Kok Jadi Menghina Islam?

September 30, 2010

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sejak lama kita telah mengingatkan Ummat Islam bahaya aksi-aksi Densus 88. Hal ini sudah diingatkan berkali-kali, di berbagai media, termasuk di blog ini. Densus 88 sudah benar-benar membabi-buta dalam menjalankan wewenangnya untuk memberantas terorisme.

Bukan berarti kita tidak setuju dengan pemberantasan pelaku teror yang membuat onar di tengah masyarakat. Tetapi masalahnya: SATU, isu terorisme itu sendiri penuh rekayasa, bukan seperti kejadian teror yang benar-benar murni teror. DUA, banyak orang yang tidak bersalah, tidak tahu-menahu, atau baru sebatas dicurigai, telah menjadi korban pemberantasan terorisme yang membabi-buta. Pelaku terornya sendiri tetap aman, sementara kaum Muslim yang tidak berdosa menjadi korban.

Densus 88: “Membunuhi Orang Shalat, dengan Biaya APBN.”

TIGA, pemberantasan terorisme ini telah ditunggangi oleh semangat kebencian terhadap Islam, oleh sekumpulan anggota Polri dari unsur non Muslim, yang diasuh oleh Gorries Mere, selaku Ketua BNN. Menurut FUI, di tubuh Polri ada sebuah kelompok kecil beranggota 40-an orang, non Muslim semua, yang kerap beraksi membunuhi pemuda-pemuda Islam yang belum jelas kesalahannya di mata hukum. Pasukan itu kerap berlindung di balik nama Densus 88 untuk menghancurkan kehidupan pemuda-pemuda Islam tak bersalah dan keluarga mereka.

Kini terjadilah apa yang terjadi… Densus 88 dengan dukungan penuh Polri, mereka menembaki manusia yang sedang Shalat Maghrib. Katanya, orang-orang itu sedang memegang senjata, sedang hendak menyerang aparat keamanan. Padahal mereka ditembaki saat Shalat Maghrib di rumah. Betapa kejinya pernyataan -manusia terkutuk- Bambang Hendarso yang memfitnah manusia-manusia itu. Bahkan Yuki Wantoro, yang tidak tahu apa-apa tentang Perampokan Bank CIMB ikut difitnah juga, dan terbunuh disana. Masya Allah, mana lagi ada kebiadaban yang lebih keji dari itu? (Maka tidak berlebihan jika dikatakan, banyak dari pejabat-pejabat negara kita selama ini, bukan merupakan golongan manusia, tetapi golongan syaitan yang keji).

Sebenarnya, saat Densus 88 menangkap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir di Banjar ketika itu, memecahkan mobil, membekuk sopir dan laki-laki dalam mobil itu, menangkap kaum wanita, bahwa menghardik Ustadz Abu Bakar dengan ucapan, “Kutembak kamu!” Ini adalah pelecehan, penghinaan, penistaan besar terhadap Islam dan kaum Muslimin.

Dan kini terjadi lagi penistaan yang lebih biadab. Orang-orang sedang shalat ditembaki, beberapa dibunuh. Ustadz Khairul Ghazali dibatalkan shalatnya, lalu dijatuhkan, dan diinjak-injak pula. Allahu Akbar, mana lagi kezhaliman yang lebih besar dari kekejian manusia-manusia syaitan ini? Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!

Wahai kaum Muslimin, kami sudah lama mengingatkan Anda akan masalah ini. Sudah sering kami mengingatkan Anda, termasuk kami tidak peduli dengan nasib kami sendiri. Kami ingatkan bahaya besar kesewenang-wenangan seperti ini. Tetapi Anda sepertinya hanya menganggap biasa-biasa saja.

Al Qur’an dihina oleh Gusdur, Anda diam. Dakwah dan aktivis Islam terus-menerus difitnah oleh Kapolri dan jajarannya, Anda juga diam. Ustadz Ba’asyir ditangkap dengan cara-cara yang keji, Anda diam. Kini Densus 88 menyerang orang sedang shalat, -saya yakin- Anda pun akan diam kembali.

Lalu bagaimana nanti kalau ada yang menginjak-injak Al Qur’an? Bagaimana nanti kalau Nabi Saw dihinakan serendah-rendahnya? Bagaimana kalau ribuan Muslim dimurtadkan? Bagaimana kalau kekayaan kaum Muslimin di negeri ini terus dibawa ke luar negeri? Bagaimana kalau negerimu dihancurkan oleh koruptor-koruptor kelas kakap yang membawa kabur triliunan rupiah uang rakyat? Bagaimana kalau ribuan nasib saudari-saudarimu dilecehkan, dihina, dihukum mati, diperkosa di luar negeri? Anda pun -saya yakin- akan diam juga.

Kalau begitu, apa artinya Anda disebut sebagai Muslim? Apakah Islam sama sekali tidak berharga di mata Anda? Apakah yang paling penting dalam hidup ini adalah pekerjaan, gaji, karier, bisnis, title akademik, popularitas, hubungan seksual dengan wanita, punya anak lucu-lucu, punya aset banyak, diwawancarai media-media massa, terkenal di mata ibu-ibu dan kaum wanita? Apakah yang seperti itu yang Anda anggap paling penting dalam hidup ini? Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah.

Kita harus punya rasa malu, wahai Saudaraku! Kita harus punya rasa malu. Malu-lah hidup bemandi kesenangan, sementara keimanan Anda sangat tipis, rasa pembelaan Anda kepada Islam sangat krisis, rasa solidaritas Anda kepada sesama Muslim sangat kecil. Malu-lah, malu-lah, malu-lah, malu-lah, malu-lah…

Rasulullah Saw mengatakan, “Unshur akhaka zha-liman au mazh-luman” (tolonglah saudaramu yang zhalim dan terzhalimi). Maksud menolong saudara yang zhalim, ialah mencegah dia dari perbuatan zhalim itu.

Densus 88 atau Polri selama ini telah amat sangat sering menzhalimi pemuda-pemuda Islam. Begitu enaknya mereka menuduh orang lain sebagai teroris, atas dasar persepsi sendiri, atas dasar segala bentuk rekayasa. Tidak terhitung, betapa banyaknya keluarga Muslim, isteri-isteri, dan anak-anak mereka teraniaya karena tuduhan sebagai bagian komplotan teroris. Tetapi kita sendiri selama ini tidak ada niatan untuk menghentikan semua kezhaliman itu. Kita biarkan saja selama ini Densus 88, Bambang Hendarso -semoga Allah melaknat dia dan keluarganya-, Polri, TVOne dan MetroTV, terus-menerus menzhalimi kita semua. Betapa banyak orang-orang tak bersalah menjadi korban semua rekayasa terorisme ini.

Di Amerika sendiri, yang disebut sebagai boss-nya perang anti terorisme, mereka sudah mengendurkan ketegangan seputar isu terorisme ini. Padahal mereka telah kehilangan WTC, ribuan manusia tewas, miliaran dollar aset ekonomi hancur (yang tentu saja, peledakan WTC itu bukan dilakukan oleh Usamah Cs). Sedangkan di Indonesia, isu terorisme menjadi “penyakit menular” yang tidak sembuh-sembuh sejak lama.

Kita harus berusaha mengakhiri semua kezhaliman ini. Jangan lagi ada kaum Muslimin yang teraniaya secara sewenang-wenang. Rasulullah Saw mengingatkan, “Fattaqu zhulma, fa inna zhulma zhulumatun fid dunya wal akhirah” (takutlah kalian akan kezhaliman, sebab kezhaliman itu merupakan kegelapan di dunia dan akhirat). Kurang lebih seperti itu kata Nabi (mohon maaf bila ada lafadz yang tidak tepat).

Kalau sekarang anak buah Gorries Mere bisa membunuhi manusia saat sedang shalat. Suatu saat, mereka akan menembaki orang-orang yang sedang shalat jamaah di masjid. Suatu saat, mereka akan memerangi Islam dan kaum Muslimin, atas nama “perang melawan terorisme”. Adapun orang-orang terlaknat seperti Bambang Hendarso dan sejenisnya, mereka akan sangat mudah mencarikan dalil untuk melegalkan perang atas Islam ini. Mereka akan mencari dalil-dalil agar pemuda-pemuda bisa terus diperangi, dengan biaya APBN.

Aku telah mengingatkanmu, wahai Saudaraku! Inilah sebatas tanggung-jawab yang mampu kupikul. Selebihnya adalah tanggung-jawab Anda sendiri sebagai seorang Muslim yang masih menghargai agamanya. Bila agama itu sudah tak berharga di mata Anda, silakan lakukan apapun yang Anda sukai!

Ya Allah, ya Rahiim, ya Aziz, ya Ghafurr…kasihilah kami, sayangilah kami, sayangilah Ummat Muhammad ini. Bila Engkau tidak menolong kami dalam menolak kezhaliman manusia-manusia berhati syaitan, tentulah kami akan semakin tercerai-berai, agama-Mu semakin ternista, pemuda-pemuda kami akan terus teraniaya, wanita-wanita kami dan anak-anak kami, akan terus dicekam ketakutan, orangtua-orangtua kami akan menangis tidak berdaya. Ya Rahiim ya Aziz, tolonglah kami ya Allah, lindungi kami ya Mannan, belalah kami ya Jabbar.

Amin Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Joinus)

Iklan

Dunia Serba “Masih Diduga”

Juni 11, 2010

Sejak beredar video mesum orang-orang tertentu, kami jadi agak sulit memastikan obyek-obyek tertentu yang kami lihat. Sepertinya ada yang salah di “mata” kami (atau di pikiran kami ya).

Di bawah ini foto beberapa obyek yang masih meragukan kebenarannya. Mohon klarifikasi kepada yang bersangkutan untuk memastikan. Kalau perlu, lakukan test DNA.

Gambar YANG DIDUGA sebagai Presiden SBY saat kampanye.

Foto YANG MIRIP dengan Budi Anduk & Boediono.

Foto sosok YANG DIDUGA KUAT sebagai Andi Malarangeng.

Foto ini 98,3754 % MIRIP sosok Ruhut Sitompul.

Foto makanan YANG DISANGKA KUAT sebagai Nasi Uduk. Kalau di Jawa, Sego Gurih.

Foto wanita YANG MIRIP presenter TVOne.

Foto YANG DIDUGA AGAK KERAS milik komedian Si Sule.

Gambar spesies YANG DISANGKA KUAT DIKIT sebagai seekor kuda.

Foto yang DIDUGA sebagai Oriel Superporn.

Dunia semakin lama semakin aneh, sakit. Hal-hal yang tidak bermoral, dan sangat jahat, masih saja dilindungi dengan kata-kata: Masih diduga, disangka kuat, mirip, 95 % mirip, dan seterusnya. Untuk perbuatan amoral yang bisa merusak jiwa ratusan jiwa manusia, masih saja dibela dengan menutup-nutupinya.

Tapi sangat ironis. Untuk kasus-kasus “terorisme”, banyak pemuda-pemuda Islam ditembaki di jalanan, disiksa habis-habisan, keluarganya difitnah, kehormatannya dinodai. Saat itu, tidak ada manusia yang berteriak: “Masih diduga teroris. Diduga kuat terlibat terorisme. Mirip pelaku teroris.” Dan seterusnya.

Dunia semakin sakit. Hal-hal yang sudah jelas sangat amoral, dibela-bela, ditutup-tutupi dengan penuh rasa bersalah. Padahal para pelakunya layak dihukum mati, karena telah menjadi sampah, dan merusak moral masyarakat luas. Adapun hal-hal yang belum pasti, masih multi tafsir, penuh rekayasa, dll. diberikan hukuman “tembak di tempat”.

Sebaik-baik doa adalah: Allahumma inna na’udzubila min ‘adzabi jahannam, wa na’udzubika min ‘adzabil qabr, wa na’udzubila min fitnatil mahya wal mamaati, wa na’udzubika min fitnatil masihid dajjal. (Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari adzab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan kami berlindung kepada-Mu dari fitnah Dajjal). Amin.

Dunia semakin sakit…ilmu semakin menghilang…kebodohan dan kebingungan merebak, laksana air bah.

Nas’alullah al ‘afiyah lana wa lakum ya aiyuhal Muslimun. Amin.

AMW.