Runtuhnya Pamor Ali Jum’ah

September 9, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Baru-baru ini Dr. Yusuf Al Qaradhawi mengecam keras mantan Mufti Al Azhar, Syaikh Ali Jum’ah. Beliau menyebut syaikh itu dengan sebutan “Jendral Ali Jum’ah” (Jendral Ali Gomaa). Sebutan seperti ini sungguh sangat berat, apalagi diucapkan oleh seorang ulama dunia, Syaikh Al Qaradhawi.

Kecaman itu disampaikan setelah Ali Jum’ah berbicara di hadapan militer Mesir, intinya dia mengklaim bahwa Ikhwanul Muslimin adalah Khawarij karena memberontak kepada pemerintah yang sah. Selain mengecam, Al Qaradhawi juga mengingatkan jasa-jasa Ikhwanul Muslimin bagi Ali Jum’ah. Al Ikhwan lah yang pertama kali mengorbitkan Ali Jum’ah di mata rakyat Mesir.

Adalah argumentasi terbalik ketika Ali Jum’ah menuduh Al Ikhwan sebagai Khawarij; padahal mereka merupakan korban dari konspirasi kudeta militer dan pembantaian berdarah oleh militer biadab, di bawah kepemimpinan Jendral As Sisi -semoga Allah melaknatnya dengan serendah-rendahnya laknat-. Ikhwan yang menjadi korban, Ikhwan pula yang dituduh Khawarij. Padahal gerakan politik Ikhwan bersifat damai. Mereka seolah strategi “ahimsa” seperti Mahatma Gandhi, yaitu melawan kezhaliman dengan damai.

Sering Berfatwa Nyeleneh.

Sering Berfatwa Nyeleneh.

Ali Jum’ah pada mulanya dikenal sebagai ulama yang aktif menulis tema-tema pergerakan Islam. Kemudian kariernya menanjak, hingga menjadi Mufti Al Azhar. Namun riwayat Ali Jum’ah menjadi aneh ketika dia menunjukkan kebenciannya kepada apa yang dia sebut sebagai gerakan WAHABI. Bahkan syaikh ini termasuk sponsor utama pertemuan tokoh-tokoh Muslim dalam menolak Wahabi. Pandangan-pandangan Ali Jum’ah dalam hal ini banyak diikuti oleh kalangan anti Wahabi, utamanya kaum Syiah Rafidhah.

Sebutan “Jendral Ali Jum’ah” yang dilontarkan oleh Al Qaradhawi adalah kehinaan besar bagi sosok ulama itu. Seakan, Ali Jum’ah termasuk bagian dari “daun berguguran”; serupa seperti Said Ramadhan Al Buthi, Hashaun, Ahmad Thaiyib, dan lain-lain.

Para ulama yang dianugerahi taufiq, hidayah, irsyad, rahmat, dan al furqan tidak akan bergembira atas musibah yang menimpa kaum Muslimin (jamaah Al Ikhwan di Mesir); dan lebih-lebih mereka tak akan berfatwa dalam rangka memperberat jatuhnya musibah dan penderitaan itu. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

Semoga Allah Al Aziz membinasakan tangan-tangan, kepala, akal, dan daya upaya jahat yang mendukung penzhaliman, pembunuhan, penindasan, serta penghancuran atas kehidupan orang-orang Mukmin di Mesir, atau di mana saja di seluruh dunia ini. Amin Allahumma amin.

Mine.

Iklan