Kenapa Kamu Blokade Bro…?

Juli 10, 2017

** Katanya, karena Qatar berhubungan diplomatik dengan Iran.

Memang yang berhubungan diplomatik dengan Iran hanya Qatar? Bukankah mayoritas negara Arab punya hubungan diplomatik dengan Iran? Saudi pun baru 3 tahun terakhir memutus hubungan dengan Iran. Sebelum itu, setiap tahun jamaah Iran menunaikan Haji ke Saudi. Apa Anda lupa?

** Katanya, Qatar dukung organisasi Syiah di Bahrain.

Untuk membuktikan dukungan itu yang susah. Kalau hanya sebatas asumsi, dugaan, perkiraan, ya bisa saja. Tapi adalah bukti nyata yang meyakinkan? Karena Qatar terkenal dalam pembelaannya kepada kepentingan kaum Sunni di seluruh dunia. Tak mungkin Qatar mendukung milisi Syiah untuk menghajar kepentingan pemerintahan Sunni Bahrain. Faktanya, Qatar selalu kerjasama dengan Turki dalam kebijakan-kebijakan luar negerinya.

** Katanya, Qatar mendukung ISIS?

Lho, bukannya ISIS itu mengkafirkan negara demokrasi dan negara-negara monarkhi Arab seperti Qatar, Saudi, dan lainnya? Bukankah Qatar juga membantu usaha Amerika memadamkan kekuatan ISIS?

** Katanya, Qatar mendukung Ikhwanul Muslimin?

Apa ada suatu Undang Undang atau Dekrit atau Konstitusi di Qatar yang menyebutkan, mereka mendukung, mengayomi, memfasilitasi Ikhwanul Muslimin? Apa apa, Bro? Kalau tidak ada, berarti yang dilakukan Qatar adalah KEBIJAKAN POLITIK. Jika kebijakan politik, apakah harus kebijakan itu SAMA SEMUA gitu? Gak boleh ada bedanya gitunya? Kalau pikirmu begitu, sudah aja tak perlu ada pemimpin, pejabat, kementrian, dan seterusnya. Tinggal “copy paste” kan gampang. Iya gak…?

** Katanya, Qatar mendukung teroris di Suriah?

Lha, siapa itu teroris dan apa maksudnya? Apakah manusia membela diri dari rezim yang kejam disebut teroris? Kalau begitu, ya sudah saja HAPUSKAN SEMUA SEJARAH PERLAWANAN KONTRA PENJAJAHAN. Hapuskan semua itu. Ganti judulnya jadi “SEJARAH PERLAWANAN PARA TERORIS”. Seperti sosok Umar Mukhtar di Libya jangan disebut pahlawan, tapi sebut saja “pemimpin teroris”. Gitu kan…

** Katanya, Qatar melindungi Aljazeera?

Hai, gini ya. Aljazeera itu apa sih? Itu kan media massa. Kata Husni Mubarak dulu, Aljazeera ternyata “hanya sebesar korek api”. Namanya media, pasti terkait regulasi di bidang jurnalistik. Itu ada aturannya. Kalau mereka menayangkan/melaporkan berita-berita sampah, bohong, fitnah, dsb. mereka akan kena sanksi. Kenapa ini media kok dibawa-bawa ke ranah diplomasi tingkat tinggi? Kalian seperti gak ada kerjaan. Media itu sudah punya ranah sendiri. Kalau ada masalah, gunakan jalurnya. Jangan jadikan media sebagai alasan.

Dan lain-lain lah…

(Mine-Wise).


AL IKHWAN DAN SAUDI…

Desember 21, 2015

Bismillah. Rata-rata RAJA SAUDI keturunan SUDAIR bersikap baik kepada Al Ikhwan Al Muslimun. Itu bahkan sejak era Raja Abdul Aziz Al Saud rahimahullah.
.
Sikap TIDAK BERSAHABAT kepada Al Ikhwan mulai terjadi sejak KRISIS TELUK 1990-1991. Ketika itu kebijakan politik di tangan PANGERAN ABDULLAH (kmudian jadi Raja Saudi). Raja Fahd sendiri sejak tahun 80an sudah SAKIT-SAKITAN. Tidak menjabat secara efektif.
.
Dalam Krisis Teluk itu ada salah paham. Al Ikhwan dianggap mendukung Sadam Husein, padahal para aktivis Al Ikhwan banyak yang diburu di Irak. Maksud mereka adalah kampanye ANTI AMERIKA, bukan mendukung Sadam atau menentang Saudi dan Kuwait. Mengapa Anti Amerika? Sebab mereka melindungi Zionis Israel. Ini disalahpahami.
.
Di masa hidup Syaikh Hasan Al Bana rahimahullah, beliau pernah DITAWARI MENJADI GURU di Saudi; dan beliau bersedia. Namun karena satu dan lain hal agenda ini tidak jadi.
.
Bagi Raja Abdul Aziz, bekerjasama dengan Al Ikhwan lebih baik, karena mereka lebih ISLAMI. Sedangkan Raja Farouk atau Gamal Abdun Naser lebih pro SEKULARISME. Kerajaan yang Islami pasti suka bermitra dengan gerakan Islam. Pasti itu!!!
.
Ketika tokoh-tokoh Al Ikhwan, seperti Sayyid Quthb, Hasan Hudaibi, Ali Gharisah, Zainab Al Ghazali, Umar Tilmisani, dll. menhadapi ancaman eksekusi mati Gamal Abdun Naser; Mufti Saudi, Syaikh Bin Baz melayangkan surat protes ke Mesir. Tapi surat itu tak dianggap.
.
SEBAGAI bukti kesungguhan Saudi, mereka membuka pintu seluas-luasnya bagi para ulama, aktivis, dai-dai Al Ikhwan yang menyelamatkan diri dari rezim penindas di Mesir. Ini adalah fakta dan nyata. Syaikh Al Qaradhawi termasuk salah satu tamu Kerajaan Saudi di masa itu.
.
Ketika ribuan aktivis Al Ikhwan di Suriah dibantai Hafezh Assad (ayah Bashar) tahun 80an; maka Syaikh Bin Baz lagi-lagi menyerukan kaum Muslimin agar membela Al Ikhwan di Suriah.
.
Banyak lagi fakta-fakta kerjasama TA’AWUN ALAL BIRRI WAT TAQWA antara Kerajaan Saudi dengan Al Ikhwan. Ini hanya sekilas saja.
.
[1]. Bukan sesuatu yang aneh kalau pemuda-pemuda Saudi tertarik kepada Al Ikhwan; atau pemuda Al Ikhwan menjadi Salafi. Lha wong keduanya sangat berdekatan. Titik temunya: Komitmen TAUHID dan SYARIAT ISLAM.
.
[2]. Kalau jujur, madzhab fiqih keduanya juga mirip, sama-sama BERNUANSA ZHAHIRI.
.
[3]. Isu yang selalu digembar-gemborkan sebagai fitnah: “Al Ikhwan ingin mengubah sistem Kerajaan Saudi menjadi demokrasi.” Padahal jasa-jasa Saudi besar bagi Al Ikhwan, dan tak mungkin mereka akan membalas jasa-jasa itu dengan PENGKHIANATAN. Apa Anda pikir di Al Ikhwan tidak ada lagi orang berakhlak yang punya rasa malu? Nas’alullah al ‘afiyah.
.
[4]. Sebuah contoh, tentang Kerajaan Qatar. Negara ini seperti “rumah kedua” bagi Al Ikhwan setelah Mesir. Syaikh Al Qaradhawi lama di sini. Andai Al Ikhwan mau, negara Qatar jauh lebih kecil daripada Saudi. Faktanya Al Ikhwan bersikap baik, tidak ada agenda memberontak Pemerintah Qatar.
.
[5]. Bagi Al Ikhwan, situasi kehidupan Islami seperti di Saudi, telah memenuhi SEBAGIAN BESAR cita-cita perjuangan mereka. Mereka ingin kehidupan seperti itu terlaksana di negeri-negeri Muslim yang bercorak sekuler, seperti Mesir, Turki, dll.
.
JADI sangat mengherankan jika ada sekelompok orang, berlabel “Salafi”, tapi AMAT SANGAT BENCI kepada Al Ikhwan. Al Ikhwan mereka sikapi SEPERTI ORANG KAFIR. Na’udzubillah min dzalik.
.
BOLEH PERCAYA BOLEH TIDAK… Raja Abdul Aziz dan Pangeran-pangeran putra SUDAIR baik sikapnya pada Al Ikhwan. Syaikh Bin Baz dan ulama-ulama lain juga begitu. Bangsa dan rakyat Saudi menyantuni perjuangan Al Ikhwan sampai kini.
.
LHA terus, siapa yang menjadi acuan orang-orang aneh itu? Mereka ikut siapa? Ikut manhaj kecurigaan, permusuhan, dan dendamkah? Atau manhaj apa?
.
Wallahu a’lam bis shawaab. SUMEDANG, 3 Desember 2015.

(Al Wasath).


Benang Merah Kesamaan Pandang

Oktober 11, 2015

Bismillah. Status ini disusun dalam rangka mencari-cari jalan dan celah untuk menumbuhkan persatuan & persaudaraan Ummat. Amin.
>>>
Sepintas lalu, paham Salafi lebih dekat ke Zhahiri. Pokok acuannya: BERPEGANG KE DALIL SHAHIH, dari madzhab Sunni mana saja.
>>>
Perintis madzhab unik ini adalah Dawud Az Zhahiri. Seorang ulama faqih zaman klasik.
>>>
TAPI sosok besar penyebar madzhab ZHAHIRI yang tak terlupakan adalah IBNU HAZM. Seorang ulama besar dari Andalusia. Beliau penyusun kitab hebat, Al Muhalla.
>>>

Banyak Kesamaan Kita

Banyak Kesamaan Kita


Syaikh Hasan Al Banna dan Syaikh Hasan Al Hudaibi pernah memberikan tekanan (rekomendasi) pada kitab Al Muhalla.
>>>
Bukti besar kecenderungan Al Ikhwan pada madzhab Zhahiri, adalah kitab FIQHUS SUNNAH karya Sayyid Sabiq. Dari aroma judulnya saja, sudah terasa. Edisi pertama kitab ini diberi kata pengantar sang pendiri Al Ikhwan, Syaikh Al Banna.
>>>
Begitu kagumnya ulama Saudi dengan Fiqhus Sunnah, sampai penulisnya diganjar FAISHAL AWARD, hadiah prestisius skala internasional.
>>>
Hadiah FAISHAL AWARD juga diberikan kepada sosok Dr. Yusuf Al Qaradhawi; sosok Syaikh Al Albani; juga sosok Buya Muhammad Natsir dari Indonesia. Sosok terakhir adalah hasil asuhan GURU BESAR Persis, Ustadz A. Hassan.
>>>
Bukan kebetulan kalau Syaikh Al Albani itu mulanya anggota Al Ikhwan. Beliau sangat mencintai dua kitab hebat ulama Ikhwan yaitu: HALAL HARAM FIL ISLAM karya Dr. Al Qaradhawi dan FIQHUS SUNNAH karya Sayyid Sabiq. Kitab pertama beliau jadikan materi “ngaji kitab” dalam majelis ilmunya.
>>>
Ustadz Salafi senior seperti Ust. Yazid Jawwas, Ust. Ja’far Umar Thalib, Ust. Yusuf Utsman Baisa; khabarnya mereka mendaras konsep madzhab ZHAHIRI juga (kitab Al Muhalla). Rujukannya ulama-ulama Pakistan.
>>>
Di Indonesia, organisasi Islam yang getol dengan madzhab Zhahiri adalah PERSIS (Persatuan Islam). Uniknya, rujukan fiqih Persis adalah kitab NAILUL AUTHOR karya Asy Syaukani. Bukan Al Muhalla. (Kenapa ya? Wallahu a’lam).
>>>
Hebatnya, salah satu tempat yang menjadi “kawah candra dimuka” bagi Syaikh Al Albani, sampai jadi seorah ahli hadits, adalah: PERPUSTAKAAN ZHAHIRIYAH. Di Damaskus. Padahal isi perpustakaan itu dominan manuskrip-manuskrip kitab hadits. Siapa dulu yang memberi nama “sindiran” begitu? Entahlah.
>>>
Dibanding corak Ibnu Taimiyah, paham Zhahiri “lebih lugas”. Gak sungkan men-declare: “Kami bebas madzhab. Hanya terikat dalam Al-Qur’an dan Sunnah Shahihah.” Ibnu Taimiyah masih terikat madzhab. Contoh, beliau terima pendapat “kiriman bacaan Al-Qur’an sampai pahalanya ke mayit”. Itu pendapat madzhab.
>>>
ARAH JALAN: “Kalau dipikir-pikir, ada lho BENANG MERAH KESAMAAN PANDANG antara Salafi, Ikhwanul Muslimin, dan Persatuan Islam.” Sebuah peluang besar untuk terjalin pengertian satu sama lain.
>>>
SEMOGA damai, bersaudara, saling memahami. Amin ya Arhama Rahimin.

(IlookU).


Bisakah Konspirasi AL AHZAB Menghancurkan Ikhwanul Muslimin?

Maret 26, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sebagaimana yang telah kita saksikan, gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir sedang dikepung oleh KONSPIRASI BESAR yang berniat menghancurkan sampai ke akar-akarnya. Tentu saja, komandan gerakan konspirasi ini adalah Jendral As Sisi -laknatullah ‘alaihi wa ansharihi ajma’in-. Di belakang As Sisi ada Amerika yang menggelontorkan bantuan miliaran dolar, juga Israel yang merasa terancam dengan gerakan Islam Mesir. Di sektor lokal ada media-media sekuler, para pimpinan Al Azhar, para politisi sekuler, politisi Partai Salafi An Nuur, dan sebagainya.

Selain itu, yang sangat tidak bisa dilupakan adalah Trio Kerajaan Arab Jahiliyah: Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. Ketika penguasa di negeri ini terang-terangan menetapkan Al Ikhwan sebagai teroris. Betapa sangat konyol. Sejak Tragedi WTC 11 September 2001, tidak satu pun negara atau badan dunia menetapkan Al Ikhwan Al Muslimun sebagai organisasi teroris. Eee…setelah isu terorisme mulai mereda, malah raja-raja jahiliyah Arab, menetapkan Al Ikhwan sebagai teroris. Lalu selama lebih dari 12 tahun, sejak WTC 2001, mereka kemana saja? Bahkan tatkala meledak Tragedi WTC itu, Syaikh Al Qaradhawi secara tegas menolak aksi serangan tersebut. Fatwanya sangat terkenal.

"Bertahanlah, Bersabarlah, Kemenangan Menanti"

“Bertahanlah, Bersabarlah, Kemenangan Menanti”

Alasan raja-raja jahiliyah -dan para pendukungnya- untuk menteroriskan Al Ikhwan karena terkait sebagian isi buku Sayyid Quthb rahimahullah yang diindikasi mengandung takfir (pengkafiran). Ini alasan konyol. Al Ikhwan menerima mekanisme demokrasi dan resmi mendirikan partai politik, Freedom Justice Party (FJP). Apa ada organisasi teroris yang menerima demokrasi? Lagi pula, apakah buku Sayyid Quthb mewakili garis perjuangan Al Ikhwan Al Muslimun? Percaya atau tidak, kitab Tafsir Fi Zhilalil Qur’an itu dikaji di universitas-universitas Saudi. Jangan-jangan Saudi telah menteroriskan dirinya sendiri?

Makar yang mencoba meruntuhkan Al Ikhwan, serta menghancurkannnya dari fondasi terdalam, sangatlah hebat. Di sana berdiri kekuatan-kekuatan besar untuk memberangus Al Ikhwan. Mereka adalah: militer Mesir, politik sekuler Mesir, Amerika, Zionis, Uni Eropa, Arab Saudi, UEA, Bahrain, bahkan Iran. Lihatlah kekuatan-kekuatan ini seperti KOALISI AL AHZAB dalam rangka memberangus gerakan Islam. Para penguasa di negeri-negeri ini telah satu kata, missi, dan tujuan, yaitu menghancurkan kekuatan politik Islam (di Mesir). Mereka dihukumi sama, hum ‘ala sawa’.

Apakah kekuatan Koalisi Al Ahzab itu akan mampu menghancurkan Al Ikhwan di Mesir?

Kami yakin, mereka tak akan sanggup melakukannya. Mereka hanya buang-buang energi, buang biaya, buang pemikiran dan segala fasilitas. Memang Al Ikhwan saat ini terdesak, terhimpit, kekuatannya dipreteli disana-sini. Tapi semua ini hanya sementara saja. Semua ini hanya sementara saja. Ibarat sebuah kampung yang dilanda badai, terjadi banyak kerusakan di sana-sini. Tapi penduduk kampung itu segera berbenah, segera mengumpulkan energi kembali, segera melakukan perbaikan di segala sisi. Ini hanya soal waktu.

Sebagai sebuah gerakan AMAL JAMA’I, Al Ikhwan adalah kekuatan yang sulit ditaklukkan dengan cara apapun. Seperti janji Allah dalam Kitab-Nya dan janji Rasulullah dalam sabdanya.

Allah SWT berfirman: “Innallaha yuhibbulladzina yuqaathiluna fi sabilihi shafwan ka annahum bunyanum marshush” (sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dengan berbaris rapi, seolah mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh).

Allah SWT berfirman: “Wa’tashimu bi hablillahi jami’an wa laa tafarraquu” (berpegang-teguhlah kalian dengan tali agama Allah secara bersama-sama, dan janganlah kalian berpecah-belah).

Nabi Saw bersabda: “Yadullahi ‘alal jama’ah” (Tangan Allah ada di atas jamaah).

Nabi Saw bersabda: “Al jama’atu rahmah wal furqatu adzab” (berjamaah itu rahmat dan berpecah-belah itu adzab).

Allah SWT berfirman: “Qul jaa-al haqqu wa zahaqal bathil, innal bathila kaana zahuqan” (katakanlah, telah datang kebenaran, dan lenyaplah kebathilan, karena sesungguhnya kebathilan itu pasti akan lenyap).

Dan masih banyak ayat atau hadits yang menjelaskan betapa hebatnya kekuatan amal jama’i kaum Muslimin di atas kebajikan, iman, dan upaya perbaikan kehidupan.

Al Ikhwan Al Muslimun pasti akan mampu mengatasi segala macam cobaan dari kaum Koalisi Al Ahzab tersebut. Mereka memiliki akar pengalaman sangat kuat dan luas di Mesir. Mereka berbeda dengan FIS di Aljazair. Gerakan Al Ikhwan di Mesir bahkan lebih kuat daripada Hamas di Palestina.

Pada batas tertentu, jika syura pemimpin-pemimpin Al Ikhwan sudah sepakat, mereka bisa saja mengubah strategi gerakannya menjadi seperti Hamas di Palestina. Jika terjadi demikian, tentu dampaknya akan sangat dahsyat. Hamas di Jalur Ghaza bisa mengguncang Israel, maka Al Ikhwan di Mesir nanti bisa mengguncang tahta raja-raja monarkhi zhalim yang berserikat dalam Koalisi Al Ahzab dengan Amerika dan Zionis. Insya Allah.

Bertahanlah Al Ikhwan, kaum Mukminin sedunia senantiasa mendoakanmu, mengharapkan kebaikanmu, keterbebasanmu dari penindasan Koalisi Al Ahzab, serta merindukan kemenangan Islam di Tanah Arab. Kelak kita kan berjumpa di momen-momen kemenangan Ummat Rasulullah SAW. Amin Allahumma amin.

Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).

 


Kalau IM Menyerah, Bagaimana Nasib Gerakan Islam Lain?

Agustus 28, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ada sesuatu yang SANGAT KRITIKAL pada situasi yang dihadapi jamaah Ikhwanul Muslimin (IM) di Mesir saat ini. Kalangan Salafi banyak yang menyerukan para pendukung IM agar tidak demonstrasi, agar menerima hasil kudeta, agar mereka pulang ke rumah masing-masing.

Monumen Rabi'ah Al Adawiyah

Monumen Rabi’ah Al Adawiyah

Seruan Salafi “Mulukiyah” ini sangat berbahaya, karena bisa menimbulkan bencana yang lebih hebat lagi bagi IM di Mesir, bagi gerakan-gerakan Islam di Mesir, bahkan bagi gerakan Islam di seluruh dunia.

Kok bisa begitu? Bagaimana memahaminya? Adakah koneksitas kausalitasnya?

[1]. Kalau IM mundur, jelas mereka akan dihabisi oleh militer Mesir dan seluruh jajaran kekuatannya. Mengapa demikian? Karena militer Mesir sudah tahu kekuatan IM, sudah tahu tabiatnya, dan perlawanan mereka secara politik ke jajaran militer. Militer Mesir sangat tahu bagaimana sikap IM kepada rezim militer Mesir; IM tidak menyukai militer, ingin mengamputasi kekuatan politik militer, ingin mengembalikan militer ke barak. Maka itu, kalau para pendukung Presiden Mursi pulang ke rumah masing-masing dan melupakan kejadian yang sudah-sudah; itu sama artinya mereka “menyerahkan nyawa” ke militer.

Doakan Saudaramu di Mesir!

Doakan Saudaramu di Mesir!

[2]. Kalau IM mundur, mereka akan dihabisi oleh militer Mesir, para pemimpin ditangkap/ditahan, para aktivis dipenjara, para pembangkang dibunuh, aset-asetnya akan dirampas, dan seterusnya. IM akan dijadikan “partai terlarang”, sejenis “musuh negara” atau “teroris”. Ini sangat berbahaya.

[3]. Setelah militer berhasil menumpas IM, maka cara yang sama akan digunakan untuk memerangi gerakan-gerakan Islam lain; terutama yang kekuatannya lebih kecil dari IM. Ini bisa jadi efek berantai. Kalau IM berhasil ditumpas di basisnya di Mesir, maka gerakan militer (dengan didukung koalisi Barat, sekuler-liberal, dan raja-raja jahiliyah Arab) akan terus merambah ke gerakan-gerakan Islam lain. Sangat mungkin gerakan “non Jihad” seperti HT atau Jamaah Tabligh juga bisa jadi sasaran.

Apa yang dikatakan ini bukan isapan jempol belaka. Kita bisa berkaca pada Tragedi FIS di Aljazair. Ketika kemenangan FIS dirampas, lalu rakyat Aljazair menyerahkan urusan ke tangan militer, akibatnya FIS ditumpas, dihabisi, benar-benar dihancurkan. Saat kini kita tak pernah lagi mendengar nama FIS dan kiprahnya dalam kehidupan Umat Islam.

Jangan Biarkan Saudaramu Sendirian!

Jangan Biarkan Saudaramu Sendirian!

Begitu juga…dulunya IM ditumpas oleh Hafezh Assad di Suriah. Lalu IM memilih “mundur” dan tidak melawan Assad. Akibatnya struktur IM di Suriah benar-benar dihancurkan oleh Assad. Sejak itu IM tidak pernah terdengar lagi di Suriah. Bahkan kemudian kekejaman Hafezh Assad dilanjutkan anaknya, Basyar Assad, dimana kedua manusia itu sama-sama terlaknatnya; karena tangannya berlumuran darah kaum Muslimin dan Mukminin.

Maka pilihan bagi IM saat ini hanya satu saja: “Teruskan revolusi untuk menumbangkan rezim militer Mesir!” Jangan mundur atau menyerah, tapi teruslah membangun gerakan politik untuk memulangan Jendral As Sisi ke pintu-pintu Jahannam. (Amin Allahumma amin).

Masa Depan Gerakan Islam Dipertaruhkan di Mesir!

Masa Depan Gerakan Islam Dipertaruhkan di Mesir!

Ummat Islam sedunia perlu mendukung gerakan IM di Mesir, dengan segala dukungan yang memungkinkan. Sebenarnya konsentrasi kaum Muslimin saat ini ke Suriah dan Myanmar. Tapi karena urgen-nya perjuangan Mesir ini, maka perhatian harus dicurahkan kesana.

Sadarilah… Jendral As Sisi dan para pendukungnya tidak sedang memerangi Ikhwanul Muslimin; tetapi mereka menjadi kepanjangan tangan New World Order untuk melibas gerakan Islam secara keseluruhan.

Bantulah para pejuang Islam di Mesir. Jangan sampai mereka mundur, lalu gerakan Islam disikat oleh militer dimana-mana. Na’udzubillah min dzalik, wa nas’alullah al ‘afiyah fid dini wad dunya wal akhirah. Amin ya Rabbal ‘alamiin.

Mine.


Kaum Muslimin… Tolonglah Presiden Mursi !!!

Juli 4, 2013

Innalillahi wa inna ilaihi ra’jiun. Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah.

Tanggal 3 Juli 2013, Presiden Mursi, pemimpin Mesir dikudeta oleh militer, di bawah pimpinan Jendral Abdul Fattah As Sissi. Masya Allah, ini adalah musibah dan bencana yang sangat menyedihkan.

Presiden Mursi baru berupaya memperbaiki kehidupan Mesir dengan langkah-langkahnya. Tetapi belum juga lama beliau memimpin, sebuah GELOMBANG REKAYASA POLITIK mendera dengan sangat kencangnya. Gelombang ini memanfaatkan beberapa lini: media massa, gerakan demo mahasiswa + aktivis, tekanan militer, tekanan internasional, tekanan ekonomi riil.

Bantu Presiden Mursi untuk Terus Bertahan! Bertahan Syaikh! Jangan Mundur!

Bantu Presiden Mursi untuk Terus Bertahan! Bertahan Syaikh! Jangan Mundur!

Cara yang sama pernah digunakan ketika tahun 1998, gerakan rekayasa itu meruntuhkan pemerintahan Soeharto di Indonesia; juga setahun kemudian sekitar bulan Oktober 1999, ia meruntuhkan pemerintahan Habibie. Gerakannya sama, direkayasa dari bebagai lini. Hanya sayangnya: Umat Islam gampang terlupa hal-hal begini.

Seorang penulis Barat, pernah menulis The Economic Hit Man (tukang pukul ekonomi). Dia menceritakan pengalamannya menghajar rezim-rezim yang tidak disukai, dengan tekanan-tekanan ekonomi. Hal ini juga diakui oleh Prof. Steve Henke, mantan penasehat ekonomi CBS yang pernah diundang Soeharto ke Indonesia.

Rakyat Muslim, termasuk di Mesir, banyak yang lupa dengan kenyataan-kenyataan ini. Maka itu Saudaraku, perbaikilah ilmu, wawasan, dan kesadaranmu! Jangan melulu ikut arus media terus. Media bisa menipu, tapi kesadaran diri jauh lebih kuat.

Dalam masa demikian, marilah kita membantu Presiden Mursi, dengan segala kekuatan yang kita mampu. Caranya…

= Akuilah, bahwa beliau masih Presiden Mesir yang sah!

= Bangunlah opini, bahwa beliau adalah presiden yang sah, sedangkan kudeta militer itu tidak sah!

= Lakukan penolakan secara politik terhadap siapa saja yang buru-buru mengakui kepemimpinan pemimpin kudeta militer; dengan asumsi, sikap keterburuan dia itu menunjukkan, bahwa dia sangat ingin agar Mursi segera tumbang, sehingga tidak akan membahayakan kursi kerajaannya.

(Sebuah Dinasti di Arab yang sekian lama banyak didoakan Umat dan dibantu dengan segala daya, kok malah suka melihat saudaranya teraniaya? Aneh. Inilah tanda-tanda kekuasaan politik Dinasti itu semakin senja).

= Kalau mampu menolong secara dana, fasilitas, perlindungan, logistik, tenaga, pikiran, dan apapun, silakan saja. Dukungan itu tak sia-sia di sisi Allah Azza Wa Jalla.

= Doakan Presiden Mursi dan saudara-saudara Ikhwanul Muslimin, agar mereka mendapatkan selamat. ‘afiyat, dan dijauhkan dari bala, bencana, dan kezhaliman. Amin Allahumma amin.

Kita tak usah memandang Presiden Mursi dari Ikhwanul Muslimin atau tidak; toh, mereka adalah saudara kita juga; sama-sama berjuang ingin menegakkan Islam, sesuai kemampuan dan caranya. Mereka itu saudara kita, sama-sama Ahlus Sunnah. Mari menolongnya sekuat kemampuan.

Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahullah sejak lama selalu empati kepada perjuangan tokoh-tokoh Al Ikhwan. Beliau pernah memfatwakan agar kaum Muslimin menolong Ikhwanul Muslimin yang dibantai Hafezh Assad di Suriah.

Satu hal yang membuatku sangat terkesan dari sosok Presiden Mursi. Tentu, selain beliau Hafal Al Qur’an. Saat dalam pertemuan internasional di Teheran Iran, beliau membuka pidatonya dengan memuji para Shahabat Nabi Shallallah ‘Alaihi Wassallam. Ini adalah bentuk ejekan bagi Syiah Rafidhah yang hidupnya selalu memakan bangkai dan minum nanah (karena terus-menerus mencaci maki Shahabat dan menista mereka).

Mungkin pertanyaannya, mengapa Presiden Mursi digulingkan?

Kami yakin Anda punya banyak analisis soal itu. Tapi menurut kami, atau setahu kami, masalahnya tidak seperti yang tersebar di media-media. Singkat kata, Presiden Mursi ingin memperbaiki ekonomi Mesir yang morat-marit. Karena kesulitan soal modal, dengan terpaksa beliau ingin meminjam uang ke IMF. Nilainya kalau tak salah sekitar US$ 4,5 miliar. Maka IMF pun memberikan syarat-syarat seperti konsep Letter Of Intends yang dulu pernah ditandatangani Michael Camdesus dan Soeharto itu. Tetapi butir-butir kesepakatan dengan tim IMF itu ditolak oleh penasehat-penasehat ekonomi Presiden Mursi. Akibatnya IMF marah besar.

Ya setelah IMF marah, kita tahu akibatnya. Presiden Mursi dan Kabinetnya dianggap sebagai “bocal nakal lu ya”. Begitulah, akhirnya Presiden yang sebenarnya ideal bagi bangsa Mesir itu digusur. Karena sebuah prinsip, dia dijatuhkan. Masya Allah laa haula wa laa quwwata illa billah.

Maka marilah kita membantu Presiden Mursi dengan doa…

Allahummanshur li akhina Muhammad Mursi, farzuqhu nashran mubinan wa makhrajan min kulli musykilati wal fitnah. Wa anzhir wa ihzim kullu man fasada amrahu wa jarama mulkahu wa man ‘aanahum. Innaka antas sami’ud du’a ya Dzal Jalali wal Ikram. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi wa sallam. Amin Allahumma amin.

Mine.