Kenapa Kamu Blokade Bro…?

Juli 10, 2017

** Katanya, karena Qatar berhubungan diplomatik dengan Iran.

Memang yang berhubungan diplomatik dengan Iran hanya Qatar? Bukankah mayoritas negara Arab punya hubungan diplomatik dengan Iran? Saudi pun baru 3 tahun terakhir memutus hubungan dengan Iran. Sebelum itu, setiap tahun jamaah Iran menunaikan Haji ke Saudi. Apa Anda lupa?

** Katanya, Qatar dukung organisasi Syiah di Bahrain.

Untuk membuktikan dukungan itu yang susah. Kalau hanya sebatas asumsi, dugaan, perkiraan, ya bisa saja. Tapi adalah bukti nyata yang meyakinkan? Karena Qatar terkenal dalam pembelaannya kepada kepentingan kaum Sunni di seluruh dunia. Tak mungkin Qatar mendukung milisi Syiah untuk menghajar kepentingan pemerintahan Sunni Bahrain. Faktanya, Qatar selalu kerjasama dengan Turki dalam kebijakan-kebijakan luar negerinya.

** Katanya, Qatar mendukung ISIS?

Lho, bukannya ISIS itu mengkafirkan negara demokrasi dan negara-negara monarkhi Arab seperti Qatar, Saudi, dan lainnya? Bukankah Qatar juga membantu usaha Amerika memadamkan kekuatan ISIS?

** Katanya, Qatar mendukung Ikhwanul Muslimin?

Apa ada suatu Undang Undang atau Dekrit atau Konstitusi di Qatar yang menyebutkan, mereka mendukung, mengayomi, memfasilitasi Ikhwanul Muslimin? Apa apa, Bro? Kalau tidak ada, berarti yang dilakukan Qatar adalah KEBIJAKAN POLITIK. Jika kebijakan politik, apakah harus kebijakan itu SAMA SEMUA gitu? Gak boleh ada bedanya gitunya? Kalau pikirmu begitu, sudah aja tak perlu ada pemimpin, pejabat, kementrian, dan seterusnya. Tinggal “copy paste” kan gampang. Iya gak…?

** Katanya, Qatar mendukung teroris di Suriah?

Lha, siapa itu teroris dan apa maksudnya? Apakah manusia membela diri dari rezim yang kejam disebut teroris? Kalau begitu, ya sudah saja HAPUSKAN SEMUA SEJARAH PERLAWANAN KONTRA PENJAJAHAN. Hapuskan semua itu. Ganti judulnya jadi “SEJARAH PERLAWANAN PARA TERORIS”. Seperti sosok Umar Mukhtar di Libya jangan disebut pahlawan, tapi sebut saja “pemimpin teroris”. Gitu kan…

** Katanya, Qatar melindungi Aljazeera?

Hai, gini ya. Aljazeera itu apa sih? Itu kan media massa. Kata Husni Mubarak dulu, Aljazeera ternyata “hanya sebesar korek api”. Namanya media, pasti terkait regulasi di bidang jurnalistik. Itu ada aturannya. Kalau mereka menayangkan/melaporkan berita-berita sampah, bohong, fitnah, dsb. mereka akan kena sanksi. Kenapa ini media kok dibawa-bawa ke ranah diplomasi tingkat tinggi? Kalian seperti gak ada kerjaan. Media itu sudah punya ranah sendiri. Kalau ada masalah, gunakan jalurnya. Jangan jadikan media sebagai alasan.

Dan lain-lain lah…

(Mine-Wise).

Iklan

KATANYA ISIS PRODUK WAHABI ???

Desember 21, 2015

Ada yang membuat tulisan, katanya ISIS itu produk Wahabi. Tapi setelah ketahuan kebrutalan ISIS, kalangan Wahabi katanya mau “cuci tangan”, mengingkari, menolak secara mutlak (baro’).
.
BEGINI ya, untuk mengetahui kebathilan sesuatu, kan BUTUH PROSES. Perlu cukup bukti-bukti, keterangan, semua fakta dan data. Wajar dong butuh proses. Masak begitu muncul langsung divonis.
.
ISIS pernah ancam mau serang wilayah Saudi, termasuk Makkah Madinah. Apakah ini bisa jadi bukti bahwa dia Wahabi?
.
Dewan Ulama Saudi juga menolak gerakan ISIS ini dengan segala pertimbangannya.
.
Andai anak suatu gerakan dakwah bisa diklaim sama dengan INDUKNYA, maka perlu dipahami bahwa INDUK SEMUA ALIRAN SESAT DALAM ISLAM adalah agama kita sendiri, yaitu ISLAM.
.
Atau dengan bahasa yang mudah: Bolehkah kita menggugat para orangtua untuk semua kejahatan yang dilakukan oleh anak-anaknya?
.
SEMOGA bisa dimengerti. Alhamdulillah…

(WhoU).


Kemana Pasca Trauma ISIS…

Juli 1, 2015

* Jihad Fi Sabilillah tak bisa dilepaskan dari sifat rahmat (kasih sayang) kepada sesama Muslim, maupun ke segenap alam semesta. Karena tujuan hakiki Jihad ialah untuk MENJAGA KEBAIKAN HIDUP INSAN. Jihad bukanlah untuk penjajahan, eksploitasi, atau penyiksaan sesama. Jihad adalah menebarkan rahmat.

* Faktanya, sebagaimana diungkapkan oleh para ahlinya, Jihad merupakan amanat yang sangat berat. Berat dalam segala keperluan yang dibutuhkan; berat untuk perbekalan dalam jangka waktu lama; berat untuk membina kehidupan setelah masa Jihad selesai; berat untuk memulihkan kembali persaudaraan, hubungan baik, serta harmoni di antara pihak-pihak yang telah bertikai. Di sisi lain, Jihad juga SANGAT BERAT untuk mempertahankan sikap tetap BERAKHLAKUL KARIMAH saat sedang berperang.

* Teringat contoh dekat, pengakuan sebagian mantan Laskar Jihad di era konflik Ambon-Maluku dulu. Mereka dengan terang-terangan mengakui, betapa beratnya mengemban amanat Jihad ini. Pemuda yang biasanya pengajian, majelis taklim, tiba-tiba harus berurusan perang. Terjadi kontraksi psikologis yang tidak sederhana.

* Kami sangat mengkhawatirkan para pemuda Islam yang saat ini menggebu mendukung ISIS, apapun bentuk dukungannya. Dukungan seperti ini sangat potensial akan membuahkan ARUS BALIK yang tidak terdefinisikan wujudnya. Bila kini mereka mendukung Jihad versi ISIS, bagaimana jika nanti terbukti gerakan ISIS menyimpang jauh dari kebenaran, lalu mengalami penghakiman oleh publik dunia? Siapkah mereka menerima kenyataan seperti itu?

* Mungkin saja ada yang sangat “bandel” dalam loyalitasnya, sehingga apapun keadaan tak akan membuat mereka goyah. Bagaimana jika mereka tidak siap, lalu berbalik membenci Jihad Fi Sabilillah itu sendiri? Bukankah hal itu akan menjadi kerugian sangat besar bagi Islam, dan utamanya bagi orang-orang tersebut sendiri.

* Sangat mengerikan bila mendengar sebagai orang menyebut ISIS dalam skala strategi “sarang lebah”. Di buat sebuah zona “Daulah Islam”, untuk mengundang datangnya para relawan Jihad dari segala penjuru negeri, agar berkumpul di zona itu. Sedangkan di sana tidak ada wujud “Daulah Islam” itu selain hanya “pencitraan online”. Jika demikian, betapa berbahayanya nasib ribuan relawan Muslim tersebut. Hendak ke mana mereka? Apa yang akan mereka kerjakan di sana? Lalu bagaimana nasib mereka?

* Hanya kepada Allah Ta’ala kita berlindung diri, memohonkan keselamatan dan ‘afiyat. Memintakan perlindungan, penjagaan, dan selamat lahir batin, dalam urusan dunia dan akhirat. Amin Allahumma amin.

(Shadow).


Antara ISIS dan Al Qa’idah

Agustus 21, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Dalam sebuah artikel di Voa-islam.com, disebutkan pernyataan dari seorang Mufti negara Teluk. Beliau mengatakan, bahwa ISIS dan Al Qa’idah adalah musuh nomer satu Ummat Islam.

Menurut kami pernyataan demikian kurang bijak. Di bawah ini sedikit komentar yang bisa kami sampaikan:

Kaum Muslimin harus mengetahui, ISIS berbeda dengan Al Qa’idah, meskipun awalnya sama.

Ceritanya kurang lebih sebagai berikut:

Harus Bijak dalam Menilai Para Pejuang

Harus Bijak dalam Menilai Para Pejuang

Pasca WTC 11 September 2001, pemerintah Thaliban diserang Amerika & Sekutu. Efek samping dari serangan ini, struktur organisasi Al Qa’idah hancur lebur. SDM, asset, dana, jaringan, fasilitas mereka rusak parah.

Tapi pihak Thaliban cepat berbenah. Upaya recovery-nya berjalan cepat, meskipun dg suasana sistem baru. Mungkin karena mereka memang mayoritas asli warga Afghan.

Sedang pihak Al Qa’idah merasa terlunta-lunta, karena mayoritas branggota militer non Afghan. Melihat cepatnya recovery Thaliban, para pemimpin Al Qa’idah berembuk; bgmana kalau Al Qa’idah tunduk kepada otoritas Thaliban, agar dapat perlindungan penuh? Mereka pun setuju.Sejak itu Al Qa’idah jadi organisasi di bawah Thaliban.

Ini ada dampaknya, Al Qa’idah jadi lebih moderat. Kata orang, “tidak lagi main kopar kapir”. Thaliban menempatkan Al Qa’idah sebagai missi Jihad di luar wilayah Afghan; semacam ada sinergi.

Tatkala meledak konflik Suriah, Al Qa’idah di-drive masuk ke sana. Tapi dengan nama Jabhah Nusroh, agar tidak mndapat penolakan di dunia Islam. Sedangkan ISIS bermula dari missi Jihad Al Qa’idah di Irak pasca invasi Amerika tahun 2003.

Organisasi missi Jihad ini salah satunya dipegang Abu Mushab Zarqawi yang diindikasi membawa paham “kopar kapir”. Pusat Al Qa’idah tidak bisa sepenuhnya mengekang organisasi di Irak ini. Missi di Irak sering jalan sendiri. Misalnya, Abu Mushab dkk bentuk Islamic State, tanpa izin ke pemimpin Al Qa’idah; mereka bentuk ISIS juga tanpa izin; mereka garap Suriah, juga melanggar komando; mereka umumkan Khilafah, lagi-lagi dengan melanggar izin. Banyak skali pelanggaran ISIS kepada otoritas Al Qa’idah.

Yang paling terlalu, ISIS mengajak para pejuang di berbagai negara untuk membelot dari sentral Al Qa’idah.

KESIMPULAN: “Al Qa’idah versi lama beda dg yang baru. Versi baru lebih moderat. Tdk menganut paham takfir.” Bahkan ulama rujukan Al Qa’idah seperti Abu Mush’ab As Suri, Athiyatullah Al Libi, Abu Qatadah, dan sebagainya sangat hati-hati dalam perkara TAKFIR.

Dan semua aksi-aksi teror yang trjadi di Indonesia, TIDAK ADA kaitan dengan Al Qa’idah. Tidak ada itu. Mengapa? Karena sejak tahun 2001, 2003, 2011, hingga saat ini mayoritas energi Al Qa’idah terkuras dalam konflik di Afghan, Irak, Yaman, Somalia, Suriah, dan lain-lain. Jadi tidak ada waktu untuk buat aksi-aksi di Indonesia.

MAKA ITU…janganlah menyebut orang-orang yang membela Ummat teraniaya sebagai musuh Islam nomer satu. Itu jelas keliru!

Wallahu a’lam bisshawaab.

(Mine).


Pernyataan Jubir ISIS Seperti Petir di Siang Bolong

April 2, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Baru-baru ini Syaikh Abu Muhammad Al Adnani Asy Syami, juru bicara ISIS, menyampaikan pernyataan tentang penyimpangan pemimpin Al Qa’idah, Dr. Aiman Al Zhawahiri. Pernyataan ini sangat menyantak, laksana PETIR DI SIANG BOLONG. Saat Ummat Islam mulai bersimpati ke ISIS, tiba-tiba muncul pernyataan menggegerkan itu. Wallahul musta’an wa ilaihi mustaka.

Isi pernyataan dapat di baca pada link di bawah ini:

[1]. http://millahibrahim.wordpress.com/2014/04/18/statemen-resmi-daulah-tentang-penyimpangan-qiyadah-al-qaidah/

[2]. http://www.voa-islam.com/read/international-jihad/2014/04/18/29924/daulah-islam-irak-syam-berjalan-di-16161616atas-manhaj-syaikh-usamah/#sthash.QkSHOO3R.dpbs

Jika pernyataan di atas dibaca lebih teliti, itu tidak hanya menyangkut perselisihan antara ISIS dengan tanzhim Al Qa’idah (Syaikh Aiman Al Zhawahiri); tapi juga menyangkut hak-hak kaum Muslimin yang lain. Masya Allah, pernyataan Syaikh Al Adnani itu mengandung konsekuensi dan “proklamasi sikap” yang menakutkan.

"Pernyataan Ini Menunjukkan Siapa Pemiliknya"

“Pernyataan Ini Menunjukkan Bagaimana Akidah Pemiliknya”

Kita lihat beberapa hal berikut…

[a]. Pernyataan itu semakin memperjelas dan memperkuat permusuhan antara ISIS dengan faksi-faksi Mujahidin lain, khususnya yang sedang berperang di Suriah.

[b]. Pernyataan itu bukan hanya menegasikan Al Qa’idah (Aiman Al Zhawahiri) tapi juga meniadakan eksistensi pejuang-pejuang Islam lain yang non Al Qa’idah. Bahkan sangat mungkin sampai ke taraf “menghalalkan darah”.

[c]. Pernyataan itu berkonsekuensi menghancurkan upaya menjalin persatuan, perdamaian, saling ta’awun antar para Mujahidin Islam yang selama ini gencar dilakukan para ulama Ahlus Sunnah di berbagai tempat. Bahkan dalam pernyataan itu sang juru bicara meminta agar kelompok-kelompok Mujahidin di luar Syam dan Irak melepaskan komitmen terhadap Mujahidin lain (Al Qa’idah).

[d]. Pernyataan itu menegaskan kebenaran mutlak di sisi Daulah ISIS dan pengingkaran atas potensi kebenaran pada pendapat lain. Cara demikian berkesan “ingin menang sendiri”.

[e]. Pernyataan itu mengandung nilai ancaman bagi pihak-pihak yang berbeda dengan ISIS. Lihatlah sikap ISIS terhadap kelompok yang mereka sebut IM, Sururiyah, Jabhah Nusrah, dan lainnya. Bahkan mengandung ancaman terhadap komunitas Jihad dan para ulamanya yang sudah menyelami kehidupan Jihad sejak ISIS belum berdiri. Ini berbahaya.

Atas pernyataan yang berjudul “Maa Kana Hadza Minhajuna wa Lan Yakunu” itu justru memberikan pilihan berbeda kepada kaum Muslimin untuk melihat ISIS lebih obyektif. Semula kami menimbang ISIS dengan satu kaidah mudah: “Musuh lawanmu adalah kawanmu juga.” Namun dengan pernyataan tersebut, tidak bisa menilai secara sederhana. Dibutuhkan telaah yang dalam untuk memastikan kebenarannya.

Untuk sementara ini kami TAWAQUF dengan keadaan ISIS. Kami dalam posisi tidak mendukung, juga tidak menentang. Kami butuh waktu dan pijakan untuk menentukan sikap. Mohon dimaklumi dan dimaafkan atas artikel sebelumnya. Terimakasih atas perhatian dan pengertian. Jazakumullah khairan katsira.

(Admin).


Memandang Masa Depan Suriah (Tetap Optimis)

Februari 4, 2014

(Edited).

“Assalamu’alaikum. Ustadz ane sedih sekali. Kenapa para Mujahidin di Syam bertikai? Ane kecewa ustadz, juga sekaligus bingung. Bingung banget.. Ustadz bagaimana ini? Tolong jelaskan Ustadz! Ane gak semangat hari-hari ini  jadinya. Jazakallah.” (UTA, dari Riau).

Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh. Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ya rata-rata kaum Muslimin sedih, risau, dan bimbang melihat kenyataan konflik internal antar faksi-faksi Mujahidin di Suriah (Syam) saat ini. Kita mesti bersyukur manakala rasa kepedulian itu masih ada; kita senang      dengan kabar baik seputar nasib Umat dan sedih dengan  musibah yang menimpanya. Itu pertanda, kita masih Mukmin. Alhamdulillah.

Konflik antar Mujahidin di Suriah adalah sesuatu  yang pasti terjadi. Lambat atau cepat ia akan terjadi. Alasannya:

Jangan Lemah. Perjuangan Masih Panjang.

Jangan Lemah. Perjuangan Masih Panjang.

[a]. Sudah menjadi Sunnatullah bahwa Allah akan menyeleksi para pejuang di jalan-Nya, sampai terlihat mana yang benar-benar loyal, dan mana yang palsu loyalitasnya. Lihat Surat Muhammad: 31. Hal semacam ini terjadi saat Perang Uhud, di zaman Rasulullah Saw.

[2]. Kemenangan para Mujahidin (Islamis) tidak disukai Israel, Amerika, Eropa, raja-raja monarkhi Arab, dan sebagainya. Mereka pasti tidak akan tinggal diam. Seperti adanya kelompok tertentu yang sengaja dibentuk untuk membuat onar di tengah para pejuang. Fitnah keonaran ini dulu dilakukan kaum munafik di bawah Abdullah bin Ubay bin Salul.

[3]. Banyak di antara kaum Mujahidin yang ingin CEPAT-CEPAT meraih kemenangan, sebelum syarat-syarat kemenangan itu matang. Jika ada yang menghalangi jalannya, mereka langsung emosi, menuduh orang lain tidak loyal, khianat, dan sebagainya. Padahal dalam Jihad amat sangat dibutuhkan KESABARAN tinggi. Dalam hidup sehari-hari harus sabar, apalagi dalam Jihad. Betapa Nabi Saw atas kekalahan di Uhud, atas pengkhianatan Yahudi, pengkhianatan munafik, atas pukulan hebat di Hunain, dan sebagainya.

Kalau memandang fakta Jihad di Suriah, pikiran kita jangan dibatasi oleh skup waktu 2-3 tahun ke depan (atau ke belakang); tapi lihatlah masa depan Suriah ini dalam 10 atau 15 tahun ke depan. Kalau solusi yang kita inginkan bersifat instan, pastilah di bumi Suriah kini tak akan bangkit   peradaban Islam yang lebih baik. Maka berbagai konflik, kenyataan buruk, intrik dan sebagainya yang ada saat ini; jangan melemahkan perhatian terhadap masa depan bumi Syam  yang lebih baik ke depan.

Bumi Syam (Suriah) kini sudah terbakar, dan tak bisa dipadamkan oleh siapapun; hatta itu Amerika, China, Rusia, Israel, Saudi, UEA, Iran, Libanon, Eropa, dan sebagainya. Apalagi oleh Basyar Assad Cs. Bumi Syam sudah masuk ke bumi perjuangan; sulit akan kembali ke masa-masa sebelumnya. Bumi ini lambat atau cepat akan berubah seperti suasana di Palestina, dimana hawa perjuangan Islam sangat kuat memancar disana. Banyak pengamat mengatakan: Suriah akan menjadi pusaran Jihad yang jauh lebih besar dari Palestina. Mengapa? Karena Suriah lebih terbuka; berbeda dengan Palestina yang dikepung wilayah Israel dan lautan.  Para pejuang Islam lebih mudah masuk ke Suriah daripada ke Palestina.

Inilah kesalahan terbesar Barrack Obama yang akan memicu kemarahan Yahudi dunia. Obama ingin meruntuhkan rezim Assad; rezim Assad membantai rakyatnya; lalu para pejuang Islam turun ke Suriah untuk menolong kaum Muslimin. Itulah kesalahan terbesar Obama yang akan membuat posisi Israel jauh lebih rawan dari  sebelumnya. Obama hanya ingin mengalihkan dukungan Suriah dari pro Iran ke pro Amerika; tapi akibatnya meledak NUKLIR JIHAD Fi Sabilillah yang tak pernah diperkirakan oleh siapapun juga, di bumi Syam.

Maka kita harus tetap optimis memandang keadaan di Suriah saat ini. Para pejuang Islam butuh waktu untuk saling sinergi, mengerti, memahami, dan memposisikan saudara-saudaranya. Itu butuh waktu dan tidak sebentar. Yang jelas, Suriah kini sudah terbakar. Hasil-hasil capaian pemerintah Assad sejak era Hafezh Assad sudah luluh-lantak, jadi puing-puing. Suriah kini sudah berbeda dengan Suriah masa lalu. Bukan hanya fisik yang berbeda, tapi karakter masyarakatnya juga berbeda. Kini mereka lebih siap hidup seperti saudara-saudaranya di Palestina.

Kaum Muslimin harus bersabar, sebagaimana para pejuang di Suriah membutuhkan kesabaran. Kemenangan akan tiba, meskipun tidak bisa INSTAN. Demikian, semoga renungan sederhana ini bermanfaat dan layaknya kita TETAP OPTIMIS. Insya Allah.

Wallahu a’lam bisshawaab.

(Mine).