PKS, Kami Sudah Mengingatkanmu

Mei 14, 2009

Kini saatnya kita benar-benar ingin berbicara sepenuh hati kepada PKS. Ini adalah momentum besar bagi PKS untuk memperbaiki kerja politiknya. Saya menyarankan, “Akhi, kini muncul momentum besar bagi Anda sekalian untuk menyelamatkan perahu politik Anda. Selamatkan partai Anda, masa depan Anda, sebelum yang terburuk akan melanda partai Anda!”

Sebagaimana kita telah sama-sama ketahui, PKS bereaksi tegas terhadap sikap politik Demokrat yang memilih Cawapres, Boediono, Gubernur Bank Indonesia. PKS juga bereaksi keras terhadap rencana Demokrat mengundang PDIP masuk ke barisan koalisi mereka selama ini. Dibandingkan PPP, PAN, dan PKB, maka PKS adalah satu-satunya partai Islam yang bereaksi keras terhadap agenda SBY dan Denmokrat itu.

Akhi…jujur saja saya mengatakan, sikap Anda selama ini telah membuat kesal, marah, dan benci kalangan Islamis di Indonesia yang jumlahnya sangat banyak. Mereka mempertanyakan sikap Anda, kesalahan manuver Anda, serta komitmen Anda kepada misi perjuangan Islam. Termasuk kondisi pasca Pemilu April 2009 yang menempatkan partai Anda di posisi ke-4, dengan perolehan suara sekitar 8 %.

Banyak kalangan Islamis bertambah-tambah skeptis melihat manuver partai Anda yang begitu lunak kepada kekuasaan, dan sepertinya kehilangan “kepekaan” untuk menunjukkan determinasi Anda sebagai partai moralis dan harapan Indonesia baru. Dengan sikap-sikap yang Anda tunjukkan selama ini, banyak yang meyakini, partai Anda akan tenggelam di masa nanti. Maksudnya, jati diri partai Anda yang mengikatkan diri dengan Islam akan berakhir, lalu menjadi karakter partai sekuler seperti pada umumnya.

Nah, kini partai Anda sedang diperhatikan oleh Ummat Islam se-Indonesia. Kalangan Islamis cemas hatinya melihat sikap Anda ke depan. Mereka tidak menyangka bahwa Anda masih memiliki sisa-sisa sikap ketegasan. Dan satu lagi yang penting, Anda masih bersikap rasional terhadap masa depan partai Anda. Jika Anda membiarkan diri masuk dalam “skenario politik” Demokrat, dengan dalih diplomasi apapun, yakinlah Anda tidak akan memiliki masa depan apapun. Sikap politik Demokrat ibarat pusaran air yang bisa menenggelamkan siapa saja.

Ini adalah momentum Anda untuk menyelamatkan partai Anda! Ini adalah RIZKI tidak terduga yang tiba-tiba hadir di depan Anda. Raihlah rizki ini, pegang kuat-kuat, jangan dilepaskan. Jika Anda pegang, partai Anda insya Allah akan selamat; jika dilepaskan, sungguh masa depan Anda nanti hanyalah ucapan sayonara

Sayuti Asyathiri, salah satu Ketua DPP PAN beberapa waktu lalu mengatakan: “PAN sebaiknya jangan berkoalisi dengan Demokrat, tetapi berkoalisi dengan kubu perubahan. Jika kita menang dalam Pilpres, bisa membangun pemerintahan yang lebih baik. Tetapi kalau kalah, tidak apa-apa. Itu adalah investasi politik yang bagus untuk masa depan PAN nanti.” Kurang lebih seperti itu.

Saya menyarankan, ikutilah pandangan di atas, meskipun kemudian ternyata PAN tidak mampu menetapi jalan tersebut. Lebih baik PKS melakukan investasi politik ke depan, daripada bergabung dengan Demokrat. Pemilu April 2009 dengan segala ketidak-becusannya telah mendelegitimasi prospek politik Demokrat sendiri. Meskipun suatu ketika SBY menang dalam Pilpres, maka di hati jutaan masyarakat ada “gores luka” yang sangat sulit sembuhnya, karena pelaksanaan Pemilu April 2009 yang penuh masalah itu. Mendukung Demokrat, tak ubahnya dengan ikut melegitimasi pelaksaan Pemilu April 2009 yang digugat oleh banyak kalangan itu.

Ya, ini sekedar saran. Boleh diikuti, boleh juga diabaikan. Sejujurnya, dalam segala sikap kritis saya selama ini ke PKS, masih ada nuansa harapan agar partai ini menjadi lebih baik di masa ke depan. Ummat Islam tentu akan sangat berterimakasih kalau ada tenaga-tenaga politisi Muslim yang komitmen membela urusan Ummat. Siapa lagi yang secara formal harus membela, kalau bukan Anda sekalian.

Secara pribadi saya berjanji, jika Anda peduli dengan masa depan partai Anda, dan tidak menjual-belikannya dengan harga murah, hanya dengan kompensasi jabatan tertentu, insya Allah saya akan membersihkan blog ini dari tulisan-tulisan yang bersifat mengkritisi PKS.

Sekali lagi ya Akhi: “Selamatkan masa depan partaimu! Ini adalah momentum besar yang tidak akan terulang lagi. Selamatkanlah partaimu, atau kita nanti akan menangis bersama-sama meratapi hilangnya salah satu perahu politik pembela Ummat, ketika Anda lebih tertarik dengan kue kekuasaan.”

Alhamdulillah Rabbil ‘alamiin.

Bandung, 14 Mei 2009.

AM. Waskito.

Catatan: Tulisan ini ditulis sebagai bukti bahwa dalam hati kami (setidaknya saya) semula masih ada harapan kebaikan bagi PKS. Namun setelah acara deklarasi pasangan SBY-Boediono di Sabuga ITB, 15 Mei 2009, sekitar pukul 20.00 WIB. Maka harapan itu pun kandas. Harapan hanya harapan, PKS lebih mencintai kekuasaan daripada misi perjuangan Islam. Itu pun cara-caranya sangat tidak elok. Biasa, memakai cara ANCAMAN untuk mendapatkan jatah kekuasaan yang lebih basah. Ya, begitulah. Tulisan ini sengaja dipertahankan, tidak dihapus, agar kaum Muslimin tahu, bahwa: Kami semula masih berbaik harapan kepada PKS!!!

Iklan