Jadilah Engkau Prajurit Semesta…

Agustus 12, 2011

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Hidup manusia itu ada dalam “ruang luas”, tapi juga “ruang sempit”.

Saat kita dalam rahim ibu, itu artinya kita di ruang sempit. Saat itu kita masih “calon manusia”. Dalam rahim, kita dikasihi, dijaga sangat hati-hati, segala kebutuhan nutrisi diberikan…bahkan bila sang Bunda “ngidam”, segala cara diberikan untuk mengobati “ke-ngidam-an” itu. Di dunia sempit, kita hanya menjadi konsumen, konsumen sejati malah. Kita diberi, dilayani, dikasihi, dan seterusnya.

Bukalah Mata Hatimu! Lihatlah Keluasan Semesta!

Saat kita lahir, saat mata sudah melihat, saat kita menjadi anak-anak, lalu menginjak remaja, bahkan menjadi dewasa…saat itu kita berada di “dunia luas”. Mata, telinga, dan hati kita bersentuhan dengan stimulasi-stimulasi semesta yang luas, alhamdulillah.

Seharusnya, saat di “dunia luas” menjadi luas juga hati, jiwa, dan hidup kita. Namun apalah daya? Semakin terbentang “dunia luas”, ternyata banyak manusia malah bergeser mendekati “dunia sempit”. Sudah di “dunia luas” tetapi obsesinya ingin kembali ke “dunia sempit” dimana disana ia ingin diberi, dilayani, dikasihi, dan seterusnya.

Seorang manusia dikatakan sudah dewasa, jika dia memenuhi syarat minimal: [a]. Dia bisa membedakan “dunia sempit” dan “dunia luas”; [b]. Dia dengan lapang dada mau meninggalkan “dunia sempit” untuk membangun “dunia luas” dengan aneka prestasi kebaikan.

…saudara-saudaraku, adik-adikku, sahabat-sahabatku… berjalanlah kalian seperti seorang prajurit alam

Prajurit semesta menyusuri luasnya dunia dengan tapak kaki, berbekal air dan dedaunan, tidurnya di atas rumput, atap rumahnya adalah langit, teman sejatinya adalah pedang, buku, dan kemurahan hati. Jadilah para prajurit alam yang menikmati indahnya kehidupan luas…bukan selalu terpenjara oleh kesempitan obsesi, ambisi, dan persepsi…

Disana ada dunia yang luas…terdengar musik dari gemericik air, ada video dari sparasi cahaya mentari, ada kelembutan AC dari semilir angin berdesir, ada lukisan indah dari komposisi daun, tanah, batang-batang pohon, serta bebatuan; ada hidangan snack dari telur bangau, ada game interaktif bersama hewan-hewan liar, ada sensasi exited dari kerasnya cabaran hidup dan ujian, dan ada champion berupa nikmat syurga Allah Ta’ala.

Pergilah saudaraku…susuri jalan ini dengan keluasan pandangmu, keteguhan hatimu, kebijakan sadarmu, serta kemurahan senyum indahmu… Cukuplah cahaya Allah yang menerangi langkahmu… Hasbunallah wa ni’mal Wakiil, ni’mal Maula wa ni’man Nashir.

Semoga Allah Ta’ala memperbaiki hidupmu, hidupku, dan hidup Ummat ini. Allahumma amin.

[Ayah Syakir].

NB.: Tulisan ini terinspirasi oleh “kemelut kecil” yang melanda “dunia sempit” sebagai saudara-saudaraku. Semoga Allah Ta’ala memperbaiki hati mereka, memperbaiki visi hidupnya, dan mencerahkan mereka dengan “dunia luas” yang terbentang di depan mata. Allahumma amin.

Bagaimanapun juga…seorang Muslim harus peduli dengan kesulitan saudaranya. Alhamdulillah.

Iklan

Indahnya RAMADHAN Mubarak…

Agustus 2, 2010

Inilah bulan yang dinanti-nantikan orang beriman. Setahun penuh mereka merindukan bulan ini. “Berapa lama lagi tiba Ramadhan?” begitu keluh seorang Mukmin setiap melihat panjangnya kalender menuju Ramadhan. Mereka menantikan perjumpaan suci dengan bulan penuh barakah ini. Alhamdulillah.

Mari sejenak kita berbahagia menyambut Ramadhan karim…

Ramadhan bukan Tradisi. Tapi jalan hidup, lurus, menuju Keridhaan Allah.

Alam raya terasa hening, demi menghormati datangnya bulan suci ini.

Satwa di langit, turut berselebrasi, menyambut Ramadhan karim.

 

Perahu-perahu pun, turut menghormati Ramadhan.

 

Meskipun puasa, mencari nafkah jalan terus. Ini amanah Ilahi.

Kolak, dissert khas bulan suci di Indonesia. Sudah mentradisi.

Kreativitas menanti bedug Maghrib. Nangkring di atas perahu.

Syurga di sisi Allah: obsesi setiap Muslim.

Berpuasalah, sebelum datang senja. Kematian akan datang menjemput setiap yang hidup.

Semoga bermanfaat, semoga menjadi inspirasi menyambut Ramadhan 1431 H. Terimakasih kepada semua pihak yang dipakai foto-fotonya. Mohon maaf bila tidak menyampaikan ijin terlebih dulu. Sekali lagi terimakasih.

Marhaban ya Ramadhan, Syahrul Mubarak, Syahrul Qur’an. “Kami mencintaimu. Semoga engkau juga mencintai kami.” Allahumma amin ya Rabbul ‘alamiin.

AMW.