Syurga Duit Kertas di Zimbabwe

Oktober 22, 2008

Ini ada beberapa foto bagus tentang ilustrasi inflasi di Zimbabwe Afrika. Disana uang 500 juta dolar, katanya setara sama uang 2 dollar Amerika. Foto ini diambil dari tulisan @ Hye di MyQuran, gambar-gambar lucu di forum humor. Menurutku, ini termasuk gambar terlucu di dunia. He he he… Makasih @ Hye. (Tapi untuk komentar di bawah gambar dari saya sendiri. Cuma mengulang dari @ Hye).

Tanya Harga Ayam

Tanya Harga Ayam

“Ayam ini berapa, Mang?”

“Murah den, cuma 3,5 miliar…”

“Wih, mahal banget. 2,5 miliar gimana?”

“Ini sudah murah. Saya beli di pasar 3,2 miliar seekor.”

“Ya udah, kalau mau, 2,9 miliar aja. Kalau tak mau saya pura-pura pergi, lho.”

“Aduh, naikin dikit aja pak. Jaman sekarang susah dapat ayam.”

“Ya udah, saya tambah 250 juta lagi. Harus mau !!!”

“Mangga atuh…!”

Uang Jajan Anak

Uang Jajan Anak

“Dik, kamu mau kemana?”

“Mau pulang, mau jajan di warung.”

“Tadi dari mana?”

“Minta duit sama Papa di pasar.”

“Mau beli apa, Dik?”

“Aku mau beli baso, gulali, dan mobil-mobilan.”

“Berapa harga mobil-mobilan?”

“Cuma 5 miliar. Itu yang gampang rusak.”

“Gimana, kamu seneng bawa uang sebanyak ini?”

“Ya, seneng sekali.”

“Kenapa?”

“Kalau beli sesuatu rasanya ‘mantep’.”

“Contonya apa?”

“Waktu beli baso semangkok, aku kasihkan uang dua tumpuk sama abangnya.”

“Oh begitu…

“Hai Dik, kamu punya nasehat buat anak Indonesia.”

“Ya. Hai kamu anak Indonesia, kalau mau yang ‘mantep-mantep’, datang sini!”

“Itu aja?”

“Ya, cukup. Cuma soal ‘mantep’ aja.”

Makan di Restoran

Makan di Restoran

“Punteun..punteun…permisi.”

“Saya mau pulang duluan…

“Silakan teruskan makan, saya mau bayar makan siang ini…

“Barusan, saya terpaksa bawa mobil box untuk bawa uang…

“Dompet saya ya mobil box itu…

“Maklumlah, ekonomi lagi gak genah, memusingkan…

“Tolong nanti bayarkan ke kasir, saya titip uang ini…

“Tadi saya ngopi, makan stick, sama sebuah roti keju…

“Semua uang ini 130 miliar dollar…

“Saya permisi dulu…

“Jumpa lagi lain waktu. Cherio…”

Catatan: Isi cerita di atas fiktif, tidak senyatanya. Cuma ingin menjelaskan, betapa susahnya kondisi hyper inflasi, uang jadi tak berharga. Barang sedikit, uang setumpuk. Ini salah satu penjelasan lain tentang keburukan sistem kapitalisme yang memakai uang kertas. Dulu Islam memakai dinar (coin emas) dan dirham (coin perak). Sejak dulu 1 dinar = 2,5 dirham. Ukuran ini bertahan sampai saat ini).

Iklan