Obama atau Oh Mama…

November 11, 2008

Selasa, 4 November 2008, kandidat Partai Demokrat, Barack Obama, memenangi pemilu Amerika. Dia menang mutlak, unggul atas John McCain, kandidat dari Partai Republik. Obama menjadi presiden Amerika ke-44, sekaligus presiden kulit hitam pertama sejak era George Washington. Dalam pemilu yang menelan biaya 2,4 triliun dolar itu, Obama membawa Partai Demokrat mengakhiri dominasi Partai Republik selama 10 tahun terakhir. Pemilu Amerika kali ini tergolong emosional, sebab diikuti oleh sekitar 139 juta pemilih. Ia merupakan rekor partisipasi tertinggi sejak tahun 1960. Selain itu, Obama meraih sekitar 350 suara dari total 538 suara di 50 negara bagian Amerika. (BBCIndonesia.com dan Kompas.com).

Kemenangan Barack Obama sebenarnya sudah diramalkan, sebab menurut pooling-pooling yang diadakan, Obama selalu mengungguli McCain. Berkali-kali Sarah Palin (kandidat wakil presiden Republik) menyerang Obama, tetapi publik Amerika tetap haus mendukung Obama. Kampanye “Hope” (harapan) yang dilancarkan Obama telah membuat publik Amerika takluk. Mereka begitu terpukau oleh “Hope” Obama, sehingga segala rintangan apapun dibaikan, demi mendukung Obama. Oh Mama, kandidat Partai Demokrat satu itu meraih kemenangan besar.

Kemenangan Obama seketika menyulut histeria dunia. Bukan hanya warga Amerika yang bersuka cita, tetapi juga orang Australia, Eropa, Asia, Afrika, termasuk Indonesia. Obama Euphoria, begitulah kira-kira. Apalagi SD Menteng 1 Jakarta, setiap hari mereka menggelar doa agar Obama menang pemilu. Sebuah rumah yang dulu pernah ditempati Obama di Jakarta konon ditawar ratusan miliar. MetroTV tampak sangat gembira dengan kemenangan Obama. Mereka seperti lebih memiliki Amerika daripada warga Amerika sendiri. (Jangan-jangan mereka masuk jajaran tim pemenangan Obama. He he he…).

Baca entri selengkapnya »

Iklan