Militer Mesir Memilih “Main Kasar”

September 13, 2013

Bisimillahirrahmaanirrahiim.

Akhirnya semua mata dan akal membuktikan, bahwa rezim Jendral As Sisi dan para pendukung kezhalimannya (semoga Allah Ta’ala melaknati mereka semua); memperlihatkan wajah aslinya sebagai manusia-manusia bengis yang memusuhi Islam, kaum Mukminin, bahkan kemanusiaan. Saat ini rezim terlaknat ini sedang bekerja keras untuk menggulung semua gerakan Islam di Mesir; alasannya, memerangi radikalisme.

Hal yang semacam ini sudah kita duga sejak semula. Bahwa manusia-manusia durjana ini (semoga Allah melaknati mereka, menghancurkan kekuasaan, bisnis, dan kehidupannya); bukan hanya merampas kekuasaan politik Presiden Mursi, tetapi juga ingin menghapuskan Ikhwanul Muslimin dari bumi Mesir; serta tentu saja ingin melenyapkan gerakan Islam.

Cara-cara rezim militer Fir’aunis ini sangat mengerikan…

Mereka bukan hanya membantai manusia; menangkapi ribuan aktivis Islam dan para pemimpinnya secara sepihak (tanpa proses peradilan); mereka melarang para khatib “radikal”, mengeliminasi para ulama/imam yang konsisten dengan Syariat Islam, memaksakan konsep “Islam moderat” (baca: SEPILIS), menghancurkan terowongan ke Ghaza, menyerang Hamas, dan seterusnya. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (100 x).

Rezim As Sisi dan para pendukungnya (termasuk Raja Abdullah dari Saudi) -semoga Allah Ta’ala menghancurkan kekuatan dan eksistensi mereka, menghinakan jejaknya, menumpas harapan-harapannya; menjadikan cita-cita Islami sebagai ejekan, olok-olok, dan sebab permusuhan keji. Mereka lebih suka berdiri di pintu-pintu para kufar, mengetuk ridha mereka; dengan meninggalkan kepentingan orang-orang Mukmin.

Kini rezim As Sisi menempuh cara kasar, bermain kayu, ingin membersihkan eksistensi gerakan Islam sampai ke akar-akarnya. Mereka sudah tidak punya mata, telinga, hati, dan otak. Yang ada hanya tinggal sejenis “gonggongan anjing” untuk memuaskan dahaga majikannya, Zionis Yahudi.

As Sisi telah mendekati bahaya dan sangat bahaya…

Mereka ingin membangunkan singa dengan cara menggelitik hiddungnya. As Sisi ingin membangkitkan kekuatan militer yang selama ini (secara potensial) ada di tubuh Jamaah Ikhwanul Muslimin. As Sisi ingin melawan kekuatan ini dengan memakai seragam tentara Mesir.

Padahal Al Ikhwan sudah sangat sopan ketika tidak mau melayani provokasi-provokasi As Sisi, dengan memilih jalan damai. Tetapi sayang As Sisi lebih suka bermain kasar, cenderung pada pertumpahan darah.

Al Ikhwan punya sejarah panjang di bidang Jihad. Jihad di Afghanistan adalah karya besar mereka; begitu juga Jihad di Palestina. Bahkan mereka terlibat dalam Jihad di Irak dan lainnya. Kekuatan ini diremehkan oleh As Sisi.

As Sisi sudah memantik masalah. Dia sudah membuka front perlawanan menghadapi gerakan-gerakan Islam. Harusnya ini tak terjadi. Tapi apa hendak dikata, orang-orang zhalim lebih menyukai cara kasar. Pastilah Allah akan menolong hamba dan tentara-Nya.

Sudah baik Al Ikhwan menempuh cara damai, tetapi sayang musuh-musuhnya lebih suka “cara perang”. Sayang sekali Anda Jendral! Manusia ingin bersopan santun padamu, tapi dirimu berlaku seperti anjing kesurupan! Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik. Jangan sesali, kecuali dirimu sendiri.

Fa inna hizballahi humul ghalibuun (maka tentara Allah itulah yang akan menang).

Mine.

Iklan

Buku Baru: “Air Mata Presiden Mursi”

Juli 31, 2013

Air Mata Presiden Mursi

Kesedihan Sang Presiden atas Kudeta Militer 3 Juli 2013.

Kesedihan Sang Presiden atas Kudeta Militer 3 Juli 2013.

Presiden Muhammad Mursi yang baru saja digulingkan oleh rezim militer Mesir merupakan satu-satunya Presiden dari kalangan sipil yang dipilih secara demokratis. Presiden Mursi juga merupakan Presiden satu-satunya di dunia yang hafal Al-Qur’an. Sayangnya kekuasaannya begitu cepat direnggut oleh komplotan liberal sekuler, kaki tangan mantan Presiden Mubarak dan Militer yang dibantu oleh kekuatan Amerika.

Nampaknya di kalangan Islam-Phobia lebih enjoy hidup dipimpin oleh rezim militer yang korup dan menindas daripada dipimpin tokoh Islam. Buktinya penggulingan Presiden Muhammad Mursi yang baru terjadi dapat terwujud karena mereka saling bersinergi. Sayangnya di kalangan Islam sikapnya tidak satu suara. Ada juga kalangan Islam yang mendukung penggulingan ini dengan berbagai dalih.

Buku kecil ini mencoba membela keberadaan Presiden Mursi dari sisi syariah dan ilmiah. Bukan pembelaan yang cengeng apalagi membabi-buta. Tragedi kudeta militer menjadi catatan hitam sejarah yang menghadang gerakan politik Islam di Mesir. Namun kisah ini belum berakhir, kita tunggu saja endingnya.

http://www.kautsar.co.id/read/book/25/07/2013/239/air-mata-presiden-mursi/

Baca entri selengkapnya »