Mari Doakan Politisi Muslim Terzhalimi…

Juni 28, 2016
Doakan Saudaraku agar Allah Bebaskan

Doakan Saudaraku agar Allah Bebaskan

Ada beberapa tokoh politisi Muslim yang saat ini DIPENJARA.
Mereka adalah korban KONSPIRASI HUKUM rezim yang lalu, lewat KPK.
.
Mereka adalah:
1. Bapak Suryadarma Ali (mantan Ketua Umum PPP).
2. Ustadz Luthfi Hassan Ishaq (mantan Presiden PKS).
3. Bung Anas Urbaningrum (mantan Ketua Umum Partai Demokrat).
.
MEREKA adalah putra-putra Ummat. Telah berkiprah dalam perjuangan politik KEUMMATAN. Dengan segala kelebihan dan kekurangan.
.
Semoga Allah Ta’ala segera membebaskan mereka.
Semoga Allah Ar Rahim menolong atas kesulitan mereka & keluarganya.
Semoga Allah memberi karunia KEADILAN yang murni, kepada mereka.
Semoga Allah membalas atas orang-orang yang zhalim dengan hukuman berlipat ganda.
Semoga Allah menolong para pejuang di jalan-Nya.
.
Amin amin, Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa alihi wa ashabih.
.
Di bulan MULIA ini, kami teringat orang-orang yang ‪#‎TERZHALIMI‬. Mungkin mereka menantikan doa-doa kita. Mari kita doakan saudaraku.
.
‪#‎MUSLIM_SOLIDARITY‬

Iklan

Contoh Nyata Sikap Politisi Islami…

Oktober 12, 2010

Tulisan ini hanya meng-kopi artikel yang dimuat oleh http://www.hidayatullah.com. Ini hanya kopian saja. Saya biarkan apa-adanya, dari sononya. Tulisan asli sebagai berikut: Menag Akan Segera Bubarkan Ahmadiyyah? Oh ya, artikel ini dimuat 12 Oktober 2010, jam 10.34 WIB. Selamat membaca!

MENAG AKAN SEGERA BUBARKAN AHMADIYYAH?

Hidayatullah.com—Rencana Menteri Agama  (Menag) Suryadharma Ali yang akan membubarkan  aliran Ahmadiyah, kembali disampaikan. Pernyataan ini ia sampaikan saat melepas keberangkatan calon jamaah haji asal Medan, Senin malam.

“Awalnya saya berprinsip dua alternatif, membiarkan atau membubarkan. Kedua-duanya pasti beresiko. Namun setelah melalui anjuran MUI, PBNU dan Muhammadiyah, kelompok Ahmadiyah harus dibubarkan di Indonesia,” kata  Menteri Agama, tadi malam saat melepas jamaah Kloter 1 asal Labuhan Batu, Medan.

Hanya lebih kurang 1,5 jam melepas jamaah, Menag akhirnya  bergegas balik ke Jakarta untuk menghadiri wisuda anaknya.

Menurut Menag, dirinya bukan benci keberagaman beragama, namun keberadaan Ahmadiyah tidak dapat dipertahankan lagi, bahkan menimbulkan risiko lebih besar pada masa-masa akan datang.

Kata Menag, kelompok Ahmadiyah diakuinya menganut ajaran Islam, namun  paham yang mereka anut bertentangan dengan agama Islam, sehingga merusak akidah.

“Kalau itu terus dibiarkan akan menambah dosa di kalangan umat Islam dan menambah konflik kalangan umat yang penduduknya berjumlah lebih 90 persen beragama Islam. Makanya harus dibubarkan,” ujarnya.

Menag menegaskan, orang boleh berkata macam-macam, namun kenyataannya  Ahmadiyah itu tidak benar, banyak menyebarkan ajaran sesat dan menyesatkan umat.

Kebebasan Beragama

Pernyataan Menag ini memang bukan yang pertama. Sebelumnya,  Suryadharma Ali menegaskan, jemaah Ahmadiyah harus membubarkan diri. Suryadharma beralasan, Ahmadiyah telah bertentangan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri.

“Harusnya  Ahmadiyah segera dibubarkan. Kalau tidak dibubarkan masalahnya  akan terus berkembang,” katanya  usai mengikuti  rapat gabungan di Gedung DPR, Senayan, Senin 30 Agustus 2010.

Selain itu, menurut Suryadharma Ali, dalam SKB dengan jelas dinyatakan, ajaran Ahmadiyah tak boleh disebarluaskan karena menyimpang dari Islam. Menurutnya, aliran Ahmadiyah menyebut,  al-Quran bukan kitab terakhir.

“Juga karena prinsip nabi Muhammad bukan Nabi terakhir, sangat bertentangan dengan agama Islam. Kalau itu yang dimaksud kebebasan beragama kebablasan namanya,” katanya.

Jika prinsip Ahmadiyah ini disebut kebebasan beragama, Suryadharma mempertanyakan, bagaimana dengan hak asasi umat lain yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad merupakan Nabi terakhir.

“Siapa yang melindungi hak asasi mereka. Karena dalam kebebasan itu harus ada prinsip menghormati kebebasan orang lain. Hak ini yang harus dilindungi ketika ada sekelompok orang yang mengatakan Nabi Muhammad bukan nabi terakhir,” ujarnya. Mudah-mudahan gagasan Menag ini dapat segera dilaksanakan. [was/ti/hidayatullah.com].

Ini contoh sederhana sikap politisi Islami. Memang harus begitu, selalu bermuatan amar makruf nahi munkar. Bukan dijajah oleh konsep “maslahat dakwah”, lalu boleh menabrak apa saja dari bagian-bagian Syariat Islam ini.

Tentunya, kita tidak mengklaim seseorang telah bersikap lurus 100 % sesuai kaidah politik Islami. Tidak demikian. Tetapi kita mengapresiasi prestasi kebaikan-kebaikan yang nyata ada.

Dan ternyata, politisi-politisi Muslim produk lama, lebih banyak yang bersesuaian dengan Syariat Islam, daripada produk baru. Sangat disayangkan ya!

Alhamdulillah Rabbil ‘alamiin.

AMW.