Hikmah di Balik Kesulitan Hidup

Juli 1, 2015

KISAH:

Saya hanya tukang tambal ban. Keahlian saya hanya itu. Dulu waktu masih bujangan usaha tambal ban saya lumayan hasilnya; tapi kenapa setelah menikah sampai punya anak 3, kok malah sepi ya?

Walaupun sudah banyak yang buka usaha tambal ban lainnya saya tetap sabar. Posisi saya ditengah-tengah; sebelah kanan jarak 10m ada tambal ban, sebelah kiri jarah 15m ada tambal ban; posisi saya terjepit dan penghasilan saya menurun. Kebutuhan semakin hari semakin banyak; pinjaman hutang numpuk di mana-mana; saya lelah sampai kapan semua ini berlalu?

Berdoa sudah, berusaha sudah, berpasrah diri sudah, dari dulu pasrah, jadi gimana dong? seandainya Rosullallah masih hidup saya akan minta beliau untuk mendoakan saya agar hidup yang bekecukupan.

Zaman sekarang pun mencari pekerjaan harus pakai modal; sekarang modal dari mana kalau hari-harinya masih pinjam sana-sini, bingung. Sekarang saya hanya menunggu mukjizat Allah turun dari langit, untuk membayar hutang-hutang saya dan mulai dengan usaha baru lagi dengan modal sendiri . Terimakasih

HIKMAH:

Ya kesulitan hidup ada di mana-mana, dan bisa menimpa siapa saja. Ada kalanya kesulitan terjadi karena:
(1) Kelemahan kita dalam usaha, misalnya malas atau kurang kreatif. Di sini kita dituntut untuk bekerja lebih keras dan menemukan cara-cara baru yang lebih kreatif.
(2) Bisa juga karena kita pernah melakukan kesalahan, lalu kesulitan itu datang sebagai “penebus dosa” kita. Dengan demikian, kita harus sabar menjalani.
(3) Atau bisa jadi, kesulitan datang untuk menempa mental, kekuatan, kesabaran kita, agar nantinya bisa memikul amanat Allah yang lebih berat dan besar.
(4) Setidaknya, kesulitan itu akan membuat kita lebih rajin ibadah dan berdoa, sehingga hal ini menjadi tabungan pahala tanpa kita sadari. Kalau hidup enak, nyaman, lapang terus, mungkin kita jadi malas berdoa, karena merasa “tak punya tantangan”.
(5) Minimal, kesulitan itu bermakna agar kita bersyukur dengan kondisi yang ada, karena di sana masih ada orang-orang lain yang tidak lebih beruntung dari kita. Coba pikirkan, sesulit apapun kondisi kita, maka masih ada orang lain yang lebih sulit lagi keadaannya.

Demikian, semoga bermanfaat dan lebih menguatkan hati. Amin.

(WeAre).

Iklan

Menu Khas Ramadhan

Agustus 9, 2011

Berikut ini beberapa artikel yang pernah ditulis seputar Ramadhan dan Idul Fithri. Semoga bermanfaat sebagai renungan, wawasan, sentilan kepedulian, maupun motivasi. Allahumma amin.

[o] Indahnya Ramadhan Mubarak…

[o] Tafsir Tematik Ayat Shaum.

[o] Kontroversi Hukum “Zakat Profesi”.

[o] Ummat Menjerit, Engkau Diam Saja…

[o] Mengurai Perselisihan Penentuan 1 Syawal.

[o] FIQIH KEMUDAHAN dalam Ibadah Ramadhan.

[o] Risalah Ramadhan: “Islam dan Negara”.

[o] Ilusi Seputar Zakat.

[o] Mengapa Shaum Kita Gagal?

[o] Anak Yatim dan Hak Menerima Zakat.

[o] Ramadhan dan Filosofi Buah Kelapa.

[o] Sisa Idul Fithri Kita…

[o] Kala Kita Melepas Ramadhan Berlalu…

Semoga artikel-artikel ini bermanfaat. Semoga amal ibadah kita di bulan Suci ini diterima di sisi Allah Ta’ala. Semoga kita nanti berhak mendapat ucapan selamat, karena kembali fithri dan mendapat kemenangan. Semoga Ramadhan tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Semoga Allah Ar Rahmaan membentangkan seluas-luas pintu Ar Royaan. Amin Allahumma amin ya Mujibas sa’ilin.

Bandung, 9 Agustus 2011.

[Ditemani Muhammad Syakir Najih, yang terus merengek minta pulang].


PROMO BUKU: “Aku Membaca Aku Tersenyum”

November 24, 2010

Judul buku lengkap: “AKU MEMBACA AKU TERSENYUM: Pesona Humor, Pengalaman Hidup, Hikmah, dan Wawasan Segar.” Disingkat, AMAT.

Buku ini –seperti buku lainnya- telat saya promokan. Diterbitkan oleh Penerbit KHALIFA pada Juli 2010, tetapi baru sekarang dipromokan. Secara officially, tentu buku ini sudah dipromokan oleh Penerbit KHALIFA. Link promonya bisa dilihat disini: “Promo Buku AMAT”.

Buku “Aku Membaca Aku Tersenyum” termasuk buku paling unik di antara buku-buku yang pernah saya tulis. Buku ini bertema ringan, kreatif, humor, atau menjurus “hiburan”. Tetapi tentu saja hiburan yang baik, insya Allah. Dalam buku ini ada sekitar 60 entry tentang kisah, pengalaman hidup, renungan, hikmah, informasi, catatan kritik, anekdot, dll. Semua ditulis ringan-ringan, dengan tujuan memberikan hiburan segar dan sehat bagi pembaca.

Cover Depan Buku AMAT.

Secara ide, buku AMAT sebenarnya masih tergolong buku serius. Ia disusun karena suatu alasan tertentu. Singkat cerita, menurut analisis yang saya buat dengan parameter tertentu, minat baca masyarakat kita sangat rendah. Dari setiap 1000 penduduk, paling hanya ada 6 atau 7 orang yang hobi membaca. Itu adalah jumlah yang sangat kecil sekali. Tidak sampai 1 %. Dengan kualitas minat baca serendah itu bagaimana bangsa Indonesia akan maju dan bersaing? Embel

Ditulis buku AMAT sebenarnya dalam rangka “mengompori” masyarakat, agar senang membaca, rindu membaca, dan hobi membaca. Ya, tujuan besarnya tentu nanti ke arah “mencerdaskan kehidupan bangsa” dan “ikut menciptakan ketertiban dunia”. He he he…kok jadi membahas tentang UUD ‘45 ya. Buku ini memang ingin mengajak masyarakat senang membaca, agar bangsanya maju. Karena masyarakat kita lebih suka hal-hal yang lucu, maka ditulis buku humor. Kalau ditulis buku semisal, “Kaidah Membaca dalam Kehidupan Insan”, khawatinya…kagak ada yang mau baca. Tujuannya sih serius, tetapi caranya agak berbau lawakan. (Mohon, para komedian di TV jangan merasa tersaingi ya…santai aja).

Secara umum, buku ini bagus sekali (he he he, namanya juga promo, boleh kan bilang begini… Kalau ditulis, “buku ini payah deh,” itu bukan promo namanya, tetapi “fitnah”…). Berbeda dengan buku-buku humor biasa, saya memuat lebih banyak kisah, hikmah, peristiwa, atau catatan yang bersifat nyata. Memang ada beberapa humor yang bersifat fiktif. Itu ada. Kalau dibaca insya Allah tidak nyesal deh. Lagi pula, khusus bagi saya, agar tidak ada kesan bahwa “abisyakir” itu serius melulu. Meskipun nantinya, entry buku itu tetap ada yang serius.

Sekedar gambaran ya…dalam buku ini saya memuat materi-materi antara lain: Kisah Lucu tentang Rokok, Salah Memasukkan Infak, Rahasia Negeri Impian, Makan Biawak Lokal, Duit Setumpuk di Zimbabwe, Angsa Ratu Inggris, Air Mata Sarjana Teknik, Nasib Seorang Senior, Kisah Unik Seputar Was-was, Bertanya Malah Ditertawakan, Sisi Jenaka Novel Andrea, 10 Manfaat Membaca, dll.

Namun ada beberapa materi yang menurut saya istimewa, antara lain: Menjebak Seorang Penipu (pengalaman nyata menjebak penipu SMS), Si Jangkrik Besar (pengalaman memelihara jangkrik di masa kecil), Buku “Indonesia Menggugat” (pengalaman meminjamkan buku ke guru di SD), Pengorbanan Kaum Sanusi (di Afrika Utara), Sosok Pahlawan Buku (dari Desa Jabung, Kab. Malang), dan Cara Praktis Mencintai Buku (bagian menjelang akhir).

Kisah kaum Sanusi di Libya sangat mengharukan. Ia merupakan catatan perjalanan Ustadz Muhammad Asad ketika membantu perjuangan kaum Sanusi (termasuk panglima Umar Mukhtar di dalamnya) menghadap penjajah Italia. Tentu saja kejadian itu terjadi di masa lalu, saat perjuangan Singa Padang Pasir, Umar Mukhtar rahimahullah. Kaum Sanusi adalah komunitas Muslim yang berjuang meraih kemerdekaan dari penjajah Eropa di Afrika Utara. Sayangnya, perjuangan mereka kandas justru karena sikap kaum Muslimin sendiri. Entry ini sangat layak dibaca, untuk memahami setting sejarah Islam di awal-awal abad 20.

Kalau pembaca tertarik, silakan membeli bukunya. Kalau tidak punya uang, silakan meminjam ke teman. Kalau tidak ada kawan yang memiliki atau mau meminjami buku, silakan berdoa saja agar kaum Muslimin di Indonesia mau meningkat minat bacanya. Soal humor atau hiburan, itu hanya wasilah saja, bukan esensi yang dituju. Tidak bisa mengakses tulisan bernuansa humor dari buku ini, masih banyak sumber-sumber lain. Toh, kalau otot rahang kita banyak “latihan” tertawa, atau bahkan “hobi” tertawa ngakak, pastilah nanti capek-capek juga. Iya kan?

Cover Belakang Buku AMAT.

Terkait buku AMAT sendiri, sejak awal terbit, saya sudah komitmen ke penerbit untuk membantu mempromokan buku ini. Tetapi masya Allah, kesempatan untuk itu selalu tertunda-tunda, sampai 4 bulanan. Dan baru ada kesempatan ketika media blog ini justru sedang berproses menuju masa transformasi  besar. Sebenarnya malu mempromokan buku ini setelah lewat sekian bulan. Tetapi bagaimana lagi, kesempatan dan keluangan baru ada saat ini. Tak apalah telat, asal tetap dipromokan. Minimal, untuk melunasi janji yang sudah disampaikan. (Sungguh, janji itu sesuatu yang sangat ringan terucap. Namun setelah itu, kita akan tersandera oleh janji tersebut, sampai kita bisa melunasinya. Biarpun telat dan akhirnya harus mengucap permohonan maaf).

‘Ala kulli haal, terimakasih atas perhatian pembaca budiman semua. Mohon maaf atas semua salah dan kekurangan. Dengan Anda mau sabar mantengi artikel-artikel di blog ini, sebenarnya Anda sekalian sudah LULUS dari missi yang dikehendaki buku, “Aku Membaca Aku Tersenyum”.

Lho, kok jadi susah mengakhirinya ya… Yo wis, sampai disini ajah. Matur nuwun. Syukran jazakumullah khair wa barakallah fikum jami’an. Amin.

[ P. E. N. U. L. I. S ].