Wadaow…Presiden PKS Jadi Tersangka Korupsi !

Januari 30, 2013

Ini berita yang menghebohkan. Tak kalah dengan berita banjir Jakarta, pesta narkoba di rumah Raffi Ahmad, dan dugaan keterlibatan Wandaq Hamidah (politisi PAN) dalam pesta itu. Untuk berita yang terakhir, sudah dinyatakan clear, Wanda tak terlibat. Tapi di internet beredar foto dia dan Cs-nya ketika sedang berdugem ria.

Bagi kalangan media, khususnya TV, munculnya “bom berita” Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishag menjadi tersangka korupsi, serasa seperti penen duit bertumpuk-tumpuk. Seolah, ada saja berita-berita heboh yang akan membuat media mereka ditonton orang.

Konon, Luthfi Ini Dulunya Veteran Mujahidin Afghan

Konon, Luthfi Ini Dulunya Veteran Mujahidin Afghan

Malam tadi, 30 Januari 2013, KPK secara resmi menetapkan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq sebagai TERSANGKA kasus suap impor daging, bersama beberapa orang lain. Kasus ini seperti musibah berturut-turut yang menimpa PKS. Belum reda rasa sakit akibat kekalahan beruntun dalam Pilkada Jakarta 2012 (kalah pada putaran 1 dan kalah juga pada putaran 2). Kini mereka harus memetik duri-duri air mata dan sembilu aib yang menusuk ulu hati.

Kok segitunya sih? Dramatik sekalee…

Lho, ini realistik lho. Dengan kalah di Pilkada Jakarta, berarti PKS sudah kehilangan kantong terkuat dukungan mereka, yaitu DKI Jakarta. Ini adalah wilayah “pilot project” gerakan politik PKS. Kalau disini kalah, apalagi di daerah lain?

Maka kini harapan PKS tinggallah wilayah Jawa Barat yang sebentar lagi menggelar even Pilkada. Ahmad Heriyawan disono sedang berpasangan dengan Dedy Mizwar untuk mencapai jabatan kedua kalinya. Kuat dugaan, jika Ahmad Heriyawan menang dalam Pilkada itu, ia bukan karena mesin politik PKS, tapi karena kepintaran Ahmada Heriyawan Cs memanfaatkan sarana-sarana birokrasi Jawa Barat untuk mendulang dukungan. Sebab, mesin politik PKS itu secara riil sudah banyak yang mampet.

Namun kalau PKS kalah di Pilkada Jawa Barat, nasibnya akan sangat malang dalam Pemilu 2014 nanti. Bisa jadi mereka akan mengulang hasil pada Pemilu 1999, yaitu tidak lolos electoral threshold.

Peluang kekalahan itu ada, yaitu ketika Presiden PKS dinyatakan sebagai tersangka korupsi. Kasus ini kalau benar-benar “digoreng” oleh media, bisa meruntuhkan PKS sampai ke dasar-dasarnya.

Menarik sekali pernyataan Anis Matta terkait kasus menghebohkan ini. Anis mengatakan, “Ini bukan persoalan institusi (PKS), tetapi pribadi. Kita harus biasakan membedakan masalah pribadi dan masalah partai.” (Detiknews.com, 31 Januari 2013).

Ini semacam jurus berkelit khas politisi. Misalnya, ada orang partai mencoba melakukan percobaan korupsi. Hasilnya bisa sukses, bisa gagal. Kalau sukses, si pelaku korupsi itu akan dimintai “bagian” untuk membantu pembiayaan partai. Tetapi kalau gagal, dia bonyok sendiri. Sudah ketangkep aparat, dikatakan pula: “Itu masalah pribadi. Tak ada hubungannya dengan partai.”

Wadaouwww…gawat deh. Sudah jatuh, ketimpa tangga, kepentok dinding, digigit kucing pula…

Mine.

Iklan