DULU PERNAH MENDAPATI…

April 5, 2017

Ada seorang penceramah, agak senior. Dia layaknya seorang ahli Matematika. Bapak itu mengajarkan kebenaran IMAN benar-benar memakai ilmu logika.

Misalnya logika seperti ini: “Kalau A terjadi karena B, lalu A dan B disatukan hasilnya C, kemudian B dikurangi A jadi D, lalu D dicampur C jadi A.”

Nah, saat melihat kenyataan begitu, saya ANGKAT TANGAN. Tidak mau menempuh jalan itu. Mengapa? Pastinya, Nabi Saw dulu saat mengajarkan agama bukan begitu caranya.

*) Lagi pula, kalau konsep LOGIKA begitu diterima, maka nanti ia akan menjadi “manhaj” untuk memandang segalanya. Pastinya, setelah itu, Anda akan lelah…

Kalau gak percaya, coba saja…

(WeAre).