Apa Miss World…

September 5, 2013

Kini kita geger soal Miss World…

Setahun lalu, waktu Miss World di negara lain, saat pengumuman pemenang diserukan, di bagian akhir ada momen “Where the next Miss World?” Ternyata jawabnya: INDONESIA. Seketika saya tersentak… Ya Allah, ajang kontes badan ini akan mampir ke Indonesia?

Dulunya kan bernama Miss Universe. Entah kenapa kini namanya Miss World? Mungkin lain kali akan diubah menjadi Miss Global, atau Miss Life, atau Miss Mankind, atau apalah. Atau siapa tahu akan ganti nama… Miss-ing Link.

Kenapa Hary Tanoe sekarang ini semangat memperjuangkan Miss World? Kenapa… Ya karena Tanoe ini sedang memperjuangkan INDUSTRI SARAT DUIT yang bahan baku komersialitasnya: tubuh wanita. Tanoe sedang membela kepentingan usaha industri “badan perempuan” ini.

Ini Hanya Soal Bisnis MENINDAS Kaum Wanita

Ini Hanya Soal Bisnis MENINDAS Kaum Wanita

Kalau bicara mafia, dimana-mana… Rata-rata mereka menjalankan bisnis hitam, seperti judi, narkoba, prostitusi, pornografi, juga ribawi. Mafia tak bisa dipisahkan dari bisnis “badan perempuan”, karena memang fokus kesana.

Miss World itu sebenarnya semacam etalase bisnis “badan perempuan” secara legal, bukan mengikuti sistem mafia. Kalau mafia ngemplang pajak, kalau ini tetap bayar pajak; kalau mafia kelas emperan, kalau ini kelas hotel berbintang; kalau mafia omsetnya miliaran rupiah, ini omsetnya triliunan rupiah. Cuma itu bedanya…

Miss World adalah etalase bisnis “badan perempuan”. Maka itu para aktivis gender rata-rata diam saja; karena mereka “diongkosi” untuk diam sementara.

Semua ini masih soal “jual-beli” kehidupan perempuan. Kalau kita -selaku Muslim- memuliakan wanita, maka para pebisnis Miss World justru menjual-belikan harkat wanita dengan harga murah.

Apa itu Miss World? Ya itu tadi….

Mine.

Iklan