Buku Baru: “Air Mata Presiden Mursi”

Juli 31, 2013

Air Mata Presiden Mursi

Kesedihan Sang Presiden atas Kudeta Militer 3 Juli 2013.

Kesedihan Sang Presiden atas Kudeta Militer 3 Juli 2013.

Presiden Muhammad Mursi yang baru saja digulingkan oleh rezim militer Mesir merupakan satu-satunya Presiden dari kalangan sipil yang dipilih secara demokratis. Presiden Mursi juga merupakan Presiden satu-satunya di dunia yang hafal Al-Qur’an. Sayangnya kekuasaannya begitu cepat direnggut oleh komplotan liberal sekuler, kaki tangan mantan Presiden Mubarak dan Militer yang dibantu oleh kekuatan Amerika.

Nampaknya di kalangan Islam-Phobia lebih enjoy hidup dipimpin oleh rezim militer yang korup dan menindas daripada dipimpin tokoh Islam. Buktinya penggulingan Presiden Muhammad Mursi yang baru terjadi dapat terwujud karena mereka saling bersinergi. Sayangnya di kalangan Islam sikapnya tidak satu suara. Ada juga kalangan Islam yang mendukung penggulingan ini dengan berbagai dalih.

Buku kecil ini mencoba membela keberadaan Presiden Mursi dari sisi syariah dan ilmiah. Bukan pembelaan yang cengeng apalagi membabi-buta. Tragedi kudeta militer menjadi catatan hitam sejarah yang menghadang gerakan politik Islam di Mesir. Namun kisah ini belum berakhir, kita tunggu saja endingnya.

http://www.kautsar.co.id/read/book/25/07/2013/239/air-mata-presiden-mursi/

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Salafiyah Kan Terus Berkibar, Sebuah Dinasti Tidak Dijamin

Juli 9, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Allah Ta’ala menjelaskan dalam Kitab-Nya, bahwa siapa yang kufur kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka dia telah berpegang kepada simpul tali (agama Allah) yang sangat kuat, yang tak akan putus selamanya. Disebutkan dalam Surat Al Baqarah: 256. Inilah ayat yang sering disebut sebagai Al Urwatul Wutsqa.

Disini dijelaskan, bahwa pijakan terkuat dalam hidup ini ialah Syariat Allah Ta’ala; siapa yang mengikatkan dirinya kepada Syariat, dia telah berpegang kepada simpul tali yang sangat kuat. Sedangkan siapa yang berpegang kepada kekuasaan, kerajaan, kekayaan, pengaruh politik, dan lainnya tidak dijamin akan mendapatkan kekuatan yang teguh dan dawam (lestari).

Maka, selagi dakwah Salafiyah senantiasa konsisten dengan Syariat Islam, maka musuh seperti apapun tak akan mampu meruntuhkannya; siapapun mereka, bagaimanapun caranya, selama apapun makarnya.

Sebaliknya, siapa yang berpegang kepada kerajaan, dinasti, kekuasaan politik; dengan mengabaikan hak-hak Syariat Allah; lambat atau cepat, ia akan runtuh, tenggelam, lalu diganti oleh yang lain.

Ketika seorang Raja di Saudi, secara tiba-tiba menyatakan dukungannya terhadap kudeta militer di Mesir (3 Juli 2013); padahal dia belum mengkaji secara teliti proses politik itu; dia tidak mendengar bagaimana perasaan saudaranya sesama Muslim, di Mesir sana; dia hanya mengacu kepada kekuasaan politiknya yang merasa terancam oleh suatu gerakan politik tertentu; dia mengabaikan hak-hak keadilan; maka semua itu hanya akan menyebabkan kekuasaannya runtuh. Siapa yang mendukung kezhaliman atas kekuasaan politik, maka dia akan menerima hasil dijatuhkan, karena dukungannya atas kezhaliman itu.

Dulu Hafezh Assad sangat jumawa di Suriah; kini anaknya memanen bencana dan musibah terus-menerus. Dia dilaknati manusia sedunia karena kekejamannya kepada kaum Muslimin.

Teringat sejarah masa lalu. Bani Umayyah mengambil kekuasaan dari Khulafaur Rasyidin dengan cara-cara keliru; bahkan kemudian timbul kekejaman-kekejaman besar dalam sejarah Dinasti itu. Lalu di akhir hayatnya, dinasti itu dihancur-leburkan kekuatan Abbassiyah. Begitu juga Abbassiyah berkuasa dengan menumpahkan darah; maka mereka kemudian dihancur-leburkan oleh Tartar (Mongol) sekejam-kejamnya.

SALAFIYAH insya Allah akan senantiasa berkibar, selama konsisten dengan Syariat Allah. Tetapi sebuah dinasti tidak dijamin akan terus eksis, apalagi ketika ia sering membantu cara-cara kezhaliman.

Selamat merenungkan!

Mine.


“Paduka Presiden… Kami Memahami Maksudmu!”

Juli 5, 2013

Bismillahirrahmaanirrahim.

Kepada paduka yang kami muliakan:

Presiden Mesir Muhammad Mursi

semoga Allah selalu menjagamu.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in, amma ba’dhu.

Paduka Presiden yang kami hormati

Rasanya hati ini sangat perih, perih sekali, melihat kenyataan-kenyataan buruk yang saat ini menimpa Anda dan para pemimpin Islam di Mesir, di bumi Kinanah, yang Rasulullah Shallallah ‘Alaihi Wasallam memerintahkan Ummat ini agar berlunak-lunak kepada mereka.

Presiden, apa yang Anda alami adalah sebuah KEZHALIMAN BESAR yang pasti akan panjang akibatnya. Bila ia tidak dirasakan sekarang, mungkin ia akan dirasakan nanti, ketika manusia sudah mulai lupa akan apa yang pernah mereka lakukan. Anda semestinya tidak mendapat perlakuan KASAR seperti ini, apapun alasannya; karena Anda adalah seorang pemimpin yang sah. Anda dipilih oleh rakyat, dan mereka memberikan amanat ke pundak Anda. Seolah, Anda sudah dibai’at oleh rakyat, meskipun belum seluruhnya.

"Presiden, Teruslah Bertahan Laksana Batu Karang!"

“Presiden, Teruslah Bertahan Laksana Batu Karang!”

Paduka Presiden

Kami bersimpati atas segala musibah dan duka yang menimpa Anda dan para pemimpin Islam di Mesir. Semoga Allah Ta’ala menguatkan hati-hati Anda semua. Semoga Allah menolong Anda semua dalam melintasi badai, cabaran kehidupan, dan fitnah yang berlapis-lapis ini. Semoga Allah menghargai jerih-payah Anda selama ini, semoga Allah memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin di Mesir; semoga Allah menggantikan kesulitan dengan kemudahan, kegoncangan hati dengan damai, keterpurukan dengan kehormatan, keterpecahan dengan kesolidan; semoga Allah memberikan kepada para pejuang Islam dan keluarganya, serta sanak-kerabatnya, serta kawan-kawan dan komunitasnya, barakah berupa salamah, ‘afiyat, dan shalawat. Amin Allahumma amin.

Paduka Presiden

Kami sangat berduka atas apa yang menimpa Anda dan para pemimpin Islam di Mesir saat ini. Masih terus terbayang di benak kami berbagai kesusahan, bencana, dan kebinasaan yang menimpa para pemimpin Islam di Aljazair, ketika kemenangan FIS dirampas di masa itu. Masih terbayang betapa sedihnya hati kami, tatkala kepemimpinan Necmetin Erbakan, juga dirampas di Turki, kala itu. Dan aneka duka dan bencana yang pernah menimpa perjuangan Umat ini.

Anda semua sudah berusaha berjuang sekuat kemampuan, dengan menuruti aturan main yang ada; tetapi badai fitnah terlalu kuat, taupan makar bertiup begitu dahsyat, segala kekuatan berserikat untuk merobohkan cita-cita membangun peradaban Islami. Kami bersimpati dan terus bersimpati. Di hati kami perjuangan Anda akan selalu kami kenang. Kepada anak-cucu kami dan kaum Muslimin, akan kami ceritakan bahwa Anda semua dan para politisi Islam yang penuh heroisme, adalah pahlawan sesungguhnya.

Paduka Presiden

Teruslah untuk bertahan dan bertahan. Jangan mundur dari segala coba dan ujian. Biarlah manusia menekan, mengisolir, atau menghujatmu; tetapi teruslah bertahan, teruslah berjuang, jangan pernah mundur. Teruslah tegak mengakui diri sebagai Presiden yang sah; kami akan selalu mendukungmu; kami mengakui posisimu.

Lakukanlah seperti yang pernah diperbuat Khalifah Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘Anhu, beliau tetap memakai jubah kekuasaannya, meskipun rumahnya telah dikepung para pemberontak. Teruslah bertahan wahai Presiden, dengan keyakinan: ajari rakyatmu untuk menghargai keputusan bersama yang telah diambil! Jika tidak demikian, maka kelak Mesir akan menjadi surga bagi para perampok kekuasaan untuk menguasai atau merebut tampuk kekuasaan apapun yang diinginkannya.

Paduka Presiden

Kami memahami maksud baikmu, untuk membebaskan Mesir dari penindasan sebenarnya; untuk menyeamatkan rakyat dan kehidupan disana; untuk membuang para petualang politik dan penjual nasib bangsa; untuk menegakkan keadilan dan melawan keserakahan; untuk memberikan kepada rakyat Mesir maslahat hidup sebenarnya, bukan sensasi kebebasan semu, tetapi penuh tipu daya dan kebinasaan.

Kami memahami semua itu, wahai Paduka Presiden. Maka itu, selain mensyukuri terpilihnya dirimu sebagai pemimpin Mesir; kami juga mendukung kebijakan-kebijakanmu. Bahkan kami akan tetap mengakuimu, sekalipun engkau telah disingkirkan secara kasar.

Paduka Presiden

Tapi tak akan menyalahkanmu, tak akan mengkritikmu atas kebijakan-kebijakan politik yang engkau pilih. Kami serahkan semua itu kepadamu dan pemimpin-pemimpin Islam di Mesir. Anda semua lebih paham dari kami duduk masalah sebenarnya. Kata orang, setiap negeri punya ciri dan tabiatnya masing-masing. Kami hanya orang luar, kami hanya bisa memandang dari jauh, tanpa bisa ikut berperan di dalamnya.

Kata orang (termasuk hemat kami juga), Anda menempuh jalan tidak seperti Erdogan yang tampak lembut, kompromi, memakai strategi “nafas panjang”, dan lain-lain. Tapi apapun ceritanya, Anda lebih baik dari Erdogan (tanpa bermaksud merendahkan siapapun). Anda lebih terbuka tentang nilai-nilai Islam, Anda berkiprah ingin memperbaiki Konstitusi, Anda berjuang maksimal untuk kemaslahatan rakyat Mesir. Bagi kami, Anda lebih tepat dan adil, sesuai kondisi di Mesir. Sebab, Anda bukan pemimpin Turki. Anda tahu banyak nafas kehidupan rakyat Anda sendiri.

Paduka Presiden

Sampai kini, kami tetap mengakuimu. Jangan berputus-asa! Teruslah berjuang, pahamkan kepada rakyat Mesir tentang pentingnya menghargai proses sesuai aturan main yang telah disepakati. Jangan keluar dari aturan main itu. Contohlah Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam ketika beliau sepakat dengan perjanjian Hudaibiyah, meskipun isinya tampak banyak merugikan kepentingan kaum Muslimin.

Teruslah ajarkan kepada rakyat Mesir agar menghargai proses politik yang resmi (bukan cara jalanan). Sebab bila tidak, pasti akibatnya akan mengenai kehidupan mereka sendiri di masa-masa nanti. Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam menjelaskan agar kita taat kepada seorang pemimpin yang telah dibaiat, sekalipun dia seorang budak hitam dari Persia. Itu artinya, kesepakatan kaum Muslimin memiliki nilai dan maslahat yang tinggi, bukan berdasarkan ambisi hawa nafsu atau amarah yang menggebu.

Paduka Presiden

Kami akan selalu mendukungmu, mendoakan kebaikan bagimu, dan mengharapkan kemenangan besar bagi Islam dan kaum Muslimin; siapapun juga di antara para pejuang Islam yang berjuang disana.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, wallahu a’lam bisshawab.

Al Faqir Ilallah

Jakarta, beberapa hari Pra Ramadhan 1434 H.

(AM. Waskito).


Kaum Muslimin… Tolonglah Presiden Mursi !!!

Juli 4, 2013

Innalillahi wa inna ilaihi ra’jiun. Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah.

Tanggal 3 Juli 2013, Presiden Mursi, pemimpin Mesir dikudeta oleh militer, di bawah pimpinan Jendral Abdul Fattah As Sissi. Masya Allah, ini adalah musibah dan bencana yang sangat menyedihkan.

Presiden Mursi baru berupaya memperbaiki kehidupan Mesir dengan langkah-langkahnya. Tetapi belum juga lama beliau memimpin, sebuah GELOMBANG REKAYASA POLITIK mendera dengan sangat kencangnya. Gelombang ini memanfaatkan beberapa lini: media massa, gerakan demo mahasiswa + aktivis, tekanan militer, tekanan internasional, tekanan ekonomi riil.

Bantu Presiden Mursi untuk Terus Bertahan! Bertahan Syaikh! Jangan Mundur!

Bantu Presiden Mursi untuk Terus Bertahan! Bertahan Syaikh! Jangan Mundur!

Cara yang sama pernah digunakan ketika tahun 1998, gerakan rekayasa itu meruntuhkan pemerintahan Soeharto di Indonesia; juga setahun kemudian sekitar bulan Oktober 1999, ia meruntuhkan pemerintahan Habibie. Gerakannya sama, direkayasa dari bebagai lini. Hanya sayangnya: Umat Islam gampang terlupa hal-hal begini.

Seorang penulis Barat, pernah menulis The Economic Hit Man (tukang pukul ekonomi). Dia menceritakan pengalamannya menghajar rezim-rezim yang tidak disukai, dengan tekanan-tekanan ekonomi. Hal ini juga diakui oleh Prof. Steve Henke, mantan penasehat ekonomi CBS yang pernah diundang Soeharto ke Indonesia.

Rakyat Muslim, termasuk di Mesir, banyak yang lupa dengan kenyataan-kenyataan ini. Maka itu Saudaraku, perbaikilah ilmu, wawasan, dan kesadaranmu! Jangan melulu ikut arus media terus. Media bisa menipu, tapi kesadaran diri jauh lebih kuat.

Dalam masa demikian, marilah kita membantu Presiden Mursi, dengan segala kekuatan yang kita mampu. Caranya…

= Akuilah, bahwa beliau masih Presiden Mesir yang sah!

= Bangunlah opini, bahwa beliau adalah presiden yang sah, sedangkan kudeta militer itu tidak sah!

= Lakukan penolakan secara politik terhadap siapa saja yang buru-buru mengakui kepemimpinan pemimpin kudeta militer; dengan asumsi, sikap keterburuan dia itu menunjukkan, bahwa dia sangat ingin agar Mursi segera tumbang, sehingga tidak akan membahayakan kursi kerajaannya.

(Sebuah Dinasti di Arab yang sekian lama banyak didoakan Umat dan dibantu dengan segala daya, kok malah suka melihat saudaranya teraniaya? Aneh. Inilah tanda-tanda kekuasaan politik Dinasti itu semakin senja).

= Kalau mampu menolong secara dana, fasilitas, perlindungan, logistik, tenaga, pikiran, dan apapun, silakan saja. Dukungan itu tak sia-sia di sisi Allah Azza Wa Jalla.

= Doakan Presiden Mursi dan saudara-saudara Ikhwanul Muslimin, agar mereka mendapatkan selamat. ‘afiyat, dan dijauhkan dari bala, bencana, dan kezhaliman. Amin Allahumma amin.

Kita tak usah memandang Presiden Mursi dari Ikhwanul Muslimin atau tidak; toh, mereka adalah saudara kita juga; sama-sama berjuang ingin menegakkan Islam, sesuai kemampuan dan caranya. Mereka itu saudara kita, sama-sama Ahlus Sunnah. Mari menolongnya sekuat kemampuan.

Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahullah sejak lama selalu empati kepada perjuangan tokoh-tokoh Al Ikhwan. Beliau pernah memfatwakan agar kaum Muslimin menolong Ikhwanul Muslimin yang dibantai Hafezh Assad di Suriah.

Satu hal yang membuatku sangat terkesan dari sosok Presiden Mursi. Tentu, selain beliau Hafal Al Qur’an. Saat dalam pertemuan internasional di Teheran Iran, beliau membuka pidatonya dengan memuji para Shahabat Nabi Shallallah ‘Alaihi Wassallam. Ini adalah bentuk ejekan bagi Syiah Rafidhah yang hidupnya selalu memakan bangkai dan minum nanah (karena terus-menerus mencaci maki Shahabat dan menista mereka).

Mungkin pertanyaannya, mengapa Presiden Mursi digulingkan?

Kami yakin Anda punya banyak analisis soal itu. Tapi menurut kami, atau setahu kami, masalahnya tidak seperti yang tersebar di media-media. Singkat kata, Presiden Mursi ingin memperbaiki ekonomi Mesir yang morat-marit. Karena kesulitan soal modal, dengan terpaksa beliau ingin meminjam uang ke IMF. Nilainya kalau tak salah sekitar US$ 4,5 miliar. Maka IMF pun memberikan syarat-syarat seperti konsep Letter Of Intends yang dulu pernah ditandatangani Michael Camdesus dan Soeharto itu. Tetapi butir-butir kesepakatan dengan tim IMF itu ditolak oleh penasehat-penasehat ekonomi Presiden Mursi. Akibatnya IMF marah besar.

Ya setelah IMF marah, kita tahu akibatnya. Presiden Mursi dan Kabinetnya dianggap sebagai “bocal nakal lu ya”. Begitulah, akhirnya Presiden yang sebenarnya ideal bagi bangsa Mesir itu digusur. Karena sebuah prinsip, dia dijatuhkan. Masya Allah laa haula wa laa quwwata illa billah.

Maka marilah kita membantu Presiden Mursi dengan doa…

Allahummanshur li akhina Muhammad Mursi, farzuqhu nashran mubinan wa makhrajan min kulli musykilati wal fitnah. Wa anzhir wa ihzim kullu man fasada amrahu wa jarama mulkahu wa man ‘aanahum. Innaka antas sami’ud du’a ya Dzal Jalali wal Ikram. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi wa sallam. Amin Allahumma amin.

Mine.