“WTC 911” dan Missi Dajjal

November 20, 2010

(Edited Version).

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Peristiwa Tragedi WTC 11 September 2001, menyisakan rentetan panjang penderitaan manusia yang luar biasa. Bukan hanya ribuan korban yang hancur terbakar, jatuh, atau tertimbun kejamnya material reruntuhan WTC. Namun miliaran Ummat Islam juga menderita akibat peristiwa itu. Tragedi WTC menghalalkan kaum Muslimin diperangi atas nama “war on terror” yang dikomandoi oleh George Bush dan kawan-kawan.

Peristiwa itu sendiri terjadi di WTC New York, pada tanggal 11 September 2001. Kalau disingkat, WTC 119; 11 adalah tanggalnya, dan 9 adalah bulannya. Dalam ejaan Inggris, bulan ditulis lebih dulu, sehingga menjadi 911 (nine one one). Sehingga peristiwa itu kerap disebut “WTC nine one one”. Dan kebetulan kode 911 merupakan kode panggilan darurat yang berlaku di Amerika. Begitu populernya istilah ini, sampai ada “Nanny 911”; untuk menunjukkan kepada karakter seorang Nanny (pengasuh anak) yang siap dipanggil kapan saja, untuk menangani kasus-kasus kenakalan anak yang sudah mencapai taraf darurat.

Istilah “WTC 911” itu bukan main-main. Ia bukan peristiwa biasa, ia bukan aksi terorisme biasa, ia bukan tragedi biasa. “WTC 911” adalah sebuah ICON gerakan besar yang dikembangkan di awal abad 21. Ia adalah simbol atau kode bagi Zionisme internasional untuk menenggelamkan dunia dalam perang anti terorisme yang mereka rancang. Khususnya, “WTC 911” adalah missi internasional untuk memerangi kebangkitan kaum Muslimin melalui isu terorisme. Ini adalah sandi, kode, atau icon gerakan Zionisme internasional.

Sebagai orang beriman, kita menolak Tragedi WTC 11 September 2001 itu, dan lebih menolak lagi ketika tragedi itu dijadikan alasan untuk memerangi kaum Muslimin di seluruh dunia. Ada setidaknya 4 alasan untuk menolak missi “WTC 911”, yaitu:

[1] Ummat Islam secara mutlak harus menolak, menentang, atau mengingkari agenda-agenda yang diciptakan oleh Zionisme internasional dalam rangka menciptakan penindasan di muka bumi. Agenda demikian tidak boleh diberi toleransi.

[2] Perang terhadap Islam dan kaum Muslimin adalah kezhaliman berat dan merupakan kebiadaban yang tidak bisa diterima oleh ajaran Islam. Menerima perang seperti itu sama saja dengan membunuh agama sendiri.

[3] Tindakan terorisme terhadap warga sipil, laki-laki dan wanita, dewasa atau anak-anak, Muslim atau bukan, adalah perbuatan HARAM. Ia termasuk perbuatan merusak di muka bumi yang sangat diharamkan. Islam menghalalkan Jihad Fi Sabilillah, perang melawan musuh-musuh Islam secara kesatria di medan-medan perang yang Syar’i.

[4] Menurut banyak analisis, dapat dipastikan bahwa Tragedi WTC 11 September 2001 bukan dilakukan oleh kaum Muslimin (pengikut Usamah bin Ladin), tetapi diskenariokan sendiri oleh agen-agen intelijen Amerika-Israel. Tragedi itu sengaja mereka buat sebagai alasan untuk memerangi kebangkitan Islam di dunia.

Gedung WTC tidak akan hancur hanya ditabrak oleh sebuah pesawat. Sama sekali tak akan rubuh hanya dalam beberapa menit akibat tabrakan itu. Hancurnya gedung itu semata-mata hanya melalui Demolition Controlled. Ia adalah metode peledakan terkendali yang biasa digunakan di Amerika untuk merobohkan gedung-gedung tinggi yang terletak di tengah-tengah kawasan padat gedung-gedung pencakar langit. Tabrakan pesawat hanyalah pengalih perhatian saja. Sedangkan kekuatan asli yang menghancurkan gedung WTC adalah rangkaian bom yang telah ditanam di gedung itu sendiri.

Sebagai perbandingan, tanggal 18 Februari 2010, seorang pilot menabrakkan pesawatnya ke sebuah gedung di Austin, Texas. Pilot itu bernama Joseph Stack. Dia meninggal setelah melakukan aksinya. Akibat dari tabrakan itu hanya menimbulkan kebakaran dan kerusakan gedung. Tidak sampai meruntuhkan gedung dalam sekejap. Bahkan saat sebuah pesawat latih jatuh di gedung IPTN, ia juga tidak menghancurkan gedung itu berkeping-keping. Jadi tidak ada ceritanya, sebuah pesawat bisa menghancurkan gedung pencakar langit hanya dalam beberapa menit. Ketika Timothy McVeigh meledakkan truk berisi bahan peledak penuh di depan gedung FBI Amerika. Ia tak sampai menghancurkan seluruh gedung itu. Hanya bagian depannya hancur, tidak sampai menghancurkan secara keseluruhan.

Namun di kalangan Ummat Islam ada dua kelompok yang menerima informasi Tragedi WTC, seperti kampanye yang disebarkan oleh George Bush. Satu kelompok sepakat dengan George Bush untuk memerangi para teroris; sekalipun akibatnya menzhalimi kaum Muslimin. Satu kelompok lagi, sepakat dengan agenda perjuangan Usamah bin Ladin (Al Qa’idah) dengan menjadi lawan bagi para pemburu teroris. Kedua kelompok merujuk pendapat dan pandangan Salaf, tetapi keduanya sepakat dengan informasi George Bush.

Sesungguhnya agenda “war on terror” yang dilancarkan George Bush adalah ditujukan untuk memerangi kebangkitan Islam. Oleh karena itu dia pernah keceplosan memakai istilah Crusade. Untuk menggulirkan agenda perang terlaknat itu, mereka membutuhkan pendukung dari kaum Muslimin. Maka sudah sepantasnya kita tidak mendukung agenda ini; baik dengan cara tidak mempercayai informasi George Bush, maupun tidak memberi banyak peluang bagi mereka untuk menyakiti kaum Muslimin. Mestinya begitu.

Icon “WTC 911” sangat jelas sekali. Ia dibuat oleh Zionis untuk melemahkan kaum Muslimin. Sebelum George Bush terpilih lagi sebagai Presiden Amerika untuk kedua kalinya, pada tahun 2004, seminggu sebelum itu tersiar video berupa ancaman Usamah bin Ladin yang akan menyerang Amerika. Rakyat Amerika seketika ketakutan, sehingga buru-buru mereka memiliki George Bush lagi, sebagai “watch dog” terhadap para teroris. Dengan beredarnya video itu, otomatis Bush terpilih lagi. Kasus yang sama baru-baru ini terulang, dengan isu pengiriman paket bom melalui pesawat Emirates di Yaman. Paket ini sedianya akan dikirim ke Amerika. Al Qa’idah buru-buru mengklaim bahwa iutu adalah paket milik mereka. Media-media pro Zionis sangat hebat mempublikasikan paket bom ini. Dampaknya, Partai Republik di Amerika memenangkan pemilu mengalahkan partai Obama.

Demikianlah, berita atau isu seputar terorisme sangatlah halus, sangat samar, tidak jelas mana yang salah dan benar. Kita harus hati-hati dalam memamah berita seputar terorisme ini. Jangan sampai kita masuk perangkap “missi dajjal” yang justru menguntungkan manusia-manusia maniak seperti Bush dan kawan-kawan yang sangat berambisi merusak Islam dan kehidupan kaum Muslimin. Mari bersikap adil dan bijaksana; serta aku memohon ampunan kepada Allah Azza Wa Jalla atas segala dosa, salah, dan khilaf kepada-Nya, juga dalam hal pelanggaran hak-hak kaum Muslimin. Semoga tulisan ini benar-benar dapat diperbaiki, dengan izin-Nya. Amin Allahumma amin.

AM. Waskito.