NASEHAT ULAMA

April 29, 2015

>> Ini adalah nasehat emas dari seorang ulama para pejuang.

>> “Berkenaan dg para ulama yang kita tidak setuju dg mereka di beberapa isu, dan mereka memiliki dalil. Maka kita tidak boleh MELAMPAUI BATAS dalam bersikap terhadap mereka. Dan sebaliknya, kita harus memberikan HORMAT kepada mereka dan BERSIKAP ADIL.” (Syaikh Atiyatullah Al Libi rahimahullah).

>> Dalam 10 tahun terakhir, tanpa disadari, gerakan-gerakan pejuang Islam telah melahirkan ulama-ulama baru. Mereka bukan hanya paham Syariat, tapi mengutamakan SIKAP INSHAF (ADIL); baik kepada lawan maupun kawan.

>> Dulu ulama-ulama para pejuang IDENTIK dengan TAKFIR. Tapi alhamdulillah, paham itu kini smakin minoritas di sana.

>> MEMANG ada kekhususan. Para ulama Jihad rata-rata anti demokrasi. Tapi mereka tidak smena-mena menjadikan itu sebagai dalil TAKFIR. Buktinya, mereka berempati kepada partai FJP yang dihajar Jendral As Sissi di Mesir. Andai mereka mutlak mengkafirkan, pasti tidak ada empati di sini.

>> Kekhususan lain: mereka jadikan Amerika & Zionis sebagai MUSUH UTAMA. Maka itu kalau ada rezim-rezim yang pro Amerika dan BERSERIKAT dengannya, mereka tak ragu untuk menghadapi rezim tersebut.

>> TAPI terkait sikap “anti demokrasi” dan “anti penguasa serikat Amerika”; dalam ranah ilmu, itu termasuk BEDA PENDAPAT yang harus dihormati.

>> Bila ada pendapat berbeda, sedang di balik pendapat itu ada DALIL yang kuat; sikap terbaik kita adalah TASAMUH (lapang dada). Jangan egois. Jangan juga monopolis. Hargai pendapat yg berbeda. Seperti pesan Syaikh Atiyatullah Al Libi di atas.

>> Hayo bersikap bijak! Mangga atuh. Matur nuwun.

(GreenLand).

SUMBER: Status facebook.

Iklan