Siapa Pelaku Teror Bom JW Marriot?

Juli 18, 2009

Kalau ditanya, “Siapa pelaku teror bom di hotel JW. Marriot dan Ritz Carlton yang membuat rencana kedatangan tim Manchester United ke Indonesia dibatalkan seketika?” Terus terang, saya, Anda, atau orang-orang di luar lingkar Pemerintahan, tidak tahu menahu. Kita hanya bisa menebak-nebak, “Mungkin dia, atau dia. Mungkin ini atau itu. Mungkin disini atau disono.” Ya, serba hanya meraba-raba saja.

Di mata para peminat teori konspirasi, mereka memiliki KAIDAH ANALISIS yang unik. Kaidah itu bunyinya, kurang-lebih: “Jangan percaya dengan apa yang Anda lihat dan Anda dengar. Berpikirlah terbalik dari apa yang dipikirkan orang banyak.” Aneh bukan? Tapi sungguh, di dunia peminat teori konspirasi, kaidah ini sangat laku.

Bukan wewenang kita untuk memastikan siapa pelaku teror bom itu. Kita hanya bisa menduga-duga dengan segala analisa yang memungkinkan. Memang hasil dugaan ini tetap dugaan, tetapi setidaknya bisa membantu kita untuk berpikir utuh. Tidak mudah diombang-ambingkan oleh informasi media-media massa.

Siapa pelaku teror itu? Banyak kemungkinannya. Disini kita sebut kemungkinan-kemungkinan itu. Tapi sekali lagi, ini sifatnya hanya kemungkinan, bukan fakta atau tuduhan.

Kemungkinannya:

[1] Orang-orang Muslim radikal yang setuju dengan aksi-aksi terorisme untuk menyerang sasaran non Muslim atau hal-hal yang berhubungan dengan Amerika, Inggris, NATO, dan sekutu-sekutunya, di seluruh dunia. Mereka mematuhi fatwa jihad global dari Usamah bin Ladin.

[2] Orang-orang awam yang telah mengalami proses indokrinasi keagamaan luar biasa, lalu sangat terinspirasi dengan impian syurga jika mereka mati setelah melakukan aksi kekerasan.

[3] Pemuda-pemuda penuh semangat yang tidak sadar kalau dirinya sedang dikendalikan oleh kekuatan besar untuk melakukan aksi-aksi yang kelak akan mencemarkan citra Islam dan kaum Muslimin. Di Indonesia dulu pernah ada kasus Komji, Jamaah Imran, pembajakan Woyla, dll. yang tidak murni gerakan pemuda-pemuda itu.

[4] Orang-orang bayaran yang mau melakukan apa saja, dengan imbalan sangat besar. Meskipun taruhannya, dia harus mati akibat order yang dia terima.

[5] Aparat resmi yang melakukan konspirasi untuk tujuan politik tertentu. Dengan aksi itu mereka berharap akan memuluskan agenda tertentu yang sudah disiapkan. Dalam kasus WTC yang diikuti invasi ke Afghanistan dan Irak, kita bisa membaca bahwa Tragedi WTC itu telah di-setting dengan sangat rapi.

[6] Intelijen asing yang sengaja melakukan gerakan-gerakan aksi, untuk lagi-lagi menghantam kepentingan negara tertentu.

[7] Kaum mafia, kelompok kriminal terorganisir yang ingin melakukan tekanan, merebut asset, membalas dendam, dan lain-lain.

[8] Para kapitalis yang sedang terlibat perang bisnis, lalu memanfaatkan orang-orang “frustasi” untuk melakukan aksi-aksi kekerasan tertentu.

[9] Para elit politik yang sedang berebut kekuasaan, yang memanfaatkan orang-orang “frustasi” untuk memperebutkan kursi kekuasaan. Beberapa tahun lalu kita sering mendengar, bahwa aksi-aksi kerusuhan sosial di daerah, katanya merupakan dampak dari konflik rebutan kekuasaan elit-elit di Jakarta.

[10] Kelompok garis keras non Muslim yang ingin menyerang pihak-pihak yang dibencinya. Contoh serangan sekte Aum Shinrikyo di Jepang yang pernah menyerang stasiun KA. Begitu juga pengikut David Coresh di Amerika yang pernah mengebom gedung FBI sampai berantakan.

[11] Kelompok separatis yang ingin memisahkan diri dari suatu negara. Ini sudah banyak contohnya. Separatis Basque sering melakukan serangan bom di Spanyol, begitu juga tentara IRA di Irlandia Utara. Mereka melakukan serangan bom dengan alasan separatisme.

[12] Orang iseng yang sengaja melakukan aksi teror untuk mencari sensasi.

Maka lihatlah wahai saudaraku, satu kejadian bisa mengandung banyak kemungkinan. Anda jangan cepat menyimpulkan, pelakunya ini dan itu. Tetapi harus sangat cermat dan hati-hati. Jika Anda menduga kuat pelakunya Si Fulan atau Fulan, itu baru satu kemungkinan saja. Masih ada 11 kemungkinan lainnya, atau malah lebih dari itu.

Selamat berpikir jernih. Sekali-kali jangan menyerang Islam, untuk apa yang tidak diperbuatnya. Islam adalah suci, sebab Ia diturunkan dari Dzat yang Maha Suci. Siapa yang menodai agama Allah, pasti Allah akan menodai segala kehidupan dan nasibnya. Na’uzubillah min dzalik.

AMW.

Iklan