Apakah Pembagian Tauhid Merupakan Bid’ah?

Desember 2, 2011

Bismillahirrahmaanirrahiim

Dalam buku Syaikh Idahram ke-3, “Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi” (USMSW), di bagian akhir disebutkan keterangan tentang fatwa Dewan Fatwa Mesir (Darul Ifta’ Al Mishriyah), bahwa pembagian tauhid menjadi dua (Uluhiyyah dan Rububiyyah) merupakan pembagian yang bid’ah dan sesat. Si penulis tidak mencantumkan teks asli fatwa itu karena di dalamnya ada tulisan “Syaikh Ibnu Taimiyyah rahimahullah” (doa dari ulama anggota Darul Ifta’). Begitu takutnya si penulis jika doa “rahimahullah” ini dibaca oleh kaum Muslimin, sehingga dia tidak menerjemahkan fatwa itu secara penuh. Hanya disebutkan isinya saja. Begitulah gaya penulis sesat ini dalam menipu Ummat yang dia anggap awam dan gampang dikelabui. Banyak sekali cara-cara licik menghiasi bukunya. Nas’alullah al ‘afiyah.

Jalan-jalan Ilmu Tauhid untuk Mengenal Allah Ar Rahmaan.

Kembali ke soal pembagian tauhid menjadi Uluhiyyah dan Rububiyyah. Katanya, pembagian tauhid seperti ini bid’ah, sesat dan menyesatkan. Syaikh Idahram mengatakan dalam bukunya: “Padahal sesungguhnya, tauhid hanya satu dan integral tidak terpisahkan. Pembagian tauhid seperti faham Wahabi ini adalah akal-akalan mereka untuk memusyrikkan umat Islam yang bertawasul dengan ibadahnya, bertawasul dengan kebenaran nabinya, dan bertawasul dengan kebenaran orang saleh ataupun Al Qur’an al-Karim.” (USMSW, hal. 324).

Penolakan terhadap pembagian tauhid ini sudah terdengar sejak beberapa tahun lalu. Lengkapnya, pembagian tauhid itu meliputi tiga, yaitu: Tauhid Rububiyyah, Tauhid Uluhiyyah, dan Tauhid Asma Wa Shifat. Bukan hanya dua. Dr. Hidayat Nur Wahid pernah mengeritik pembagian tauhid ini, katanya ia merupakan pembagian bid’ah, yang tidak dikenal di masa Rasulullah Saw dan Shahabat Ra. Topik ini diangkat oleh Syaikh Idahram sebagai tambahan serangannya kepada kaum yang dia klaim sebagai “Salafi Wahabi”.

Pertanyaannya, apakah pembagian tauhid dengan 3 pembagian itu merupakan bid’ah? Sesat dan menyesatkan? Akal-akalan kaum Wahabi?

Dalam kesempatan ini kita akan membuktikan, bahwa pembagian tauhid itu sudah benar, sesuai Syariat Islam, dan bukan bid’ah (apalagi sampai sesat menyesatkan). Apa yang dituduhkan sebagian orang dalam topik ini hanyalah pendapat emosional, dalilnya lemah, dan terkesan dicari-cari. Lembaga setingkat Dewan Ulama Mesir sekalipun, kalau pendapatnya keliru, harus diabaikan.

Baca entri selengkapnya »

Iklan