Marhaban Ya Ramadhan Karim…

Juli 17, 2012

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Marhaban ya Ramadhan, marhaban ya Syahral Mubarak wa Syahras Shiyam

Alhamdulillah, akhirnya yang dinanti-nanti sudah di depan mata. Bulan Ramadhan insya Allah kembali mewarnai hidup kita. Ibarat sebuah penantian, kita sudah begitu lama menantikan bulan ini. Inilah bulan suci, bulan rahmat, bulan ibadah, bulan taubat, bulan perbaikan diri, dan bulan dimana Allah Azza Wa Jalla melimpahkan sangat banyak nikmat-Nya kepada kita semua.

Ramadhan memiliki banyak makna dalam hidup kaum Muslimin…

TRADISI IBADAH. Sebagian besar kaum Muslimin menyambut Ramadhan dalam pengertian ini. Ramadhan adalah bulan ibadah yang khas, sebulan penuh puasa, diwarnai aneka rupa dinamika hidup yang berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Ada tradisi Imsak, tradisi Shalat Subuh, tradisi menanti bedug Maghrib, tradisi Tarawih, dan sebagainya. Seringkali, sifat tradisi itu lebih mendominasi kesadaran Ummat saat berinteraksi dengan Ramadhan.

SEPERTI PENJARA. Bagi orang-orang yang lemah iman dan bergumul dengan maksiyat, Ramadhan dianggap “siksaaan berat”. Di bulan ini biasanya mereka tidak puasa, tidak menjalankan ibadah seperti yang lainnya. Mereka begitu berat dengan datangnya bulan suci ini, ingin rasanya jika bulan ini cepat berlalu; sebab selama ia masih ada, pintu-pintu kebebasan hawa nafsu yang mereka ingini tidak tercapai. Inilah tipe manusia yang dijauhkan dari rahmat Allah. Nas’alullah al ‘afiyah.

BULAN PENCITRAAN. Bagi orang-orang tertentu, terutama elit politik, Ramadhan menjadi momen istimewa untuk menunjukkan diri sebagai komunitas yang Islami. Soal setiap hari setiap waktu mereka menghujat agama, melecehkan, mendukung sekularisme, bergelimang politik kotor, dan korupsi; itu urusan lain. Pokoknya, selama Ramadhan tiba, semuanya mendadak menjadi “shalih dan santri”. Masyarakat awam sering terperdaya oleh gaya “srigala berbulu domba” ini.

Baca entri selengkapnya »

Iklan