MARI MELIHAT LEBIH BIJAK

Desember 21, 2015

Bismillah. Ini sebuah ajakan kepada semua IKHWAH Muslim untuk melihat Gerakan Islam (Harakah) lebih bijak. Jangan selalu berlandas tuduhan-tuduhan sepihak yang bersifat fitnah.
.
PRINSIP: Mari melihat dari dekat, jangan terus dari jauh. Mari melihat “dari mata mereka”, bukan selalu “mata kami”. Mari melihat sisi KELUASAN SYARIAT, bukan dari sudut-sudut sempit terus.
.
Kita ambil contoh, gerakan Al Ikhwan Al Muslimun. Ini adalah nama yang sudah populer.
.
[1]. Tujuan awal gerakan ini, MENEGAKKAN KHILAFAH ISLAMIYAH, setelah Khilafah Turki Utsmani runtuh 1924 M. Harus diingat tujuan ini.
.
[2]. Prinsip pendirinya: “Menegakkan Syariat dalam kehidupan negara hukumnya fardhu kifayah. Jika tidak ada yang menegakkannya, semua Muslim dianggap berdosa.”
.
[3]. Missi dakwah: “Melindungi agama dan keimanan Ummat dalam naungan sebuah jamaah; ketika negara tidak bisa diandalkan untuk melindungi agama Ummat.”
.
[4]. Akidahnya Ahlus Sunnah wal Jamaah, dengan asumsi: Tidak menganut paham Syiah, Khawarij, Murji’ah, Mu’tazilah, Jahmiyah, Jabbariyah, Qadariyah.
.
[5]. Katanya, Syaikh Al Banna, menganut paham TAFWIDH dalam Sifat Allah. Andaikan saja demikian, ini termasuk khifaf cabang akidah di kalangan para ulama sejak zaman dahulu.
.
[6]. Metode kaderisasi Al Ikhwan memakai sistem halaqah (liqa’), dengan ada murabbi & mutarabbi (murid). Ini adalah perbedaan dalam masalah SARANA (wasilah). Tidak boleh dibesar-besarkan. Karena sistem madrasah/sekolah di zaman Nabi Saw juga tidak ada.
.
[7]. Al Ikhwan ikut proses demokrasi. Ini adalah partisipasi politik secara fair, sesuai mekanisme hukum yang ada. Tujuan membendung maksud-maksud politik destruktif terhadap kehidupan Ummat; menawarkan nilai-nilai Islam untuk diadopsi oleh negara.
.
[8]. Al Ikhwan membolehkan demonstrasi. TAPI itu terjadi di negara-negara yang membolehkan hal itu.
.
[9]. Al Ikhwan merupakan gerakan rahasia. Kalau rahasia, mereka tidak menulis buku, berdakwah, berkhutbah, membuat partai, membuat sekolah, dll.
.
[10]. Al Ikhwan katanya hizbiyah, fanatik golongan. Hampir semua kelompok Islam ada kenyataan begitu. Sejak zaman Salaf pun ada fanatisme madzhab (ke madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali).
.
[11]. Al Ikhwan katanya menghasut pemberontakan politik. Lha faktanya mereka ikut demokrasi. Apa demokrasi sama dengan kudeta?
.
[12]. Katanya Al Ikhwan mendukung terorisme. Coba sebutkan fakta, data, dan buktinya!
.
[13]. Katanya Al Ikhwan memecah-belah barisan Ummat. Faktanya, mereka mau KERJASAMA dengan elemen-elemen Muslim di mana pun. Di Mesir, Turki, Yordan, Sudan, Afghan, Irak, Suriah, dll mereka mau kerjasama. Dan lagi pula, tercerai-berainya Ummat adalah tanggung-jawab semua, ketika TIDAK ADA KHILAFAH pemersatu Ummat. Bukan tanggung-jawab satu HARAKAH saja.
.
INI hanya sekedar contoh agar kita BIJAK dalam mengikuti pendapat. Jangan MEMELIHARA DENDAM kepada orang-orang yang tidak bersalah.
.
Kasihani dirimu, agama, iman, dan kehidupanmu.
.
Wallahu a’lam bis shawaab.

(Al Wasath).

Iklan

Imam Al Albani dan Jihad

Mei 11, 2015

>> Beliau sering dikritik tentang Jihad. Tapi tak ada salahnya kita lebih BIJAK memahami pendapatnya.

>> Smula saya ikut mengkritik juga, tapi kemudian merasa LEBIH BAIK bersikap BIJAK. Tentu posisi saya sekedar pengamat, bukan ulama.

>> Dua pendapat Imam Al Albani yang sering dikritik: a. Jihad harus ada imam terlebih dulu; b. Para pejuang Palestina hendaknya hijrah dulu keluar dari Palestina, lalu susun kekuatan untuk melawan Zionis Israel.

Sikapi Ulama dengan BIJAKSANA

Sikapi Ulama dengan BIJAKSANA

[1]. Dari dua pendapat di atas sebenarnya ada BUKTI bahwa beliau setuju dg Jihad tanpa imam. Buktinya beliau dukung perlawanan kontra Zionis, tanpa mensyaratkan ada imam dulu.

[2]. Kalau mau jujur, bicara dalam level Syariat Islam, namanya JIHAD FI SABILILLAH, memang harus ada imam. Jihad Nabi Saw, Khulafaur Rasyidin Ra, imam-imam kaum Muslimin, MAYORITAS bersama imam. Mungkin Imam Albani berpijak di sini.

[3]. Tapi BUKAN BERARTI Jihad membela diri, meski tanpa imam, dianggap tidak boleh. Tentu bukan begitu. Sebab riwayat-riwayat banyak berbicara, keutamaan membela harta, jiwa, agama, kehormatan. Pastilah Imam Albani tahu riwayat-riwayat itu.

[4]. Terkait Jihad di Palestina, hal ini membuktikan bahwa beliau dukung Jihad membela diri. Dalam satu fatwa tentang bom ISYTIHAD, beliau juga dukung, dengan syarat atas perintah imam/komando Jihad. Bagaimana tidak mendukung, beliau dan keluarga keluar dari Albania karena agresi kaum komunis -laknatullah ‘alaihim-.

[5]. Saat beliau fatwakan Muslim Palestina hijrah, tentu bukan agar mengosongkan negeri agar Zionis leluasa menguasainya. Tapi mengeluarkan sebagian pejuang agar bisa MEMPERKUAT DIRI di wilayah aman. Setelah kuat, balik lagi ke Palestina untuk melawan Zionis. FAKTANYA, dengan atau tanpa fatwa itu, para pejuang Palestina membangun kekuatan di luar wilayah Palestina Israel. Itu sudah dilakukan dan banyak.

>> BILA ada kekurangan-kekurangan pada fatwa JIHAD Syaikh Al Albani, mungkin karena beliau “kurang mahir” dengan dunia Jihad di lapangan. Tak ada salahnya memaklumi.

>> UNTUK ulama sekaliber beliau, kalau kita tidak mau memberi ‘udzur, lalu siapa lagi yang akan selamat? Wallahi, kita perlu bersikap bijak kepada pelayan-pelayan Sunnah Nabawiyah.

Wallahu a’lam bisshawab.

(WaterFlow).