MENEBAK MAKSUD SERANGAN RUSIA DI SURIAH ???

Oktober 11, 2015

Apa maksud Rusia menyerang Suriah, sampai membawa kapal induk segala?
.
Kapal induk fungsi utamanya seperti “pulau berjalan”. Dipakai sebagai LANDAS PACU pesawat tempur melakukan serangan.
.
Kapal induk itu seperti sebuah MANAJEMEN KELURAHAN bergerak bebas di lautan. Terutama di zona pelayaran internasional.
.

Invasi Melindungi ISRAEL dan ASSADIS

Invasi Melindungi ISRAEL dan ASSADIS


ALASAN 1: Rusia, China, Korut merasa sebagai ALIANSI LAMA kaum Assadis. Jadi wajar kalau mereka terganggu dengan nasib Assadis Suriah yang semakin keteteran.
.
ALASAN 2: Kaum Zionis Israel takut dengan teori “sarang lebah”. Maksudnya, Suriah kini memanggil semua pejuang Islam masuk ke sana. Istilah Zionis: “Suriah jadi titik konsentrasi Mujahidin seluruh dunia.” Hadapi pejuang Hamas, mereka keteteran, apalagi seluruh faksi pejuang muncul?
.
ALASAN 3: Amerika dan NATO tak mau gempur Assadis dan ISIS. Kalau gempur keduanya, mereka khawatir Mujahidin semakin kuat. Kalau gempur Mujahidin, mereka malu dengan kampanye kontra Assadis sebelumnya. Maka itu dipakai jalur Rusia, sebagai cover. Padahal intinya “untuk jaga negara Israel”.
.
ALASAN 4: Rusia nekad mau cari sumber minyak Suriah. Mereka tidak takut mengulang kehancuran militernya di Afghanistan. Kalau itu terjadi, China dan Korut, akan ikut hancur. Kalau mereka rontok, bisa jadi ancaman “krisis ekonomi global”.
.
ALASAN 5: Rusia, China, Korut sedang jalankan strategi “buang ampas”. Maksudnya, mereka setengah hati berperang di Suriah, sekedar untuk “pameran”. Seolah Jendral Rusia mau bilang: “Ini lho kami sudah ikut perang ya. Sudah kan. Baik, terima kasih. Bye bye.”
.
Wa makaruu wa makarallah, wallahu khairul makirin… Mereka berbuat makar, Allah juga membuat makar. Dan Allah adalah sebaik-baik pembalas makar.
.
Jangan gentar wahai Ummat! Jangan gentar, wahai Ahlus Sunnah!

(AhluSunna).


SIKAP POLITIK KAMI

Desember 19, 2014
Jaga Kehidupan Ummat

Jaga Kehidupan Ummat

* Sampai sekarang masih banyak yg BINGUNG membaca sikap politik kami. Kadang tampak pro Syariat; kadng tampak pro demokrasi; kadng mengkritik penguasa; kadang mendukung tokoh politik & partai; dan lain-lain. Hal ini dianggap membingungkan.

* Di sini perlu kami jelaskan, agar tidak bingung & salah paham. Tapi yakinlah, sikap ini berpijak pada konsep SYARIAT.

* TANYA: MENGAPA ANDA SERING MENGKRITIK PENGUASA?

JAWAB: Ya kalau kita melihat sikap, pernyataan, kebijakan penguasa yg bersifat ZHALIM dan merugikan Ummat. Kalau kebijakan baik, maslahat, manfaat bagi Ummat insya Allah DIDUKUNG dan tiada kritik.

* TANYA: TAPI PENGUASA ITU KAN ULIL AMRI, TIDAK BOLEH DIKRITIK/DICELA SECARA TERBUKA?

JAWAB: Ya kami tidak meyakini setiap penguasa di atas hukum NON SYARIAT sebagai Ulil Amri. Karena dalam Islam, dibuktikan selama ribuan tahun (sejak 623 M s/d 1924 M), yg namanya Ulil Amri itu berdasar Syariat, bukan sekularisme.

* TANYA: APAKAH HARUS SELALU MENCELA PENGUASA?

JAWAB: Ya lihat dulu kelakuannya. Kalau munkar, zhalim, menindas kehidupan Ummat, silakan dikritik. Kritik itu kan ada alasannya.

* TANYA: BAGAIMANA KALAU PENGUASA MARAH LALU BERTINDAK KASAR?

JAWAB: Ya kita lihat situasi. Kalau aman silakan kritik; kalau berbahaya ya pakai cara lain. Selama ini tampak baik-baik, pendapat politik dihargai.

* TANYA: APA ANDA TIDAK TERTARIK MEMUJI-MUJI PENGUASA, MENDOAKAN MEREKA, TIDAK MENGKRITIK MEREKA; SEPERTI ORANG-ORANG TERTENTU?

JAWAB: Begini ya, “Ad dinu nashihah…li aimmatil muslimin wa ‘ammatiha” (agama ini nasehat…bagi para pemimpin kaum muslimin dan rakyatnya). Kalau ada baiknya pemimpin, boleh dipuji, boleh didoakan. Tapi kalau zhalim, menindas, memusuhi agama, ya jangan dibiarkan. Harus dinasehati, diluruskan, dicegah kemunkarannya. Jangan diam saja melihat munkar di depan mata.

* TANYA: BAGAIMANA SIKAP ANDA KEPADA POLITISI DAN PARTAI POLITIK?

JAWAB: Ya sejauh mereka berjuang, berperan, maslahat buat kehidupan Ummat; kami mendukung. Kalau tidak, ya kami kritik sesuai fakta-fakta yg ada.

* TANYA: KONSEP BERNEGARA YG ANDA INGINKAN SEPERTI APA?

JAWAB: Kita ini kan hidup diperintahkan unt ibadah kpd Allah SWT. Maka dalam hidup brnegara juga ada ibadahnya. Agar ibadah brnegara kita diterima oleh Allah, maka syaratnya IKHLAS dan SESUAI SYARIAT NABI. Intinya, konsep NEGARA ISLAM itulah.

* TANYA: KENAPA ANDA BAWA-BAWA NEGARA ISLAM? APA TIDAK TAKUT DIBERANTAS OLEH NEGARA?

JAWAB: Ya kami perjuangkan dg cara-cara damai, dakwah, dialog, pembinaan. Tidak pakai kekerasan. Kalau orang sekuler boleh bela negara sekuler; masak kami tidak boleh? Yang penting damai kan. Kita share ide, gagasan, wawasan.

* TANYA: TAPI ANDA JUGA SERING BELA POLITISI ATAU PARTAI, PADAHAL MEREKA TIDAK PRO NEGARA ISLAM?

JAWAB: Ya kami melihat aspek tahapan. Kalau belum bisa direalisasikan negara yg IKHLAS dan SESUAI SUNNAH (baca: konsep Negara Islam); kami dukung mereka yg lebih dekat kepada kemaslahatan Ummat. Siapa yg tulus cinta rakyat, cinta bangsa, cinta masyarakat, pasti kami dukung; karena ada kepentingan Ummat terikat di sana.

* TANYA: ANDA SENDIRI PRO DEMOKRASI?

JAWAB: Di mata kami, demokrasi bukan sistem Islam; karena di sana orang saleh disamakan dg org ahli maksiat. Padahal “hal yastawi al a’ma wal bashir” (apakah sama org buta dg org melihat?). Tapi demokrasi itu REALITA saat ini. Kalau tidak dimanfaatkan, kita bisa KALAH DUA KALI. Pertama, kalah karena penerapan sistem demokrasi; Kedua, kalah karena kita tak dapat apa-apa dari kompetisi demokrasi tersebut. Jadi kita perlu manfaatkan sarana ini untuk menghindari kerugian lebih besar.

* TANYA: BAGAIMANA DENGAN ORANG YG MENGKAFIRKAN PELAKU DEMOKRASI?

JAWAB: Ya itu terserah mereka. Allah Maha Tahu niat dan hati manusia. Kami sudah jelaskan semua ini. Terserah sikap mereka. Mungkin saja tuduhan itu benar, pada orang-orang trtntu yg telah membuang agama, lalu mengambil demokrasi sbg gantinya. Kalau kami kan meyakini hal ini sebagai ALAT POLITIK saja.

* TANYA: TERUS KONSEP APA YANG MELANDASI PANDANGAN SEPERTI INI? INI HANYA BIKINAN ANDA SENDIRI?

JAWAB: Konsepnya sederhana yaitu AL USHULUL KHAMSAH (prinsip yg lima). Bahwa Syariat Islam diturunkan untuk: menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga harta, menjaga akal, menjaga keturunan KAUM MUSLIMIN. Itu saja. Jadi politik Islami muaraoya ke PRINSIP LIMA ini. Soal cara, metode, taktik bisa berubah-ubah; tapi intinya ke sana.

* TANYA: DENGAN SIAPA ANDA BERSEKUTU DALAM PANDANGAN SEPERTI INI?

JAWAB: Ya pandangan begini kan bukan sesuatu yg baru; bukan sekarang ini saja; bukan kami saja. Pandangan ini kan hidup dalam kehidupan Ummat selama ini. Cuma di sini kami SATUKAN serpihan-serpihan yg tercecer. Kami bersekutu dg Ummat dalam rangka menjaga kehidupan dan hak-haknya.

* TANYA: KENAPA SIH ANDA SELALU NGELES?

JAWAB: Bukan ngeles. Tapi menjelaskan. Lagi pula, apa yang ditanyakan itu sudah banyak kami kaji. Jadi bukan hal baru.

* TANYA: Sudahlah kalau begitu. Assalamu’alaikum!

JAWAB: Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh. Halah, begitu saja marah. Santai ajalah, Bro.

S.E.K.I.A.N


Agar Negeri Muslim Tidak Dikuasai Syiah…

Maret 25, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sebenarnya dalam teologi Syiah klasik, mereka menjauhi politik, birokrasi, dan perang. Bahkan aslinya Syiah itu tidak agressif seperti gerakan Zending Kristiani. Tapi sejak Revolusi Khomeini 1979, Syiah berubah. Mereka jadi agressif, ofensif, sangat berambisi terhadap kekuasaan. Awalnya, teologi Syiah bersifat PASIF, menanti kedatangan Al Mahdi Al Muntazhar. Tapi sejak Khomeini bergerak, Syiah (Imamiyah) menjadi bahaya bagi seluruh negeri Muslim Sunni.

Pertanyaannya, mengapa?

Syiah menjadi agressif karena ideologi mereka dimasuki pemikiran-pemikiran Pan Syiahisasi. Makna gerakan ini kurang lebih adalah: Khomeini menjadi simbol agama dan spiritual kaum Syiah Imamiyah, kemudian ditumpangi pemikiran anti Islam yang dikembangkan Barat (Amerika-Eropa). Singkat kata, Barat masih trauma kepada kaum Muslimin terkait Perang Salib masa lalu dan perang kemerdekaan di berbagai negeri Muslim. Untuk itu, mereka meminjam tangan-tangan Syiah untuk memukul kaum Muslimin (Ahlus Sunnah Wal Jamaah).

Berbuat untuk Menolong Bangsa dan Umat.

Berbuat untuk Menolong Bangsa dan Umat.

Bagi Barat, Syiah Imamiyah lebih baik daripada Islam, karena: (a). Ajaran-ajaran Syiah Imamiyah bersifat antagonis terhadap dasar-dasar akidah dan Syariat Islam. Tanpa ada Syiah pun, Barat harus membentuk disiplin ORIENTALISME dan ISLAM LIBERAL, dalam rangka menggembosi akidah Islam; (b). Secara historis, pasukan Salib Eropa sering kerjasama dengan Syiah, di masa lalu, untuk menghantam Islam. Bahkan Syiah tak segan kolaborasi dengan Tatar Mongol untuk menghancurkan Khilafah Abbasiyah yang berpusat di Baghdad.

Di mata Barat, berlaku prinsip: “Lawan musuhmu adalah kawanmu!” Lawan dari Syiah adalah kaum Muslimin. Maka Syiah menjadi teman bagi Barat untuk merealisasikan missi kolonialisasi dan eksploitasi mereka di tengah negeri-negeri Muslim.

Adanya gerakan Syiah yang agressif, offensif, dan provokatif, jangan merasa heran, terkejut, atau bimbang. Hal semacam itu sudah menjadi missi asli, sebelum Barat mendukung Revolusi Khomeini 1979. Sejak era Khomeini, maka tidak ada satu pun negeri Muslim yang ditinggalkan oleh Syiah. Mereka terus berusaha masuk, menyusup, berpengaruh, lalu menguasai. Kalau sudah berkuasa, pasti mereka akan KOLABORASI dengan kekuatan Barat (Amerika-Eropa). Itu pasti.

Ingat, sejak muda Khomeini tinggal di Paris, Perancis. Setelah janggutnya memutih, dia baru pulang ke Iran. Secara politik, intelektual, kepribadian, Khomeini disiapkan di Paris. Siapa yang menyiapkan? Ya anasir-anasir Barat itu. Mana mungkin semua jasa Barat ini gratis. Tidak mungkinlah. Bisa dikatakan, 70 % dari keberhasilan Revolusi Syiah 1979 adalah hasil kerja missi politik Barat. Kaum Syiah tahu itu. Maka mereka pun “berhutang budi” untuk membalas jasa-jasa Barat.

Syiah sejatinya adalah agen-agen kolonialisme Barat juga. Selain orientalis, kaum Liberal, kaum hedonis, media sekuler, para dai Syiah juga masuk bagian missi kolonialisme ini. Di mana Barat ingin menaklukkan sebuah negeri Muslim, mereka akan fasilitasi Syiah masuk ke dalam negeri itu. FAKTA BESAR yang harus Anda tahu semua: PBB, Amerika, dan Uni Eropa tidak memasukkan gerakan Syiah ke dalam tuduhan terorisme. Nah, kenapa bisa begini? Kalau pun Hizbula Libanon dimasukkan daftar teroris, karena mereka pernah beberapa kali menyerang Israel lewat tembakan mortir.

Jadi, negeri Muslim seperti kita, jangan pernah bermimpi akan bebas sama sekali dari gerakan Syiah. Ya itu tadi, Syiah sudah satu paket dengan missi kolonialisme Barat. Apalagi Indonesia memiliki kekayaan alam (negara) sangat besar.

Lalu, apa saja yang mesti harus terus kita adakan, agar negeri Muslim seperti kita ini bisa aman atau IMUN dari invasi Syiah yang sejak lama ingin menguasai dan mendominsasi?

Setidaknya ada 5 langkah strategis yang mesti kita lakukan, yaitu sebagai berikut:

[1]. Terus hidupkan pengajaran ilmu-ilmu agama, seperti Tajwid, bahasa Arab, Ilmu Al Qur’an, Ilmu Hadits, Tafsir, Fiqih, Tauhid, Akidah, Akhlak, Sirah Nabawiyah, Muamalah, dan sebagainya. Terus hidupkan ilmu-ilmu ini. Ia seperti mata air cahaya yang akan menerangi kehidupan insan. Jangan sampai kita tinggalkan mengajarkan ilmu-ilmu ini. Bagi yang tak mendapat guru, belilah buku-buku keislaman, dan baca, pahami, amalkan. Kesesatan manusia yang akhirnya terjerumus dalam Syiah, karena mereka jahil (gelap) dari ilmu agama.

[2]. Terus hidupkan pelajaran, pengajaran, hikmah, ceramah, taushiyah, kuliah tujuh menit, dengan materi KEUTAMAAN PARA SHAHABAT Radhiyallahu ‘Anhum. Ini sangat penting. Ajarkan kemuliaan Isteri-isteri Nabi, para Khulafaur Rasyidin, para Shahabat yang dijamin masuk surga, para Ahli Badar, para Muhajirin, para Anshar Radhiyallahu ‘Anhum jami’an. Ajarkan semua itu, ceritakan semua itu, teladankan kepada anak-anak kita. Pengajaran ini akan menjadi BENTENG HEBAT untuk mematikan dakwah Syiah secara alamiah. Insya Allah.

[3]. Ajarkan secara rutin, kontinu, berkesinambungan tentang HADITS NABI SAW. Ini sangat penting. Perkara yang sangat besar, bahwa kita disebut Ahlus Sunnah (bukan Syiah) karena kita selalu ISTIQAMAH dengan hadits-hadits Nabi tersebut. Umat ini akan runtuh, Ahlus Sunnah akan kalah, kalau kita lupa mengajarkan hadits-hadits Nabi SAW. Setiap keluarga Muslim sangat disarankan memiliki kitab-kitab hadits, seperti Riyadhus Shalihin, Bulughul Maram, Shahih Bukhari, atau Shahih Muslim. Lalu bacakan hadits-hadits ini secara rutin kepada keluarga. Bacakan saja. Tak usah penafsiran. Kalau ada masalah-masalah pemahaman, tanyakan kepada ustadz yang ahli.

[4]. Kita harus komitmen untuk memuliakan kaum wanita Muslimah. Menyuruh mereka memakai jilbab, berbusana Muslimah. Muliakan mereka, jaga mereka, terus bentengi mereka dari akhlak tercela dan pergaulan buruk. Mengapa hal ini kita lakukan? Karena Syiah terkenal dalam melecehkan wanita, merendahkan wanita, mengeksploitasi wanita. Maka itu, jaga dan pelihara baik-baik kaum wanita Muslimah, hal itu akan membentengi Umat dari kaum Syiah Rafidhah.

[5]. Dan hendaknya kita selalu berdoa kepada Allah, doa yang bunyinya sebagai berikut: Rob-bana ighfirlana wa li ikhwaninal ladzina sabaquuna bil iman, wa laa taj’al fi qulubina ghillal lilladzina amanu, Robbana innaka ra’ufur rahiim (wahai Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang lebih dulu beriman dari kami, dan jangan adakan di hati kami kedengkian kepada orang-orang beriman, wahai Rabb kami sesungguhnya Engkau Maha Santun lagi Maha Penyayang). Faidah doa ini, selain berupa ampunan dan kesiapan bersatu dengan sesama Muslim, ia juga akan mengikatkan kita dengan para pendahulu Umat yang saleh, terutama para Shahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in. Dengan demikian, kita selalu berada dalam hubungan baik dengan para Pendahulu (Salafus Saleh), bukan seperti Syiah.

Lakukanlah hal-hal seperti di atas, sebagai bentuk tanggung-jawab untuk menjaga kaum Muslimin dari invasi Syiah dan kolonialisme Barat. Jika hal-hal demikian selalu kita hidupkan, insya Allah negeri kita akan sulit untuk ditaklukkan Syiah. Namun bila hal-hal di atas sudah krisis dari negeri ini, wallahu a’lam wa nas’alu ilaihil ‘afiyah lana wa lakum wa li sa’iril Muslimin. (Amin).

Demikian, semoga tulisan sederhana ini bermanfaat. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).


Sifat Allah dan Ujian Keimanan

Februari 1, 2012

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Umumnya manusia tidak suka jika dirinya diuji; dalam bentuk apapun. Contoh paling mudah ialah ujian yang dihadapi para pelajar. Mayoritas pelajar kurang suka menghadapi ujian, bahkan banyak yang merasa tegang (nervous). Begitu pula, ujian-ujian dalam kehidupan umum, cenderung kurang disukai; apakah ia berupa kemiskinan, kegagalan, patah hati, sakit yang menimpa, gagal panen, PHK, kecelakaan, dll.

Tetapi, sudah menjadi sunnatullah, bahwa Allah Ta’ala akan menguji manusia dengan ujian-ujian. Dalam Al Qur’an disebutkan: “Kullu nafsin dza-iqatul maut, wa nablukum bis syar-ri wal-khairi fitnah, wa ilaina turja’un” (setiap yang hidup akan merasakan mati, dan Kami uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, dan kepada Kami-lah kalian akan dikembalikan). [Al Anbiyaa’: 35].

Kehidupan Tak Lepas dari Gelombang Ujian

Ujian ini bukan untuk mempersulit manusia, mempersempit dada dan kehidupannya, atau membuatnya frustasi; tetapi justru untuk memperkuat dirinya, memperbaiki sifat-sifatnya, meninggikan rasa syukurnya atas nikmat Allah, serta mengangkat derajatnya dalam kehidupan. Tidak berlebihan jika dalam riwayat disebutkan, manusia yang paling berat diuji adalah para Nabi dan Rasul ‘Alaihimussalam, kemudian para ulama, para shalihin, dan seterusnya. Hal ini menandakan, bahwa semakin berat beban ujian semakin tinggi pula derajat manusia dalam pandangan Allah Ta’ala.

TELADAN NABI IBRAHIM

Lihatlah sosok Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam. Beliau diuji dengan perintah (melalui mimpi) untuk menyembelih putranya sendiri. Padahal beliau sangat mencintai putranya, bahkan beliau pernah merasakan tekanan jiwa yang sangat pelik ketika harus meninggal putranya dalam keadaan masih bayi bersama ibunya, di lembah lembah Bakkah (Makkah) yang disifati dengan perkataan “bi waadin ghairi dzi zar’in” (di sebuah lembah yang tidak ada tanam-tanaman padanya). [Lihat Surat Ibrahim: 37]. Namun ketika beliau berhasil melewati ujian paling pelik dalam sejarah manusia ini, beliau pun mendapat pujian sangat tinggi dari Allah Ta’ala.

Dalam Al Qur’an disebutkan: “Wa tarakna ‘alaihi fil akhirin, salamun ‘ala Ibrahim, ka dzalika naj-zil muhsinin, innahu min ‘ibadinal mu’miniin” [Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) di kalangan manusia-manusia di kemudian hari, keselamatan bagi Ibrahim, demikianlah Kami memberi balasan orang-orang yang berbuat ihsan, dan sesungguhnya Ibrahim termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman]. Surat As Shaffat: 108-111. Nabi Ibrahim mendapat julukan Khalilullah (kekasih Allah) salah satunya ialah karena ketabahan-ketabahannya menghadapi ujian Allah.

Ujian meskipun tidak disukai manusia, tetapi ia memiliki maksud-maksud baik. Bahkan lewat ujian itu akan terbukti, apakah keimanan seseorang benar-benar mantap atau masih goyang? Keimanan Yusuf ‘Alaihissalam tidak goyang karena menghadapi aneka konspirasi, penjara, dan tipu-daya. Begitu juga, komitmen Sayyid Quthb rahimahullah terhadap hukum Allah tidak melemah karena penjara dan siksaan.

Atas hal-hal seperti inilah, Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya: “Ahasiban naas ai-yutrakuu ai-yaqulu a-manna wa hum laa yuftanuun? Wa laqad fatan-nal ladzina min qablihim falaya’lamannallahu alladzina shadaqu wa laya’lamannal kadzibin” (apakah manusia itu akan Kami biarkan begitu saja mengatakan ‘kami telah beriman’, padahal mereka belum diuji? Dan benar-benar Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, agar Allah mengetahui siapa di antara mereka yang benar –dalam keimanannya- dan agar Dia mengetahui siapa dari mereka yang berdusta). [Al Ankabuut: 2-3].

Sebagai seorang Muslim, kita tidak boleh phobia menghadapi ujian-ujian Allah; namun juga tidak boleh menyombongkan diri, dengan merasa kuat dan sabar, lalu menantang agar Allah mendatangkan ujian kepada kita. Diceritakan, pernah Imam Al Ghazali rahimahullah merasa telah sabar dan mampu menghadapi ujian, lalu beliau meminta diuji oleh Allah. Lalu dia mendapat ujian dengan tidak mampu buang air kecil. Dengan ujian itu, beliau menyerah dan merasa sangat hina (di hadapan Allah Ta’ala). Konon, begitu besarnya rasa penyesalan beliau sehingga meminta anak-anak kecil untuk memukuli wajahnya. Wallahu a’lam bisshawaab.

Baca entri selengkapnya »