KH. Hasyim Asyari dan Wahabi

Juni 21, 2015

>> Sebuah rahasia penting. Jarang diungkap. Padahal perlu diketahui.
>> Terus terang saya sebal sekali dengan kawan-kawan ASWAJA yang gemar memvonis Wahabi sesat, serupa Syiah.
>> Padahal ya, sekeras-kerasnya Wahabi (Salafi) mengkritik ASWAJA, paling seputar bid’ah atau amal-amal yang didakwa mengandung kesyirikan. Tidak pernah Wahabi memandang ASWAJA sebagai aliran sesat, seperti Syiah.
>> Pandangan Wahabi kepada ASWAJA, tak beda dengan pandangan Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad kepada NU. Kurang lebih begitu.
>> Banyak kalangan ASWAJA mendasarkan sikapnya pada ajaran KH. Hasyim Asyari saat beliau mengingkari Wahabi.
>> Kritik seperti itu sebenarnya berangkat dari TANGGUNGJAWAB Kyai Hasyim untuk melindungi & mengembangkan Jum’iyah NU-nya. Ibaratnya self protector-lah.
>> Tapi secara keumuman sebagai bagian dari Ummat, Kyai Hasyim mau sinergi dengan elemen-elemen Wahabi.
>> Anda tidak percaya? Anda sebut saya fitnah? Tidak. Ini benar-benar nyata. Ada buktinya.
>> Buktinya, saat terbentuk Partai Masyumi, yang menjadi Ketua Dewan Syuro-nya adalah Kyai Hasyim.
>> Padahal Masyumi dikenal sebagai gudangnya Wahabi. Tapi setelah merdeka. Stelah Kyai Hasyim wafat, pihak NU memilih menyisih dari saudara-saudaranya, kalangan Wahabi.
>> Kalau melihat kawan-kawan ASWAJA begitu nafsu menyerang Wahabi, kadang saya membatin: “Anda seolah merasa lebih alim dari Kyai Hasyim.”
>> Yo wis, gitu ajah. Matur nuwun.

(WeLook).

Iklan

Memuji Dialog Ustadz Salafi

Januari 15, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Baru-baru ini dilaksanakan dialog antara ASWAJA (NU) dengan Salafi di Kantor Kemenag Batam. Dialog menghadirkan Ustadz Firanda dan Ustadz Zainal Abidin dari Salafi; dan menghadirkan Ustadz Idrus Ramli dan Ustadz Thobari dari NU. Hasil dialog dapat diunduh di Youtube.

Link video sebagai berikut:

Tetapi data video di atas cukup besar, kalau tidak salah melebihi 600 MB. Kalau didownload tentu makan waktu lama. Ya silakan cari solusinya.

Disini kami ingin memberikan apresiasi (pujian) kepada Ustadz-ustadz Salafi yang terlibat dalam dialog di atas. Kami tidak menyinggung isi dialog atau materinya; karena dalam pandangan kami, apa yang dipaparkan Ustadz-ustadz Salafi itu serupa dengan yang kami yakini. Tapi pujian ini tertuju pada KESEDIAAN dan KELAPANGAN HATI mereka untuk berdialog dengan kalangan non Salafi.

Bagi kami, melihat ada Ustadz Salafi yang mau terjun berdialog, ini sungguh bagus. Karena selama ini Salafi dikenal sering “menghindari dialog”. Itu sudah bagus dan layak dikembangkan, agar terjadi saling memahami satu sama lain. Soal orang lain mau terima dalil kita, itu urusan mereka, yang penting dakwah sudah disampaikan.

Kenapa kami apresiasi hal ini?

Karena mengingat peristiwa-peristiwa tragis yang terjadi di Mesir, salah satunya karena minimnya dialog dan komunikasi antar gerakan-gerakan dakwah Islam; sehingga ketika terjadi chaos, masing-masing menempuh kebijakan sendiri yang saling berbenturan. Itu sangat buruk dan berdampak bahaya bagi masa depan Ummat.

Dengan kebiasaan dialog, diskusi, saling mengajukan argumen dan pendapat, secara fair; insya Allah akan tercipta situasi persaudaraan yang lebih baik antar sesama Muslim. Amin Allahumma amin.

Terimakasih kepada Ustadz Firanda, Ustadz Zainal Abidin, Ustadz Idrus Ramli dan Ustadz Thobari; terimakasih juga kepada kantor Kemenag Batam, masyarakat kaum Muslimin disana, dan panitia dialog serta media yang mengekspose-nya. Jazakumullah khairan katsira.

(Admin Pustaka Langit Biru).