Jazakumullah Khairan Katsira…

November 22, 2011

Assalamualaikum warahmatullah wabarakaatuh.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du.

Alhamdulillah, dengan segala nikmat dan pertolongan Allah, akhirnya kami bisa melewati masa-masa kritis, terkait musibah sakit yang menimpa anak kami. Dengan kemurahan Allah, Dia menggerakkan hati hamba-hamba-Nya yang saleh, tulus, dan empati untuk menolong kesulitan kami. Alhamdulillah, walhamdulillah, hamdan katsira thaiyiban.

Biaya yang dikeluarkan untuk urusan ini cukup besar (untuk ukuran kami). Mulai dari transportasi, akomodasi, biaya operasi, maupun perawatan pasca operasi. Tapi alhamdulillah, semua itu sudah terlewati. Pada Selasa pagi, tanggal 22 November 2011, dilakukan operasi di RS Muntilan Magelang. RS ini katanya khusus untuk pasien operasi. Keadaan disana bersih, terawat, dan orang-orangnya, menurut isteri, ramah-ramah. Alhamdulillah.

Putra kami sendiri dirawat sampai hari Jumat. Hari Sabtunya dia kembali ke Pesantren Gontor VI di Sawangan Mangunsari Magelang. Lalu pada malam harinya dia dan isteri saya pulang ke Bandung (Cimahi). Upaya kembali ke Bandung selain untuk perawatan, juga agar dia lebih rileks. Namun hal ini hanya sebentar, sampai dia harus kembali lagi ke pesantren, sebab sudah masanya ujian.

Terkait dengan kemurahan-kemurahan para Pembaca budiman, para ikhwah, serta siapapun yang tak kami ketahui (sedangkan Allah Maha Tahu amal-amal baik mereka), disini kami perlu menyebut sebagian kebaikan-kebaikan beliau. Mereka adalah Ustadz Abdullah dari Jakarta Timur yang telah membantu; juga Al Akh Yusuf KS. yang telah menyisihkan dananya; juga Bapak Ali dari Surabaya; kawan-kawan budiman dari Wahdah Yogya; seorang kawan juga masih di Jakarta Timur; lalu sumbangan dari keluarga kami, juga dari dana kami sendiri. Serta dari tangan-tangan budiman yang tak menyebutkan namanya. Alhamdulillah ‘ala kulli musa’adatihim.

Terkait uluran bantuan infak/sedekah ini, berlaku prinsip yang diajarkan Al Qur’an, “Yunfiquna maa razaqnahum sirran wa ‘alaniyah” (mereka menginfakkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka, secara tersembunyi atau terang-terangan). Ingin sembunyi-sembunyi, demi menjaga keikhlasan, baik. Ingin terang-terangan, dengan niatan agar memotivasi orang lain berbuat baik, itu juga baik. Khusus dalam ihwal infak/sedekah ini, Islam tidak melarang cara terang-terangan. Karena itu dalam riwayat-riwayat kita membaca, para Shahabat Ra yang bernama Fulan dan Fulan, mereka menginfakkan ini dan itu.

Sebaik-baik balasan yang bisa kami haturkan ialah ucapan: “Jazakumullah khairan katsira. Ajarakallah fi maa a’thita wa barakallah fi maa abqaita” (semoga Allah membalas Anda semua dengan balasan kebaikan yang banyak. Semoga Allah memberi pahala atas apa yang Anda infakkan, dan semoga Allah memberkahi atas harta yang tersisa di sisi Anda). Amin Allahumma amin.

Tentu tidak dilupakan disini, ialah peranan dari doa-doa para pembaca, para shahabat, kenalan, serta keluarga. Saat mana mereka tak mampu berikan bantuan materi, maka mereka membantu dengan bantuan DOA tulus kepada Allah Ta’ala. Doa-doa itu menjadi kekuatan tak terlihat, yang hanya Allah Maha Tahu hakikatnya. Usaha, materi, dan fasilitas ialah sarana; sedangkan doa akan membuat usaha itu menjadi lebih berkah. Apalagi jika disana ada doa hamba-hamba-Nya yang ‘arif dan dekat dengan Allah. Alhamdulillah, semua ini adalah kebaikan dan kemurahan hati yang kami syukuri. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

Maka atas semua ini, kami memohon agar Allah Ta’ala merahmati, mengampuni, memudahkan, meluaskan rizki, menolong urusan, memberkahi usaha, serta menyempurnakan nikmat sehat dan ‘afiyat; kepada para Muhsinin budiman di atas dan keluarganya; kepada hamba-hamba Allah yang menolong secara sirran (sembunyi-sembunyi); kepada hamba-hamba-Nya yang mendoakan dengan ikhlas dan kesungguhan; serta kepada orang-orang beriman dan kaum Muslimin seluruhnya. Amin Allahumma amin.

Mohon dimaafkan atas segala kesalahan, kekurangan, dan kekhilafan kami selama ini, baik yang tampak maupun tersembunyi; baik yang besar maupun kecil; baik yang disengaja atau tidak. Semoga Allah Ta’ala menyempurnakan kesembuhan dan ‘afiyat bagi putra kami, bagi diri kami, bagi para Muhsinin, dan kaum Muslimin seluruhnya. Amin ya Syafi’ ya Sallam.

Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

 

Al faqir ila rahmatir Rabbi

(Abu Muhammad Waskito).