Aa Gym Rujuk dengan Teh Ninih

Maret 13, 2012

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, akhirnya Aa Gym rujuk kembali dengan mantan isterinya, Teh Ninih. Jujur perceraian Aa Gym pada masa-masa sebelum adalah perkara besar dan serius. Sebab, Aa Gym bagaimanapun adalah sosok dai yang sering diidolakan oleh Ummat Islam di Indonesia. Di sisi lain, adalah sangat “tidak adil” sikap menceraikan isteri yang sudah begitu besar jasanya dalam kehidupan seseorang. Apalagi sang isteri telah dikaruniai 7 orang anak.

Berikut berita positif yang dimuat situs eramuslim.com…

Alhamdulillah, Aa Gym dan Teh Ninih Kembali Menikah

Kabar gembira datang dari kota kembang Bandung. Da’i kondang KH. Abdullah Gymnatsiar yang akrab disapa Aa Gym menikah kembali (rujuk) dengan Teh Ninih. Akad Aa Gym dan Teh Ninih dilakukan tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB di kawasan Sariwangi, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Menurut seorang tetangga Teh Ninih, Dita (28), rombongan keluarga Teh Ninih berangkat dari Daarut Tauhiid ke Sariwangi untuk menghadiri akad rujuk tersebut dan kembali ke kawasan DT sekitar pukul 09.00 WIB.

“Alhamdulillah sudah rujuk lagi. Kami di sini tetangga senang banget. Jelas hal itu yang kami harapkan, mereka rujuk,” katanya, Selasa (13/3).

Usai rujuk, tambah Dita, Teh Ninih menggelar silaturahmi bersama para tetangga serta kerabat dan anak-anaknya di kediamannya di kawasan Daarut Tauhiid.

“Kita di sini tetangga sudah bersilaturahmi datang ke sana. Intinya tadi Teh Ninih semringah, wajahnya berseri,” katanya.

Sementara itu KH Miftah Faridl, sahabat Aa Gym, mengaku sangat bahagia mendengar kabar pasangan serasi tersebut kembali bersama. Meski belum mendapatkan kabar langsung dari Aa Gym, KH. Miftah berharap keputusan rujuk menjadi jalan yang terbaik bagi Aa Gym maupun Teh Ninih.

“Kalau dari Aa Gym langsung saya belum dapat kabar, kalau dari luar ya sudah. Ya sangat bersukur, mudah-mudahan ini jalan yang terbaik bagi keduanya. Rujuk adalah solusi yang terbaik,” ujarnya saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Selasa (13/3). Sebelumnya Aa Gym dan teh Ninih bercerai pada bulan Juli 2011. Pasangan tersebut telah dikaruniai 7 orang anak. (Pz)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/nasional/alhamdulillah-aa-gym-dan-teh-ninih-rujuk.htm

Pagi hari ini seorang kawan menunjukkan berita, bahwa Aa Gym sudah rujuk dengan mantan isterinya. Alhamdulillah, kita merasa bersyukur dan mendukung langkah itu. Semoga Allah meneguhkan Aa Gym di atas istiqamah dalam sikap baiknya ini, karena sudah tidak ada lagi kesempatan rujuk baginya.

Saat siang hari, seorang kawan lain menelpon. Dia menelpon dari Garut, di tengah lapangan surve, di kaki gunung. Dia sangat bersyukur ketika mendengar berita Aa Gym sudah rujuk lagi. Dia bertanya, apakah saya punya info khusus tentang hal ini? Saya katakan, tidak ada informasi khusus. Yang jelas, kami sangat mendukung sikap Aa Gym; mendoakan kebaikan bagi mereka, termasuk bagi Teh Rini dan anak-anaknya. Semoga Allah memberikan kebaikan, setelah sekian lama “terlunta-lunta” dalam masalah-masalah rumah-tangga. Allahumma amin.

Ya itu dulu. Ahlan wa Sahlan…Aa Gym. Silakan lanjutkan kehidupan baru, dengan semangat baru, dengan gelora untuk melakukan perbaikan-perbaikan sekuat kesanggupan. Bangun kehidupan sakinah, mawaddah, dan rahmah; bagi diri sendiri, keluarga, juga bagi Ummat Islam. Perlu banyak-banyak istighfar untuk menutup kesalahan-kesalahan masa lalu. Hiduplah dengan semangat baru, di atas pijakan Tauhid dan Sunnah Nabi.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

Depok, 13 Maret 2012.

AM. Waskito.


Apresiasi WordPress Tahun 2011 (Blog In Review)

Januari 2, 2012

The WordPress.com stats helper system prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 190.000 times in 2011. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 8 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Catatan admin: “Ini bentuk apresiasi WordPress. Mereka membuat analisa dan tampilan bagus. Kita tak merayakan ‘tahun baru’. Ternyata, diberi perayaan oleh WordPress. Tapi dari sisi admin, lebih diutamakan soal data-data review WordPress-nya. Oh ya, soal simbol ‘Bintang David’. Itu diambil dari artikel seputar ‘Simbol Yahudi’. Harap maklum ya…”

Admin.


Ahmadiyyah dan Isu Melanggar HAM

Maret 4, 2011

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, walhamdulillah hamdan katsira thaiyiban wa mubarakan fihi. Akhirnya, Pemerintah Jawa Timur dan Jawa Barat mengeluarkan peraturan yang melarang gerakan Ahmadiyyah di wilayah hukum Jawa Timur dan Jawa Barat. Ini adalah keputusan yang layak disyukuri. Dalam kaidah Islam, “Maa laa ya’khudzu kulluhu laa yutraku kulluhu” (apa-apa yang tidak bisa didapat semuanya, tidak ditinggalkan semuanya).

Kita patut memberi apresiasi besar kepada Gubernur Soekarwo dan Wagub Saifullah Yusuf, ketika mereka menetapkan pelarangan aktivitas dakwah/keagamaan Ahmadiyyah di wilayah Jawa Timur. Begitu pula kita patut memberi apresiasi besar kepada Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heriyawan, Lc. atas keputusan tegas Pemda Jabar melarang Ahmadiyyah di Jawa Barat. Semoga Allah Ta’ala selalu menolong pemimpin-pemimpin Muslim yang melaksanakan urusan yang haq, dengan hidayah dan taufiq dari sisi-Nya. Allahumma amin.

Namun…keputusan pelarangan Ahmadiyyah di Jatim dan Jabar ini ditentang oleh LBH, tokoh-tokoh dan lembaga liberalis yang memang sejak dulu getol mendukung yang sesat-sesat. Salah satu alasan yang sering mereka pakai, “Keluarnya peraturan Pemda yang melarang Ahmadiyyah itu melanggar HAM, khususnya kebebasan setiap manusia untuk berkeyakinan dan memeluk suatu agama.”

Kalau mendengar alasan “melanggar HAM” dari manusia-manusia atheis-liberalis itu, rasanya mau ketawa sendiri. Mereka ini kelihatan pintar-pintar, intelek, dan bahasa komunikasinya tinggi; tetapi ternyata bodo-bodo. Otaknya seperti tak jalan; hanya hawa nafsunya saja yang meledak-ledak. Kasihan sekali.

Seorang pakar hadits ternama, Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah, beliau pernah mengatakan, bahwa orang-orang sesat jaman dulu, meskipun sesat, mereka pintar dan banyak membaca, sehingga kalau ingin mematahkan kesesatannya tidak mudah. Sedangkan orang sesat jaman modern (murid-murid orientalis), mereka umumnya bodo-bodo dan asal bunyi saja. Tampaknya, apa yang dikatakan Syaikh Ahmad Syakir itu ada benarnya.

Alhamdulillah, Jatim Jabar Sudah Melarang Ahmadiyyah. (Sumber gambar: majalah.hidayatullah.com)

Untuk mematahkan argumentasi orang-orang yang menyebut keputusan pembubaran Ahmadiyyah itu melanggar HAM, insya Allah tidak terlalu sulit. Antara lain sebagai berikut:

[1] Sudah sama-sama dikenal, bahwa manusia memiliki kebebasan dalam hidupnya. Tetapi kebebasan itu tidak bersifat mutlak. Ia dibatasi oleh kepentingan manusia-manusia yang lain. Kebebasan kalau sampai melanggar kepentingan orang lain, wajib pelakunya mendapat sanksi. Hal ini merupakan kaidah dasar dalam pembentukan konsep-konsep hukum di manapun.

[2] Membubarkan Ahmadiyyah dan aktivitas keagamaannya bukan melanggar HAM, sebab ajaran Ahmadiyyah sendiri melanggar HAM kelompok masyarakat mayoritas, yaitu Ummat Islam. Jumlah Ummat Islam jauh lebih daripada Ahmadiyyah; dan eksistensi pemeluk Islam di Indonesia jauh lebih tua daripada Ahmadiyyah. Maka dari sisi jumlah dan usia, status HAM yang dimiliki Ummat Islam lebih kuat dari Ahmadiyyah. Jika Ahmadiyyah dibiarkan hidup sehingga menodai keyakinan kaum Muslimin, itu sama dengan: menghormati HAM kelompok kecil dengan cara menginak-injak HAM kelompok besar.

[3] Jika manusia boleh berbuat apa saja, dengan alasan kebebasan HAM, dengan tanpa mempedulikan HAM manusia lainnya yang lebih besar jumlah dan tua sejarahnya, maka akan terjadi kekacauan luar-biasa dalam kehidupan ini. Contoh, seorang pemerkosa ketika ditangkap karena telah memperkosa wanita, dia beralasan, “Saya memiliki hak menyalurkan gejolak seks. Anda jangan menghalangi. Ini melanggar HAM!” Begitu pula, para perampok, pencuri, pencopet, juga beralasan, “Anda tidak boleh melarang kami. Kami sedang bekerja mencari nafkah untuk anak-isteri. Ini adalah hak asasi kami. Tolong jangan dilanggar HAM kami!” Jika begitu logikanya, maka aksi-aksi kekerasan ke warga Ahmadiyyah itu seluruhnya juga merupakan hak asasi yang tidak boleh dilarang. Hanya manusia bodo bin bego yang akan menggunakan alasan HAM untuk melegalkan semua kesesatan.

[4] Mungkin sebagian orang akan berdalih, “Biarkan saja aktivitas orang Ahmadiyyah. Itu hak asasi mereka. Kita hidup di negara Pancasila, bukan negara Islam. Di negara seperti ini, manusia bebas mutlak berbuat apa saja.” Jika memang ada hak kebebasan seperti itu, lalu bagaimana sikap hukum negara jika ada sebagian orang yang mengembangkan gerakan-gerakan radikal seperti: Gerakan Anti Pancasila, Gerakan ANTI NKRI, Gerakan Anti Presiden RI, Gerakan Anti Pembangunan, Gerakan Anti UUD, dll.! Coba, bagaimana sikap orang-orang itu kalau ada gerakan seperti itu? Apakah gerakan mereka diperbolehkan? Jelas mereka akan menolak keras. “Tidak bisa. Tidak bisa. Semua gerakan yang mengancam NKRI harus ditindak tegas,” begitu alasannya. Nah pertanyaannya, mengapa orang tidak boleh melanggar Pancasila, UUD, atau NKRI; padahal mereka memiliki HAM untuk meyakini suatu keyakinan dan melakukan suatu gerakan? Mungkin orang-orang atheis masih juga berdalih, “Ya, itu kan lain. Itu kan soal Pancasila, UUD. Sedangkan yang Anda tanyakan kan soal otoritas agama Islam.” Nah, kalau ada manusia yang boleh meyakini Pancasila dan UUD sebagai jalan hidupnya, sehingga segala hal yang menodai Pancasila dan UUD, harus dilarang dan ditindak tegas. Lalu, mengapa mereka benci ketika ada pemeluk agama (Ummat Islam) yang sangat teguh meyakini ajaran agamanya? Padahal Islam jauh lebih baik dan lebih tua sejarahnya daripada Pancasila atau UUD. Pancasila dan UUD itu jelas-jelas produk manusia, tetapi disucikan sedemikian rupa. Sedangkan ajaran AKIDAH ISLAM yang merupakan Wahyu dari langit, tidak boleh dibela. Begitukah? [Pokoknya, kalau ujung dari suatu perdebatan isinya menistakan Islam dan mengagungkan ideologi non Islam, itu tanda disana ada tangan-tangan Freemasonry yang bermain. Mereka memang atheis, anti moral, anti agama, memuja setan, dan tentu saja laknat Allah yang perih seperih-perihnya untuk para musuh-musuh Allah itu].

[5] Dalam kasus Ahmadiyyah ini, pada dasarnya mereka TIDAK DILARANG untuk meyakini suatu keyakinan, atau suatu agama yang mereka anut. Artinye, mereka tetap memiliki kebebasan HAM dalam bidang keagamaan. Hanya saja syaratnya: Mereka jangan menyebut diri sebagai Muslim, jangan memakai nama Islam, jangan memakai dan mengajarkan Al Qur’an dan As Sunnah, jangan memakai nama-nama ibadah Islam (seperti Shalat, Shaum, Zakat, dll.), jangan memakai simbol-simbol keislaman, dll. Mereka boleh mengembangkan ajaran agamanya, menuruti pimpinan Mirza Ghulam Ahmad, tetapi mereka harus MEMUTUS TOTAL hubungannya dengan Islam dan simbol-simbolnya. Artinya, kami tidak menodai HAM warga Ahmadiyyah untuk memeluk keyakinannya, tetapi kami ingin melindungi HAM kami sendiri sebagai pemeluk Islam agar tidak dinodai oleh warga Ahmadiyyah yang kufur itu.

Demikian sebagian alasan-alasan yang bisa dikemukakan. Intinya, Ummat Islam Indonesia tidak ingin menganiaya warga Ahmadiyyah sedikit pun. Kami hanya ingin melindungi HAM kami yang terus dirongrong oleh kaum Ahmadiy dengan dalih “kebebasan HAM”. Kalau kaum Ahmadiyyah, sebagai pengikut pemikiran Mirza Ghulam, silakan saja mengembangkan keyakinan apapun. Itu terserah mereka, itu HAM mereka. Tetapi satu hal, mereka tidak boleh sama sekali memakai nama Islam, ajaran Islam, dan simbol-simbol Islam. Kalau mau memakai Islam, ikutilah ajaran Islam yang lurus (setidaknya sesuai Fatwa MUI).

Jelas sekali. Dalam pembubaran Ahmadiyyah tidak ada kebebasan HAM siapapun yang dilanggar. Justru pembubaran ini merupakan bentuk penyelamatan HAM kaum Muslimin dari rongrongan warga Ahmadiy dan antek-antek kolonial asing yang terus menyebarkan ajaran sesat dan menyesatkan.

Semoga Allah Ta’ala melindungi, merahmati, dan menolong Ummat Islam dari segala fitnah dan problema yang dihadapinya. Allahumma amin ya Rabbal ‘alamiin.

AM. Waskito.


Review 2010 Dari WORDPRESS

Januari 7, 2011

The stats help blog users at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow.

Crunchy numbers

Featured image

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 130,000 times in 2010. If it were an exhibit at The Louvre Museum, it would take 6 days for that many people to see it.

In 2010, there were 150 new posts, growing the total archive of this blog to 444 posts. There were 226 pictures uploaded, taking up a total of 19mb. That’s about 4 pictures per week.

The busiest day of the year was August 13th with 1,422 views. The most popular post that day was Penangkapan Ustadz Ba’asyir dan Kehancuran NKRI.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were facebook.com, kaskus.us, id.wordpress.com, google.co.id, and cokiehti.wordpress.com.

Some visitors came searching, mostly for ikhwanul muslimin, anton medan, abisyakir, sepak bola, and densus 88.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Penangkapan Ustadz Ba’asyir dan Kehancuran NKRI August 2010
39 comments and 3 Likes on WordPress.com

2

Cuci Mata Sini… October 2008
23 comments

3

Antara PKS dan Ikhwanul Muslimin May 2009
138 comments

4

Memahami Makna Simbol Yahudi February 2010
19 comments

5

Di Balik Ide Gila Anton Medan July 2010
5 comments


Jalan Sudah Diperbaiki

Agustus 17, 2010

Update terakhir: Gubernur Ahmad Heriawan lagi kesandung masalah. Dia membuat kartu ucapan “Selamat Idul Fithri” dengan mencantumkan foto dia sendiri. Menurut MetroTV, program itu memakai dana APBD senilai Rp. 1,5 miliar. KPK sedang menggali informasi seputar kartu ucapan ini. Terimakasih.

________________________________________________________________________________________

Beberapa waktu lalu saya menulis tulisan kritik tentang performa gubernur kami, yang notabene seorang ustadz dan ketua ormas Islam. Dalam tulisan itu banyak kritik yang saya ajukan. Salah satunya ialah rusaknya jalan raya di depan Gedung Sate. Jalan raya disana tidak berlubang-lubang seperti kolam, tetapi permukaan jalannya terkelupas atau terangkat. Jalan seperti itu lebih berbahaya, sebab dikira oleh pengendara kendaraan kondisinya baik-baik saja.

Hari Selasa, 17 Agustus 2010, sekitar jam 11.00, saya lewat depan Gedung Sate, dengan mengendarai motor. Begitu sampai di jalan-jalan raya sekitar Gedung Sate, saya tertawa. Pasalnya apa? Alhamdulillah, jalan-jalan disana yang terkelupas/terangkat permukaannya itu sudah diperbaiki, menjadi jalan mulus. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin. Hatur nuhun, Pak Gubernur! Terimakasih sudah memperbaiki jalan itu. Alhamdulillah.

Gedung Sate: Icon Jawa Barat. (Sumber foto: kompasiana.com).

Perbaikan jalan ini mungkin tidak seberapa dibandingkan substansi kritik yang saya ajukan. Tetapi alhamdulillah, kita harus menghargai kerja siapa saja yang mau melakukan perbaikan. Harapannya, setelah melakukan satu dua perbaikan, lakukan juga perbaikan-perbaikan yang lain, sebagai amanah kepemimpinan.

Perbaikan jalan di sekitar Gedung Sate itu juga tidak harus dimaknai, karena adanya kritik dalam blog ini. Siapa tahu, ia diperbaiki seiring 17 Agustus 2010, atau seiring momen Ramadhan dan menuju Idul Fithri 1431 H. Atau bisa jadi, ia diperbaiki karena sudah tiba momennya untuk diperbaiki. Apapun alasannya, harus disyukuri. Ya, kalau jalan diperbaiki tentu masyarakat akan merasa gembira, dan Pemda juga diuntungkan.

Gedung Sate selama ini dikenal sebagai icon Jawa Barat (akhirnya menyebut nama identitas juga…he he he). Tentang kerusakan jalan di provinsi ini, wah sudah luar biasa. Maka adanya perbaikan jalan di sekitar Gedung Sate, semoga menjadi suatu signal bagi perbaikan infrastruktur Jawa Barat secara umum. Masyarakat tentu gembira dengan perbaikan-perbaikan fasilitas, sebab pada hakikatnya masyarakat memang untuk dilayani, bukan dituntut bertanggung-jawab; atau selalu diminta mengerti.

Tulisan ini sekaligus penjelasan, bahwa kami (setidaknya saya) bukan kaum pendengki. Bukan politisi yang maniak kekuasaan. Kami ini orang fair saja; kalau ada kebaikan, diakui; kalau ada keburukan, ya diungkap apa adanya, agar menjadi koreksi untuk diperbaiki. Insya Allah, saya tidak malu untuk mengakui kebaikan seorang pemimpin, jika memang dirinya melakukan perbaikan. Sebaliknya, jika kepemimpinan seseorang membuat banyak masalah yang merepotkan kehidupan rakyat, mohon maaf, pasti akan dikoreksi!

Kita akan selalu fair-fair saja; kalau baik dikatakan baik, kalau buruk ya dikatakan buruk. Alhamdulillah, semua ini tanpa tendensi tertentu, seperti cari muka, minta fasilitas dari pemimpin, memuji biar mendapat posisi. Alhamdulillah, Allah Ta’ala menolong kita untuk bersikap baik dan syukur di jalan-Nya.

Sekali lagi, hatur nuwun Pak Gubernur! Atawa hatur nuhun Pak Walikota! Mugia jalan nu tos dibereskeun janten manfaat jeung maslahat ka kahidupan masyarakat. Allahumma amin.

Tapi saya mengingatkan juga, masih banyak perbaikan lain yang ditunggu masyarakat. Ini baru satu atau dua langkah, masih banyak langkah-langkah lain yang harus dilanjutkan. Kalau Pak Gubernur sudah memenuhi harapan masyarakat kaum Muslimin di Jawa Barat, insya Allah tulisan kritik di blog ini akan dihapus.

Alhamdulillah Rabbil ‘alamiin.

Sim Kuring (AMW) —

__________________________________________________________________________

Catatan: Mohon Saudara @ Aban atau @ Rudy, Anda tidak usah berkomentar. Komentar Anda tidak disukai disini! Anda sudah masuk kategori person tercela yang tak perlu diberi ruang apapun. Anda berdebat dan diskusi secara membabi-buta dan tidak memelihara kehormatan Muslim lain. Dalam riwayat dikatakan, kurang-lebih, “Ab-gha-dhur rijal ‘indallahi alaadul khi-sham” (manusia yang paling dimurkai di sisi Allah, ialah seorang pendebat/pembantah yang melampaui batas). Berdebat dengan orang yang buruk akhlak, seperti memburukkan diri sendiri. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.