SOLUSI untuk Warga Ghaza dari Penghancuran Zionis

Agustus 5, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sampai saat ini agresi rudal-rudal Zionis Yahudi ke Ghaza telah memakan korban sangat banyak. Sekitar 1.800 jiwa sudah meninggal, 8000 manusia terluka, ratusan rumah, gedung-gedung, pasar, dan fasilitas sosial hancur lebur. Subhanallahu wa masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah; tsumma nas’alullah al ‘afwa wal a’fiyah zhahira wa bathina. Amin.

Di sini kami akan coba sampaikan sebuah SARAN SOLUSI untuk menghadapi bencana-bencana serupa di masa nanti. Kita tahu bahwa bombardemen Zionis Yahudi ini sudah dilakukan pada tahun-tahun lalu, baik tahun 2008 maupun 2012. Caranya sama, sadisnya sama, korbannya juga kurang lebih sama. Dengan melihat model serangan yang sama, masyarakat Ghaza bisa melakukan SOLUSI AKTIF untuk mengantisipasi serangan serupa.

Kami sangat berharap kepada siapapun di antara kaum Muslimin, atau pembaca risalah ini, untuk menyampaikan saran solusi ini kepada saudara-saudara kita di Ghaza sana. Mohon bantuannya untuk translate, serta disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan di Ghaza sana. Insya Allah saran yang kami ajukan ini cukup realistik dan mudah dilaksanakan.

Bunker Perlindungan di Bawah Tanah

Bunker Perlindungan di Bawah Tanah

Seperti biasa, mari kita baca fakta-faktanya sebelum akhirnya mengemuka pada solusi kongkret:

[a]. Sebagian besar korban jiwa atau terluka di Ghaza saat ini adalah karena terkena reruntuhan bangunan, dinding, tembok, atap, kayu, dan sebagainya. Artinya, saat terjadi serangan rata-rata warga Ghaza berada di rumah mereka. Ini FAKTA besar yang mesti kita perhatikan dengan cermat.

[b]. Kalau melihat modus serangan Zionis Yahudi ke warga Ghaza, sebagian besar menggunakan rudal, roket, tembakan bom, mortir yang diarahkan ke rumah-rumah, gedung-gedung, pemukiman, dan sebagainya. Model serangan serupa pernah ditujukan kepada masyarakat Irak saat invasi Amerika 1991 dan 2003. Ketika itu Amerika dan Sekutu juga menghujani penduduk Irak dengan ribuan ton bom dengan harga triliunan dolar Amerika. Cara yang sama juga dilakukan Amerika ketika menghujani Afghanistan dengan ribuan rudal untuk meruntuhkan pemerintah Thaliban. Korban dari serbuan rudal demikian hingga jutaan manusia Muslim. Nas’alullah al ‘afwa wal ‘afiyah.

[c]. Pada Perang Teluk tahun 1991 dan 2003, banyak sekali rakyat Irak menjadi korban keganasan rudal-rudal Amerika. Tapi herannya, militer Irak cukup mampu bertahan dan melakukan perlawanan. Bagaimana caranya? Mereka sembunyi pada bunker-bunker persembunyian di bawah tanah. Bahkan Saddam Husein pun ditemukan saat dia sedang bersembunyi di lubang persembunyian bawah tanah yang cukup dimasuki untuk dirinya sendiri.

[d]. Masyarakat California Amerika sering mengalami serangan Tornado. Tornado jika sudah menyerang, bisa menerbangkan rumah-rumah, pohon, mobil, benda-benda berat, dan lainnya. Rata-rata pemukiman yang diserang Tornado rata dengan tanah. Masyarakat di sana menyiasati serangan Tornado dengan membuat bunker persembunyian di bawah tanah. Bagi mereka, hancurnya rumah masih bisa diperbaiki, asalkan nyawa mereka tetap selamat.

[e]. Para pejuang Hamas sendiri selama ini sangat terkenal dengan keahliannya membuat terowongan-terowongan bawah tanah. Meskipun mereka diboikot dari berbagai arah, tetapi tetap eksis dengan giat membuat terowongan-terowongan. Meskipun banyak yang ditutup atau diruntuhkan oleh Zionis Yahudi dan Mesir, tetapi terowongan itu terus bermunculan. Artinya, kalangan Hamas dan rakyat Ghaza sudah sangat familiar dengan bentuk-bentuk konstruksi bawah tanah.

Dari fakta-fakta di atas, maka warga Ghaza perlu memikirkan cara mengamankan diri dengan cara sederhana, tetapi cukup efektif untuk menjaga keselamatan dan eksistensi kehidupan. Untuk itu kami menyarankan beberapa poin sebagai berikut:

Lindungi Nyawa Warga Ghaza

Lindungi Nyawa Warga Ghaza

[1]. Jika nanti perang sudah mereda, silakan bereskan sisa-sisa reruntuhan bangunan yang berserakan. Setelah itu hendaknya setiap rumah atau gedung membuat tempat-tempat persembunyian (bunker) di bawah tanah.

[2]. Bunker ini fungsinya adalah untuk tempat berlindung sementara dari risiko tertimpa bangunan, tembok, batu, kayu, dan sebagainya. Prinsip yang dipegang di sini: “Biarkan gedung/bangunan hancur karena serangan, tetapi nyawa manusia masih bisa diselamatkan.”

[3]. Tentu saja bunker ini harus dilengkapi sarana-sarana untuk bertahan hidup dalam waktu tertentu, misalnya di sana ada tempat makanan, minuman, obat-obatan, saluran udara, sumber cahaya, serta alat-alat darurat yang dibutuhkan.

[4]. Upaya memakai bunker-bunker ini sifatnya sementara saja, selama masyarakat Ghaza mendapat gempuran bom-bom dari Zionis Yahudi. Jika keadaan sudah mereka. Silakan keluar dan beraktivitas kembali.

[5]. Pihak pemerintah di Ghaza harus membantu usaha membuat bunker-bunker perlindungan ini, serta membuat SIRINE UMUM yang sewaktu-waktu dinyalakan secara intensif jika Zionis Yahudi tiba-tiba melakukan serangan. Setiap ada serangan Yahudi, sirine harus dibunyikan, untuk meminimalisir jatuhnya korban.

Dengan cara demikian, maka warga Ghaza tidak akan menjadi bulan-bulanan Zionis Yahudi. Mereka bisa tetap hidup, tumbuh, berkembang, dan terus berjuang untuk mencapai kemerdekaan, kedaulatan, serta martabat hidup. Tentu saja, cita-cita bagi bebasnya MASJIDIL AQSHA yang diberkahi Allah Ta’ala.

Demikian, semoga saran sederhana ini bisa membantu meminimalisir jatuhnya korban-korban kaum Muslimin akibat kekejaman Zionis Yahudi -semoga Allah segera merobohkan pilar-pilar angkara murka mereka-. Amin.

Terimakasih, alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).

Iklan