Pengalaman Kecil…

Maret 11, 2016

Dalam pengalamanku sebagai jurnalis media independen, selama bertahun-tahun. Sering memakai kertas apa saja untuk mencatat kutipan-kutipan dari koran atau majalah.

Misalnya…

= Struk dari ATM.
= Faktur pembelian buku.
= Leaflet punya orang.

= Kwitansi pembelian.
= Kartu nama, bagian yang kosong.
= Telapak tangan.
= Dan lain-lain.

Intinya, fokus pada CONTENT. Soal sarana atau penampilan, bukan esensial. Gitu dech…

(Sam Hikmat).

Iklan

Setelah 15 Tahun Aktif di Media

April 17, 2015

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada imam kaum Muslimin, Rasulullah Muhammad SAW, keluarga dan para Shahabatnya semua.

Bukan waktu yang pendek bagi kami dalam kiprah di media. Sekitar 15 tahunan. Tentu ia waktu yang sangat cukup untuk merasakan suka-duka, manis-pahit, pasang-surut dunia media.

15 Tahun Jadi Jurnalis Tanpa "Blue Card"

15 Tahun Jadi Jurnalis Tanpa “Blue Card”

Tambahan lagi, dari pengalaman ini banyak POIN penting yang bisa disimpulkan terkait karakter masyarakat dan bangsa kita, khususnya dilihat dari sisi kebudayaan media. Di sini kami ingin berbagi. Terlepas soal setuju atau tidak, namun inilah sebagian yang kami ketahui –lewat pengalaman-.

Kami mulai aktif di media, sekitar tahun 2000-an. Pada tahun 1996 atau empat tahun sebelumnya, saya memutuskan mundur kuliah di Faperta Unpad. Tahun 1998, isteri lulus sebagai sarjana pendidikan dari IKIP Bandung.

Media yang saya terjuni beragam. Mulai dari forum diskusi online di Myquran.com; menulis di majalah-majalah Islam (seperti Sabili dan Saksi); menulis di media online Muslim; menulis di koran Republika, Pikiran Rakyat, Galamedia; aktif di media sosial (Facebook); aktif di media blog; menjadi narasumber siaran radio, dan lainnya.

Baca entri selengkapnya »