Warisan Agung KH. Hasyim Asyari

Juli 1, 2015

Bismillahir rahmaanir rahiim.

* Beliau wafat pada 7 September 1947. Dalam usia sekitar 72 tahun. Dimakamkan di Jombang.
* Beliau wafat kurang dari 2 tahun sejak berdiri MASYUMI pada 7 November 1945. Kalau wafat beliau mundur 2 bulan, berarti pas 2 tahun usia Masyumi.
* Beliau adalah KETUA DEWAN SYURO Masyumi. Dewan Syuro gitu lho… Pasti jabatan hebat kan. Coba lihat betapa kuatnya posisi Ketua Dewan Syuro PKS, PPP, atau PBB.

Wasiat Persatuan Ummat

Wasiat Persatuan Ummat


* Beliau wafat dalam keadaan wadah politik Ummat Islam MASIH SATU.
* KH. Hasyim Asyari wafat meninggalkan Jum’iyah besar. NU tentunya.
* Beliau dijuluki Hadratus Syaikh, karena mengarang kitab-kitab ilmiyah dan fatwa-fatwa, dalam bahasa Arab Fusha yang baik & kokoh.
* Beliau juga MEWARISKAN teladan hebat bagi Ummat, antara lain:

[1]. Sikap lapang dada kepada yang berbeda pendapat.
[2]. Membina persaudaraan dan persatuan Ummat.
[3]. Menghormati hasil musyawarah dengan sesama elemen Ummat.
[4]. Peduli kepentingan politik Ummat.
[5]. Sikap Zuhud dunya, terutama terhadap jabatan birokrasi.

* TERNYATA, kualitas ilmu, adab, pengalaman hidup sangat berarti dalam membentuk sikap HIKMAH.
* Dalam perbedaan pandang, Sang Hadratus Syaikh telah menempatkan perkara UKHUWAH UMMAT pada porsi yang elegan.
* Setelah itu… Nggih terserah Njenengan sedoyo. Terserah Anda semua.
* Mari kita isi bulan Ramadhan kali ini dengan sebaik-baik amal.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

 

Iklan

KH. Hasyim Asyari dan Wahabi

Juni 21, 2015

>> Sebuah rahasia penting. Jarang diungkap. Padahal perlu diketahui.
>> Terus terang saya sebal sekali dengan kawan-kawan ASWAJA yang gemar memvonis Wahabi sesat, serupa Syiah.
>> Padahal ya, sekeras-kerasnya Wahabi (Salafi) mengkritik ASWAJA, paling seputar bid’ah atau amal-amal yang didakwa mengandung kesyirikan. Tidak pernah Wahabi memandang ASWAJA sebagai aliran sesat, seperti Syiah.
>> Pandangan Wahabi kepada ASWAJA, tak beda dengan pandangan Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad kepada NU. Kurang lebih begitu.
>> Banyak kalangan ASWAJA mendasarkan sikapnya pada ajaran KH. Hasyim Asyari saat beliau mengingkari Wahabi.
>> Kritik seperti itu sebenarnya berangkat dari TANGGUNGJAWAB Kyai Hasyim untuk melindungi & mengembangkan Jum’iyah NU-nya. Ibaratnya self protector-lah.
>> Tapi secara keumuman sebagai bagian dari Ummat, Kyai Hasyim mau sinergi dengan elemen-elemen Wahabi.
>> Anda tidak percaya? Anda sebut saya fitnah? Tidak. Ini benar-benar nyata. Ada buktinya.
>> Buktinya, saat terbentuk Partai Masyumi, yang menjadi Ketua Dewan Syuro-nya adalah Kyai Hasyim.
>> Padahal Masyumi dikenal sebagai gudangnya Wahabi. Tapi setelah merdeka. Stelah Kyai Hasyim wafat, pihak NU memilih menyisih dari saudara-saudaranya, kalangan Wahabi.
>> Kalau melihat kawan-kawan ASWAJA begitu nafsu menyerang Wahabi, kadang saya membatin: “Anda seolah merasa lebih alim dari Kyai Hasyim.”
>> Yo wis, gitu ajah. Matur nuwun.

(WeLook).