Jangan Mendukung Zionis Laknatullah

Januari 17, 2009

Liputan 6 SCTV, 17 Januari 2009, pukul 17.00 WIB. Disana disebutkan bahwa Liga Arab setuju untuk membekukan hubungan diplomatik dengan Israel, sebagai bentuk protes atas agressi Israel ke Palestina. Namun dua negara menolak hasil rekomendasi Liga Arab itu, yaitu: MESIR dan SAUDI. Mereka menolak keputusan membekukan hubungan diplomatik dengan Yahudi Israel laknatullah ‘alaihim.

Ketika negara-negara Amerika Selatan mengutuk Israel. Bolivia menuduh Israel sebagai penjahat perang, Venezuela mengusir duta besar Israel, sebagai bentuk kecaman atas kebrutalan Israel. Ternyata, dua negara yang disebut-sebut sebagai pusat ilmu pengetahuan Islam, MESIR dan SAUDI, mereka menolak mendukung tekanan keras kepada negara Yahudi laknatullah itu. Ini sangat ironis! Orang kafir masih memiliki nurani, sementara dua negara yang mengklaim sebagai negara “paling Islami” di muka bumi, ridha menjadi sekutu Israel laknatullah ‘alaihim.

Liga Arab juga bermaksud mengadakan KTT di Doha Qatar, untuk menyatukan langkah bangsa-bangsa Arab. Dalam rencana KTT ini 13 negara Arab siap hadir, tetapi lagi-lagi, 3 negara sekutu Amerika, yaitu Mesir, Saudi, dan Yordania memboikot pertemuan itu. Sehingga KTT Doha berubah nama menjadi “KTT Ghaza”. Lihatlah betapa pemimpin-pemimpin Mesir, Saudi, dan Yordania itu tidak ada rasa takut sedikit pun kepada Allah Ta’ala. Mereka lebih takut kepada Amerika dan Yahudi Israel. Sangat mengerikan, sangat mengerikan!

Kita memang tidak boleh menyebut semua warga Arab, atau warga Arab Mesir, Saudi, dan Yordan brengsek semua. Tidak saudaraku! Disana sangat banyak kaum Muslimin yang mendidih darahnya melihat sikap pemerintah masing-masing. Syria sudah menunjukkan sikap berani, dia mengusulkan agar Israel dikeluarkan dari anggota PBB. Tetapi elit-elit politik di ketiga negara tersebut memang telah menampakkan sikap kebrutalan yang sangat mengerikan terhadap nasib saudara-saudara mereka, Muslim Palestina. Setelah agressi Israel, Hidayat Nurwahid bertemu dengan pemimpin-pemimpin Arab. Tetapi anehnya, Husni Mubarak, Presiden Mesir tidak mau menemuinya. Begitu juga Saudi sesumbar telah mengirimkan bantuan kemanusiaan sekian juta dollar. Tetapi apalah artinya bantuan itu? Bukankah yang prioritas adalah menghentikan kebrutalan Yahudi, menyelamatkan jiwa-jiwa kaum Muslimin, rumah-rumah, dan harta benda mereka?

Inilah masa dimana kaum Muslimin tidak memiliki back pemerintahan atau kepemimpinan yang melindungi. Orang-orang kafir begitu mudahnya menjadikan kita bulan-bulanan, seperti sansak tak berdaya. Setiap saat mereka bisa membunuhi anak-anak kita, menodai wanita-wanita kita, meruntuhkan rumah-rumah kita, merampasi harta-harta kita, menghinakan kehormatan kita. Kita tidak memiliki pelindung, pengayom, dan sistem yang kokoh sebagai atap. Akhirnya, kita hanya berlindung dengan keimanan di dada kita, persaudaraan di antara sesama Muslim, dan menggantungkan diri kepada ‘Izzah Allah Ar Rahmaan. Hanya ini pelindung kita, hanya ini sandaran kita. Allahu Akbar!!!

Sementara orang-orang tertentu dari kalangan Salafiyun, tidak henti-hentinya menyebarkan pemikiran aneh untuk merusak pemahaman Ummat. Dalam keadaan seperti ini masih sempat-sempatnya mereka melontarkan pandangan aneh, misalnya: “Perjuangan bangsa Palestina bukan jihad; jangan mengutuk Israel nanti bisa kafir, sebab Israel adalah nama lain Nabi Ya’qub ‘alaihissalam; Hamas dituduh memprovokasi Israel sehingga menghancurkan rakyat Ghaza (lihatlah, mereka kok mau membenarkan alasan yang dipakai Yahudi Israel terkutuk itu ketika melakukan agressi ke Ghaza?); jihad tidak disyariatkan, selama Muslim Palestina lemah; lebih baik Muslim Palestina hijrah keluar dari negerinya (biar Israel tertawa terbahak-bahak sampai muntah-muntah, sementara tidak ada satu pun Salafi mau menerima kedatangan Muslim Palestina di rumahnya); demo menentang Israel tidak boleh, menyebabkan kerusakan di muka bumi (sementara mereka tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan kebrutalan Yahudi Israel saat membunuhi anak-anak Muslim Palestina: dan lain-lain. Aneh, aneh, aneh…

Baca entri selengkapnya »

Iklan