Beberapa Foto Lucu…

Mei 14, 2012

Berikut ini beberapa foto lucu yang diperoleh dari situs albashirah.com. Foto-foto ini menceritakan tentang suatu acara ritual-seremonial yang dilakukan militer dan para pejabat birokrasi di IRAN. Mereka hendak mengenang kembali kedatangan Khomeini yang semula tinggal di Perancis, lalu datang ke Iran untuk memimpin Revolusi 1979.

Perjalanan politik Khomeini itu persis seperti Mustafa Kamal Attaturk di Turki. Keduanya sama-sama didukung oleh Barat. Barat berusaha menciptakan drama sedemikian rupa, agar kedua tokoh itu tampak “sangat berjasa” di mata rakyatnya. Ini adalah drama tingkat tinggi yang sulit dipahami oleh awam. Apalagi media-media massa Barat sepakat untuk terus membuat kesan hebat perjuangan “sang imam”. Dulu Kamal Attaturk juga dibuatkan kesan “sangat hebat” di mata rakyat Turki.

Mungkin karena lagi “tak ada kerjaan”, kalangan Syiah di Iran berusaha melakukan ritual “napak tilas” dengan mengenang kembali saat-saat kedatangan Khomeini ke Iran. Agar upaya itu semakin khusyuk, mereka memakai beberapa foto Khomeini sebagai sarana ritual-seremonial. Mungkin ke depan, napak tilas ini akan dijadikan “obyek wisata spiritual” oleh kalangan Syiah Iran. Tak tahulah… (Sumber rujukan: Situs Albashirah.Com).

Mari kita lihat saja parade foto-foto ini, selamat “cuci mata”!

“Acara sudah mau dimulai, hatiku deg deg sekali! Oh sang imam…”

“Sang imam silakan turun dari pesawat, Graaakkkkk!”

“Sang imam mulai berjalan, hormaaaaaat gubrakkkk…eh maksudnya, graakkkk!”

“Sang imam naik mobil, grakkkkkkkk!”

“Kami siap mengawal perjalanan sang imam….brum brum brum….”

“Imam lagi duduk di majelis…semua diam…jangan berkata-kata…semua tenang! Mari kita dengarkan khutbah revolusi imam…”

“Eh, aduh…maaf imam, tadi tangan saya menyenggol kaki imam. Maaf, maafin, saya kurang sopan.”

HIKMAH

Dulu, Rib’i bin Amir Radhiyallahu ‘Anhu, beliau diutus oleh Panglima Sa’ad bin Abi Waqash Radhiyallahu ‘Anhu, untuk menjumpai Jendral Rustum, penguasa Persia. Mula-mula Rib’i hendak ditolak oleh Rustum, karena beliau adalah laki-laki kulit hitam. Tetapi para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum meyakinkan, bahwa Rib’i adalah laki-laki terbaik di tengah mereka.

Lalu Rustum bertanya kepada Rib’i: “Dengan membawa pesan apa Engkau datang kesini?”

Rib’i Radhiyallahu ‘Anhu menjawab: “Kami datang kesini diutus untuk membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia menuju penghambaan kepada Allah saja; dari kezhaliman segala agama-agama, menuju keadilan Islam; dari sempitnya kehidupan dunia menuju keluasannya.”

Kata-kata Rib’i bin Amir ini begitu monumental, sehingga banyak dikutip oleh para ulama. Di balik kata-kata itu tercermin tujuan-tujuan asasi kedatangan Islam. Salah satunya, yang terpenting, ialah MEMBEBASKAN MANUSIA DARI HAKIKAT PENJAJAHAN & PENINDASAN, MENUJU KEMERDEKAAN SEBAGAI HAMBA-HAMBA ALLAH YANG HANYA MENGABDI KEPADA-NYA.”

Islam adalah Dinut Tauhid. Ciri kelurusan Islam, ketika disana manusia merdeka, bebas dari penindasan, penjajahan, dan penghambaan kepada sesama manusia (atau makhluk lain). Sedangkan ciri aliran sesat: pada akhirnya akan selalu menjajah kebebasan manusia sebagai hamba Allah. Dimana saja kebebasan beribadah kepada Allah dibelenggu oleh kultus individu, mengibadahi imam-imam, kasta, klas-klas, elitisme, eksklusivisme, kesenjangan sosial, ashabiyah (kesukuan), dll. waspadai disana ada kesesatan!

Kaum Persia sudah dibebaskan oleh Allah dari belenggu jahiliyah (penghambaan manusia ke atas manusia lainnya); tetapi kaum Syiah Rafidhah telah mengembalikan lagi era jahiliyyah itu. Banyak esensi ajaran Syiah itu yang mengandung makna: menyembah dan mengibadahi imam-imam Syiah (sesama manusia). Nas’alullah al ‘afiyah lana wa lakum wa lil Muslimin.

AM. Waskito.

Iklan

Analisis: Soal Lagu Ciptaan SBY di Test CPNS

Oktober 16, 2010

Seperti sudah sama-sama dimaklumi, media massa lagi ramai membicarakan pertanyaan seputar judul lagu ciptaan SBY, pada test CPNS di Kementrian Perdagangan, 12 Oktober 2010. MetroTV sampai mengangkat isu soal lagu itu sebagai materi Editorial.

Rata-rata analisa yang muncul di balik pencantuman pertanyaan narsis itu adalah sebagai berikut:

Pertama, kalau pencantuman soal seputar judul lagu itu diketahui SBY, berarti dia sedang melakukan politik pencitraan seperti yang sudah-sudah.

Kedua, kalau pencantuman soal judul lagu itu tidak diketahui oleh SBY, berarti bawahan-bawahan dia, khususnya di Departemen Perdagangan sedang berusaha menjilat atau cari muka ke SBY.

Ketiga, pencantuman soal itu merupakan upaya untuk melakukan kultus individu, seperti pemimpin-pemimpin politik sebelumnya, di era Orde Lama dan Orde Baru.

Keempat, analisis yang lebih serius, pertanyaan seperti itu dalam test CPNS dipahami sebagai bentuk surve terhadap popularitas SBY di mata anak-anak muda yang ikut test CPNS. Apakah SBY masih populer? Apakah citra SBY masih indah di hati rakyat? Bagaimana peluang politik SBY ke depan?

Sebenarnya, ada juga analisis lain yang tak kalah pentingnya. Pertanyaan tentang judul lagu SBY jelas sangat sulit dijawab oleh masyarakat biasa. Apalagi oleh orang-orang yang anti SBY. Bisa jadi, kalau pemuda/pemudi anti SBY ikut dalam test itu, lalu mendapatkan pertanyaan tersebut, mungkin mereka akan muntah-muntah.

Jadi, sebenarnya pertanyaan seputar judul lagu SBY itu merupakan TEST LOYALITAS bagi calon-calon PNS. Kalau mereka sangat ngefans dengan SBY, sangat mengagumi kiprah politiknya, sangat menikmati pencitraannya, mereka akan tahu jawaban pertanyaan itu. Tetapi kalau mereka bukan pendukung/pecinta SBY, kecil kemungkinan bisa menjawab. Kecuali, kalau mereka menjawab asal-asalan, lalu benar. Itu lain perkara.

"Lupakan derita. Mari bernyanyi. Wuo wuo wuo...ho ho ho." (gambar: politikana).

Dengan pertanyaan seperti itu, pihak Departeman Perdagangan sepertinya ingin mendapatkan jaminan bahwa PNS yang mereka terima, benar-benar LOYALIS-nya Pak Beye, bukan orang kritis, apalagi lawan politiknya. Hal-hal demikian dibutuhkan untuk menyaring CPNS sejak dini, agar mereka tidak meloloskan orang-orang yang masuk kategori pembenci SBY.

Kalau ditanya, apakah cara seperti ini tidak aneh, ganjil, menggelikan, memprihatinkan, sekaligus mengecewakan? Jawabannya mudah saja, “Sejak kapan kita puas dengan kinerja Pemerintahan SBY? Lha wong, memang sejak lama sudah penuh catatan, kritikan, serta ketidakstabilan kok. Kalau hanya soal CPNS itu sih masih kecil dibandingkan kasus-kasus “gajah” lainnya.

Ada harapan di hati supaya Pak Presiden SBY secara gentle mengaku diri tidak mampu memimpin, lalu mundur secara elegan. Itu lebih baik, demi menjauhkan masyarakat dari resiko penderitaan hidup yang lebih berat. Kasihanilah rakyat kecil, kebanyakan mereka fakir, kurang ilmu, dan lemah.

“Pak Beye, mau kan segera mengakhiri derita rakyat Indonesia? Mau kan? Mau dong… Ayolah, Bapak bisa!!!”

AMW.