Ini Lho “Jimat” Jendral Soedirman…

Juli 15, 2015

Jenderal Sudirman belum pernah ditangkap penjajah Belanda dan PKI, karena pakai “Jimat”:

Perhatikan Wajah Santri Sang Jendral !!!

Perhatikan Wajah Santri Sang Jendral !!!

Pemerhati Komunisme, KH Muh Jazir mengungkapkan bahwa diantara para pejuang dan pahlawan nasional yang belum pernah ditangkap oleh penjajah Belanda, Inggris dan juga PKI atau kelompok Komunis pada zaman revolusioner adalah Panglima Besar Jenderal Sudirman.


Bahkan beberapa kali para petinggi penjajah Belanda, Inggris dan juga PKI mengeluarkan keputusan dan mengerahkan pasukan untuk menangkap Jenderal Sudirman hingga terkepung, mereka tidak juga bisa menangkap Jenderal Sudirman.


Hal ini dikatakan KH. Jazir saat menjadi pemateri dalam tabligh akbar “Mencerdaskan Umat dari Bahaya Komunis” di Masjid Jami’ Wedi Klaten pada Ahad (31/5/2015) malam.


Dengan fenomena tersebut, orang-orang yang memanggul Jenderal Sudirman, seperti Suparjo Rustam, Tjokro Pranolo sampai kaget dan terheran-heran. Sebab, pada saat itu Jenderal Sudirman sedang dalam kondisi sakit.


“Bahkan pada waktu Jenderal Sudirman dikepung oleh tentara Inggris di sekitar Jambu (Temanggung –red) dan Ambarawa (Magelang –red), disitu kan ada sebuah pegunungan dan Jenderal Sudirman beserta pasukannya ada ditengah-tengah, tapi nyatanya Jenderal Sudirman bisa lolos dari pengepungan,” ungkap KH. Jazir.


Aktivis senior di Kota Yogyakarta (Jogja) ini menambahkan, hingga pada suatu saat, para pejuang yang setia mendampingi Jenderal Sudirman dan yang memanggung pria yang disebut oleh pasukannya dengan nama “Mas Kyai” itu bertanya, “jimat” apa yang dipakai oleh Jenderal Sudirman.


“Bahkan sampai herannya, Suparjo Roestam dan yang lainnya yang memanggul Jenderal Sudirman ini bertanya. Sebenarnya jimat apa yang dipakai Mas Kyai ini sehingga selalu lolos dan tidak bisa ditangkap oleh Belanda dan PKI.


Lalu dengan senyum kecil, Jenderal Sudirman menjawab, iya, saya memang pakai jimat,” ujarnya.
“Dan jimat saya adalah, saya berperang selalu dalam keadaan wudhu”.


Jadi yang pertama Jenderal Sudirman itu selalu bersuci sebelum memulai peperangan. Makanya, kalau kita menyusuri jejak perjuangan dan pemberhentian pasukan Jenderal Sudirman, disitu kita akan mendapati adanya sebuah padasan (semacam gentong atau tempat air yang terbuat dari tanah liat –red), dan padasan itu fungsinya adalah untuk berwudhu Jenderal Sudirman,” jelas KH. Jazir.


“Kemudian yang kedua, jimat Jenderal Sudirman adalah sholat di awal waktu.
Jadi dalam kondisi apapun, meskipun sedang pecah perang, Jenderal Sudirman tidak pernah meninggalkan sholat wajib diawal waktu,” imbuhnya.


Dan yang ketiga, Jenderal Sudirman berkata bahwa “aku mencintai rakyatku sepenuh hati”.
Bahkan jika Jenderal Sudirman membawa perbekalan makanan disaat perang, lalu singgah disuatu tempat, maka para pasukannya itu disuruh memberikan makanan itu kepada warga terlebih dahulu,” ucapnya.


JIMAT: Selalu dalam keadaan berwudhu; shalat di awal waktu; dan mencintai rakyat tanpa pamrih sepenuh hati.

(MasJuang).

Sumber: Co-pas status facebook.


Foto Kenangan Sejarah

Januari 12, 2015

Berikut ini sebuah foto kenangan sejarah bangsa kita. Masih tersisa di antara tumpukan sejarah yang telah berkarat. Mari kita hayati, renungkan, dan resapkan di hati.

Jendral Soedirman dan Petinggi Militer

Jendral Soedirman dan Petinggi Militer

Dulu para pemimpin Islam dekat dengan struktur militer RI. Tapi sayang, seiring perjalanan bangsa, terlalu banyak fitnah yang menyuramkan hubungan antara militer dan Islam. Kaum Muslimin sering jadi sasaran fitnah. Sayang sekali.

Admin.


Orang Ini Mau Sekolah TK Lagi…

Januari 27, 2014

Ada komentar menarik dari seorang pembaca dalam tulisan “Antara PKS dan Wahabi“. Dia menyanggah tulisan itu. Tapi dia janji mulai besok akan sekolah TK lagi, kalau isi tulisan kami tersebut benar. Tentu saja, kami sangat ingin melihat dia melaksanakan janjinya. Maka perlu kami jelaskan tentang argumen-argumen di balik tulisan itu.

Ini komentarnya:

@ Gue ya gue…

Imam Bonjol, Jendral Sudirman, Bung Tomo, Dipenogoro WAHABI ????

Hahaha lucu yah ??? Saya mau ulang sekolah dari TK besok, mau pelajari kalau para pejuang di atas termasuk sosok Wahabi.

Artikel ngaku-ngaku gitu aja bisa gue buat. Jangankan para pejuang, Malaikat bisa gue aku-aku. Tapi gue gak berani karena pekerjaan salah.

Wahhhhhh bahaya nih. Refisi lagi al mukarom ustaz, dai, KH, penulis, tulisannya!

 

Besok Sekolah TK Ya !!!

Besok Sekolah TK Ya !!!

RESPON ADMIN: 

Imam Bonjol rahimahullah jelas perjuangannya di Sumatera Barat dipengaruhi dakwah Wahabi. Itu sangat jelas. Jarak antara meletusnya Jihad di Sumatera Barat dengan wafatnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab hanya sekitar 40 tahunan.

Jendral Soedirman rahimahullah, seorang guru Muhammadiyah. Kan Muhammadiyah sejak lama disebut Wahabi oleh kaum NU. Buya Hamka menulis, bahwa sebelum Pemilu 1955 beredar desas-desus bahwa Masyumi (yang didukung Muhammadiyah) adalah Wahabi. Beliau menulis bahwa desas-desus itu disebarkan oleh kepentingan kolonialis-imperialis yang takut dengan daya revivalis kaum Wahhabi.  

Bung Tomo rahimahullah dikenal sebagai pejuang dalam Perang 10 November 1945. Beliau terkenal dengan pekik TAKBIR-nya yang luar biasa, melalui siaran-siaran RRI. Ada rekaman pidato beliau beredar di online. Bung Tomo sangat berani dalam menghadang tantangan Sekutu. Beliau juga dikenal sebagai “pendukung” perjuangan DI/TII. Beliau tidak rela dengan perlakuan pemerintah Soekarno-Soeharto kepada barisan DI/TII. Maka itu, pemerintah RI baru tahun-tahun kemarin mengakui kepahlawanan Bung Tomo, karena dukungan beliau kepada DI/TII Al Ustadz Kartosoewirjo rahimahullah.

Bung Tomo menghabiskan masa tuanya di Makkah sampai wafat. Sedikit banyak, beliau pasti menerima pengaruh Wahabi di Makkah. Mungkinkah beliau sama sekali bersih dari pengaruh dakwah Salafiyah di Makkah? Bisakah? Mungkin secara klaim beliau tidak berlabel Wahhabi, tapi pilihan beliau tinggal di Makkah, pasti ada alasannya. Lagi pula, dalam komitmen perlawanan melawan Sekutu, Bung Tomo punya kesamaan dengan para pemuda Wahhabi saat ini yang sama-sama berjuang menghadapi Sekutu (Amerika Cs).

Perjuangan Diponegoro rahimahullah juga terpengaruh Wahabi. Alasannya: (a). Perang Diponegoro bersamaan waktunya dengan Perang Paderi di Sumatera Barat; hanya berselang beberapa tahun saja; (b). Panglima Diponegoro, Sentot Alibasyah Prawiradirja, dipaksa Belanda untuk memerangi perlawanan Paderi. Ternyata, setelah terjun dalam peperangan, Sentot berbalik mendukung perjuangan Paderi; (c). Buya Hamka dalam buku sejarahnya menulis keterkaitan antara perjuangan Pangeran Diponegoro dengan dakwah Wahhabi.

Nah demikian, apa yang ditanyakan oleh @ Gue ya gue sudah kami jawab. Boleh saja dia membantah, asalkan dengan argumen-argumen juga. Jangan dengan komen-komen lebay. Kalau tidak bisa menghadirkan argumen yang lebih baik, dia harus laksanakan janjinya.

======= 🙂

ANDA HARUS MEMENUHI JANJI, UNTUK MULAI BESOK SEKOLAH TK LAGI. HARUS ITU! SESUAI JANJI ANDA. TOLONG KIRIMKAN FOTO ANDA SAAT LAGI DISUAPI BU GURU. SAYA BUTUH FOTO ITU, UNTUK “SELINGAN” DI BLOG INI. INGAT LHO YA, JANJI ADALAH HUTANG! ANDA HARUS LAKUKAN JANJI ANDA!!!

(Admin).