Anton Medan dan Ide Lokalisasi Judi

Juli 7, 2010

Siapa Anton Medan? Kita tahu semua. Dia orang China Medan. Semula non Muslim, lalu mengaku masuk Islam, dan menjadi muballigh. Anton Medan dulu dikenal sebagai preman dan bandar judi, lalu taubat. Di antara komunitas China di Indonesia, China Medan dianggap yang paling keras kepala.

Baru-baru ini Anton Medan melontarkan ide “legalisasi judi”, dengan cara membuat tempat khusus (lokalisasi) untuk arena perjudian. Kalau ada lokalisasi pelacuran, mengapa tidak dengan perjudian? Begitu idenya. Anton Medan beralasan, setiap tahun diperkirakan dana yang dibawa orang-orang China asal Indonesia untuk judi ke Singapura sampai ratusan triliun. (Jika sehari ada 300 ribu orang China berjudi ke Singapura dengan masing-masing membawa uang US$ 5.000,-. Dalam setahun omset perjudian itu bisa mencapai, 180 triliun).

Anton Medan Berjudi dengan Ide "Lokalisasi Judi"

Pikiran Anton Medan, “Daripada uang itu jatuh ke Singapura, mendingan dibuatkan lokalisasi khusus untuk menampung dana judi tersebut. Lalu hasilnya dipakai untuk rehabilitas korban narkoba, dll.” Agar usaha ini lancar, tidak mengganggu Ummat Islam, setiap Muslim tidak boleh masuk arena judi itu, bahkan bekerja disana pun tidak boleh. Menurut Anton Medan, judi sudah menjadi budaya orang China sejak jaman dahulu. Meskipun dilarang-larang, mereka tetap akan melakukannya.

Farhat Abbas, yang katanya sangat “anti pornografi” itu ikut menambahkan. Kata dia, kalau selama ini miras diperbolehkan, babi diperbolehkan, mengapa judi tidak? [Aneh juga rasanya. Satu sisi, Farhat tampak anti video mesum Ariel-Luna Maya. Tetapi di sisi lain dia lunak kepada judi. Bahkan di sisi lain lagi, dia keras mengkritik KPK. Mungkin di luar itu semua, Farhat masih mempunyai “sisi-sisi” yang lain lagi].

Sekilas pandangan terhadap ide gila Anton Medan di atas…

[1] Anton Medan ini sejak lama mengelola semacam kompleks masjid berciri kultur Tionghoa. Entah dari mana dana pembuatan masjid itu diperoleh? Dia sangat berambisi untuk merekrut orang-orang. Tetapi sejauh ini, usaha Anton Medan tidak mulus. Di mata kaum Muslim Tionghoa di Indonesia, Anton Medan kerap dianggap nyeleneh.

[2] Kalau Anton Medan memperjuangkan ide lokalisasi judi, apakah itu murni benar-benar perjuangan dia demi kebaikan Indonesia? Demi meningkatkan devisa negara? Pasti di balik semua itu ada “transaksi” antara Anton Medan dengan orang-orang yang punya ambisi membuat lokalisasi judi di Indonesia. Kalau Anton sukses melegalkan judi di suatu tempat, pasti ada “pesangon” yang akan dia peroleh. Sulit menghargai kejujuran dari sosok seperti Anton Medan ini. [Ngomong saja bledak-bleduk, tanda yang bersangkutan tidak memiliki kestabilan iman].

[3] Perhitungan yang dibuat Anton Medan di atas hanya mengada-ada. Tidak mencerminkan realitas yang sebenarnya. Contoh, kata dia dalam sehari taruhlah ada 300.ooo orang China asal Indonesia main judi di Singapura. Bayangkan, ada 300 ribu bok? Itu jumlah yang sangat besar. Andaikan ada 1000 orang saja asal Indonesia datang rame-rame ke Singapura dalam satu hari, itu sudah akan membuat Singapura meningkatkan kewaspadaan. Apalagi 300 ribu? Dengan 300 ribu, mereka bisa merebut Singapura, lalu mendirikan negara baru. Bahkan dari uang 5000 dolar yang bawa para penjudi, tidak semua menjadi keuntungan bagi pengelola arena perjudian. Paling keuntungan yang mereka peroleh  maksimum menacapai 10 %. Jadi hitungan 15 triliun sebulan, atau 18 triliun setahun, itu hanya ngibul.

[4] Andaikan ada bisnis yang mendatangkan keuntungan 15 triliun per bulan, atau 180 triliun per bulan, ia bisa menjadi BUMN paling sukses di Indonesia. Bisa jadi para bankir akan putar haluan mendirikan kasino-kasino saja. Sebagai perbandingan, sebuah perusahaan telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat, dll. keuntungan usaha mereka per tahun paling hanya beberapa triliun saja. (Telkomsel tahun 2009 meraih laba sekitar Rp. 10,3 triliun). Itu laba per tahun, bukan per bulan. Padahal kita tahu, Telkomsel kinerja bisnisnya paling jago di bidangnya.

[5] Legalisasi judi, meskipun dalam bentuk “lokalisasi perjudian”, itu hanya satu tahapan saja. Mula-mula para penjudi meminta ada lokalisasi judi. Tapi seiring waktu, mereka akan meminta tuntutan lebih besar. Sampai akhirnya, judi dipandang halal di Indonesia. Na’udzubillah min dzalik.

[6] Dalam Al Qur’an disebutkan, “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya arak, judi, berhala, dan undian adalah kotor dari perbuatan syaitan. Oleh karena itu jauhilah dia supaya kamu bahagia. Syaitan hanya bermaksud untuk mendatangkan permusuhan dan kebencian di antara kamu disebabkan khamar dan judi, serta menghalangi kamu ingat kepada Allah dan sembahyang. Apakah kamu tidak mau berhenti?” (Al Maidah: 90-91). Menurut Anton Medan, dalam ayat ini tidak ada kata, “Judi itu haram!” Jadi, seolah yang mengharamkan judi itu kita-kita sendiri. Ya Allah ya Karim, betapa bodohnya manusia ini terhadap kaidah fiqih. Seolah yang namanya halal-haram dalam Al Qur’an itu harus dikatakan, “Ini halal. Ini haram. Ini boleh. Ini tak boleh. Ini bagus. Ini jelek…” Orang seperti ini mau bicara tentang hukum Islam? Allahu Akbar!

[7] Di Indonesia memang ada minuman keras, ada pelacuran, ada babi, dll. Tetapi semua itu TIDAK DILEGALKAN dalam UU. Bahkan ia mendapat restriksi yang ketat. Selama ini perbuatan-perbuatan semaacam itu dilakukan oleh non Muslim, atau dilakukan oleh “Muslim” secara sembunyi-sembunyi. Begitu juga judi, kalau dilegalkan secara penuh, tidak terbayang bagaimana nanti bejatnya masyarakat ini? Wong dalam keadaan dilarang saja, masih banyak yang melakukan? Apalagi kalau dileagalkan? Dulu masih ingat ketika ada Porkas atau SDSB, membuat judi menjadi budaya Indonesia yang nyaris menghancurkan negeri ini.

[8] Ide membuat lokalisasi perjudian juga tidak lepas dari niatan sebagian pejudi China yang ngiler, ingin meraup untung seperti bandar-bandar judi Singapura. Mereka berpikir, “Kalau Singapura bisa, kenapa kita tidak?” Karena mereka tinggal di Indonesia, mereka ingin mencari untung di Indonesia pula.

[9] Ada yang bilang, “Indonesia bukan negara Islam, tapi negara Pancasila. Maka larangan judi hanya buat orang Muslim saja. Selain Muslim jangan dilarang.” Betapa TOLOL pemikiran itu. Mereka tidak membaca isi Pancasila. Sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Sila kedua, “Kemanusiaan yang adil dan beradab.” Apa perjudian termasuk perbuatan manusia bertuhan? Apa perjudian perbuatan manusiawi?

[10] Mungkin saja di negara ini masih banyak orang yang bandel, suka main judi. Tapi jangan sekali-kali perjudian dilegalkan, apalagi sampai diberi payung hukum. Na’udzubillah min dzalik. Begitupun dengan pelacuran, miras, dan lain-lain. Jangan sampai dilegalkan. Kalau dilegalkan, sama saja kita TELAH MELEGALKAN¬† negeri ini dihancurkan oleh Allah dari atas dan bawah. Pornografi saja dilarang, apaladi perjudian?

[11] Tidak ada ceritanya manusia bisa kaya (makmur) dari jalan judi. Sama sekali tidak ada. Cobalah cari negara mana yang makmur dengan judi. Tidak ada. Pusat judi di Amerika, Las Vegas, tidak membuat Amerika makmur. Bagi pelaku judi, kemenangan di meja judi akan membuat mereka semakin haus uang yang banyak; sementara bagi yang kalah, dia akan sakit hati, dan terus berusaha menebus kekalahan, sampai rumah, mobil, bahkan isterinya dijual. Kalau ada penjudi yang sukses, itu pasi James Bond 007. Judi beda dengan riba. Riba bisa membuat manusia kaya, setelah “menghisap darah” manusia yang lain. Tapi kalau judi, tidak ada sedikit pun bukti yang menunjukkan bahwa permainan ini bisa membuat manusia sukses. Don King atau Bob Arum, bandar-bandar judi Amerika, tetap saja tidak sesukses Bill Gates dan lainnya.

[12] Hanya orang dungu yang mempercayai bahwa judi itu bermanfaat. Hanya orang dungu belaka! Bahkan kalau benar Singapura kini menjadi pusat judi, alamat negara itu akan hancur dalam masa 10 tahun ke depan.

Banyak orang ngiler dengan keuntungan dari judi. Tapi ekses akibat judi itu amat sangat berat. Banyak sekali kerusakan-kerusakan yang akan muncul karenanya. Mungkin saja di negeri ini masih ada orang yang mau atau suka berjudi. Tapi jangan sekali-kali DILEGALKAN. Itu sama saja dengan MELEGALKAN ADZAB ATAS BANGSA INI. Orang-orang seperti Anton Medan itu telah terjerumus dalam fitnah yang dalam. Mulutnya berbicara tentang ekonomi, devisa, lapangan kerja, dll. Padahal hatinya memiliki orientasi busuk.

Semoga Anda dan kita semua senantias diberi terang hati untuk menempuh jalan yang lurus dan membangun kehidupan yang lebih baik. Allahumma amin.

AMW.

Iklan