Kiamat 2012 dan Misteri UFO

November 18, 2009

Minggu-minggu ini kita disibukkan dengan berita seputar release film “2012”. Film ini unik, bukan hanya karena isinya kontroversial, tetapi judulnya hanya berupa angka. Hal ini mengingatkan kita kepada kode “911” sebelum kemudian muncul Tragedi WTC, 11 September 2001. Di media maupun internet, film 2012 menyita perhatian luar biasa. Secara pribadi saya sangat apresiatif dengan fatwa MUI Kab. Malang yang mengharamkan film “2012” itu. Baguslah, ada sikap determinatif ketika menghadapi masalah-masalah seperti ini.

Satu poin menarik dari film “2012” adalah tentang UFO. Singkat kata, Zaskia Mecca dan Hanung Bramantyo diwawancarai wartawan infotainment, menanyakan komentar mereka tentang film “2012” itu. Mereka ditanya tentang makhluk asing yang bernama UFO. Apakah mereka percaya? Dengan jelas dan tegas, Zaskia Mecca mempercayai adanya makhluk luar angkasa itu.

Terus terang saya tercenung mendengar komentar Zaskia Mecca itu. Terlalu lugu. Beberapa waktu lalu saat saya berkunjung ke rumah seorang teman, dia memarah-marahi anaknya yang masih SD karena percaya dengan UFO. Teman saya itu berkata tegas, “Nanti kamu musyrik kalau percaya dengan UFO!” Saya hanya terpaku menyaksikan kemarahan teman itu kepada anaknya. Dia marah besar dan sangat emosional saat bicara soal UFO.

Lalu UFO sendiri itu bagaimana? Ada atau tidak? Nyata atau hanya omong kosong?

UFO merupakan singkatan dari Unidentified Flying Object (suatu benda melayang yang tidak teridentifikasi). UFO sudah dibicarakan manusia sejak lama. Banyak orang mengklaim telah melihat UFO dengan segala macam bukti yang mereka sebutkan. Ada bukti foto, film, dan lainnya. Hingga kemarin sempat beredar rekaman video, katanya di atas lokasi Pasar Baru Jakarta ada benda UFO.

Banyak kalangan Islam terpengaruh oleh propaganda UFO ini. Salah satunya, Syaikh Muhammad Al Ghazali, salah seorang tokoh Mesir. Beliau juga percaya bahwa di luar angkasa ada kehidupan lain, seperti kehidupan kita di dunia ini. Beliau malah menampilkan dalil-dalil Al Qur’an untuk mendukung asumsinya.

Dari pembacaan yang saya lakukan selama ini dapat disimpulkan bahwa UFO ini hanya omong kosong belaka. Hanya bualan orang-orang yang tidak ada kerjaan. UFO ini hanya propaganda busuk untuk menyesatkan nalar manusia. Dengan keyakinan adanya UFO itu, nanti manusia digiring untuk memahami, bahwa agama itu tidak diperlukan. Sebab kehidupan seperti di dunia ini sifatnya umum (general), ada dimana-mana, tidak hanya di bumi saja.

Apa dalilnya untuk mengatakan bahwa UFO adalah omong kosong?

Pertama, tujuan akhir dari isu UFO adalah atheisme. Dari sini kita bisa mengetahui, bahwa isu UFO ini sesat semata. Sesuatu yang ujungnya sesat, pangkalnya pasti sesat.

Kedua, kalau UFO itu benar-benar ada, maka ia akan diceritakan manusia sejak jaman dahulu. Bukan hanya saat-saat jaman modern saja. Tentu yang menjadi saksi kehadiran UFO itu bukan hanya manusia jaman kita, tetapi juga manusia jaman Fir’aun dulu, manusia jaman Nabi Huud, dan sebagainya. Tetapi kan hebohnya baru di abad-abad modern, ketika para saintis materialis bersikap jumawa dengan ilmu yang mereka kuasai.

Ketiga, seluruh bukti-bukti yang diklaim sebagai bukti adanya UFO adalah bukti-bukti yang tidak jelas, samar, banyak diselimuti kabut ketidak-jelasan. Seluruh bukti-buktinya tidak ada yang meyakinkan. Kita tidak pernah mendapati bukti adanya UFO dengan bukti terang-benderang, seperti terangnya matahari saat siang, seperti bulan yang bercahaya di saat malam, atau seperti jatuhnya meteor ke permukaan bumi. Tidak pernah ada bukti yang meyakinkan. Selalu saja dipenuhi dengan selubung-selubung kekaburan. Masak sih, dalam waktu ribuan tahun sejak jaman Bani Israil di masa Ya’qub As, tidak ada bukti yang sangat meyakinkan?

Keempat, UFO itu kan diklaim sebagai makhluk asing di luar angkasa. Mereka diklaim sebagai masyarakat (koloni) yang memiliki kehidupan di luar angkasa, dan sebagian mereka mampu datang ke bumi. Kalau begitu, mengapa mereka tidak ada satu pun yang tertangkap tangan secara utuh di bumi? Atau tidak ada satu pun dari mereka yang melakukan kontak komunikasi, bergaul dengan manusia, dan sebagainya. Kalaupun ada, umumnya hanya di film-film fiksi. Sebagai sebuah koloni, tidak mungkin tidak ada jejak-jejaknya. Pasti ada jejaknya. Wong seekor ular yang melintas di atas lumpur meninggalkan jejak, masak sebuah koloni masyarakat tidak ada jejaknya sama sekali?

Kelima, ini yang paling konyol, sifat-sifat UFO itu ternyata diciptakan sendiri oleh pikiran manusia. Disana digambarkan UFO memiliki pesawat, bentuknya piring terbang. Pesawat bisa mendarat, berbentuk bulat, memiliki cahaya, dilengkapi alat-alat mesin canggih. UFO dipercaya lebih pintar dari manusia, bentuknya aneh, berkomunikasi dengan bahasa mesin, sangat peka dalam menginderai benda-benda, punya kemampuan listrik, punya kemampuan persenjataan, sering memakai laser, dll. Pokoknya, UFO lebih canggih dan pintar ketimbang manusia. Tetapi rata-rata mereka berpenampilan jelek (he he he).

Kalau Anda tahu, sifat-sifat yang dilekatkan kepada UFO di atas adalah hasil ciptaan manusia sendiri. Manusia terinspirasi dengan khayalan-khayalan tentang dunia yang asing, unik, dan sensasional. Lalu muncullah gambaran-gambaran tentang UFO. Ini semua hanya hasil pikiran ilmuwan-ilmuwan gendeng, tidak bermoral, dan atheis.

Lalu dimana letak inti kebohongannya?

Perlu dipahami, bahwa pesawat, kendaraan, alat komunikasi, senjata, sinar, dan apapun yang diklaim sebagai milik UFO itu, semuanya adalah alat-alat yang terikat hukum teknologi. Maksudnya, secara teknik kita harus memikirkan bagaimana alat-alat itu bisa muncul?

Misalnya, pesawat berbentuk piring terbang. Mengapa harus piring terbang? Bagaimana ia bisa melayang-layang di udara kalau bentuknya seperti piring terbang? Dimana letak bahan bakar, roket pendorong, serta alat kemudinya? Bahan bakar apa yang mereka pakai? Bahan bakar fosil, nabati, atau nuklir? Kalau nuklir, dimana mereka membuat reaktornya dan bahan radioaktif apa yang mereka pakai? Kalau mereka memakai senjata berupa sinar laser. Sinar lasernya dari bahan apa? Bagaimana cara membangkitkan sinar itu? Bagaimana cara mengisolasinya? Sejauhmana kekuatan sinarnya? Dan banyak pertanyaan-pertanyaan teknis yang tidak terjawab. Kita tahunya, semua itu tiba-tiba muncul begitu saja, misterius, membuat heboh dimana-mana. Padahal secara teknik sangat rumit perhitungannya.

Nah, setelah Anda paham bahwa alat-alat yang dipakai UFO itu harus memiliki landasan teknologi tertentu. Sekarang kita tanyakan, apakah kondisi alam dimana UFO itu tinggal sama dengan kondisi bumi? Ini pertanyaan fundamentalnya. Sebab harus Anda pahami, bahwa semua teknologi yang dikembangkan manusia selama ini, hal itu bertumpu kenyataan riil kehidupan di bumi. Semua jenis teknologi bertumpu pada kenyataan natural yang ada di bumi, meskipun itu adalah komputer super canggih, Deep Blue.

Sedangkan kita tahu, bahwa UFO selama ini digambarkan sebagai makhluk asing dari luar angkasa. Apakah kondisi di luar angkasa sama dengan kondisi di muka bumi? Jangankan di tempat-tempat yang jauh, di Mars saja sangat berbeda kondisinya dengan bumi. Kalau variable-variable lingkungannya berbeda, pasti teknologi yang dibutuhkannya juga berbeda. Itu pasti. Teknologi akan mengikuti kondisi di sekitarnya.

Maka ketika UFO digambarkan punya pesawat terbang, berbentuk piring terbang, punya alat-alat canggih, punya senjata laser, berkomunikasi dengan bahasa mesin, dll. semua ini hanyalah omong kosong belaka. Semua ini hanya bualan kosong ilmuwan-ilmuwan atheis, tak bermorasl, dan bejat.

UFO digambarkan sedemikian rupa dengan segala keanehannya, tetapi variabel-variabel yang menyertai segala hal yang bersangkutan dengan UFO itu mengacu kepada kondisi-kondisi di bumi. Makhluknya dari angkasa luar, tapi kondisi-kondisi yang mengelilinginya adalah kondisi bumi. Aneh bin ajaib!!!

Jadi, UFO dan kawan-kawan, hanyalah hasil omong kosong manusia-manusia kotor akal, manusia dungu yang suka menipu manusia dengan sensasi-sensasi. Mereka adalah manusia-manusia keji yang tidak memiliki pekerjaan apapun, selain menipu manusia dengan omong kosong.

Akhirul kalam, walhamdulillah Rabbil ‘alamiin. Tidak ada kebenaran suci dan mutlak, selain yang bersumber dari Allah dan Rasul-Nya.

AMW.