Raja Abdullah Mulai Galau…

Oktober 28, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sangat mudah bagi Allah Ta’ala untuk menghisab amal perbuatan hamba-Nya. Ketika Raja Saudi dan Emirat berdiri paling tegak dalam rangka menghancurkan kekuasaan Presiden Mursi di Mesir yang mulai melaksanakan Islamisasi kehidupan; maka sangat mudah bagi Allah untuk mempreteli kekuasaan dinasti itu.

Wal amru kulluhu lillahi (semua urusan itu ada pada Allah); wallahu ghalibu ‘ala amrihi (dan Allah berkuasa memenangkan urusan-Nya); tu’thil mulka man tasya’u wa tanzi’ul mulka miman tasya’u (Engkau berikan kekuasaan kepada yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki).

Tanda-tanda kehancuran Dinasti Saud di Saudi ditandai dengan peranan besar mereka dalam beberapa urusan ini:

[1]. Mendukung kudeta atas kepemimpinan seorang presiden yang dipilih oleh mayoritas kaum Muslimin Mesir.

[2]. Mendukung rezim militer yang telah membantai ribuan jiwa kaum Muslimin dan menghancurkan kehidupan mereka.

[3]. Mendukung rezim militer dalam meringkus Ikhwanul Muslimin, aset-asetnya, jaringannya, lembaga dan dakwahnya.

[4]. Mendukung rezim militer dalam melenyapkan pengaruh Syariat Islam di Mesir, dengan melarang ulama kritis, melarang dai, khatib, muballigh yang menyerukan al haq.

[5]. Mendukung persekutuan Zionis, Amerika, Inggris, Perancis, Kristen Koptik, Syiah, Liberal, Kapitalis, dan lain-lain yang sangat anti kepada pemerintahan Presiden Mursi.

Dalam batas ini apa yang dilakukan Raja Abdullah dan pemerintahnya sudah pada tingkat “kufran bawahan“; kekafiran yang terang-terangan yang sangat jelas bukti dan fakta-faktanya. Fakta pembantaian di halaman masjid Rabiah Al Adawiyah 14 Agustus 2013 itu mau disembunyikan kemana?

Maka sekarang Dinasti Saud (bukan Wahhabi lho ya) sedang berkemas menggulung layar kekuasaannya. Mereka setahap demi setahap akan runtuh karena hawa nafsu dan ambisi kuasa melebihi kecintaan dalam beragama.

Fakta-fakta yang membuat Dinasti Saud saat ini sangat mangkel (marah) adalah…

[a]. Amerika dan Sekutu tidak jadi menyerang Suriah, padahal tadinya mereka sudah berjanji akan menduduki Suriah. Kalau langkah ini dilakukan, setidaknya Dinasti Saud masih “punya muka” di mata Umat Islam sedunia.

[b]. Amerika dan Iran mulai bermesraan dan melupakan masalah “pelucutan senjata nuklir”.

[c]. Amerika sendiri semakin bangkrut, dengan kenyataan pemerintah federal tak mampu membiayai operasional pemerintahannya, sehingga untuk sementara kantor-kantor pemerintah tutup.

Sungguh, telah hilang rasa simpati kepada raja-raja dinasti ini; meskipun para pendahulunya insya Allah orang-orang baik. Mereka bisa bersiasat sehebat apapun, tapi kenyataan yang hak akan tampak dengan izin Allah. Siapa yang telah merebut kuasa secara tidak sah, akan direbut pula kekuasaannya oleh yang kuat.

Mine.

Iklan

Citra Dinasti Saud Hancur…

Oktober 14, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ketika terjadi Krisis Teluk tahun 1990-1991 banyak kaum Muslimin mendukung posisi Kerajaan Saudi ketika berkonflik dengan Irak (Saddam Husein). Tapi saat Saudi memanggil pasukan Sekutu untuk mendukung perang mereka menghadapi Irak, banyak sekali suara-suara protes dan kecaman. Kalangan Jihadis menuduh upaya Saudi ketika itu sebagai pengkhianatan terhadap Islam, karena meminta bantuan kaum kufar untuk menghadapi Irak (sesama Muslim). Ulama-ulama muda Saudi juga menyatakan penolakan; yang akhirnya mereka itu diberi label sebagai SURURI oleh kalangan Salafi sedunia.

Kesalahan Saudi semakin parah ketika mengizinkan berdirinya pangkalan militer Amerika di kawasan Dahran. Dengan adanya pangkalan ini, Amerika memiliki kekuatan, fasilitas, dan segala akses untuk mengaduk-aduk dunia Islam. Minimal akses komunikasi, informasi, dan intelijen. Kalau bangsa Filipina bersusah payah berusaha agar pangkalan militer Amerika di negerinya dibubarkan atau ditutup; Saudi justru mempersilahkan Amerika membuat base camp di negerinya. Kebijakan demikian membuat kalangan Jihadis tidak segan-segan menuduh pemerintah Saudi telah murtad, karena bersekutu dengan musuh untuk memerangi Islam. Sikap Saudi yang lebih baik di masa Krisis Teluk Jilid 2 (2003-2005) tidak membuat kalangan Islam yang kritis surut kritik dan kecamannya.

Kebijakan Pemerintah Saudi semakin parah terkait penataan ulang kawasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dengan alasan untuk melakukan restrukturisasi kawasan, agar lebih tertata dan indah, agar Masjid Suci bisa menampung lebih banyak jamaah, dan seterusnya; Pemerintah Saudi membiarkan Masjidil Haram dikelilingi oleh gedung-gedung pencakar langit, hotel internasional, dan lain-lain. Kalau dulu Masjidil Haram selalu dominan dan kuat; Ia kini seperti tenggelam di tengah gedung-gedung besar dan tinggi. Nilai kesakralan Masjid Suci dan kawasan di sekitarnya, semakin luruh.

Mengapa demikian? Karena para pejabat Saudi sudah seperti tidak mengenal iman wal khair lagi. Di mata mereka, selagi ada uang segunung, ambisi apapun bisa ditunaikan. “Gampang lah, yang penting ada duit. Mau bikin apa saja, bisalah!” begitu logika pragmatis yang menguasai otak dan nafsunya. Demi membuat sebanyak-banyak proyek, untuk menghidupi ratusan pangeran dan keluarga-keluarga mereka; tak malu-malu mereka merusak nuansa kesakralan Masjid Suci (Masjidil Haram) dan keindahan spiritualnya. Amat sangat menyakitkan, kini kita melihat Masjid Suci diapit oleh gedung-gedung tinggi di sekitarnya.

Pukulan Dinasti Saudi terhadap Islam semakin hebat ketika mereka menjadi sponsor UTAMA penggulingan Presiden Mursi dari posisinya sebagai Presiden sah negara Mesir. Demi Allah, peranan Saudi (dan Emirat) jauh lebih hebat dari Amerika, dalam mendukung perampasan kekuasaan Presiden Mursi. Inti masalahnya, mereka ketakutan kehilangan kekuasaan di Saudi, kalau Ikhwanul Muslimin sukses memimpin Mesir. Karena begitu gila kekuasaan, akhirnya urusan agama dan kehidupan Umat dikorbankan. Sangat menyedihkan sekali.

Padahal Presiden Mursi dan kawan-kawan sedang merencanakan perbaikan kehidupan masyarakat Mesir menuju nilai-nilai Islam. Dan hal itu juga tidak merugikan kepentingan bangsa Saudi sedikit pun. Dan sejak kudeta militer 3 Juli 2013, kehidupan kaum Muslimin di Mesir mendapat tekanan hebat dari pemerintah militer. Masjid diawasi, khutbah ulama dilarang, para dai yang vokal tidak diberi tempat; bahkan lembaga Al Azhar digunakan militer untuk menindas kaum Muslimin Mesir. Belum lagi banyaknya darah yang tertumpah. Yang jelas, sejak Jendral As Sisi memimpin Mesir, masyarakat Muslim di Ghaza semakin kesulitan mendapatkan pasokan bahan-bahan kehidupan, karena terowongan-terowongan pada dihancurkan pasukan Fir’aun laknatullah ‘alaihim wa hazimah ‘azhimah ‘alaihim.

Kini Dinasti Saud tak lebih dari kekuasaan politik yang berusaha mempertahankan kuasa mereka di muka bumi dengan cara apa saja; termasuk mendukung tersebarnya ajaran sesat yang menjadikan urusan akidah dan agama tunduk di bawah telapak kaki para penguasa. Tidak ada kebanggaan dan keamanan dalam kenyataan seperti ini. Kalau mereka meyakini TAUHID pastilah mereka paham, bahwa Allah Ta’ala tidak akan membiarkan kezhaliman mantap di muka bumi.

Tampaknya…jalan menuju pergiliran kekuasaan sudah semakin dekat. Dinasti Saud semakin tua, kaum Muslimin akan melahirkan generasi baru untuk memikul amanah kekuasaan dan kedaulatan Ummat Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam; insya Allah wa amin.

Hidup di zaman seperti ini sangatlah berat. Seperti menggenggam bara api. Tetapi Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam menjanjikan pahala amal di zaman seperti ini akan diganjar 50 kali pahala amal para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum. Saatnya akan tiba ketika kaum Mukminin bergembira dengan datangnya pertolongan Allah yang berhasil meninggikan kehormatan Ummat ini. Amin ya Karim.

Mine.


Salafiyah Kan Terus Berkibar, Sebuah Dinasti Tidak Dijamin

Juli 9, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Allah Ta’ala menjelaskan dalam Kitab-Nya, bahwa siapa yang kufur kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka dia telah berpegang kepada simpul tali (agama Allah) yang sangat kuat, yang tak akan putus selamanya. Disebutkan dalam Surat Al Baqarah: 256. Inilah ayat yang sering disebut sebagai Al Urwatul Wutsqa.

Disini dijelaskan, bahwa pijakan terkuat dalam hidup ini ialah Syariat Allah Ta’ala; siapa yang mengikatkan dirinya kepada Syariat, dia telah berpegang kepada simpul tali yang sangat kuat. Sedangkan siapa yang berpegang kepada kekuasaan, kerajaan, kekayaan, pengaruh politik, dan lainnya tidak dijamin akan mendapatkan kekuatan yang teguh dan dawam (lestari).

Maka, selagi dakwah Salafiyah senantiasa konsisten dengan Syariat Islam, maka musuh seperti apapun tak akan mampu meruntuhkannya; siapapun mereka, bagaimanapun caranya, selama apapun makarnya.

Sebaliknya, siapa yang berpegang kepada kerajaan, dinasti, kekuasaan politik; dengan mengabaikan hak-hak Syariat Allah; lambat atau cepat, ia akan runtuh, tenggelam, lalu diganti oleh yang lain.

Ketika seorang Raja di Saudi, secara tiba-tiba menyatakan dukungannya terhadap kudeta militer di Mesir (3 Juli 2013); padahal dia belum mengkaji secara teliti proses politik itu; dia tidak mendengar bagaimana perasaan saudaranya sesama Muslim, di Mesir sana; dia hanya mengacu kepada kekuasaan politiknya yang merasa terancam oleh suatu gerakan politik tertentu; dia mengabaikan hak-hak keadilan; maka semua itu hanya akan menyebabkan kekuasaannya runtuh. Siapa yang mendukung kezhaliman atas kekuasaan politik, maka dia akan menerima hasil dijatuhkan, karena dukungannya atas kezhaliman itu.

Dulu Hafezh Assad sangat jumawa di Suriah; kini anaknya memanen bencana dan musibah terus-menerus. Dia dilaknati manusia sedunia karena kekejamannya kepada kaum Muslimin.

Teringat sejarah masa lalu. Bani Umayyah mengambil kekuasaan dari Khulafaur Rasyidin dengan cara-cara keliru; bahkan kemudian timbul kekejaman-kekejaman besar dalam sejarah Dinasti itu. Lalu di akhir hayatnya, dinasti itu dihancur-leburkan kekuatan Abbassiyah. Begitu juga Abbassiyah berkuasa dengan menumpahkan darah; maka mereka kemudian dihancur-leburkan oleh Tartar (Mongol) sekejam-kejamnya.

SALAFIYAH insya Allah akan senantiasa berkibar, selama konsisten dengan Syariat Allah. Tetapi sebuah dinasti tidak dijamin akan terus eksis, apalagi ketika ia sering membantu cara-cara kezhaliman.

Selamat merenungkan!

Mine.