Rahasia Besar Kekalahan THE FED

Februari 4, 2009

Akhir tahun 2008 lalu Bank Sentral Amerika, The Federal Reserve, menurunkan suku bunga sampai level mendekati nol. Tepatnya di patokan 0,25 %. Biasanya The Fed (singkatan The Federal Reserve) memakai patokan 1,0 %. Saya tidak tahu, apakah nilai 0,25 % itu angka yang bersifat mutlak atau suatu nilai kisaran, tetapi demikianlah yang beredar di media. Keputusan The Fed menerapkan kebijakan “banting harga” itu disambut luas oleh masyarakat bisnis dunia. Seolah muncul kegairahan baru, setelah beberapa lama “pusing tujuh putaran” akibat Krisis Finansial Amerika. Alasan The Fed cukup logis, untuk menggairahkan sektor riil di Amerika. Barack Obama yang waktu itu belum dilantik menjadi US President, mendukung penuh kebijakan The Fed. Ya, bisa jadi ia adalah kebijakan kebijakan manis di sisa-sisa kepemimpinan George “The Shoe” Bush. (Saya masih suka terpingkal-pingkal kalau ingat Bush di-balang sepatu. Ho ho ho…).

Bagi sebagian besar kita, mungkin penurunan suku bunga The Fed tidak ngaruh. Bukan karena apa, tetapi tidak mengerti apa artinya? Padahal memahami hal seperti ini sangat penting agar kita tahu perkembangan bisnis global. Tujuannya bukan semata untuk urusan bisnis, tetapi mencermati segala dinamika yang bisa mempengaruhi kehidupan Ummat Islam. Disini saya ingin berbagi pengetahuan, mudah-mudahan bermanfaat menambah wawasan kita. Amin ya Karim. Setidaknya, biar nanti Anda tidak terlalu awam saat mendengar orang berbicara tentang “suku bunga The Fed” atau “BI rate”. Lagi pula, semua ini ditinjau menurut perspektif Islam, sesuai guidance hidup kita. Selamat membaca!

Memahami Sistem Perbankan

[o] The Federal Reserve adalah Bank Sentral Amerika. Disebut “The Federal” sebab lembaga ini dikelola oleh “Pemeritah Pusat” Amerika. Ingat lho, Amerika itu bentuknya “United” alias Federasi. The Fed serupa dengan Bank Indonesia (BI). Hanya pengaruh The Fed bersifat global, karena pengaruh ekonomi Amerika sendiri memang berpengaruh secara global. Hal itu muncul karena penggunaan mata uang dollar Amerika secara luas di dunia. Andai dollar hanya dipakai di Amerika, pasti negara itu tidak akan dominan secara ekonomi. [Sebab semua negara harus menyesuaikan transaksi perdagangan, keuangan, dan investasinya dengan mata uang dollar. Dengan sendirinya, dollar selalu dicari-cari. Seperi hukum ekonomi, makin banyak dicari, makin mahal harganya].

[o] Peranan The Fed menjadi sangat kuat ketika Amerika dilanda “gelombang Tsunami” Krisis Finansial yang sangat akut. Sama seperti di Indonesia dulu, ketika Krisis Ekonomi 1997. Waktu itu peranan BI sangat dominan. Salah satunya, waktu itu BI mengeluarkan kebijakan dana talangan hutang konglomerat, yang dikenal dengan nama BLBI. Istilahnya sangat lembut: Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Padahal makna sebenarnya: Negara harus tekor dana ratusan triliun rupiah untuk nomboki hutang para konglomerat terkutuk! [Itu arti sebenarnya! Karena orang Indonesia terkenal “santun bahasa”, perlu melembut-lembutkan istilah untuk kejahatan yang sangat keji]. Setelah Krisis Finansial, George Bush meminta Konggres Amerika meluluskan proposal untuk menalangi bank-bank Amerika yang bangkrut dengan suntikan dana sekitar US$ 700 miliar. Menurut prinsip Kapitalisme, campur tangan negara seperti usulan Bush itu HARAM AKBAR. Pejabat-pejabat IMF dan World Bank bisa “mati berdiri” hanya karena mendengar usulan “campur tangan” itu. Tapi karena terdesak, ya apa boleh buat? Mereka tidak malu menjilati ludahnya sendiri –yang kebetulan sudah terkumpul dua ember penuh-. Uni Eropa sendiri menyadari bahwa Krisis Finansial itu terjadi karena praktik Kapitalisme ekstrem. [Menurut agama Kapitalisme, negara tidak boleh ikut campur soal urusan ekonomi. Semakin liberal, semakin OK. Tetapi anehnya, pusat-puat Kapitalis seperti IMF, Bank Dunia, ADB, IGGI, CGI, dll. mereka 100 % mencampuri ekonomi bangsa-bangsa di dunia. IMF sendiri punya tim khusus, The Ecomic Hit Man (para tukang pukul ekonomi), yang kerjanya merusak ekonomi orang lain. Indonesia sendiri saat ini hancur karena disikat IMF tahun 1997 lalu].

Baca entri selengkapnya »

Iklan