Perih dalam Bertahan…

April 15, 2015

* Banyak org salah mengerti. Mereka menuduh dari kejauhan. Mereka menetapkan gelar ekstrem, radikal, garis keras; sambil tidak paham.

 * Sejujurnya… Lelah skali dengan perselisihan. Debat. Balas-balasan. Serang-serangan. 

* Fithrah kita merindukan damai, tenang, bersaudara, harga-menghargai, saling bantu & kerjasama.

* Coba renungkan kehidupan SURGAWI… Apa di sana penuh dengan amarah, dendam, kebencian; debat, serang-serangan, bom-boman? Jawabnya adalah: “laa yasma’una fiha laghwa wa laa ta’tsima, illa qilan salama salama.” (Al Waqi’ah 25-26).

* Sejatinya kita lebih suka suasana damai, tenang, sentosa. Spt doa yang sering kita baca unt Rasulullah Saw: “Ya Allah limpahkan salam, damai sentosa…baginya.”

* TAPI betapa banyak orang menyerang. Betapa lebat panah dusta & fitnah. Betapa kejam permusuhan pada Syariat. Betapa banyak darah dan tulang UMMAT berhamburan di bawah laras-laras kezhaliman. Betapa perih agenda konspirasi, ekstra konspirasi, serta ultra konspirasi…demi melumpuhkan nafas agama.

* Posisi kami lebih banyak BERTAHAN, membelai, menjaga hak-hak khusus & umum. Mereka slalu memulai, kembali & kembali memulai. Kami sebatas bertahan…

* Ya Allah, kami rindukan damai & tenang bagi Ummat ini. Tapi mereka terus MENGOBAR API. Ya Allah, pada-Mu kami pasrah & berlindung.

* Mungkin inilah yang disebut Nabi Saw sebagai “qabdhi ‘alal jamri” (menggenggam bara api). Kalau bara dilepas, api padam; kalau terus digenggam, tangan hangus.

* Kita tak suka berselisih. Tapi DIPAKSA TERUS berselisih. Bila tidak angkat bicara, agama kan ditikam; bila angkat bicara kita babak belur. Wallahul Musta’an.

* Biarlah…manusia tahu, bahwa kami hanya bertahan, melindung diri, menjaga hak-hak.

* Pahamkan hati-hati mereka ya Rabbi ya Rahmaan ya Malik; agar mencintai KEDAMAIAN ISLAM lebih dari lainnya. Amin amin ya Allah.

(WaterFlow).  

Iklan

Dunia Serba “Masih Diduga”

Juni 11, 2010

Sejak beredar video mesum orang-orang tertentu, kami jadi agak sulit memastikan obyek-obyek tertentu yang kami lihat. Sepertinya ada yang salah di “mata” kami (atau di pikiran kami ya).

Di bawah ini foto beberapa obyek yang masih meragukan kebenarannya. Mohon klarifikasi kepada yang bersangkutan untuk memastikan. Kalau perlu, lakukan test DNA.

Gambar YANG DIDUGA sebagai Presiden SBY saat kampanye.

Foto YANG MIRIP dengan Budi Anduk & Boediono.

Foto sosok YANG DIDUGA KUAT sebagai Andi Malarangeng.

Foto ini 98,3754 % MIRIP sosok Ruhut Sitompul.

Foto makanan YANG DISANGKA KUAT sebagai Nasi Uduk. Kalau di Jawa, Sego Gurih.

Foto wanita YANG MIRIP presenter TVOne.

Foto YANG DIDUGA AGAK KERAS milik komedian Si Sule.

Gambar spesies YANG DISANGKA KUAT DIKIT sebagai seekor kuda.

Foto yang DIDUGA sebagai Oriel Superporn.

Dunia semakin lama semakin aneh, sakit. Hal-hal yang tidak bermoral, dan sangat jahat, masih saja dilindungi dengan kata-kata: Masih diduga, disangka kuat, mirip, 95 % mirip, dan seterusnya. Untuk perbuatan amoral yang bisa merusak jiwa ratusan jiwa manusia, masih saja dibela dengan menutup-nutupinya.

Tapi sangat ironis. Untuk kasus-kasus “terorisme”, banyak pemuda-pemuda Islam ditembaki di jalanan, disiksa habis-habisan, keluarganya difitnah, kehormatannya dinodai. Saat itu, tidak ada manusia yang berteriak: “Masih diduga teroris. Diduga kuat terlibat terorisme. Mirip pelaku teroris.” Dan seterusnya.

Dunia semakin sakit. Hal-hal yang sudah jelas sangat amoral, dibela-bela, ditutup-tutupi dengan penuh rasa bersalah. Padahal para pelakunya layak dihukum mati, karena telah menjadi sampah, dan merusak moral masyarakat luas. Adapun hal-hal yang belum pasti, masih multi tafsir, penuh rekayasa, dll. diberikan hukuman “tembak di tempat”.

Sebaik-baik doa adalah: Allahumma inna na’udzubila min ‘adzabi jahannam, wa na’udzubika min ‘adzabil qabr, wa na’udzubila min fitnatil mahya wal mamaati, wa na’udzubika min fitnatil masihid dajjal. (Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari adzab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan kami berlindung kepada-Mu dari fitnah Dajjal). Amin.

Dunia semakin sakit…ilmu semakin menghilang…kebodohan dan kebingungan merebak, laksana air bah.

Nas’alullah al ‘afiyah lana wa lakum ya aiyuhal Muslimun. Amin.

AMW.