Teori Evolusi dan SYARIAT

Juni 12, 2015

Bismillahirrahmaanirrahiim.

* Sebuah pandangan Islami untuk membantah Teori Evolusi Darwin. Berdasar Kitabullah & fakta sains.

* BAHWA manusia bukanlah makhluk bumi. Tapi makhluk dari langit, yaitu sejak Adam As & Hawwa’ diturunkan ke dunia. Dalilnya Surat Al Baqarah: 30-39.

"Manusia Turun ke Bumi Sudah SEMPURNA"

“Manusia Turun ke Bumi Sudah SEMPURNA”

* JADI kita manusia ini, termasuk Darwin, tidak mengalami PROSES EVOLUSI di bumi. Kita turun ke bumi sudah dalam KEADAAN SEMPURNA as human being.

* MUNGKIN saja hewan-hewan mengalami evolusi, jika merujuk teori Darwin. Tapi manusia TIDAK. Manusia sudah sempurna.

* APA manusia sendiri tidak mengalami evolusi?

* SECARA hakiki manusia mengalami evolusi postur, bentuk, warna kulit. Tapi masih dalam RANAH KERAGAMAN manusia.

* Dulunya Nabi Adam As sangat tinggi besar, lalu manusia smakin kecil. Awalnya wajah Nabi Adam satu bentuk, lalu jadi aneka etnis & warna kulit. Itu evolusi juga. Tapi dalam lingkup manusia.

* Secara pemikiran, spiritual, budaya manusia juga evolusi. Maka SYARIAT para Nabi/Rasul semakin lama semakin maju dan komplek.

* YAKINI sebenar-benarnya, bahwa manusia adalah MAKHLUK LANGIT. Tidak mengalami proses evolusi biologis seperti teori Darwin. Andai terjadi evolusi, ia terbatas dalam LINGKARAN KEMANUSIAAN.

* FAKTA: adanya sisa-sisa kehidupan kaum-kaum masa lalu yang sudah Allah binasakan. Mereka manusia, sama seperti kita.

* KONTRA FAKTA: Adapun terkait fosil-fosil yang macam-macam, dengan bentuk aneh, usia sekian juta atau ribu tahun.

JAWAB: Kita tak tahu hakikat benda-benda itu karena TAK ADA INFORMASI dari Allah dan Rasul-Nya. Tapi jika bentuknya beda dengan manusia, berarti mereka itu MAKHLUK BUMI. Beda dengan manusia yang turun dari langit dalam keadaan SEMPURNA.

* Demikian, semoga bermanfaat. Amin. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).

Note: Sebenarnya, secara sains teori Darwin itu juga tidak benar. Hanya lain kali kami sampaikan, insya Allah.

Iklan