Antara Buah Maja dan Durian

April 21, 2009

Coba perhatikan sebuah foto di bawah ini. Ia adalah buah Maja, diambil dari koleksi YOSSIE3660. Buah ini menjadi inspirasi munculnya nama Majapahit di masa lalu. Ukurannya sebesar Semangka bulat, atau seperti Jeruk bali ukuran besar. Perhatikan detail bentuk fisik buah tersebut!

Buah Maja di atas pohon.

Buah Maja di atas pohon.

Kemudian perhatikan buah di bawah ini! Anda pasti mengenalnya. Kalau tidak, diragukan Anda orang Indonesia. Buah ini sudah amat sangat populer. Kulitnya berduri, maka ia dikenal sebagai DURIAN.

Durian muda di atas pohon.

Durian muda di atas pohon.

ANDAIKAN…

Anda belum pernah mendengar kisah “Majapahit” dan belum pernah tahu, apa itu durian dan bagaimana rasanya? Lalu Anda disuruh memilih satu dari dua jenis buah tersebut, Anda akan memilih yang mana?

KEMUNGKINAN BESAR…

Anda akan memilih buah maja, sebab bentuknya bulat, hijau segar, dan sangat halus permukaan kulitnya. Penampilan buah maja sangat menggugah selera. Pertama kali saya melihatnya di sebuah kuburan di kampung sebelah, saya ingin mengambil buah itu dan memakan isinya. Namun kemudian saya diberitahu, bahwa buah itu sangat pahit, baunya langu. Bisa membuat pusing orang yang terlalu lama mencium baunya. Secara penampilan fisik, buah maja sangat bagus; tetapi isinya wow…pahit dan langu.

Sebaliknya, buah durian. Tampak dari luar tidak menyenangkan, berduri kasar. Kalau ditekan dengan telapak tangan, rasanya sakit. Warnanya juga biasa, tidak tampak menarik. Namun buah durian yang telah matang, selain aromanya sangat harum (tetapi sebagian orang tidak kuat dengan aromanya), juga rasa buahnya sangat istimewa. Durian adalah buah yang bisa membuat para penikmatnya ketagihan. Ia bisa dianggap sebagai “raja buah” di Indonesia yang memiliki koleksi ribuan jenis buah ini. Di supermarket, harga sebuah durian utuh bisa mencapai 50 ribu, 60 ribu, 80 ribu, bahkan di atas angka 100 ribu rupiah.

Secara fisik, penampilan durian tidak menarik, malah menakutkan, karena berduri. Tetapi isi buahnya luar biasa, laa haula wa laa quwwata illa billah. Begitu juga buah maja, penampilan fisiknya membuat liur kita menetes. Tetapi isi di dalam buahnya, laa haula wa laa quwwata illa billah. Kalau Anda mau makan isi buah maja satu sendok saja, saya berani mengganti keberanian Anda dengan uang tunai Rp. 5000,- (…halah cuman 5 ribu. Sedikit amat. Kirain 50 ribu atau 100 ribu. Mohon maklum, sekarang lagi krisis global, jadi harus dihemat-hemat).

APA ARTINYA…

Banyak di antara kita menilai sesuatu dari penampilan luar, bukan dari sisi substansi, hakikat, manfaat, atau hikmah yang terkandung di dalamnya.

BEGITU PULA…

Masyarakat kita umumnya awam. Mereka melihat kepemimpinan politik hanya dari cover luarnya saja. Mereka lupa dengan catatan-catatan yang telah terekam bertahun-tahun lamanya. Sampai ada yang mengatakan, “Bangsa kita memorinya pendek.” Hanya dengan iming-iming uang 100 atau 200 ribu, mereka lupa segala-galanya. Ya, yang dilhat hanya cover luarnya saja, bukan hakikat masalahnya.

Inilah Indonesia masa kini, Indonesia yang tertipu oleh COVER, tidak mau melihat SUBSTANSI. Sayang sekali ya…tapi apa hendak dikata, begitulah kenyataannya. Akhirnya, SELAMAT BERPIKIR!!!

Bandung, 21 April 2009.

AMW.

Iklan