Tsunami 4: Keajaiban Seputar Evakuasi Jenazah Korban

Desember 30, 2008

Sampai 45 hari pasca bencana (8 Februari 2005 –pen.), sedikitnya 112.000 jenazah korban Tsunami sudah ditemukan dan dikuburkan. Diperkirakan masih banyak jenazah yang belum ditemukan, baik yang ada di bawah reruntuhan, gedung, rumah, atau terendam rawa-rawa.

Selain Satkorlak Nasional, FRONT PEMBELA ISLAM (FPI) sangat giat mengirim relawan untuk melakukan evakuasi jenazah. Sejak bencana, FPI telah mengirim 1.300 anggotanya. Mereka bertugas secara bergiliran. Setiap hari rata-rata terdapat 600 relawan FPI yang mencari jenazah korban di seluruh wilayah Aceh. Dalam sehari mereka bisa menemukan 100 hingga 300 jenazah.

Sekjen FPI, Husni Harahap, mengemukakan alasan di balik pengiriman relawan evakuasi ke Aceh. “Alasan kita terus mencari mayat, karena menyelesaikan jenazah hukumnya fardu kifayah. Kita yakin orang yang mati tenggelam adalah syahid. Kita tidak mau membiarkan orang mati syahid, dibiarkan begitu saja. Di Aceh ini masih banyak mayat dengan kondisi rusak, bahkan ada yang dimakan anjing. Itu tidak bisa kita biarkan, maka FPI terus berusaha mencari mayat-mayat disini.”

Proses evakuasi jenazah merupakan pekerjaan yang berat. Selain jumlah jenazah yang dicari begitu banyak, medan yang harus dilalui para relawan juga sangat berat. Bisa dikatakan, tingkat kesulitan yang dihadapi relawan sama sulitnya antara hari pertama pasca bencana dengan hari ke-45. Namun para relawan itu seperti tidak kenal lelah. Setiap hari mereka mencari, mengais-ngais di antara reruntuhan, untuk kemudian mengangkat dan menguburkan jenazah-jenazah di tempat yang sudah disediakan. Mereka tidak dibayar. Bahkan mereka datang ke Aceh dengan ongkos sendiri, setiap hari makan dengan uang sendiri.

Di balik tugas besar mengevakuasi jenazah-jenazah korban bencana, lalu menguburkannya secara layak, muncul begitu banyak keajaban-keajaiban. Hal itu diakui oleh berbagai pihak yang melakukan proses evakuasi, baik dari relawan FPI, SAR Nasional dan pihak-pihak lain. Di bawah ini beberapa contoh keajaiban tersebut, yaitu sebagai berikut:

[1] Pengalaman Heru, seorang relawan FPI dari Jakarta ketika mengevakuasi jenazah di daerah Lampeuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Ketika itu evakuasi sudah memasuki minggu ke-3. Heru bersama rekan-rekan sedang mengangkat mayat-jenazah yang masih berserakan. Disana dia menemukan satu jenazah yang masih utuh, padahal setelah minggu ke-3, jenazah-jenazah lain sudah rusak. Jenazah itu terlihat masih berusia muda dan ia menebarkan aroma harum. “Saat mengangkat mayat itu, kita semua tertegun. Biasanya, mayat-mayat yang lain saat diangkat baunya menusuk hidung. Tapi mayat yang satu ini, malah harum. Saya yakin, Allah telah menjaga jenazah itu,” kenang Heru.

Baca entri selengkapnya »

Iklan