Selamat IDUL ADHA 1430 H

November 28, 2009

Selamat IDUL ADHA 1430 H. Taqabbalallah Minna Wa Minkum.

Alhamdulillah, kita masih bersua dengan IDUL ADHA. Allah Maha Pemurah, Dia memperpanjang dan memberkahi nikmat-Nya untuk kita. Allahu Akbar wa lillahil hamdu.

Setiap berjumpa hari ini, kita bergembira, berbahagia, merasakan besarnya syi’ar Allah di muka bumi. Mengenangi teladan penghulu Millah, yaitu Ibrahim As dan Ismail As.

Hari Idul Adha merupakan nikmat yang sangat unik. Di hari ini kaum Muslimin disyariatkan berkorban. Sebagian berkorban harta, fisik, dan mental, dengan ziarah ke ‘Arafah dan Baitullah. Sebagian berkorban hewan ternak sebagai ibadah taqarrub kepada-Nya. Bumi pun dibasahi cairan merah darah dari hewan-hewan yang tunduk melayani Sunnah QURBAN ini. Mereka rela dikorbankan oleh orang yang baik, dari harta yang baik, untuk tujuan TAQARRUB kepada Allah Rabbul ‘Alamiin.

Saat kapan Anda mendengar bacaan TAKBIR terdengar, saat itu pertanda Allah sedang mencurahkan nikmat-Nya luar biasa kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan mencintai-Nya.

Namun saudaraku… Berita yang sampai kepada kita dalam momen Idul Adha 1430 ini, tidak selalu menggembirakan. Ternyata, banyak juga peristiwa-peristiwa yang membuat kita bersedih hati. Setidaknya, ada kesedihan di sebagian sudut hati kita.

Beberapa warga masyarakat dihukum hanya karena kesalahan kecil. Ada yang diadili hanya karena nge-charge HP di apartemen; ada yang dihukum karena mengambil 2 butir buah kakao; ada yang dihukum karena luru (mengais sisa-sisa) panen kapuk randu; ada yang ditahan 2 bulan sampai saat ini hanya karena mengambil sebutir semangka.

Kemudian di Saudi terjadi banjir besar, lebih dari 50 orang meninggal. Ratusan ribu jamaah Haji Indonesia mengeluh, karena jauhnya jarak pemondokan di Makkah ke Masjidil Haram (sekitar 4-5 km). Kalau mereka mau ke Masjidil Haram, harus berjalan kaki sekian jauh, atau berebut naik bis yang jumlahnya terbatas. Itulah ujian untuk para jamaah Haji.

Sedih memikirkan Pemerintah Saudi saat ini. Mereka robohkan ratusan (atau mungkin ribuan) bangunan di sekitar Masjidil Haram, dibersihkan sampai rata dengan tanah. Di atas itu mereka akan membangun puluhan hotel-hotel pencakar langit, untuk melayani jamaah Haji. Atau dengan bahasa yang lugu, mereka hendak mengeksploitasi Masjidil Haram sebagai obyek wisata sedalam-dalamnya. Buktinya, mereka kini memperbolehkan jamaah Haji memakai paspor hijau (internasional) yang biasa dipakai para wisatawan dunia. Padahal semula, mereka sangat angkuh dengan aturan “wajib paspor coklat“. Ini tandanya, Masjidil Haram akan jadi pusat wisata spiritual yang tentu efeknya akan sangat jauh. Anda tahu sendiri, dimana ada pusat wisata, maka disana ada pusat maksiyat pula.

Mungkin, rizki yang mereka terima dan kuasai selama ini belum cukup, sehingga harus mengimpor nafsu Kapitalisme ke halaman Baitullah Al Haram. Masya Allah. Kepada Allah kita memohon agar Dia menghentikan tangan-tangan kotor yang akan merusak kesucian Haramain Syarifain. Ya Allah lindungi Baitullah dan ibadah kaum Muslimin dari tangan-tangan zhalim yang haus kekayaan. Amin Allahumma amin.

Di Indonesia sendiri, seperti telah menjadi “ritual tahunan”, yaitu rebutan hewan qurban. Yah, Anda semua sudah mengetahuinya. Sampai saat ini, masyarakat kita begitu miskin dan hidup susah. Mereka tidak malu mempertaruhkan kehormatan demi sekantung daging, tidak sampai setengah kilogram, itu pun banyak tulangnya.

Yah, itulah dampak nyata dari kehidupan yang jauh dari nilai-nilai Islam. Di negeri sekuler yang tidak menghargai agama Allah, segala kemelaratan dan sengsara bisa terjadi.

Semoga semua ini bisa menjadi nasehat bagi kita untuk lebih bertanggung-jawab menolong agama Allah, sekuat kesanggupan. Mari kita berlatih menjadi militan, dalam arti semakin meneguhkan jiwa TADHIYAH (pengorbanan) demi kemuliaan Islam dan Muslimin.

Fakta berbicara: Islam mulia karena pengorbanan Ummat-nya, bukan karena egoisme yang menjadi panglima.

SELAMAT IDUL ADHA 1430 H.

= AMW =

Iklan