummat untuk terus meluruskan arah yang salah dan bengkok. Kami telah memilih langkah untuk melakukan pemberdayaan Ummat. Itu pun ditempuh setelah sekian lama mencoba menyampaikan amanat amar makruf nahi munkar semampunya…

Malahan saat ini kita jauh lebih membutuhkan sikap kritis lebih dari kebutuhan saat SBY Cs kemarin. Maka kami mendukung sepenuhnya gerakan Ummat untuk menunaikan amar makruf nahi munkar, dengan sebaik mungkin. Adapun tentang kebijakan kami pribadi, atau terkait media ini, ya Anda semua telah memahami.

Demikian. Semoga dimaklumi. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Admin Blog).

 


Jiwa Besar Buya Muhammad Natsir

Juli 15, 2015
Sikap Bijak Pemimpin Islam

Sikap Bijak Pemimpin Islam

>> Beliau salah satu pemimpin legendaris Masyumi. Pendiri Dewan Dakwah Islamiyah (DDII). Penerima Faishal Award. Menjadi tokoh penting di balik program BEASISWA belajar ke Saudi.
>> Beliau adalah benteng tangguh dalam menghadang SEKULARISASI, KRISTENISASI, PKI, SYIAH, ALIRAN SESAT, LIBERAL. Rata-rata gerakan Islam Nusantara terinspirasi perjuangan beliau.
>> Di zaman Orde Lama pernah konfrontasi pemikiran menghadang otoritarianisme Soekarno. Wal hasil, beliau dianggap “musuh negara” terkait isu PRRI/Permesta. Isu itu juga yang menjadi dasar pembubaran Masyumi oleh Soekarno.
>> Sebuah kisah penting…
>> Saat zaman awal Soeharto, banyak tokoh dan aktivis PKI dijebloskan ke penjara.
>> Entah kenapa, Soeharto memasukkan orang-orang PKI itu dalam SATU SEL dengan tokoh-tokoh Masyumi yang lebih dulu masuk.
>> Mengingat sikap PKI yang sejak lama KEJAM kepada Masyumi, tentu saja orang-orang PKI itu jadi ketakutan. Mereka khawatir akan jadi “sansak” (di-bully) di hadapan kader-kader Masyumi.
>> Tokoh-tokoh Masyumi tahu ketakutan di wajah orang-orang PKI. Subhanallah…apa yang terjadi? Ternyata, orang-orang PKI itu disambut hangat, ramah, penuh kasih sayang. Kesalahan mereka dimaafkan, malah diajak melupakan.
>> Buya Muhammad Natsir tidak membolehkan tindakan kasar atas mereka. Mereka diterima sebagai teman, dilindungi, dibantu dengan makanan. Kalau ada kiriman makan untuk tokoh-tokoh Masyumi, sebagian diberikan ke orang-orang PKI itu.
>> Padahal saat jaya-jayanya, manusia PKI itu amat sangat kejam dalam melecehkan Islam dan tokoh-tokohnya.
>> Dari perlakuan manis itu, tokoh-tokoh PKI tersebut mau belajar berwudhu, shalat, mengaji. Inilah awal titik perubahan sikap tokoh-tokoh PKI terhadap Islam. Salah satunya, Pramoedya Ananta Toer, budayawan.
>> Suatu ketika, tokoh-tokoh Masyumi dibebaskan dari penjara oleh negara. Sedangkan kader dan tokoh PKI akan dikirim ke Pulau Buru, menjalani pengasingan di sana. Tahukah Anda, apa yang terjadi?
>> Tokoh-tokoh Masyumi dan kader-kadernya turun ke Pelabuhan Tanjung Priok, untuk MELEPAS KEPERGIAN MEREKA ke Pulau Buru, sebagai saudara. Subhanallah…
>> Ketika itu TAK ADA yang berani dekat-dekat dengan Tapol PKI, tapi mantan tokoh-tokoh Masyumi perlihatkan jiwa besarnya. Mereka satu-satunya elemen masyarakat yang MAU HARGAI sisi kemanusiaan warga eks PKI itu.
>> Perpisahan di pelabuhan Tanjung Priok terjadi penuh hujan air mata bercucuran. Warga eks PKI merasa amat sangat bersalah karena telah menzhalimi manusia-manusia luhur akhlak itu. Sedang tokoh-tokoh Masyumi bersedih memikirkan nasib saudara-saudara yang baru terketuk hatinya.
>> Irhamna ya Arhama Rahimiin….
>> Kalau tidak salah, hubungan antara mereka dilanjutkan dengan surat-menyurat, mengirim kader-kader dai ke sana, juga buku-buku.
>> Orangtua-orangtua kita punya TELADAN JIWA BESAR. Sekalipun kepada mantan MUSUH BEBUYUTAN. Tapi sayang…di hari ini kita sangat gemar memusuhi, membenci, dan memerangi SAUDARA SENDIRI. Sayang sekali. Seperti beda “bumi dan langit”.
***SUMBER: Penuturan Al Akh Arta Abu Azzam, pemerhati sejarah. Dari penuturan mantan sopir pribadi Buya M. Natsir rahimahullah.

(MindOn).


Beberapa Rahasia Politik…

Juni 21, 2015

>> Kalau disebarkan, berarti bukan rahasia lagi? Ya, akur. Atau jadi “rahasia umum”.

>> Sepintas lalu, pendirian politik kami seolah SELALU ANTI REZIM BERKUASA. Padahal tidak selalu begitu.

>> KAIDAH politik kami sangat sederhana: “Siapa yang pro Islam dan Ummat, kami dukung. Siapa yang anti Islam dan Ummat, kami berlepas diri.”

>> Kepentingan Ummat, kami terjemahkan sebagai “5 Perkara Dasar Muslim”: Agamanya, jiwanya, ekonominya, moralnya, dan eksistensi generasinya. Sering disebut Al Maqashid Asy Syariah.

>> Dalam sistem Non Syariah, kami tidak membawa-bawa istilah ULIL AMRI, karena tidak relevan. Ulil Amri hanya untuk pemerintahan Syariat.

>> RAHASIA 1:

Sejujurnya, saya termasuk TIDAK SETUJU pada Gerakan Reformasi 1998. Mengapa? Karena konsep Reformasi Pak Amien Rais ketika itu ingin MEROMBAK Orde Baru secara total.

Padahal: (a). Tidak semua produk Orde Baru jelek. Indonesia belum pernah Swasembada Beras, selain di era Orde Baru. Waktu itu saya berpikir, jika ada beberapa gerbong kereta rusak, gantilah gerbong itu. Jangan dibakar seluruh kereta dari depan sampai belakang.

(b). Di 7 tahun terakhir pemerintah Soeharto, beliau sangat APRESIATIF dengan ide-ide Islami.

>> RAHASIA 2: Sejujurnya, saya TIDAK PERNAH mengkritik Pemerintah Habibie (Mei 1998 – Oktober 1999). Karena saya meyakini, beliau adalah bagian dari kepentingan Islam di negeri ini.

Beberapa hari sebelum Sidang Umum MPR Oktober 1999, saya tulis artikel ke Republika, memuji Habibie dan membandingkan dg Gusdur dan Megawati. Tapi sayang, tulisanku ditolak redaktur Republika.

>> Itulah dua pengalaman penting, bahwa kami TIDAK SELALU MEMUSUHI REZIM. Kami hanya galau dengan rezim ANTI ISLAM, semisal Gusdur, Megawatt, SBY, dan Jokovic saat ini.

>> Dari mana kami simpulkan mereka Anti Islam? Ya dari konsep, ideologi, kebijakan mereka yang nyata-nyata MERUGIKAN urusan agama, jiwa, harta, akal, keturunan Ummat Islam.

>> Begitu. Smoga yang sedikit ini menginspirasi. Amin. Alhamdulillahi Rabbil A’la.

(WalkOn).


Mahasiswa dan Kekuasaan

Mei 23, 2015

>> Scara teori, mahasiswa di manapun, tidak ada yg mampu meruntuhkan kekuasaan suatu pemerintah.

>> Gerakan Mei 1998 bukanlah melulu mahasiswa. Mereka hanya jadi “kuda troya” belaka. Ditunggangi kekuatan besar di baliknya.

>> Bahkan opini besar tentang “gerakan mahasiswa 1998” adalah strategi media untuk menyembunyikan pelaku sebenarnya.

>> Untuk menjatuhkan sebuah kekuasaan, butuh kekuatan besar dan proses rumit. Sebagai perbandingan, menjatuhkan Bashar Assad pun tidak mudah.

>> Untuk mengubah sebuah kekuasaan, dibutuhkan hal-hal berikut:

[1]. Opini kuat dan massif bahwa si penguasa sudah tidak pantas lagi. Itu butuh penguasaan MEDIA.

[2]. Butuh kader-kader penggerak, militan, terlatih, pengalaman sosial kuat. Jumlahnya juga harus banyak. Bisa ribuan orang. Mereka ini pelaksana kerja lapangan.

[3]. Butuh dana besar. Tidak mungkin gerakan ini tanpa dana. Itu nonsens. Dana bisa triliunan rupiah. Dan tidak mungkin dari sumber kencleng.

[4]. Butuh dukungan dunia internasional. Terutama dari negara-negara pendukung pemerintah itu.

[5]. Butuh strategi mematahkan intelijen. Karena lembaga intelijen pasti bertugas menjaga kekuasaan.

[6]. Butuh strategi meredam militer & kepolisian. Karena para pemimpin mereka pasti pro penguasa.

[7]. Butuh pemikiran hebat untuk menghadapi kontra opini oleh para politisi (partai politik) dan pengamat.

[8]. Butuh pengalihan perhatian massa, agar tidak mengganggu rencana.

[9]. Butuh pemimpin kharismatik sebagai simbol perlawanan.

[10]. Butuh momentum yg tepat & mendukung.

>> Semua hal di atas tak mungkin dijalankan oleh para mahasiswa. Di negeri manapun, tidak ada revolusi oleh mahasiswa.

>> Bahwa mahasiswa idealis patriotik, mungkin ya. Tapi perubahan politik tak semudah impian dan lamunan.

>> Jangan terlalu membebani mahasiswa. Tapi bebanilah pastisipasi kita dalam kehidupan nyata. Itu lebih fair.

(El-Shami).


Jangan Takut Badai Politik…

Maret 23, 2015

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Badai politik adalah suatu tekanan kuat terhadap sistem perpolitikan di suatu negara. Arahnya bisa menjadi sebuah perubahan skema kekuasaan, bisa terjadi “perimbangan kekuatan” tanpa perubahan kekuasaan, atau bisa juga ia hanya menjadi konsumsi opini politik saja.

Sampai sejauh ini sebagian besar kaum Muslim di negeri kita berada dalam kondisi “tidak siap” dengan gejolak politik, atau “tidak mau”, bahkan “sangat takut”. Padahal kalau mau jujur, sebenarnya kita sebagai bangsa telah melewati banyak sekali “gempa politik”. Hampir setiap periode kekuasaan, bahkan setiap tahun, ada “gempa politik”. Nas’alullah al ‘afiyah.

Sering Terjadi Badai dalam Kehidupan Politik

Sering Terjadi Badai dalam Kehidupan Politik

Melalui pesan sederhana ini kami ingin menyampaikan agar kita, kaum Muslimin, tidak merasa galau, takut, atau panik dengan berbagai kenyataan politik di depan mata, sekalipun ia merupakan “badai politik” yang bisa mengubah skema kekuasaan secara drastis. Maksudnya, kejadian-kejadian semacam itu sangat mungkin terjadi dalam skala kehidupan politik sebuah bangsa.

Karena posisi kita lebih sebagai “obyek politik”, bukan “subyek politik” yang berperan menentukan warna dan konstruksi sebuah sistem kekuasaan; ya kita lebih banyak bersifat MERESPON. Ya bagaimana lagi, itulah kenyataannya.

Terkait upaya merespon ini, nasehat kami: jangan merasa takut dan gentar. Kita jalani kehidupan baik-baik saja, berlandaskan KEIMANAN kepada Allah Rabbul A’la, ketenangan, dan kewaspadaan.

Perubahan sangat mungkin terjadi dalam perpolitikan bangsa. Perhatikan saja, seseorang yang kemarin masih “menjadi walikota” kini sudah menjadi presiden. Bukankah ini adalah perubahan besar? Jika demikian, maka perubahan-perubahan ini memungkinkan terjadi lagi dan seterusnya.

Ada ayat yang sering menjadi nasehat bagi kita semua:

Wa man yakfur bit thaghuti wa yu’min billahi faqad istamsaka bil ‘urwatil wutsqa lan fishama laha wallahu sami’un ‘alim (dan siapa yang mengingkari segala sesembahan selain Allah, lalu dia beriman tauhid kepada Allah, maka dia telah berpegang kepada tali yang amat teguh, tak akan putus selamanya, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui). Surat Al Baqarah 256.

Dalam situasi apapun, kita harus TETAP BERPEGANG kepada Iman Tauhid kepada Allah Azza Wa Jalla. Maka hal ini merupakan pegangan yang sangat kuat dalam kehidupan.

Wallahu a’lam bisshawaab.

(SilverPencil).


POLITIK Hati Nurani

Maret 20, 2015

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Apa itu politik “hati nurani”? Apakah ini semacam nama sebuah partai tertentu? Tidak, tidak sama sekali. Ini tidak terkait dengan partai politik; tapi ini semacam “politik luhur”.

Apa makna politik luhur?

Ya, kita berbicara tentang esensi kehidupan seorang insan di muka bumi. Untuk apa? Ya, untuk ibadah kepada Allah; memurnikan ketaatan kepada-Nya; tidak menyekutukan Dia dengan sesuatu apapun. Itulah tujuan esensi hidup manusia.

Menjalankan Politik Nurani

Menjalankan Politik Nurani

Politik luhur berorientasi ke sana. Ia memperjuangkan segala apa saja daya upaya dan rekayasa sosial, sehingga tercipta kultur kehidupan yang sehat, aman, nyaman, damai; bagi setiap insan untuk BERIBADAH kepada Allah Rabbul A’la.

Sejauh niat menuju kemuliaan ibadah insan itu ada, maka partisipasi siapa saja dalam politik, masuk kategori politik luhur. Tidak mesti meninggalkan posisi yang ada; tapi juga jangan larut dalam “lomba kekuasaan” yang kerap membuat insan politisi lalai dari tujuan semula.

Lalu apalagi?

Ya politik ini bermisi perbaikan. Mengupayakan kehidupan yang selalu lebih dan lebih baik. Semangatnya ishlah. Seperti dalam ungkapan: “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Hari esok harus lebih baik dari hari ini.”

Ada riwayat yang berbunyi: “Jaddidu imanakum bi laa ilaha illa Allah” (selalu perbaharui imanmu dengan kalimat dzikir laa ilaha illa Allah). Dalam kerja politik, seolah kita selalu diajak untuk memperbaiki cara, laku, dan strategi untuk membuahkan hasil LEBIH BAIK.

Mungkinkah dengan cara demikian akan lahir perubahan?

Jangan berkecil hati. Harapan baik selalu menjadi visi untuk dicapai. Jangan lelah berusaha, jangan berhenti berkarya. Perubahan akan terjadi, ketika kita sadar dan mengerti akan akar-akar perubahan itu sendiri.

RAHASIA. Selama ini ternyata sebagian besar “obrolan politik” kita hanya di level permukaan. Tidak menyentuh akar-akar perubahan sama sekali. Di level fundamental, kita belum memasukinya, atau bahkan malas memasukinya. Padahal di sana ada harapan menuju perbaikan.

Untuk berubah, kita butuh kesadaran publik. Kita butuh peran serta para pengusaha. Kita butuh para pendidik, para wartawan, serta tenaga-tenaga sosial. Kita butuh para agamawan, kita butuh dukungan pemegang senjata. Bahkan kita harus berbicara dengan petani, pedagang, nelayan, para pekebun. Juga kita harus diskusi dengan kawula ibu-ibu, gadis-gadis, penduduk desa, dan seterusnya.

Sejujurnya, investasi kita di sana sangat sedikit. Padahal di sanalah poin-poin the real change itu akan bergerak. Sebagian besar “energi politik” kita habis di meja obrolan, debat kusir, hingga saling olok-mengolok. Setelah itu semua selesai, beres, pulang kandang sendiri-sendiri. Besok saat bangun, tahu-tahu segala harga kebutuhan sudah pada naik. Stress-lah kita. Lalu solusinya, kita berdebat lagi, dan terus berdebat.

POLITIK nurani, menyambungkan kesadaran insan kepada Allah SWT; memperkuat kebersamaan dan saling tolong-menolong antar sesama Muslim; terus menebarkan kebaikan dengan tulus; sabar dalam mengubah kemunkaran; serta yang sangat penting adalah menanamkan benih-benih kebajikan di sektor-sektor vital (titik-titik perubahan sosial).

Berpolitik nurani? Ya, hayo. Come on. Mari kita lakukan… Semoga Allah Ta’ala membimbing rakyat dan bangsa ini menuju keadaan yang diridhai-Nya. Amin amin ya Rahmaan.

(WeStand).