Pak Mahfud MD Emosian…

Oktober 7, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Terkait soal Akil Mochtar, ada yang aneh dari pendapat Pak Mahfud MD. Setelah terbongkar kasus Akil, dia menyarankan agar lembaga MK dibubarkan saja.

[a]. Ini kan cara berpikir emosional. Gara-gara perbuatan satu orang, sebuah institusi harus dibubarkan. Misalnya ada perwira polisi atau TNI terlibat korupsi, apakah lembaga kepolisian/TNI harus dibubarkan?

[b]. Kalau MK dibubarkan gara-gara ketuanya melakukan korupsi, berarti lembaga MK itu memang sangat lemah. Ia bisa bubar karena kelakuan anggotanya.

[c]. Lembaga MK menyumbang popularitas besar buat Pak Mahfud. Itu tak diragukan lagi. Artinya, lembaga itu masih ada gunanya, minimal buat Pak Mahfud.

[d]. Kalau harus memilih, lebih baik mana membersihkan sebuah lembaga dari korupsi, atau membentuk lembaga yang sama sekali baru?

[e]. Apa pembubaran MK karena kasus korupsi, itu sesuai prosedur hukum yang jadi patokan MK itu sendiri?

Kalau menurutku ya… Andaika MK dibubarkan, lalu dibentuk lembaga sejenis MK yang mengacu kepada Syariat Islam…ya bolehlah MK lama dibubarkan. Tapi kalau acuannya masih sama saja, tidak usahlah dibubarkan. Pakai saja lembaga yang ada; daripada membuat lembaga baru; ya tahu inilah orang Indonesia kan banyak yang “mata duitan”; dimana ada pembentukan lembaga baru, pasti ada buang-buang uang disana.

Kasihan rakyat kecil deh… Gak ikut berbuat, tapi harus menangggung beban pajak. Oke Pak Mahfud, semoga semakin dewasa dan tenang. Amin.

Mine.

Iklan