Sejujurnya Kami Berharap…

Juli 15, 2015

>> Kawan-kawan gerakan dakwah IM, Salafi, JT, Jihadi, HT, dan lain-lain bisa BERSATU. Mengapa? Karena semua pihak ini sama-sama PRO SYARIAT Islam. Sudah ada modal kesamaan pandang di antara kita.
>> Mari kita sama-sama bersatu dengan kalangan “Aswaja”, pengikut Habib-habib, Nahdhiyin, FPI, pesantren tradisional, dll. Mengapa? Karena kita sama-sama kaum Sunni, bukan SYIAH.

Mari Kita Bersatu...

Mari Kita Bersatu…

>> Mari kita bersatu dengan ormas-ormas Islam, seperti Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, Syarikat Islam, Jami’atul Khair, DDII, Hidayatullah, Wahdah Islamiyah, MIUMI, MUI, dll. Mengapa? Karena kita sama-sama PRO PERSATUAN & MASLAHAT UMMAT.
>> Berbagai elemen Muslim lain, dalam lingkup Ahlus Sunnah; mari kita BERSATU TEGUH. Mengapa? Sebab kalau berpecah-belah kita akan runtuh.
>> Untuk menyatukan Ummat kita bisa berpegang pada KONSEP MUI yang membedakan antara ALIRAN LURUS dengan ALIRAN SESAT.
>> “Wa’tashimu bi hablillahi jami’an wa laa tafarraquu” (dan berpeganglah kalian dg tali agama Allah secara bersama. Jangan kalian berpecah-belah). Ali Imran 103.
>> Kita BISA bersatu dengan smua elemen-elemen Ahlus Sunnah; bukan dengan kaum yang selalu melaknat para Shahabat Ra dan isteri-isteri Nabi Ra.
>> Wallahul Muwaffiq ila aqwamit thariq.

(Mine).

Iklan

Wallahi, HASMI Bukan Organisasi Teroris!

Oktober 28, 2012

Mereka Organisasi Dakwah, Bukan Kelompok Teroris!!!

Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in, amma ba’du.

Kasus terorisme di Indonesia terus saja dieksploitasi untuk kepentingan sesaat dan tujuan fitnah. Contoh paling mudah, adalah tuduhan seorang profesor UI (yang didukung oleh MetroTV) bahwa organisasi Rohis di sekolah-sekolah menengah melahirkan generasi teroris. Kini tuduhan diarahkan ke sebuah ormas Islam yang namanya HASMI (Harakah Sunniyah untuk Masyarakat Islami). Kepala BNPT, Polri, kemudian dilansir begitu saja oleh media TVOne dan MetroTV, bahwa kelompok HASMI terlibat kegiatan terorisme.

Berikut kami coba memberikan tambahan informasi obyektif…

[1]. HASMI itu sebuah organisasi dakwah Islam. Dari namanya saja sudah ketahuan, Harakah Sunniyah untuk Masyarakat Islami. Tujuan dan missi organisasi ini ialah untuk dakwah, menyebarkan nilai-nilai ajaran Islam, mendidik masyarakat dengan Tauhid dan Sunnah, serta melakukan ishlah (reformasi) kehidupan. Sungguh, tidak ada dalam konsep organisasi ini indikasi-indikasi yang membuat layak disebut sebagai organisasi teroris.

[2]. HASMI selama ini mengembangkan dakwah, seperti ormas dakwah yang lain, yaitu: mendirikan ma’had (sekolah agama), membuat majlis taklim di masjid-masjid, melakukan kajian lewat halaqah-halaqah, membuat buletin, membuat radio dakwah, membuat sarana-sarana pendidikan, dan lainnya. Tidak ada yang berbeda dengan kegiatan-kegiatan ormas Islam yang berkecimpung dalam dakwah.

[3]. Para aktivis HASMI sering terlibat dalam even-even keummatan, seperti protes terhadap film “Innocence of Muslim”, mendukung pembubaran Ahmadiyah, mendukung fatwa sesat atas sekte Syiah, dan hal-hal semisal itu. Namun untuk aksi yang sasarannya Pemerintah, mereka memilih jalan yang hati-hati, kalau tidak menghindari. Hal demikian menurut sebagian kalangan dianggap “kelemahan” HASMI karena tidak mau mengkritik Pemerintah secara terbuka; tetapi ia juga merupakan ciri khas yang membuatnya tidak layak dicurigai sebagai organisasi teroris. Sebab ciri utama organisasi yang kerap disebut teroris adalah sikap frontal dan perlawanan total mereka terhadap rezim yang berkuasa (Pemerintah).

[4]. Mungkin saja ada di antara pemuda-pemuda Islam yang terlibat kegiatan kekerasan melawan Pemerintah, ada yang diketahui ikut dalam majlis-majlis taklim yang dikelola oleh HASMI. Tetapi hal itu tidak bisa seketika di-katakan bahwa HASMI adalah kelompok teroris. Tidak benar tuduhan ini. Sebab pada hakikatnya, gerakan dakwah HASMI memang murni concern dengan dakwah dan perbaikan ummat. Mereka menempuh cara damai, non kekerasan, dan tidak memperlihatkan diri melawan Pemerintah yang berkuasa. Bisa saja, ada aktivis pengajian HASMI yang terlibat aksi-aksi itu (jika terbukti); tetapi kesalahan perorangan tidak boleh jadi dalih untuk men-generalisir organisasi HASMI secara keseluruhan. Wong, dalam konsep organisasi tidak ada indikasi terorisme itu.

[5]. Para aktivis HASMI punya ciri sama dengan para aktivis lain yang concern dengan Sunnah, seperti memelihara janggut, celananya setengah betis, memakai kopiah putih, dan sebagainya. Ciri-ciri demikian sama dengan sebagian pemuda Muslim yang dituduh teroris oleh aparat. Maka ciri-ciri berjanggut, celana ‘ngatung”, kopiah putih, isteri bercadar, dan semisal itu, tidak bisa dijadikan parameter bahwa suatu kaum adalah teroris. Kalau begitu cara berpikirnya, maka kitab-kitab Sunnah harus disebut sebagai “kitab teroris” dong? Dan kawan-kawan tertentu yang pro Pemerintah dan memuji mereka sebagai ulil amri, faktanya juga memiliki ciri-ciri seperti itu.

Demikianlah, intinya organisasi HASMI bukanlah kelompok teroris. Mereka kelompok dakwah. Dari namanya saja sudah jelas. Dari konsep dakwahnya juga tidak mengarah ke kegiatan-kegiatan terorisme. Bahkan dari sikap politiknya, mereka rata-rata menghindari benturan langsung dengan Pemerintah. Wallahi, HASMI bukanlah kelompok teroris.

Semoga BNPT, Polri, media massa (terutama TVOne dan MetroTV), dan masyarakat kaum Muslimin secara umum memahami, bahwa HASMI sebagai organisasi bukanlah seperti yang dituduhkan.

Demikianlah, walhamdulillahi Rabbil ‘alamin, wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

Bandung, 28 Oktober 2012.

AM. Waskito.